
Pertemuan mereka berdua pun berakhir dengan kebimbangan,Shania memutuskan untuk tetap melanjukan sekolah di sana.
Sementara Arvin meminta dia untuk kembali ke Indonesia.
Keduanya tidak mendapatkan kepuasan dalam pembahasan itu, tapi keduanya juga tidak ingin hidup terpisah.
Akhirnya Arvin pun pulang ke Indonesia dan Shania tetap di Swiss.
Sementara itu di kediaman Zaid saat ini Aluna tengah berbahagia karena untuk pertama kalinya dia bisa melihat perkembangan janin yang ada di dalam rahimnya saat ini.
Setelah melakukan pemeriksaan USG dan lain sebagainya akhirnya dipastikan bahwa saat ini Aluna tengah hamil bayi kembar.
Zaid dan tuan Gultom begitu bahagia pasalnya pewaris tahta yang sesungguhnya sudah hadir di dunia meskipun belum benar-benar lahir.
"Sayang aku ingin nama anak kita kelak berkaitan dengan nama mu."ucap Aluna.
"Tentu saja Sayang."ucap Zaid sambil tersenyum manis dan sedari tadi ia mengelus perut istrinya yang masih belum menonjol itu.
"Nama apa? yang kira-kira kamu mau."ucap Zaid.
"Kalau anak kita laki-laki nama Zidane dan Zayn."ucap Aluna.
"Kalau perempuan keduanya mau dikasih nama apa?."tanya Zaid.
"Zoya dan Zelin juga bagus."jawab Aluna.
"kalau keduanya. antara laki-laki dan perempuan kamu nama yang mana?."tanya Zaid.
"Zayn dan Zoya"jawab Aluna.
Zaid pun mengangguk tanda setuju,
Sampai saat ini kedua sejoli pasangan yang masih terbilang baru menikah itu.
Zaid yang merasakan bahagia berkali-kali lipat itu kini selalu mengikuti keinginan istrinya itu.
Sementara Vino pun sama, Julia yang kini tengah hamil dengan usia kehamilan Lima bulan. membuat Vino terus merasa bahagia karena ternyata anak mereka kali ini adalah seorang perempuan. Vino yang menginginkan hal itu dia sungguh merasakan kebahagiaan yang teramat sangat.
Vino selalu pulang lebih awal dia lebih baik bekerja dari rumah ketimbang seharian penuh di kantor ataupun di tempat lainnya.
Pria itu tidak ingin jauh dari keluarga kecilnya itu, apalagi kini istrinya butuh perhatian ekstra darinya.
Kini mereka tengah bercengkrama bersama ketiga putranya yang begitu tampan dan sangat lucu.
Sementara itu di kediaman Gidion di Indonesia, semenjak dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia pria itu takut rumah tangganya hancur karena perpisahan jarak dan waktu.
Sementara Inara hingga saat ini, wanita itu masih enggan untuk disentuh oleh pria yang selama ini menjadi suaminya itu.
Inara merasa jijik dengan semua bayangan saat suaminya menyentuh wanita lain.
Oke jika dulu Inara menerima Gidion dengan cinta karena Gidion seorang duda, tapi setelah dia menikah Gidion berani melakukan hal itu.
Inara pun meminta perpisahan, biarlah Ghea hidup dengan dirinya.
Saat ini Gidion tengah makan malam dengan sang istri yang memperlakukan dirinya teramat dingin sedingin salju.
"Sayang ayo ikut dengan ku ke London, aku janji disana kamu masih bisa bekerja."ucap Gidion.
"Maafkan aku Dion, lebih baik aku tetap disini dan kamu bisa ceraikan aku! menikahlah dengan dia Siapa? tahu jika saat ini dia tengah."ucapan Inara langsung terhenti kala Gidion menggebrak meja tersebut.
"Apa-apaan? kamu Inara, aku sudah bersabar menghadapi sikap dingin mu padaku! sekarang kamu sudah sangat keterlaluan.jangan kamu kira aku bisa bersabar terus! tidak Inara kau bahkan bukan bukan dia yang selamanya akan ada di hatiku setelah aku mencampakkan dia."ucap Gidion.
"Heumm baik'lah sekarang kamu bisa ceraikan aku, aku masih bisa hidup bersama dengan Ghea Ghea selamanya."ucap Inara.
"Putri ku akan ikut bersamaku dan kau tidak akan bisa melihat dia lagi."ucap Gidion.
"Jangan Dion jangan bawa Ghea dia hidupku satu-satunya."ucap Inara.
"Kau masih memiliki anak lain yang bisa kau urus bahkan dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang darimu iya kan."ucap Gidion.
__ADS_1
"Tidak Dion, aku tidak bisa, tolong jangan bawa Ghea, kamu bisa ambil semua pemberian mu tapi tidak dengan Ghea aku mohon."ucap Inara yang kini mengacungkan kedua tangannya memohon agar Gidion tidak membawa putrinya itu.
"Aku hanya akan membawa Ghea bersama ku, jika kamu benar-benar tidak patuh terhadap ku."ucap Gidion.
"Baiklah aku ikut."ucap Inara yang benar-benar takut kehilangan putri kesayangannya itu.
"Dua hari lagi bersiaplah kita akan segera pergi."ucap Gidion.
"Tapi Dion, tidak segampang itu untuk mengurus izin keluar."ucap Inara.
"Aku tidak peduli, sekalipun kamu tidak bekerja lagi kau tidak akan pernah hidup kekurangan."ucap Gidion.
Inara tidak bisa menolak keinginan Gidion saat ini, karena jika dia membantah dia akan kehilangan putrinya itu.
Gidion pun tersenyum dalam hati, dia mungkin tidak mencintai Inara sebesar cintanya pada Julia tapi mau sampai kapan dia terus gagal berumah tangga karena hidup tidak akan selamanya abadi.
Gidion pun pergi meninggalkan rumah setelah ia sarapan pagi dengan bumbu pertengkaran itu.
Pria itu hendak pergi ke rumah Kenzie untuk menitipkan hadiah untuk kedua putranya itu.
Gidion memberikan sebuah mobil super mewah untuk keduanya dan tidak hanya itu dia juga memberikan dua buah Mension, dia melakukan hal itu agar dia bisa tenang jika sewaktu-waktu dirinya tiada.
Gidion sudah membuat surat wasiat atas semua harta kekayaan yang akan dia berikan kepada ketiga anaknya itu, tapi untuk sementara mobil dan juga dua buah Mension akan menjadi hal yang paling pertama yang dia lakukan.
Kedua mobil dan kedua mobil itu berupa sertifikat kepemilikan atas nama kedua putranya Junno dan Junior.
Kenzie yang menerima itu kini merasa kasihan terhadap Gidion, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena vino juga adalah suami Julia yang sangat bertanggung jawab.
"Tidak seharusnya ini diberikan sekarang tuan Dion, kamu masih hidup dan kamu juga akan merawat mereka hingga mereka bersar nanti."ucap Kenzie.
"Tapi daddy aku hanya ingin mengamankan semua milik kedua putraku, Daddy tau keluarga besar ku semua serakah dengan harta kekayaan peninggalan kedua orang tua ku terutama saudara tiri mereka yang kini mulai bermunculan."ucap Gidion.
"Baiklah tapi kamu harus tetap waspada jika kelak bahaya mengancam jangan sungkan untuk meminta bantuan Vino."ucap Kenzie.
"Itu tidak mungkin daddy, aku sudah terlalu banyak hutangbudi terhadapnya karena dia sudah merawat kedua putraku seperti putra kandungnya sendiri, jika boleh aku hanya ingin meminta dia untuk menggunakan fasilitas yang aku sediakan untuk kedua putraku daddy."ucap Gidion.
"Nanti akan Daddy sampaikan tapi daddy harap kamu tidak merasa kecewa jika mereka menolak, tapi daddy akan pastikan semua ini akan sampai ke tangan mereka berdua."ucap Kenzie.
"Berangkatlah jangan khawatirkan mereka, karena akan tetap baik-baik saja."ucap Kenzie.
"Terimakasih daddy."ucap Gidion sambil pamit pergi.
.........................
Sementara itu di Swiss saat ini Shania tengah duduk bersama dengan Mariana, wanita yang kini sudah berusia 74 tahun itu masih terlihat awet muda dan sangat enerjik, dia tidak seperti lansia pada umumnya, Mariana masih bisa beraktivitas seperti biasa. layaknya wanita paruh baya pada umumnya.
"Sayang, sepertinya kamu sedang ada masalah."ucap Mariana pada sang cucu.
"Heumm...."jawab Shania yang kini tengah fokus pada sebuah majalah.
"Masalah apa? itu sayang jika boleh omah tau."ucap Mariana lagi.
"Paling juga masalah laki-laki omah."timpal Gerald yang baru saja datang.
"Kak Gerald tidak akan mengerti karena kakak bahkan tidak pernah berpacaran."balas gadis itu.
"Untuk apa? pacaran sungguh buang-buang waktu."ucap Gerald.
"Aku heran jangan-jangan kakak tidak normal."ucap Shania.
"Terserah kau saja mau berkata apa? yang jelas pacaran itu hanya buang-buang waktu dan tenaga."ucap pria tampan yang kini sudah berusia 35 tahun itu sampai saat ini dia tidak kunjung menunjukkan bahwa dirinya punya kekasih atau istri.
"Heumm,,, aku doakan semoga kakak mendapatkan wanita yang lebih dingin,biar saat kakak buccin kakak bisa dicuekin."ucap gadis yang kini terlihat tersenyum jahil.
"Semua itu tidak akan pernah terjadi."ucap Gerald meyakinkan.
Dia berkata seperti itu karena pada kenyataannya dia sudah memiliki istri dan seorang putra yang dia rahasiakan dari kedua kakek dan neneknya itu.
Gerald bahkan akan pulang setiap hari untuk menghindari kecurigaan kedua lansia itu karena bukan tidak mungkin Kenzo akan menolak pernikahan mereka.
__ADS_1
Karena wanita yang ia nikahi berasal dari dunia malam.
Gadis itu bahkan seorang kupu-kupu malam meskipun dirinya masih suci.
Dan Gerald adalah pria pertama yang menjadi pelanggannya.
Sejak saat itu, Gerald meminta sang mucikari untuk membebaskan wanita yang kini menjadi istrinya itu.
Wanita yang berasal dari Indonesia itu merupakan seorang mahasiswa jurusan kedokteran yang dijual oleh sahabatnya pada sang mucikari.
Tapi kemudian keberuntungan itu didapatkan oleh gadis itu, pelanggan pertamanya adalah Gerald pria yang selama ini selalu berpetualang dengan wanita-wanita malam meskipun Gerald adalah pemilih.
Pria itu bahkan benar-benar memastikan bahwa wanita yang ingin dijadikan pemuas nafsu itu adalah wanita yang benar-benar sehat karena dia tidak ingin tertular penyakit.
Sampai saat terakhir kali dia mencari wanita melalui asisten pribadinya itu, dia bertemu dengan Anggun gadis Indonesia yang berkuliah dengan beasiswa di negara tersebut.
Anggun yang memiliki paras cantik meskipun tidak memiliki tubuh seperti model papan atas tapi dia mampu membuat Gerald menghentikan petualangannya.
Gerald dibuat tak berdaya saat tau bahwa gadis itu masih virgin seratus persen benar-benar belum terjamah sedikit pun terlihat dari segala yang ia miliki masih tersegel.
Anggun bahkan menjerit menangis dan berontak saat dirinya dimasuki oleh Gerald hingga wanita itu pingsan.
Gerald pun merasa kasihan dengan itu tapi semua sudah terlanjur terjadi.
sampai akhirnya dia memutuskan untuk memperistri wanita yang jelas-jelas sudah membuat dia mati kutu dengan apa? yang dia rasakan saat itu.
Keesokan harinya wanita itu masih berada di apartemen Gerald, setelah Gerald membawa gadis itu pergi ke sana karena Gerald sudah memutuskan bahwa wanita itu adalah miliknya.
Pria itu pun menebus gadis itu dari sang mucikari karena dirinya ingin menikahi gadis itu.
Gadis yang saat itu sedang menangis dan meringkuk di atas ranjang meratapi nasibnya itu.
Gerald pun meyakinkan wanita itu bahwa dirinya akan bertanggung jawab dengan semua perbuatan yang telah ia lakukan.
Dia juga berjanji akan memenuhi kebutuhan hidup Gadis itu selama berada di negara tersebut, intinya mereka akan menikah secara diam-diam dan Gerald pun menyediakan sebuah rumah yang cukup besar untuk ditempati oleh wanita itu.
Gerald akan datang sesekali jika dia butuh pada istrinya, sementara sang asisten akan mengurus semuanya kebutuhan wanita itu.
Anggun pun akhirnya setuju karena Gerald pun memenuhi janjinya dia pun memenuhi kebutuhan hidupnya hingga dia bisa hidup mewah dan dia bisa membiayai keluarganya di Indonesia.
Sampai suatu hari, anggun tengah kebingungan dan frustasi karena dia tidak kunjung mendapatkan tamu bulanan hingga dia berniat untuk mengakhiri hidupnya.
Namun Gerald saat itu tiba-tiba datang dan marah besar padanya karena anggun secara tidak langsung ingin melenyapkan anak mereka padahal mereka sudah resmi menikah, meskipun pernikahan itu secara di rahasiakan dari keluarga besar Gerald.
Sampai pada saat Gerald tau bahwa Anggun ternyata hamil sepasang bayi kembar yang sampai saat ini selalu membuat Gerald bahagia.
Sejak saat itu Gerald akan lebih sering datang ke rumah istrinya itu dan membawa berbagai macam hadiah atau makanan yang cocok untuk istrinya yang tengah mengandung.
Dari situ cinta keduanya tumbuh, mereka awalnya berhubungan badan karena nafsu tanpa cinta. tapi setelah cinta itu tumbuh bahkan Gerald sering bolos masuk kantor dengan alasan ada urusan di luar.
Dan tentu saja itu adalah urusan ranjang, hingga kedua anak itu lahir Gerald bahkan dua Minggu berturut-turut hanya bekerja dari rumah dan datang saat ada meeting penting, selebihnya sang asisten pribadi yang akan mengurus semuanya.
Dia benar-benar dibuat tergila-gila dan jatuh cinta pada anak dan istrinya itu.
Gerald bahkan memberikan nama belakangnya pada sang istri, yaitu Georgio dan kini menjadi Anggun Georgio.
Kedua anaknya diberi nama Anggeline Georgio itu adalah anak pertamanya seorang anak perempuan yang sangat cantik. dan yang kedua Glenn Ares Georgio.
Kebahagiaan Gerald semakin bertambah saat melihat tumbuh kembang kedua anaknya itu.
Gerald sesekali akan menggendong kedua kebahagiaannya itu sambil bercengkrama dengan keduanya meskipun mereka belum bisa berbicara.
Karena mereka masih sangat kecil dan masih baby.
Gerald akan sering datang berkunjung dan Anggun akan menyambut pria tampan itu dengan peluk dan cium seperti biasanya.
Gerald sendiri akan langsung menanyakan keberadaan mereka berdua.
"Putra-putri kita sedang tidur suamiku semalam mereka rewel karena mereka merindukan Daddynya."ucap Anggun.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, tapi aku janji setelah mereka berusia satu tahun nanti aku akan mengumumkan bahwa aku sudah menikah dan memiliki anak pada seluruh dunia, agar mereka tahu tentang istriku yang cantik ini."ucap Gerald.
"Terimakasih Yank, tapi kamu tidak perlu melakukan hal itu, cukup sayangi kami bertiga itu sudah lebih dari cukup, sebentar lagi aku juga wisuda mungkin akan segera kembali ke Indonesia."