Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Cinta Kenzie, untuk Sanum#


__ADS_3

Sampai kapan pun, kita akan terus bersama "ujar Kenzie.


Sampai saat Sanum, di perbolehkan untuk pulang, Kenzie, begitu antusias saat menggendong kedua bayi laki-laki nya itu.


Hari ini adalah hari baru, dimana kehidupan rumah tangga nya, dimulai, pria itu akan terus mendampingi sang istri, apapun yang terjadi kelak, dan untuk ibu Abigail, wanita itu sudah mengundurkan diri, jauh sebelum Sanum, melahirkan, karena jujur, wanita itu tidak pernah mencintai Kenzie, dan juga tidak pernah puas dengan pria itu.


Kehidupan glamor yang Kenzie, berikan nyatanya masih kurang, karena wanita itu, bahkan tidak pernah bisa lepas dari semua itu.


Kini Kenzie dan Sanum, telah berbahagia dengan kehadiran kedua anak mereka, Kendra dan Kevin, kini sudah mulai terlihat semakin gemuk, tidak jarang Devan, dan istri nya datang karena pria yang diam-diam menikah dengan janda tanpa anak itu, hingga saat ini belum juga di karuniai anak.


Devan, selalu berharap istrinya Kavita bisa segera memiliki momongan, tapi sampai tiga tahun menikah Kavita, tidak kunjung hamil dan setelah diperiksa ternyata Kavita, bersalah dengan rahim nya, meskipun bukan sebuah penyakit, tapi kecelakaan yang dialami saat bersama dengan almarhum suaminya itu, membuat luka itu tak kunjung sembuh.


Kavita, bahkan hanya bisa pasrah, karena untuk berobat pun wanita itu tidak bisa akibat kekurangan biyaya,pada saat itu kehidupan sederhana yang dia jalani bersama dengan sang suami, sangat jauh dari kata cukup.


"Sayang jangan melamun,aku bahagia kok, bisa hidup sama kamu, kita bisa culik mereka jika ayah dan ibu nya, sedang pergi"ujar Devan, dengan sengaja.


"Enak, saja emang Lo pikir kedua putra gue adalah anak terlantar main culik-culik saja"ujar Kenzie, yang baru datang dari luar kota.


"Eh, ada bapak nya ternyata"ujar Devan, sambil senyum dengan wajah tanpa dosa.


"Sayang, jika mereka datang, jangan dikasih masuk, nanti anak kita lecet di cubit mereka"ujar Kenzie, dengan sengaja.


"Jahat Lo, gue sumpahi Sanum, hamil terus biar anak Lo, terlantar dan gue bisa ambil alih mereka berdua"ujar Devan.


"Owh ya ampun, kok, aku yang disumpahi sudah di kasih lihat anakku juga, jahat ih, dikiranya aku kucing apa"ucap Sanum kesal.


"Iya, Mak nya kucing garong yang satu itu"tunjuk Devan, pada Kenzie.


"Mas, gimana jika mas, nikah lagi dengan wanita lain,biar aku, yang akan merawat nya ujar Kavita.


"Wow, itu ide, berlian, segerakan"ujar Kenzie, tanpa dosa.

__ADS_1


"Dasar Lo, saudara laknat, bukan nya, memberikan saran ini malah mengompori" ucap, Devan.


Devan, langsung memeluk Kavita, yang terlihat sedikit, murung.


Devan, teramat sangat sayang pada Kavita, meskipun nantinya dia tidak akan mendapatkan keturunan.


Berulang kali, Deswita, yang tidak tau tentang pernikahan itu ,dia ingin menjodohkan nya dengan anak rekan bisnis nya.


Tapi, lagi-lagi Devan, beralasan tidak ingin menikah, meskipun Deswita, sangat ketakutan, jika putraya itu tidak normal, tapi semakin lama Deswita, terus mencari tahu keberadaan nya, dan dia menemukan fakta bahwa putranya, ternyata diam-diam sudah menikah, dan Deswita, juga menyembunyikan semua itu dari Adri, dia tidak ingin putra nya, seperti mereka dulu yang harus dipisahkan oleh keluarga yang tidak pernah menyetujui nya hingga sekarang.


Beruntung Allan, sudah memiliki Queen, yang ternyata adalah saudara bagi nya, hanya saja untung nya bukan saudara kandung, Queen, anak dari Georgio sementara Adri sepupu Kenzo dari ibu kandung Kenzo dan ibu Adri, yang kakak beradik.


Sampai sepasang suami istri itu, pergi Sanum, mendekat ke arah Kenzie, dia mengambil jas milik suaminya itu, dan membawa tas nya, menuju kamar utama, sementara Kenzie, mengikuti nya, untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum, dia akhirnya kembali untuk bermain bersama kedua putra nya, yang kini masih berbaring di atas tempat tidur, sambil berceloteh dengan bahasa nya masing-masing.


Sementara itu, Abigail, baru tidur, setelah Sanum, memberi anak berusia dua tahun tersebut susu formula, saat ini Abigail, tinggal bersama dengan nya, sementara Kenzo dan Mariana, tengah berkeliling dunia, setelah pria itu dibebaskan dan Abigail pun dititipkan pada mereka.


Sanum, pun menyetujui hal itu, karena, dia anak kandung Kenzie.


Sampai, Kenzie, menjemput Mikaila, putri Sanum, namun gadis kecil itu, tidak mau ikut hanya meminta agar, Sanum, dan Kenzie, sering datang berkunjung bersama dengan sang adik, karena, disana juga ada dua adik dari ibu sambung nya, dan juga satu kakak.


Sanum, pun senang karena ternyata Kenzie, tidak hanya mencintai dirinya, tapi juga mencintai putri kecilnya.


"Mas, pakai baju dulu"ucap Sanum, setelah Kenzie, selesai mandi.


"Sebentar sayang aku kangen mereka"ujar Kenzie.


"Mas, baru juga lima jam kamu tinggal mereka"ucap Sanum.


"Tapi tidak mau jauh"ujar Kenzie.


"Heumm, nanti setelah besar pasti mereka akan selalu ikut dengan mu"ujar Sanum.

__ADS_1


"Heumm baiklah"ujar Kenzie, yang langsung pergi ke walk-in closed.


Sanum pun mendekat ke arah kedua bayi yang kini berada di atas ranjang king size, yang yang terus tersenyum dan berceloteh.


Sayang mommy, kalian sedang apa? ujar Sanum.


Sanum pun mencium keduanya saling bergantian setelah itu ia pun kembali ke bawah karena Kenzie belum makan siang, jadi dia mengambil makan untuk Kenzie,


"Sayang Daddy, Daddy kangen kamu"ujar Kenzie, dia memangku keduanya.


Sampai Sanum, datang membawa makanan di atas nampan nampan.


"Makan dulu, jangan lupa makan siang, pekerjaan tidak Akan akan ada habisnya"ujar Sanum.


Sanum, menghidangkan makanan tersebut di meja, dia mengambil alih kedua anak nya.


"Apa? Abigail, tidak rewel"ujar Kenzie.


"Dia anteng"Sanum.


"Baguslah, tapi dia tidak bertanya macam-macam kan tentang dia"ucap Kenzie lagi.


"Dia masih kecil mas, belum mengerti tentang itu, tapi jika dia tau pun, dia akan diam karena memang, tidak bisa protes, dengan apa? yang kalian lakukan,aku heran apa? yang sebenarnya kalian cari"ucap Sanum.


"Aku mencari mu"jawab Kenzie,sekena nya.


Sampai, sekarang Sanum, tidak mengerti dengan wanita yang pernah menjadi madunya.


Sampai akhirnya wanita itu pergi tanpa peduli dengan Abigail, Sanum, saja masih sangat menderita jika ingat drama kematian putrinya itu.


"Sayang kamu lagi mikirin apa"ujar Kenzie.

__ADS_1


"Tidak ada mas, hanya saja sedang ingin diam saja" ujar Sanum.


"Diamnya kamu itu pasti ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan"


__ADS_2