Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Pesta pertunangan#


__ADS_3

Keesokan harinya tepat saat Semua orang tengah berada di hotel tempat diadakannya pesta pertunangan tersebut, Shania masih berada di rumah.


Gadis itu tidak pernah tahu jika saat ini adalah hari yang ia nantikan hingga beberapa orang datang termasuk MUA dan juga Julia yang kini tengah membujuk Shania untuk menghadiri pesta pernikahan Gerald.


"Baiklah aku mau."ucap Shania yang langsung bergegas menuju kamar mandi, dia langsung mandi dan butuh waktu satu jam untuk itu.


Setelah selesai mandi dan masih menggunakan bathrobe, Shania langsung di serbu oleh MUA dan juga Hairstylist satu lagi ada perancang busana yang kini akan benar-benar membuat gadis itu cetar membahana saat menggunakan gaun hasil rancangan dirinya.


Sampai saat Shania selesai berias dan benar sangat cetar membahana, gadis itu langsung bertanya apa? Julia juga akan berdandan seperti itu.


Julia hanya mengangguk, sampai beberapa orang bodyguard yang sudah menggunakan jas yang senada datang dan membawa Shania keatas rooftops Mension tersebut dan ternyata disana sudah ada helikopter yang menunggu dirinya.


Serasa di dalam mimpi gaun yang memiliki ekor panjang dan sangat cantik itu kini di pegang oleh para pengawal tersebut hingga semua masuk kedalam helikopter itu ada tiga orang yang ikut untuk merapihkan gaun tersebut saat turun nanti.


Shania pun dibawa ke sebuah hotel megah tempat dimana di sana pesta diadakan.


tepat di tengah lapangan golf yang merupakan bagian dari hotel tersebut helikopter itu turun perlahan barisan para pengawal membentang panjang dan di tengah-tengah mereka Arvin yang kini tengah menanti kedatangan Shania yang turun dari sebuah helikopter dengan gaun yang memiliki ekor panjang.


Gaun berwarna merah marun yang merupakan dari ribuan mawar dengan jahitan sempurna tersebut kini tampak nyata di hadapan semua orang tamu undangan semua awak media yang tengah merekam detik-detik dimana Arvin berlutut dan memberikan buket bunga mawar merah marun tersebut pada Shania yang kini tersenyum lebar padanya.


Shania yang kini berjalan di Reed karpet yang membentang panjang hingga ke lobby hotel dihujani jutaan kelopak mawar dengan semua warna bunga yang ada membuat semua orang benar-benar takjub dan menatap tak percaya.


Sepanjang sejarah baru kali ini ada pesta pertunangan semegah itu, jepretan kamera terus menghujani mereka saat ini kedua keluarga dan seluruh tamu yang hadir mulai dari luar hingga dan ballroom hotel yang megah itu menjadi saksi dari terjadinya lamaran resmi yang Arvin ucapkan dengan penuh haru dan tetes air mata bahagia turun dari hampir seluruh orang yang hadir.


"Pada saat ini, saya Arvin Wijaya ingin meminta waktu pada anda semua untuk menjadi saksi dari ikatan cinta yang benar-benar abadi dan murni adanya.


Saya mungkin bukan orang yang pantas untuk bisa mengatakan ini pada seorang gadis yang memiliki kesempurnaan bak bidadari yang ada di hadapan saya ini.


Gadis yang selalu ingin saya jaga sejak awal mulai dari kecantikannya dan kehormatan yang sudah melekat pada dirinya sejak lahir.


Sejak pertama kali saya melihat gadis cantik multi talenta dan sangat baik hati ini saya langsung jatuh cinta, hingga saya selalu meminta dia untuk melakukan hal ini dan itu semata-mata untuk menjaga pandangan pria lain karena saya benar-benar posesif pada orang yang sangat saya cintai.


Hingga ujian demi ujian itu datang silih berganti, saya yang sudah memutuskan untuk tidak lagi mengekang kebebasannya dan saya memutuskan untuk pulang ke negara Daddy saya.


Tapi yang maha kuasa teramat baik pada saya, saat itu bertepatan dengan kepergian saya ke luar negeri bidadari cantik yang ada di samping saya ini pun akan pergi ke luar negeri.


Saat itu saya kembali meyakinkan diri bahwa saya harus memperjelas hubungan kami.


Dan saya tidak peduli dengan penolakan yang akan dia berikan saya tidak akan pernah menyerah karena saya benar-benar mencintai dia dari lubuk hati terdalam saya.

__ADS_1


Dan saat itu pula cinta saya terbalaskan karena setelah saya benar-benar menyatakan cinta padanya bidadari hati saya pun membalas pernyataan cinta itu.


Itu Artinya kami benar-benar saling mencintai, dari rasa posesif yang selama saya menjadi pengajar gadis yang ada di samping saya ini ternyata memiliki perasaan yang sama dengan saya, tapi lagi-lagi cinta kami di uji oleh perbedaan ruang dan waktu, komunikasi yang tidak bisa berjalan baik menuntut kami untuk lebih bersabar dalam menjalani hubungan tersebut dan saling memberikan dukungan.


Namun setelah itu cobaan masih datang menghampiri hubungan antara kami dan untuk menghindari itu saya memutuskan untuk melindungi hubungan ini agar lebih kuat lagi.


Agar cinta diantara kami tidak mengalami gangguan yang hampir saja memisahkan kami saya berniat untuk seutuhnya menjadikan dia milik saya dengan cara memberikan ikatan resmi.


"Dan untuk bidadari ku yang sangat sempurna ini maukah kau menerima pria yang memiliki begitu banyak kekurangan ini yang mungkin tidak akan pernah bisa membahagiakan mu sesempurna seperti yang diberikan oleh kedua orang tua mu. jika kamu menolak kamu bisa mengambil bunga ini dan jika kamu menerima ku kamu bisa pilih cincin ini."ucap Arvin yang kini bertekuk lutut di hadapan Shania.


"Aku sangat mencintaimu dan aku tidak pernah ragu untuk memilih dirimu sejak awal hubungan diantara kita, sejak saat itu aku sudah memutuskan untuk memilih mu menjadi calon imam dalam hidupku."ucap Shania dengan tatapan sendu dan butir bening itu turun begitu saja.


Semua orang mengusap sudut matanya sesaat sebelum bertepuk tangan karena kini Shania dan Arvin mulai bertukar cincin pertunangan mereka.


Hingga Aluna lagu cinta itu memenuhi ballroom hotel tersebut dan para tamu undangan dengan ikut larut dalam kebahagiaan itu.


Shania kini tengah berdansa dengan Arvin dan pelukan hangat itu terus berulang kali terjadi.


Diikuti oleh keluarga dan kerabat yang kini tengah berpasang-pasangan termasuk Kenzie dan Sanum juga Mariana dan Kenzo .


Tak ketinggalan Gerald dan Anggun juga Julia dan Vino.


Di tempat lain saat ini, tepatnya di rumah Karin gadis itu dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keguguran saking syok nya dengan kejutan itu. dan sang ayah yang langsung terkena stroke karena otomatis perusahaan milik dirinya diambil oleh orang yang selama ini bekerja sama dengan dirinya untuk menghancurkan Arvin.


Seperti kata pepatah mengatakan bahwa apa? yang kau tabur itulah yang akan kau tuai.


Semua itu terjadi pada Karin dan kedua orang tuanya.


Kini Karin pun akan kehilangan buah cintanya dengan pria yang telah menghamilinya itu.


Kini acara terus berlanjut dengan jamuan makan malam dan setelah itu konferensi pers yang akan diadakan oleh keluarga besar Kenzo.


Mariana larut dalam kebahagiaan tersebut, dia merasa sangat bahagia setelah puluhan tahun hatinya membeku karena rasa sakit yang ia terima dari pengakuan Kenzo yang dulu pernah ia dengar tentang cinta pertamanya itu kini untuk yang keseratus kakinya Kenzo mengatakan bahwa ia sangat mencintai Mariana sejak mereka bertemu hingga saat ini, entah kenapa? Mariana benar-benar merasakan ketulusan di dalamnya.


"Mariana cinta ku....kamu adalah cinta ku setelah dia... tapi cinta ini tidak kalah abadi dengan cinta di masa lalu, aku mohon maaf jika kenyataan itu sangat melukai dirimu...... aku tak pernah berniat untuk membuka luka lama. tapi aku sudah mendapatkan hukuman selama puluhan tahun lamanya kamu sedingin salju di kutub Utara dan aku sudah kehilangan Mariana yang manja dan selalu penuh kasih itu, tolong kembalikan Mariana ku! kembalikan cinta ku yang dulu karena aku juga sangat mencintaimu."ucap Kenzo.


Mariana tidak langsung menjawab, tapi dia menatap lekat mata biru langit itu untuk mencari kebenaran.


Dan Mariana tidak pernah melihat keraguan di sana.

__ADS_1


Dengan pesta itu kini keluarga besar Kenzo yang sudah lama menghilang di luar negeri pun kembali.


Deswita dan Adri hadir di sana.


Devanka dan keluarga kecilnya begitu juga dengan Devina dengan suaminya yang merupakan mantan asisten pribadi Adri. mereka kembali dari Inggris atas undangan dari Kenzie sepupunya itu.


Satu lagi Alan dan Bintang juga putra-putri nya yang kini sama-sama sudah dewasa.


Ada air mata yang meleleh di sudut mata Allan saat melihat wajah Kenzo saat ini.


Dia mengingat istri pertamanya Queen dari wajah itu.


Bayangan anak istrinya itu seolah ada di sana, jujur hingga saat ini Alan tidak pernah bisa melupakan keduanya yang merupakan orang tercinta nya.


Ditambah lagi dengan kematian tragis yang menimpa mereka.


Usapan lembut di bahu Alan membuat dia menoleh pada sepupunya itu.


Ya... dia adalah Kenzie, kakak dari Queen yang sampai saat ini masih menyayangi adiknya itu yang sudah tiada.


"Percayalah Queen pasti bahagia bersama dengan anak kalian melihat kau bahagia dengan istrimu dan keluarga mu."ucap Kenzie.


Alan tidak kuasa untuk menjawab, saat ini dia hanya mengangguk karena tangis pilu itu tidak kunjung pergi, itulah kenapa? Allan tidak pernah pulang dari luar negeri.


Dan Adri dengan Deswita pun terus mendampingi dirinya.


"Sekarang kita sudah menjadi kakek tua kamu harusnya sudah bisa melupakan semua, ada istrimu yang lain yang sangat cantik dan dia juga sangat mencintaimu."ucap Kenzie.


Alan pun kembali mengangguk dan mengusap bulir air matanya.


"Tidak apa-apa lepaskan saja setidaknya dengan begitu beban itu akan sedikit berkurang."ucap Kenzie.


"Kenapa? haru dengan cara seperti itu mereka pergi, sampai saat ini aku masih bisa melihat dengan jelas keduanya."ucap Alan yang kini terisak.


"Semua takdir tuhan, dan tidak ada yang akan tau dengan cara apa? kita kembali kepadanya."ucap Kenzie.


"Ya,,, kamu benar, aku hanya tidak pernah bisa menerima kepergian dia dengan cara itu."ucap Allan.


"Kamu bisa melewati itu, seperti selama ini, ingat ada Bintang yang sangat mencintai."ucap Kenzie.

__ADS_1


Pesta pertunangan itu terus berlanjut, saat ini


__ADS_2