
Sanum masih terduduk di kursi yang ada di balkon kamar nya.
Tatapan mata Sanum kosong seperti jiwanya yang kini entah dimana?.
Kenzie yang tidak mendapati istrinya dia langsung me membuka mata, dan melihat di samping dia hanya ada bantal guling pria itu langsung bangkit dan mencari istrinya itu.
Kenzie mencari Sanum kedalam kamar mandi namun istrinya tidak ada lalu ke walk-in closed karena dia mengira istrinya tengah menyiapkan keperluan nya untuk pergi ke Swiss.
Tapi di ruangan itu juga tidak ada, saat dia hendak berjalan keluar kamar, dia melihat pintu balkon terbuka akhirnya Kenzie menghampiri pintu dan saat tiba dia terperanjat kaget saat melihat istrinya tengah menangis dalam diam dengan tatapan mata yang kosong itu.
"sayang kamu kenapa? ayo masuk udara dingin gak baik untuk kesehatan."ujar Kenzie.
"Mikaila."ucap Sanum yang kini menatap ke arah Kenzie. saat itu dia baru tersadar jika yang ada di hadapannya bukan Mikaila putrinya.
Wanita itu mengusap air matanya, saat sadar ternyata suaminya yang kini berada di hadapannya.
Sampai beberapa detik kemudian, Sanum langsung menghambur ke pelukan Kenzie. pelukannya begitu erat bahkan Kenzie pun ikut menitikan air mata saat melihat istrinya yang rapuh seperti saat ini.
Dia pikir selama ini Sanum sudah baik-baik saja karena kepergian putrinya sudah hampir mau dua bulan berlalu.
Namun, ternyata luka ditinggalkan cukup sulit untuk disembuhkan. sampai saat ini istrinya masih merasakan luka yang teramat dalam dan tidak bisa dipungkiri Kenzie sendiri masih merasakan hal yang sama.
Kenzie sendiri selalu memikirkan hal itu, dia rindu dengan celotehan Mikaila kecil hingga ia beranjak dewasa. gadis kecil yang ia rawat setelah disia-siakan oleh ayah kandungnya itu membuat kehidupan Kenzie jadi lebih berwarna.
Ditambah dengan kehadiran kedua anak laki-lakinya, dan terakhir kehadiran putri kecilnya yang bernama Shania. di sisi mereka bertiga.
Kehangatan keluarga Kenzie semakin terasa, saat Sanum memutuskan untuk pergi dengannya ke negara Eropa. di mana kedua orang tua Kenzie berada.
Namun, sayang selama ini saat mereka berada di sana. mereka terlalu santai dengan putri pertama mereka. dengan alasan kuliah Mikaila belum selesai mereka membiarkan Mikaila tinggal sendiri.
Hingga akhirnya putrinya yang tengah mengalami luka batin itu terus berjuang sendiri. tanpa sandaran untuk menopang beban berat yang ia tanggung.
Keputusasaan Mikaila membuat dirinya gelap mata dan dia memutuskan untuk bunuh diri dengan cara terjun ke laut. dan Mikaila hilang di telan gelombang.
"Bangun sayang maafkan suamimu ini yang tidak pernah tau akan derita yang kamu alami selama ini. aku kira kamu sudah melupakan semua rasa sakit itu. begitu bodohnya aku menganggap semua itu mudah padahal aku sendiri masih sangat merasakan kehilangan itu."ujar Kenzie.
"Aku sudah berusaha untuk kuat demi kalian semua. tapi nyatanya sampai saat ini semua nya begitu sulit,,, batin ini begitu perih bahkan aku tak bisa membayangkan rasa sakit yang putriku derita selama ini. aku telah gagal menjadi seorang ibu! andaikan saja saat itu aku mendengarkan keinginan nya untuk ikut serta bersama dengan kita mungkin saat ini dia masih ada bersama kita disini."ujar Sanum sambil menangis sesenggukan.
"Maafkan aku yang tidak tahu akan hal itu honey,,, aku yang seharusnya disalahkan. karena aku yang mengambil keputusan untuk pergi dan menetap di sana."ujar Kenzie.
Pria itu merangkul bahu sang istri dibawanya Sanum masuk kedalam kamar nya.
"Istirahat lah sayang. dan tetap lah berdoa dan yakin jika putri kita Mikaila masih hidup."ujar Kenzie.
Pria itu membantu istrinya untuk berbaring dan menyelimutinya hingga batas dadanya. Kenzie pun menyusul berbaring di samping Sanum dan membawa istrinya itu kedalam dekapannya.
Sementara di negara lain, seorang wanita hamil yang berada di dalam perawatan di rumah sakit tersebut. dia sudah sadar dan sudah bisa berbicara.
Namun, tidak satupun memori yang ia ingat tentang masa lalunya. tentang masa lalu wanita itu hingga akhirnya Katy dan juga sky memutuskan untuk memberi nama pada wanita hamil itu.
Dengan nama pemberian mereka, yaitu Julia.
Ya,, nama itu adalah nama mendiang istri sky yang telah meninggal saat melahirkan si kembar.
Saat ini, Sky yang membantu Katy merawat Julia yang saat ini masih duduk di kursi roda.
Mungkin, karena benturan atau karena trauma yang ia alami saat kecelakaan itu terjadi hingga mengakibatkan dia belum bisa berjalan.
Meskipun, secara medis tidak ada satupun pemicu yang mengakibatkan dia lumpuh dan tak bisa berjalan. kecuali trauma berat yang dialami saat ini.
__ADS_1
Sky pun memutuskan untuk membawa Julia pulang ke rumahnya, di mana kedua anaknya itu tinggal.
Sementara, Katy sendiri pulang ke rumahnya. tempat dimana Sky dibesarkan. mereka memang tinggal terpisah sejak Sky menikah dan mempunyai anak.
Meskipun, setelah istrinya meninggal Sky tetap menolak untuk tinggal kembali bersama kedua orang tuanya. dia tidak ingin meninggalkan rumah yang penuh kenangan bersama dengan mendiang istrinya itu.
Setelah, lima tahun lamanya mereka menantikan kehadiran momongan di antara mereka berdua. hingga datang sebuah keajaiban atas do'a yang selalu mereka panjatkan di setiap malam sebelum tidur.
Istrinya yang selama ini dinyatakan mandul ternyata bisa hamil. itu adalah sebuah mukjizat bagi mereka yang senantiasa memasrahkan diri kepada sang pencipta.
Hingga akhirnya mereka di karuniai dua anak kembar identik, meskipun saat melahirkan Keduanya istri tercinta nya di panggil oleh yang maha kuasa.
Sky pun berjanji untuk merawat dan membesarkan anak mereka sendirian hingga akhir hayat nanti Sky tidak akan pernah menggantikan Julia dengan wanita lain.
Dan kini dia mewariskan nama Julia pada wanita yang sedang kehilangan ingatannya bukan tanpa alasan.
Dia melihat kesabaran dan kebaikan istrinya saat sedang mengandung kedua buah hatinya seperti wanita itu.
Selebihnya anggap saja itu sebagai amal ibadah nya dengan harapan bahwa Julia mendiang istri sekaligus ibu dari kedua anaknya itu mendapatkan pahala di surga.
Sky yakin bahwa dengan begitu dia bisa membuat istrinya yang sudah tiada bisa berbahagia di surga.
Kini dia tidak perlu khawatir lagi setelah Julia yang baru ada di rumahnya anak-anak mereka terlihat sangat bahagia.
Ditambah lagi dengan kehadiran Julia di rumah itu. kedua anak-anaknya merasa seperti kehadiran seorang ibu.
Bagi mereka, Julia adalah sosok yang sangat lembut dan penyayang hingga mereka begitu nyaman buat bercengkrama dan bermanja-manja. pada wanita yang kini kehilangan ingatan itu.
Julia, bahkan membantu mereka untuk sekedar mandi dan berpakaian. meskipun dia duduk di kursi roda. tapi dia masih bisa bergerak bebas seperti sedia kala.
Kehamilannya pun tidak membuat dia bermalas-malasan. justru saat ini dia semakin bersemangat untukmenjalani hidup meskipun bersama dengan orang asing.
Karena, Sky adalah orang yang baik. orang yang telah menolong dia dengan sangat tulus bahkan dia diberikan tempat tinggal yang layak.
Keduanya begitu baik pada Julia, dan sangat perhatian membuat Julia semakin merasa dicintai Meskipun mereka adalah orang asing tapi kebaikan mereka melebihi keluarga sendiri.
Mungkin, jika Julia inget siapa keluarganya itu sampai saat Sky kembali bertanya Siapa dirinya sebenarnya. dan Sky meminta Julia agar tidak takut dengan masa lalunya.
Namun, sampai beberapa kali pun dia bertanya Julia tidak mengingat Siapa dirinya.
Sky pun memberitahu Julia tentang kesehariannya, dan keseharian anak-anak yang ia tinggal untuk bekerja. dengan penjagaan dari kedua baby sitter dan juga anak buah dari sky yang selalu berjaga di depan rumah.
Sky adalah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit milik keluarganya. namun dia juga bekerja sama dengan sekelompok mafia untuk memberikan bantuan dikala Dia sedang membutuhkan sesuatu hal yang teramat sangat penting.
Melalui mafia itu Sky bisa menolong orang-orang yang sangat membutuhkan. karena Mafia yang selama ini bekerja dengan nya adalah seorang yang memiliki masa lalu kelam dengan berbagai penderitaan yang dialami.
Hingga dia berhasil merajai dunia bawah. hanya untuk kemerdekaan orang-orang yang tertindas seperti dirinya dulu.
Dia adalah Zaid, Zaid mempunyai rumah sakit yang begitu besar dan di dalamnya terdapat banyak pasien-pasien tidak mampu yang memiliki penyakit berat namun setelah kehadiran Sky yang merupakan ahli dari segala macam penyakit dan dokter spesialis yang serba bisa itu rumah sakit semakin Zaid semakin berkembang pesat.
Dia bisa menolong ratusan orang dalam satu bulan dan dengan begitu kehidupan dunia gelapnya bisa ia tutupi sementara untuk mendapatkan donor-donor yang selama ini mereka butuhkan Zaid mengambil itu dari sekelompok berandalan yang bertugas merampok Bank organ dalam milik kelompok mafia lain.
Mungkin yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan tapi demi menolong orang yang membutuhkan Zaid menghalalkan segala cara.
Sementara Zaid, juga memiliki kawan yang baik. seperti Sky dan juga Vino.
Ya Vino adalah teman Zaid sewaktu dia susah dan tertindas itulah kenapa? Vino mampu menjadi pengawal atau asisten pribadi sebuah perusahaan besar seperti milik Kenzie selama bertahun-tahun lamanya.
Semua berkat bantuan Zaid, dan Zaid juga diuntungkan dengan persahabatan mereka karena selama ini Vino selalu membiayai semua kegiatan yang Zaid lakukan.
__ADS_1
Sementara itu kini Zaid sulit untuk menghubungi Vino karena asisten pribadinya bilang jika Vino saat ini tengah berduka atas kepergian wanita yang sangat ia cintai.
Tanpa Zaid mencari tahu keberadaan yang terjadi pria itu kini tengah disibukkan dengan dunia nya.
Sementara Vino sendiri sejak kepergian Mikaila, dia kini sering menghabiskan waktu dengan cara menghabiskan waktu senggang di club malam dengan ditemani minuman keras.
Hari demi hari pria itu lalui dengan kesibukan bekerja dan malam hari dengan minuman keras tersebut.
Setelah beberapa minggu kemudian. Zaid pun terbang ke Indonesia untuk menemui Vino sahabat nya itu.
Sesampainya di sana, Zaid langsung menemui Vino di kantornya.
Terlihat wajah penuh duka seperti yang asisten pribadi nya katakan.
"Wajah mu tidak bisa menutupi duka di hatimu, saat ini. kenapa? tidak pernah bercerita tentang semua yang terjadi, apa? aku bukan sahabat mu lagi."ujar Zaid yang disambut salam hangat dari Vino dan kini mereka duduk berhadapan.
"Dia sudah tiada."ujar Vino yang sedikit menunduk menahan air mata nya.
Pria itu begitu rapuh.
"Ah cinta,,, bagaimana? kronologi kejadian nya."tanya Zaid.
Vino pun menceritakan tentang kejadian yang terjadi pada Mikaila hingga mengakibatkan dia bunuh diri.
"Apa? perlu aku singkirkan pria berengsek itu."ujar Zaid.
"Tidak perlu, menambah dosa lagi yang aku ingin ada calon istri ku kembali."ujar Vino.
"Kau bilang dia tidak ditemukan, apa? kau yakin tidak ada dugaan lain. misalnya dia masih hidup dan ditemukan oleh seseorang atau mungkin terdampar di pulau lainnya."ujar Zaid.
Aku juga berharap begitu, tapi setiap pulau dan arah mata angin sudah di sisir namun tidak ditemukan bahkan tim penyelam profesional pun sudah diterjunkan, bukan hanya satu atau dua hari tapi satu bulan lamanya."tutur Vino.
"Sebentar,,, kapan? tanggal calon istri mu itu bunuh diri."tanya Zaid.
"Tanggal 3 satu bulan yang lalu saat aku memutuskan untuk pergi ke perusahaan milik kita."ujar Vino.
"Kau tungu kabar yang akan aku cari tahu kebenarannya, akhiri kesedihan mu itu. tidak baik berduka berlarut-larut karena akan membawa mu kedalam kesesatan."ujar Zaid sambil tersenyum miring.
Vino melempar pria tampan itu dengan bantal sofa.
Sahabat nya sejak ia masih kecil itu memang pandai menghibur orang, tapi tidak untuk dirinya sendiri yang bahkan lebih berduka dibanding Vino.
Mungkin kesedihan Vino tidak pernah ada apa-apanya jika dibanding dengan duka yang Zaid alami.
Ditengah kehancuran perusahaan yang di pimpin oleh orang tua Zaid, adik Zaid yang tengah menderita kanker darah harus terhenti pengobatan nya hingga dia meninggal.
Tidak lama setelah itu dia pun langsung mendapatkan duka yang lebih besar lagi.
Penagih hutang yang datang saat itu tega membunuh kedua orang tua nya bahkan disaat mereka meregang nyawa setelah di tembak berulang kali keduanya dibakar hidup-hidup.
Zaid yang baru pulang setelah mencari pekerjaan pun berteriak dan menjerit menangisi kepergian kedua orang tuanya itu yang bahkan lebih mengenaskan.
Hingga Zaid tak sadarkan diri saking sakitnya batin Zaid saat itu.
Hanya para tetangga yang simpati dengan keadaan itu, hingga akhirnya mereka menguburkan jenazah kedua orang tua Zaid di samping makam sang adik.
Dan saat duka itu terjadi hanya Vino yang terus berada di sampingnya, sementara sahabatnya yang lain bahkan menjauh darinya setelah mereka tahu bahwa Zaid sudah jatuh miskin.
Zaid juga sempat meminta Vino untuk pergi namun Vino tidak seperti teman nya yang lain.
__ADS_1
Bahkan pria itu menempatkan dirinya di sebuah apartemen mewah miliknya dan juga fasilitas lengkap milik Vino ia bagi dua.
Sampai saat Zaid memutuskan untuk pergi ke luar negeri, sejak saat itu Vino hanya memberikan uang tanpa menemui pria itu.