
Satu bulan telah berlalu Gidion selalu bertanya apa? Mikaila sudah terlambat datang bulan, namun jawab itu membuat pria itu kecewa hingga akhirnya Mikaila dibawa oleh Gidion menuju rumah sakit secara diam-diam.
Dokter obegyn yang memeriksa kesuburan gadis itu dia menemukan penyebab Mikaila tidak kunjung hamil padahal sudah sering bercocok tanam secara diam-diam.
Ternyata Mikaila menggunakan kontrasepsi, dan itu membuat Gidion kecewa terhadap Mikaila pria itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Mikaila yang baru saja selesai melakukan pemeriksaan.
Gadis itu menyusul Gidion yang kini sudah berada di lobby rumah sakit tersebut.
"Dion tunggu! aku tidak pernah melakukan apa yang dokter katakan Dion please dengarkan aku dulu."ucap Mikaila memohon.
"Mika dokter tidak mungkin melakukan kesalahan atas semua itu asal kamu tahu aku sangat kecewa dengan mu."ucap Gidion.
"Dion please! dengarkan aku dulu."mohon Mikaila, namun Gidion tidak mau menggubrisnya.
Pria itu langsung tancap gas tanpa memastikan bahwa istrinya sudah duduk dengan nyaman atau belum.
"Dion,, aku benar-benar"
"Stop Mikaila,, sekarang hanya ada satu solusi kamu ikut aku pulang ke Inggris, dan kita akan hidup bersama disana."ucap Gidion.
"Tidak Dion, aku tidak bisa ikut."ucap Mikaila.
"Honey,, apa? kamu ingin hidup kita selamanya dibayang-bayangi kehancuran."ucap Gidion.
"Kita berpisah saja agar hidup mu tenang kamu bisa menikah lagi dengan wanita manapun yang kamu mau, mereka juga akan setuju dan hidup kalian akan bahagia, aku mundur Dion."ucap Mikaila yang kini turun dari mobil pria itu.
Gidion, langsung berusaha untuk mengejar Mikaila namun terlambat gadis itu mengalami kecelakaan maut saat itu juga.
Sebuah truk yang melintas menabrak tubuh gadis itu hingga Mikaila terpental jauh hingga kepalanya terbentur trotoar.
Darah segar itu keluar banyak dari kepala truk itu langsung kabur sementara Gidion yang shock kini terduduk lemas di trotoar tepat di hadapan Mikaila yang kini entah bagaimana keadaan nya.
"Mika!!!!!" teriak Gidion tangis nya pecah orang-orang langsung mengerubungi mereka berdua, hingga Mikaila membuka mata.
"D Dion ma maaf kan aku"Mikaila pun menutup mata.
"Mika,, Mikaila!!! sayang tolong jangan tinggalkan aku mohon bertahan lah."ucap Gidion.
Sampai akhirnya tiba di rumah sakit Mikaila langsung dilarikan kedalam ruang IGD namun setelah melakukan pemeriksaan akhirnya dokter menyatakan bahwa keadaan Mikaila saat ini sedang sangat kritis bahkan dia sudah hampir kehabisan darah.
Dokter pun tidak menjamin operasi itu akan berhasil karena saat ini Mikaila sudah sangat lemah terlihat dari detak jantung nya saat ini namun Gidion meminta dokter untuk melakukan yang terbaik untuk istrinya itu.
Mikaila langsung dilarikan kedalam ruang operasi saat itu juga, namun sampai beberapa jam kemudian operasi pun dihentikan karena Mikaila sudah menyerah pada takdir hidup nya yang berakhir saat itu juga.
Kenzie yang mendengar berita itu bahkan tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak punya kekuatan apapun untuk menyampaikan berita duka itu.
Arman datang tepat saat dokter memberitahu bahwa saat ini Mikaila sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Arman langsung dibuat lemas, namun pria itu langsung berlari menuju ruang operasi meskipun sudah di cegah.
Mika tampak terlentang di atas meja operasi dengan wajah pucat dan luka yang berada di samping kepalanya yang baru saja selesai dioperasi.
"Mika!! ini tidak lucu sayang bangun Mika,,, bangun jika kamu tidak bangun aku tidak akan pernah pulang pada keluarga ku, aku akan terus menjadi pria dingin seperti yang kau benci, dan aku akan bunuh diri."ucap Arman.
Namun berkali-kali Arman menggoyangkan tubuh gadis itu Mikaila tetap tidak kunjung membuka mata.
Hingga Arman hendak berbalik pergi untuk memberi pelajaran kepada Gidion, jari tangan Mikaila tiba-tiba bergerak dan suara monitor EKG kembali berbunyi sungguh keajaiban tuhan yang benar-benar nyata.
Meskipun Mikaila belum sepenuhnya sadar tapi setidaknya dia sudah kembali dari kematian.
Dokter yang masih berada di ruangan itu pun segera melanjutkan operasi tersebut dan Arman yang memiliki golongan darah yang sama dengan Mikaila dia meminta dokter mengambil darah nya untuk gadis yang selama ini ia lindungi.
Mikaila pun berhasil diselamatkan meskipun saat ini kondisi nya masih belum sadarkan diri dan masih kritis dia langsung dibawa ke ruang ICU.
__ADS_1
Gideon yang masih terduduk lemas di ruang itu dia menggenggam tangan Mikaila.
"Honey,, maafkan aku jika selama ini aku hanya bisa memberikan mu rasa sakit aku sangat mencintaimu, jika saja semua berada di dalam kendali ku mungkin kita akan hidup bahagia bersama. namun rasanya ini cukup sulit bahkan hanya ada rasa sakit untuk kita berdua sekarang aku ikhlas kan kamu untuk memilih akan hidup bersama dengan siapa,, asal kamu bahagia. aku sangat mencintaimu Mikaila tapi aku ikhlas jika suatu saat nanti kamu temukan kebahagiaan lain, sekarang aku hanya ingin melihat mu bangun dan keadaan mu baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup."ucap Gidion.
Gidion pun keluar dari dalam ruang ICU dia duduk di sebelah Arman.
Dengan penampilan yang cukup berantakan dan darah yang mengering di kemeja dan celana nya itu.
"Bersihkan dirimu dulu sebelum Mikaila bangun."ucap Arman yang menyodorkan hand bag berisi baju ganti untuk pria itu.
Gidion menerima itu dan dia berlalu pergi meninggalkan Arman yang kini menatap kepergian nya.
Sementara itu tangannya sibuk membalas pesan dari Kenzie yang ia kabari bahwa putri nya hidup kembali.
Kenzie yang kini sudah berada di sebuah bandara negara Eropa dia tidak berkata apa-apa pada Sanum, pria itu hanya bilang bahwa dirinya sedang ada keperluan mendadak.
Dan Sanum yang sedari pagi gundah gulana kini hanya bisa mengikuti suaminya yang sedari tadi merangkul pinggang nya.
Sementara di rumah sakit tempat Mikaila kini berada Gidion kembali bergabung dengan Arman setelah pria itu terlihat fresh sehabis mandi dan berganti pakaian yang tadi diberikan oleh Arman.
"Arman, maafkan aku ini semua diluar kendali ku."ucap Gidion.
"Setelah semua ini terjadi kata maaf itu mungkin akan sulit terucap karena aku bahkan hampir saja kehilangan nyawaku sendiri. aku akan bunuh diri jika gadis yang ku jaga sejak dulu benar-benar meninggalkan dunia ini."ucap Arman.
"Apa? kau mencintai nya."tanya Gidion.
"Aku bahkan tidak pernah berani untuk mengucapkan hal itu, karena dia adalah anak bos ku."ucap Arman.
"Aku bertanya sebagai seorang laki-laki apa? kau jatuh hati padanya."tanya Gidion satu kali lagi.
"Aku tidak munafik, setelah sekian lama sering berinteraksi dan bahkan sudah sejak dia masuk SMA aku berada di sisinya untuk menjaganya aku memiliki ketertarikan pada gadis itu, tapi tidak untuk aku ungkapkan karena aku cukup tau diri."ucap Arman.
........................
"Dia memang hanya milikku tapi aku tidak akan pernah bisa melihat orang yang aku cintai hidup menderita bersama ku, aku akan melepaskan istri ku, dan aku akan titipkan dia padamu tolong jaga dia dan cintai dia sepenuh jiwa dan raga mu aku suguh sangat mencintai dia tapi rasa cinta ku malah membahayakan hidupnya oleh karena itu aku ikhlas kan dia bersamamu."ujar Gidion terlihat sendu.
"Aku hanya ingin dia bisa kembali hidup hanya itu permohonan ku, jika itu terkabulkan maka janjiku adalah aku akan melepaskan dia untuk bahagia bersama dengan orang lain."ucap Gidion.
"Tapi aku yakin dia masih sangat mencintai mu."ucap Arman.
"Aku tau itu, tapi semua lebih baik untuk nya."ucap Arman.
Arman kembali membujuk Gidion, dia tidak ingin mengambil keuntungan dari orang yang sedang mengalami penderitaan.
Namun Gidion sudah bertekad untuk tetap menjauh dari Mikaila, pria itu pun masuk kedalam ruang ICU.
"Honey maafkan aku dengan semua yang aku lakukan saat ini semua itu demi kebaikan mu, aku sangat mencintaimu honey, seumur hidup ku cinta ini abadi hanya untukmu."lirih Gidion dengan derai air mata yang mengalir deras di pipinya.
Gideon menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat bengkak dan pucat.
Dia benar-benar tidak tega melihat istrinya seperti saat ini beruntung Mikaila tidak mengalami luka dalam meskipun hantaman itu begitu keras hanya luka di bagian kepala yang benar-benar parah namun masih bisa diatasi meskipun Mikaila sempat dinyatakan meninggal dunia sampai beberapa menit kemudian dia kembali.
"Aku pamit pergi cinta semoga hidup mu bahagia."ucap Gidion yang kini mengecup lama puncak kepala istrinya.
Air mata Mikaila menetes di sudut mata nya.
Gidion mengecup punggung tangan itu, dengan hati yang teramat pedih Gidion melangkah gontai meninggalkan ruangan tersebut.
Arman mengusap punggung pria itu.
"Jika dia masih sangat mencintai dirimu aku janji akan mengantarkan dia padamu, aku janji akan melindungi cinta kalian apapun yang terjadi."janji Arman.
"Tidak Arman cukup bahagiakan dia untukku aku sudah sangat berterimakasih, meskipun aku tidak bisa lagi memiliki dirinya."ujar Gidion.
__ADS_1
Arman langsung memeluk pria itu begitu juga Gidion.
"Hiduplah dengan baik, agar dia tidak lagi bersedih saat bertemu dengan mu."ucap Arman.
"Aku sangat berterimakasih karena kamu selalu menjaga dia selama ini, dan sekarang jagalah dia selamanya untukku. aku pergi tolong sampaikan maaf ku padanya."ucap Gidion yang kini berlalu pergi.
Arman hanya berharap semua akan baik-baik saja, baik Gidion ataupun Mikaila.
Pria itu pun masuk kedalam ruang ICU dia menghampiri Mikaila yang terlihat masih betah di alam bawah sadar nya, meskipun saat ini dokter mengatakan jika dia sudah tidak dalam pengaruh obat bius lagi.
"Mau sampai kapan kamu tidur Mikaila, apa? kamu tidak ingin mengejar cinta mu, apa? kamu sudah benar-benar menyerah saat ini.tidakah kamu merasa iba dengan dia yang begitu terluka."lirih Arman.
Pria itu terus mengajak Mikaila bicara meskipun saat ini gadis itu masih enggan untuk membuka mata.
Sementara, Gidion kini dia sudah dijemput menggunakan jet pribadi milik keluarga nya. setelah ia mengurus semua nya dan memutuskan untuk kembali kepada keluarganya.
Tepat, saat Gidion memanggil nama Mikaila saat dia hendak memasuki pesawat jet tersebut, netra Mikaila terbuka lebar.
Gadis itu kini sudah sadar.
Arman yang saat ini sedang terlelap tidur di kursi tunggu dia dibangunkan oleh dokter jaga yang ada di sana.
Arman tidak langsung menemui gadis itu tapi dia pergi menuju toilet terlebih dahulu karena jujur wajah bantal nya itu tidak suka ia perlihatkan kepada gadis itu.
Sampai akhirnya dia selesai dari dalam toilet, Arman menemui Mikaila yang kini tengah menatap kearah nya.
"Selamat datang nona, apa? kau masih mengingat ku."ucap Arman.
"Dimana dia."lirih Mikaila.
"Heumm,, nanti saya jelaskan sekarang sebaiknya nona istirahat."ucap Arman.
Mikaila pun menurut karena memang saat ini dia juga masih masih merasa sakit di seluruh tubuh meskipun tidak ada luka di bagian organ dalam tapi tangannya mengalami retak tulang dan juga di bagian punggung ada beberapa luka robek entah mungkin terkena sesuatu yang tajam.
Mikaila, kini sudah dipindahkan ke ruang rawat inap VIP.
Sampai saat kedua orang tua nya datang dan memberikan pelukan juga tangis pedih dari Sanum saat melihat kondisi putri nya saat ini.
Sementara Gidion yang kini masih berada di dalam jet pribadi nya.
Pria itu menatap nanar foto istrinya itu.
"Honey,, semoga kamu baik-baik saja dan semoga kamu bisa bahagia bersama dengan nya."ucap Gidion lirih.
Gidion pun memejamkan mata berharap semua itu hanyalah mimpi, tapi ternyata saat seseorang membangunkan dirinya pria itu langsung menitikkan air mata kesedihan.
Gidion langsung dijemput oleh kedua orang tua nya di bandara saat itu juga.
Pria itu bahkan di sambut dengan pelukan hangat seperti biasanya.
Kini Gidion sudah berada di rumah besar milik keluarganya.
Pria itu bahkan disambut dengan meriah oleh keluarganya yang saat ini tengah berkumpul. karena pria yang selama ini sangat penurut kepada kedua orang tuanya dan tidak pernah membangkang itu sudah kembali seperti sediakala.
Tidak ada lagi pemberontakan bahkan tidak ada lagi kata tidak dari bibirnya kini seakan dia menjadi robot selalu mengikuti perintah kedua orang tuanya.
Gidion pun, memutuskan untuk kembali seperti dulu. meskipun saat ini Dia memutuskan untuk menyendiri tidak ada rumah tangga, di dalam kamus hidupnya.
Dia sudah berjanji hanya akan ada wanita pertama dan terakhir yang ia cintai dan sampai kapanpun hanya Mikaila.
Saat ini, Gidion akan menutup pintu hatinya untuk siapapun dan hanya akan ada Mikaila dalam hidupnya seperti selama ini.
Dia pun kembali menjadi pria yang gila kerja hari-harinya dilalui dengan kesibukan yang harus perusahaan dan juga mengikuti apapun perintah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Meskipun kedua orang tuanya tetap ingin menjodohkan Gidion kembali dengan anak dari rekan bisnis mereka, namun pria itu tetap menolak dengan halus.
Meskipun, semua itu akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. kehendak mereka jadi anak akan menjalaninya meskipun tanpa hati pria itu akan tetap mengikuti perjalanan yang sudah diatur oleh keluarganya.