
Sudah satu bulan lamanya Julia berada di Kanada,hari ini dia sedang menemani Alex untuk bertemu dengan klien penting dari Inggris.
Julia yang sedari tadi duduk menemani Alex yang kini mengobrol dengan asisten pribadinya klien penting yang kini masih berada di hotel dan akan datang sedikit terlambat.
Julia, pun meminta ijiin untuk berkeliling sebentar sambil menunggu pembahasan bisnis yang akan mereka mulai saat kliennya juga datang.
Saat Julia berjalan menuju pintu keluar dari ruangan Vip restaurant tiba-tiba seseorang tidak sengaja menabraknya.
Julia yang kini terlihat sangat kaget ketika seseorang yang selama ini berhubungan baik karena ada kedua anak diantara mereka berdua ada di hadapannya.
"Mikaila..."ucap pria itu.
Julia mematung di tempatnya saat ini, dia bingung harus bagaimana? karena sebaik apapun dia menyamar, pria itu akan tetap mengenali dirinya.
"Mika aku tau ini kamu sayang.... seperti apapun kau berusaha menyembunyikan diri mu. Aku akan tetap mengenali dirimu."ucap Gidion.
"Maafkan saya Mr, anda salah orang."ucap Julia yang kembali berjalan menuju ruang VIP yang kini juga menjadi tujuan dari Gidion.
Gidion pun langsung bergegas mengikuti wanita itu karena memang itu adalah ruangan tempat dia membuat janji temu dengan kliennya.
Sesampainya di dalam ruangan tersebut Gidion di sambut oleh ketiganya termasuk Julia yang kini tengah berada di sana.
Julia berusaha untuk bersikap profesional dalam bekerja,
Gidion yang sedari tadi memperhatikan wanita yang sangat ia kenal tersebut, sedang mempresentasikan apa? yang menjadi tujuan utama mereka saat ini.
Sampai pembahasan itu selai Gidion meminta Mikaila untuk menemani dia makan siang terlebih dahulu.
Julia kini tengah duduk berhadapan dengan Gidion yang saat ini tengah menatap kearah dirinya.
"Apa? yang sebenarnya terjadi, kenapa harus membuat orang menganggap mu sudah tiada. dan kini ada orang lain yang menjadi dirimu."ucap Gidion.
"Apa? yang kamu maksud, Dion bagaimana? mungkin aku melakukan hal itu aku bahkan tidak tau apa? yang terjadi saat ini, aku ditemukan oleh Alex di jalanan negara ini."ucap Gidion.
"Lalu kenapa? tidak kembali."ucap Gidion.
"Gidion aku sudah tidak lagi dibutuhkan oleh nya, daddy juga malah meminta ku untuk kembali padanya yang jelas-jelas sudah mengkhianati ku."ucap Julia.
"Kenapa? tidak kembali ke rumah kita, anak-anak sangat merindukan mu."ucap Gidion.
__ADS_1
"Dion aku tidak akan pernah pulang tapi tolong aku bawa anak-anak untuk bersama dengan ku disini."ucap Julia.
"Kita akan kembali tinggal bersama sayang, sekarang sudah tidak ada lagi yang akan menentang hubungan kita."ucap Gidion.
"Dion... kita hanya akan bersama untuk mengurus anak-anak kita. Inara adalah prioritas mu... jangan lupakan itu."ucap Julia.
"Inara sudah pergi dengan kekasih lamanya, sudah satu tahun berlalu aku masih sendiri. namun kini ada anak-anak... jadi aku tidak terlalu merasakan itu apalagi saat aku melihat mu sayang....nafas ku seakan kembali."ucap Gidion.
Julia hanya tersenyum, dia tau sampai saat ini Gidion masih sangat mencintai dirinya, tapi Julia tidak bisa kembali pada siapapun dia juga tidak bisa kembali pada Vino.
Sampai saat mereka selesai makan siang keduanya kembali ke tempat masing-masing. Alex mengijinkan untuk tidak kembali ke kantor.
Julia kini tengah berada di basement apartemen, Gidion yang mengantarkan dirinya sampai tiba di dalam hunian tersebut. Gidion langsung dipersilahkan untuk masuk dan minum kopi sejenak.
"Sudah berapa? lama kamu disini Yank..."ucap Gidion.
"Tiga Minggu lebih mungkin,,, aku tidak tau, yang aku tau adalah rasa sakit saat merindukan mereka berempat andaikan aku bisa aku akan menculik mereka saat ini..."ucap Julia.
"Julia sayang aku akan membantu mu membawa mereka kesini meskipun kamu itu sangat beresiko."ucap Gidion.
"Tidak Dion ...itu terlalu beresiko, kamu fokus saja pada kedua putra kita, aku akan tetap bertahan disini hingga saatnya tiba aku akan kembali,,, jaga mereka baik-baik jangan biarkan mereka merasa kesepian, tapi jika berkenan tolong biarkan mereka kembali tinggal bersama ku."ucap Julia.
Julia pun menatap lekat wajah tampan itu dengan pandangan mata memohon.
"Tapi pekerjaan ku Dion, aku harus membalas budi baik Alex terhadap ku."ucap Julia.
"Pergilah Julia, jangan pernah menganggap apa? yang aku lakukan sebagai hutangbudi,,, aku ikhlas menolong mu, dan kamu masih bisa bekerja untukku secara online nantinya."ucap Julia.
"Baiklah Alex, terimakasih banyak atas semuanya, aku janji akan bekerja keras."ucap Julia.
"Good girl."ucap Alex.
"Thank you Alex, semoga adikmu secepatnya sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama, aku tau orang baik akan selalu dilindungi oleh yang maha kuasa."ucap Julia.
"Terimakasih Julia, aku memang sudah merasa bahwa pertemuan kita sudah ditakdirkan untuk berjodoh dengan mu, kita bisa jadi teman dan partner kerja yang baik."ucap Alex yang kini memberikan pelukan persahabatan.
"Sepertinya begitu, sekarang aku siap-siap dulu."ucap Julia.
"Ya, aku juga bisa mengobrol dengan tuan Alex terlebih dahulu."ucap Gidion.
__ADS_1
"Ya, mengobrol lah..."ucap Julia sambil tersenyum.
Sampai saat Julia selesai mandi dan berganti pakaian dengan yang baru akhirnya dia pun menghampiri Alex dengan menyeret kopernya yang super berat itu karena ada tiga koper besar sekaligus.
"Kau tidak sadar dengan kepergian mu sendiri tapi kenapa? kau membawa barang sampai tiga koper seperti ini."ucap Gidion.
Aku juga tidak tahu itu Dion Alex pikir juga aku pingsan karena kelelahan saat membawa semua ini."ucap Julia mengatakan apa yang di katakan oleh Alex.
Alex pun mengangguk, "Dia sedang di kerumuni oleh orang-orang yang melihat dia di jalan, hingga saat aku melihat dirinya. aku langsung teringat pada adikku dan lagi wajah Asia itu yang membuat ku tergerak untuk menolong Julia."ucap Alex panjang lebar.
Hingga akhirnya mereka pun pamit, pergi pada Alex yang mengantar kepergian Julia hingga di lobby apartemennya itu.
Alex pun langsung bergegas menuju ruang baca, pria itu melihat Cctv rumah besar itu karena dia harus melihat sang adik dirawat dengan baik atau tidak oleh para pelayan rumahnya itu.
Sementara Julia, setelah menempuh perjalanan satu jam lebih akhirnya tiba di sebuah gedung apartemen yang menjulang tinggi itu.
Gidion langsung bergegas membawakan barang-barang milik Julia saat itu juga dan naik ke lantai lima belas dimana? huniannya berada.
......................
"Sudah siap semuanya, jika ada apa-apa kamu bisa menghubungi ku secara langsung honey. disini juga ada mereka yang akan mengurus keperluan mu."ucap Gidion.
"Apa? kamu akan langsung menjemput putra kita."tanya Julia.
"Minggu depan honey, Minggu depan aku akan kembali sambil membawa mereka kesini untuk tinggal bersama dengan mu."jawab Gidion.
"Dion,,, aku berharap kamu jangan membocorkan keberadaan ku."ucap Julia.
"Tidak akan Honey percayalah."jawab Gidion.
Mereka pun kembali berbincang hingga larut malam, Gidion pun akhirnya pamit untuk tidur di kamar sebelah.
Julia pun tertidur pulas di atas ranjang miliknya, saat ini dia tidak memikirkan apapun. saat ini yang dia lakukan adalah merilekskan pikiran dan tubuh yang terasa seakan tidak peduli dengan semua yang terjadi.
Julia hanya memanggil nama ibunya dan keempat anaknya yang kini berada di tempat lainnya.
Sementara di Indonesia dikediaman Kenzie saat ini Sanum sudah jauh lebih baik, dia tidak lagi terlalu banyak pikiran karena saat ini kabar keberadaan putrinya telah ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.
Sementara kedua anak mereka masih berada di rumah milik Kenzie.
__ADS_1
Shania masih mengurus kedua keponakannya itu.bersama dengan Arvin.
Yang kini tengah terlihat sibuk dengan pekerjaannya yang tertunda.