Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Rasa yang aneh#


__ADS_3

Pria itu pun akhirnya mengalah demi Mikaila, dia tidak tega menolak keinginan gadis itu pria itu tahu mereka yang saat ini sedang kesepian.


Mungkin, karena kurangnya waktu untuk berkumpul bersama dengan keluarganya.


Karena Gadis itu memilih untuk tinggal sendiri di Apartemen. setelah Ia memutuskan untuk kuliah di Indonesia dia memilih apartemen itu agar dekat dengan kampus tempatnya mengenyam pendidikan.


Sementara, Arman saat ini pria itu masih berada di dalam apartemen Mikaila. menunggu Gadis itu selesai mandi dan bersiap karena Mikaila meminta dia untuk menemani makan malam di luar.


Permintaan Gadis itu tidak bisa ditolak karena sedikit sedikit saja dia salah melangkah maka Kenzie akan berteriak padanya karena Mikaila adalah Putri kesayangan meskipun hanya Putri sambung.


Setelah hampir 1 jam barulah nikahilah keluar dari dalam kamarnya Gadis itu terlihat sudah sangat cantik dengan dress selutut berwarna navy dan dipadu dipadukan dengan blazer berwarna senada dengan heels yang ia kenakan saat ini.


"Apa? ada yang ketinggalan"ucap Arman.


"Tidak ada."jawab gadis itu.


"Baiklah."ucap Arman sambil berjalan meninggalkan Mikaila yang berjalan di belakang Arman.


Keduanya terlihat sangat serasi seperti pasangan kekasih, saat ini Mikaila bahkan dengan sengaja bergelayut di lengan kekar milik Arman yang terbalut jas itu.


"Hentikan Nona,, jangan sampai orang lain mengira bahwa kita adalah pasangan"ucap gadis itu.


"Ah,, aku lupa jika orang yang ada di samping aku adalah seorang konglomerat muda yang sedang menyamar."ucap Mikaila.


"Jangan keterlaluan Mika"ucap Arman.


"Baiklah tuan Vino Orlando."ucap gadis itu dengan sengaja.


Gadis itu langsung berjalan lebih dulu tapi beruntung nya tidak ada yang menyaksikan itu saat Arman yang tak lain adalah Vino Orlando, menarik tangan Mikaila dengan sangat kasar hingga Gadis itu menabrak dada bidang pria itu.


"Ah,, sakit."ucap gadis itu.


"Jangan pernah menyebut nama itu."ucap Arman.


"Tapi itu namamu"ucap Mikaila.


"Aku bilang jangan bahas itu lagi!."bentak pria itu.

__ADS_1


Mikaila langsung terdiam dia pun berbalik lalu berkata." Pulanglah aku tidak jadi makan diluar dan mulai besok kamu tidak perlu repot-repot menyediakan orang untuk menjaga ku, aku yang akan bicara dengan Daddy"ucap Mikaila.


"Mika! kamu sudah dewasa ayolah jangan kekanak-kanakan"ucap Arman lagi.


Arman, langsung menyusul Mikaila yang kini sudah lebih dulu masuk kedalam lift, gadis itu tidak menghiraukan panggilan dan perkataan Arman.


Hingga tiba di depan pintu masuk unit nya.


"Mika, aku tidak akan berkata apa-apa lagi jika kamu seperti ini"ucap Arman.


"Sudah aku bilang jangan pernah pedulikan aku lagi, mulai besok kamu bisa lebih fokus mengikuti Daddy, kamu juga tidak perlu repot mengurus semua tentang ku lagi aku membebaskan mu dari hidup ku"ucap Mikaila.


"Mika."


"Mika!"teriak Arman saat pintu tertutup dan terkunci otomatis dari dalam.


Arman langsung mengacak rambut nya dengan frustasi, jujur Arman merasa tak enak hati pada gadis itu.


Mikaila, hanya butuh teman berbagi tapi kenapa? Arman begitu sulit untuk melakukan hal kecil seperti itu.


Sementara itu Mikaila hanya bisa menangis dalam diam dia terduduk di lantai dan bersandar di pintu masuk.


Sementara itu di sebuah bandara seseorang baru mendarat setelah menempuh perjalanan 24 jam.


Pria itu langsung dijemput oleh sopir dan anak buahnya, setelah sekian lama tidak menampakan kaki di tanah kelahirannya. pria itu sengaja datang untuk mencari keberadaan seseorang yang tidak pernah bisa ia lupakan.


"Apa? selama ini tidak ada satupun yang bisa mendekati dia"ucap pria itu.


"Tidak tuan dia dijaga ketat oleh anak buah dari seorang pemimpin dunia bawah"ucap asisten pribadi nya itu.


"Pantas saja, aku pun tidak bisa mencari keberadaan nya selama ini"ucap pria itu.


"Iya Tuan semua karena dia dilindungi oleh mereka"ujar anak buah nya lagi.


"Mulai besok buat janji temu dengan asisten pribadi nya itu, upayakan agar mereka tidak curiga"ucap nya.


Pria itu pun langsung pergi ke kediaman nya, rumah yang sudah lama tidak pernah ia singgahi selama ini saat ini dia disambut oleh para pelayan dan penjaga rumah

__ADS_1


"Selamat datang tuan muda"ucap pelayan itu.


Pria, hanya mengangguk sambil berjalan masuk.


Pria yang semakin terlihat tampan itu, juga terlihat semakin gagah terlihat nyata.


Rencananya dia akan menjadi dosen di universitas tempat seseorang mengenyam pendidikan, jika tidak bisa mendekati nya secara langsung maka dia akan melakukan apapun untuk bisa kembali bersama dengan wanita yang sangat ia cintai.


Keesokan paginya Mikaila sudah bangun dan bersiap untuk pergi kuliah lebih awal dari jadwal biasanya, bukan karena dia takut terlambat tapi karena dia ingin menghindari seseorang.


Mikaila pergi menggunakan taksi, tanpa disadari bahwa seseorang tengah mengikuti nya untuk memastikan bahwa gadis itu tiba dengan selamat.


Gadis yang kini kuliah di jurusan bisnis manajemen, dia baru keluar dari dalam taksi lalu berjalan begitu saja tanpa mendengar panggilan dari dua orang sahabat nya yaitu Egi dan Aline.


Sampai keduanya berlari mengejar Mikaila.


"Mika!."teriak keduanya mengagetkan Mikaila yang kini tengah terburu-buru untuk bergegas pergi menuju kelas meskipun jam perkuliahan belum akan dimulai, dan masih satu jam lagi mungkin baru dimulai.


"Ah,, kalian bikin kaget saja tau gak."ucap Mikaila.


"Yeh,,, suruh siapa? pagi-pagi udah bengong dan berjalan terburu-buru seperti dikejar oleh netizen hahahaha."ucap mereka sambil diakhiri oleh tawa puas.


"Ada apa? buruan katakan jika tidak maka kalian tidak punya kesempatan lagi untuk bicara karena aku harus segera pergi"ucap Mikaila.


"Wah, wah gak seru ini alamat palsu deh jadinya."ucap Aline.


"Apa? cepetan."ucap gadis itu.


"Hari ini akan ada dosen baru"ucap Egi.


"Udah gak asing, itu sudah biasa lagian kelas kita mana ada dosen bertahan lama di sini karena mahasiswa nya kebanyakan protes."ucap gadis itu.


Keduanya terkekeh, mendengar kata-kata Mika bukan karena lucu itu karena kenyataannya, dikelas Mikaila banyak mahasiswa yang merupakan seorang pebisnis muda. jadi jika ada dosen yang kurang cocok menurut mereka dalam menyampaikan materi pelajaran nya maka mereka akan protes pada pihak kampus dan terpaksa ganti dosen lagi itu sudah hampir sering terjadi.


Mereka bertiga pun masuk kedalam kelas hingga beberapa saat menunggui Mikaila mengerjakan tugas yang sempat tertunda


Hingga tiba saatnya masuk kedalam kelas, semua sudah berada di dalam kelas tersebut hingga seseorang datang.

__ADS_1


"Selamat pagi semua!."


Deg....


__ADS_2