
Keesokan harinya, gadis itu masih terbaring di tempat tidur, sebagai seorang ibu Mariana mengerti ada perubahan sikap yang begitu besar pada Queen, gadis itu sekarang bersikap biasa saja, tidak ada lagi Queen yang manja tidak ada lagi Queen yang selalu berteriak histeris, setelah mimpi buruk, gadis itu benar-benar seakan telah berubah.
hingga Mariana menangis sesenggukan di hadapan Kenzo, karena merasa kehilangan putri kesayangannya yang manja itu, bahkan saat ini Queen terlihat semakin pendiam tidak seceria dulu saat sebelum mengetahui bahwa dia hanyalah anak angkat di keluarga itu.
"Hiks hiks hiks, Queen ku sayang kenapa? dia menjadi seperti ini mas aku tidak tahan melihat nya seperti itu aku ingin Queen ku kembali mas kembalikan Queen ku"ujar Mariana tangis nya terdengar sangat memilukan.
ada rasa sesak yang menyeruak di dada Kenzo saat ini tetesan air bening menetes di pelupuk mata Kenzo, bukan hanya Mariana yang merasa kehilangan putri kecil nya itu, tapi juga Kenzo, dia lebih kehilangan putri nya itu karena selama ini dia yang selalu mengurus putri nya bermain dengan nya, karena Mariana juga juga selalu membagi waktu dengan kegiatan nya, tapi mereka berdua begitu dekat dengan putri nya itu, hanya saja Queen lebih manja pada Kenzo.
sementara itu Kenzie yang juga baru pulang dari kantor pria itu berdiam diri di kamar, pria yang kini menginjak usia dewasa itu, mengalami hal yang sama dengan kedua orang tua nya.
Kenzie langsung keluar dari dalam kamar nya itu setelah selesai mandi dan berpakaian, dia berjalan menuju kamar sang adik, Kenzie tidak ingin adiknya bersikap seperti orang asing di rumah nya terutama terhadap mereka keluarga nya.
"Queen, ini kakak, apa? kakak boleh masuk"ucap Kenzie.
tidak lama Queen membuka pintu, dia terlihat seperti orang yang baru saja mengais, jika ada yang terluka di sini itu adalah Queen, karena gadis itu, terlambat mengetahui semua tentang hidup nya, dan sekian lama hidup bahagia bersama dengan keluarga nya itu, ternyata ada kisah yang sangat menyedihkan dibalik kelahiran nya ke dunia.
"Sayang kamu menangis"ucap Kenzie sambil meraih puncak kepala adiknya itu Kenzie langsung membawa Queen kedalam pelukan nya.
"Aku tidak apa-apa kak, aku baik-baik saja"ucap Queen.
"Sayang kenapa? semua jadi seperti ini, seakan kita seperti orang asing, sayang...kakak sangat menyayangi kamu begitu juga dengan Mommy dan Daddy, semua menyayangi mu, meskipun hal terburuk nya adalah kita tidak sedarah tapi kami semua sangat mencintaimu, kau tau kenapa? Mommy dan Daddy memberikan mu nama Queen itu karena kau adalah ratu di hati kami, tidak peduli ada hubungan darah atau tidak yang pasti kamu adalah cinta kami"ucap Kenzie.
pria itu menatap sang adik yang lekat dengan tatapan sendu.
"Queen hanya butuh waktu kak, semua ini benar-benar sangat sulit untuk diterima, Queen takut kak, Queen sangat sedih saat Queen tau bahwa Queen adalah anak angkat Mommy dan Daddy, dan satu fakta lagi yang membuat Queen, sedih ibu Queen meninggal dunia, dengan cara bunuh diri dan semua itu karena tekanan yang dia dapatkan, kenapa? dunia ini begitu kejam kak, kenapa? Queen harus menjadi penyebab kematian ibu... kenapa? kak"ucap Queen sambil terisak.
"Tidak sayang bukan kamu penyebab nya, kamu bukan penyebab kematian ibu mu, hanya saja mungkin takdir hidup nya harus berakhir seperti itu, Queen percaya kan jika hidup kita sudah di atur oleh tuhan, dan kita hanya bisa menjalani nya, meskipun ada dua pilihan untuk menjalani kehidupan kita, tapi garisan takdir tidak bisa kita rubah"ucap Kenzie.
"Tapi kak, ini sungguh sangat menyakitkan"ucap nya lagi sambil terisak.
Kenzie mengeratkan pelukannya sambil mengelus puncak kepala, Queen.
kakak beradik itu, masih saling memeluk hingga beberapa jam kemudian sambil terduduk di sofa, hingga tiba jam makan malam, Kenzo datang mencari putri nya itu.
"Sayang sudah saatnya makan malam, Queen nya Daddy dimana ya kok gak turun-turun ucap Kenzo sambil masuk kedalam.
"Ada apa? ini apa? Queen nya Daddy tengah merajuk"ucap Kenzo yang langsung berjongkok mensejajarkan diri nya di hadapan Queen yang tertunduk.
"Daddy, hiks hiks hiks Daddy, maafkan Queen, dan terimakasih untuk semua nya, Queen sayang Daddy, hiks hiks hiks Queen benar-benar sayang Daddy"ucap gadis itu yang langsung menghambur memeluk Kenzo.
Kenzo pun langsung membalas pelukan putri nya tidak hanya itu pria itu langsung menggendong putri nya dan mencium seluruh wajah putri nya itu sambil menitikkan air mata.
"Daddy lebih sayang sama Queen, maafkan Daddy juga jika selama ini Daddy merahasiakan semua nya, Daddy begitu takut kehilanganmu"ucap Kenzo yang kini masih menggendong putri nya seperti bayi koala padahal gadis itu sudah tumbuh besar sudah delapan belas tahun.
Kenzie pun tersenyum sambil mengusap sudut mata nya yang berair.
sesampainya di bawah akhirnya Kenzo mendudukkan putri nya itu di kursi yang di tarik oleh Kenzie, dan Mariana langsung memeluk dan mencium nya begitu juga Queen yang meminta maaf kepada Mariana dan queen memeluk dan mencium ibunya itu.
mereka pun akhirnya makan malam bersama dengan riang gembira seperti biasanya, bahkan setelah makan malam seperti biasanya mereka akan berkumpul bersama di ruang TV, mereka pun nonton film bersama sambil bercanda tawa.
hingga saat Queen mengantuk, Mariana dan Kenzo sepakat bahwa, saat ini Queen tidur bersama mereka berdua di kamar nya.
__ADS_1
mereka pun tidur bertiga Queen tidur di tengah dan kedua orang tua nya memeluk nya, tiba-tiba saja Queen, bermimpi ibunya tersenyum bahagia saat melihat nya begitu disayang oleh kedua orang tua angkat nya itu dan Queen.
Queen, ternyata selama ini bermimpi buruk, karena selalu didatangi oleh seorang wanita yang mengaku sebagai ibu nya bahkan dia muncul dalam keadaan mengemaskan, oleh sebab itu Queen tidak pernah bisa tidur nyenyak, tapi sekarang Queen melihat wanita itu tersenyum.
"Kembalilah Bu, semoga ibu tenang di surga do'a Queen selalu menyertai ibu, ibu bisa tenang karena selama ini Queen hidup bahagia bersama dengan Mommy dan Daddy juga kak Kenzie yang sangat menyayangi Queen seperti putri nya sendiri, dan Queen akan terus mendoakan ibu agar ibu bahagia di alam sana, maafkan Queen, jika karena Queen hidup ibu menderita Queen sayang ibu"lirih Queen, yang kini menatap ke arah samping, karena bayangan itu hadir bukan hanya di mimpi tapi benar-benar nyata.
................................
Setelah hari kelulusan Queen, gadis itu kini dia tengah berlibur bersama keluarga nya di villa milik Kenzo, dan tidak hanya mereka, adalah Alan, Davin dan Dinda, juga Deswita beserta Adri ikut liburan akhir tahun.
mereka kini tengah berada di halaman belakang yang sangat luas itu, tepat nya di depan kolam renang, semuanya tengah bersantai sambil barbeque bersama-sama Kenzie dan Queen, duduk berdua Queen tengah bersandar di dada bidang sang kakak yang sedari tadi sibuk menyuapi adiknya itu makan .
sementara itu Alan duduk menyendiri pria dewasa itu, memang pendiam dan tidak terlalu suka dengan keramaian tapi dia patuh pada perintah Daddy nya, Adri yang meminta dia bergabung di sana.
sementara Adri Davin dan Kenzo tengah berbicara masalah bisnis, saat ini sambil menikmati makanan siput yang sudah di panggang juga daging dan masih banyak lagi yang lainnya, dan Mariana dan Deswita yang membuat itu semua dibantu oleh pelayan juga Dinda yang saat ini ikut nimbrung bareng kedua ibunya.
Alan menatap wajah cantik Queen, yang kini masih bertingkah manja pada Kenzie, kakak nya.
"Heeuh... dasar gadis manja, kapan? akan dewasa jika seperti itu terus"ucap Alan lirih.
Queen yang samar-samar mendengar suara orang yang membicarakan nya, tiba-tiba wanita itu menoleh ke arah suara tersebut.
tatapan mata mereka tiba-tiba saja beradu, Queen, tiba-tiba berbisik pada Kenzie.
"Kak, kak Allan tampan juga ya, Queen boleh tidak jika suatu saat nanti menikah dengan nya"ucap Queen sambil nyengir kuda.
"Tidak boleh Queen, dia saudara kita"ucap Kenzie.
"Nanti setelah selesai kuliah baru boleh pacaran"ucap Kenzie tegas.
"Heummm baik'lah, tapi Queen keburu tua dong"ucap Queen, sambil nyengir kuda.
"Bukan tua tapi dewasa sayang sekarang kamu masih kecil"ucap Kenzo yang mengecup puncak kepala putri nya itu dengan sayang.
"Ah... kakak tuh kan kakak sih gosip nya terlalu keras, jadi malu kan di dengar Daddy"ucap Queen merajuk.
"Tidak perlu malu sayang itu wajar, putri Daddy sudah besar, sekarang sudah mulai suka lawan jenis,suatu hari nanti Queen, tinggal bilang sama Daddy pria mana yang Queen suka, Daddy janji sesulit apapun Daddy akan melamar dia untuk putri kesayangan Daddy ini"ucap Kenzo.
"Ok Daddy, kalau kak Alan boleh"ucap Queen, sambil tersenyum manis.
"Tidak sayang Alan sepupu mu"ucap Kenzo.
"Ah ya sudah lah kalau begitu Queen pilih kakak, saja"ucap Queen, yang akhirnya menjadi bahan tertawaan semuanya.
"Ih... Queen, kesel deh masa Daddy malah ikutan ketawainn Queen sih Daddy"ucap Queen sambil memonyongkan bibirnya.
momen tersebut membuat Kenzie gemas dia mencium bibir Queen yang lagi monyong itu.
"Kakak, Queen lagi kesal"ucap Queen merajuk .
"Adu...aduh yang lagi kesal tapi masih terlihat sangat cantik, sini Daddy suapi "ucap Kenzo sambil menyodorkan garpu yang berisi potongan daging tersebut, dan Queen, menerima itu, bahkan mengunyah nya, dengan cepat hingga menelan nya.
__ADS_1
"Ahhhhhh... Daddy Queen kan lagi marah sama Daddy kenapa? di suapi sih"ucap Queen, sontak semua orang kembali tertawa terbahak-bahak tapi tidak lama karena Kenzo langsung memberikan isyarat agar tidak tertawa.
akhirnya mereka terdesak Saliva nya sendiri karena itu, hingga Queen, menatap ke sekeliling nya.
gadis itu pun kembali bersandar di dada bidang Kenzie, hingga Kenzo pun mengelus puncak kepala putri nya itu.
Kenzie mendekap erat adiknya itu, hingga malam semakin larut, akhirnya mereka kembali ke dalam villa dan tidur di kamar masing-masing sementara Alan masih anteng dengan pikiran nya, dia kembali duduk di kursi di balkon kamar nya.
pria itu entah sedang melamun kan apa? yang jelas dia terlihat berpikir, dengan tenang.
sementara itu Queen dan yang lainnya sudah terlelap dalam tidur nya hingga pagi tiba.
kini mereka semua tengah berkumpul menikmati sarapan pagi, sambil bersenda gurau mereka bahkan tengah mengobrol kan tentang masalalu mereka, masalalu kedua orang tua nya, mereka yang penuh liku hingga keempat orang anak mereka ikut simpati, kecuali Alan.
pria dingin itu bahkan tidak sekalipun merespon kata-kata kedua orang tua itu.
Alan lebih memilih menatap ke arah, Queen yang membuat dia tidak bisa tidur semalaman.
Alan pun pergi setelah sarapan pagi menuju ke kamar atas tempat dia menginap rupanya saat ini dia begitu mengantuk karena semalam tidak tidur sedetik pun, memikirkan Queen entah pertanda apa?.
Kenzie pun mengajak Queen, Davin dan Dinda untuk berenang, pria itu bahkan sudah menyiapkan, semua kebutuhan Queen, saat nanti berenang.
Kenzie tau adiknya itu tidak terlalu pandai berenang, dan dia yang selalu menjaga adiknya itu untuk berenang.
sementara Davin dan Dinda, saat ini tengah sibuk bersiap untuk berenang di kolam renang yang ada di belakang.
sementara itu para orang tua pria sibuk mengurus pekerjaan bersama dengan Alan, dan ibu-ibu menyiapkan camilan lezat untuk mereka semua.
hari libur mereka memang khusus hanya untuk kuality time, seperti saat ini.
Davin langsung menceburkan diri nya ke kolam di susul oleh Dinda, sementara Kenzie, membantu adiknya masuk kedalam kolam perlahan, karena takut adiknya tenggelam, setiap kali berenang, Kenzie selama memasang pelampung di tangan adiknya itu.
"Oke sayang hati-hati ya"ucap Kenzie.
"Iya kak, aku bisa aku sudah latihan berkali-kali"ucap gadis itu.
"Iya kakak tau tapi, Queen setiap kali kamu berenang kamu selalu kesulitan untuk kembali ke tepian"ucap Kenzie.
"Kakak, itu karena ibu selalu memeluk ku di dalam air, sekarang ibu sudah kembali ke surga, aku sudah bisa berenang kakak lihat saja"ucap Queen yang langsung membuat semua orang merinding.
"Sayang jangan bercanda, tidak mungkin orang yang sudah meninggal dunia bisa hadir di sini"ucap Kenzie.
"Contohnya ibu,, bisa terakhir kali aku melihat ibu saat aku tidur bersama Mommy dan Daddy"jujur Queen.
"Kamu serius kan Queen, bulu kuduk kakak jadi merinding"ujar Davin.
"Davin kamu itu kenapa jadi lebai giliran setan jablay nakal aja kamu santai"ucap Kenzie.
"Ken ini beda lagi"ucap Davin.
"Jelas saja beda, dia adalah ibu Queen, yang menjadi bidadari dan menjaga Queen, karena ingin memastikan bahwa Queen kami benar-benar aman terlindungi, karena kami memang sangat mencintai nya"ujar Kenzie.
__ADS_1
"Kasih sayang ibu, memang sepanjang masa"ucap Queen sambil mendongak ke arah langit, karena dia tidak ingin semua orang melihatnya menangis.