Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Tangis si kecil#


__ADS_3

Kavita, hanya bisa mengusap air matanya yang keluar deras Devan, memeluk erat istrinya itu, Kavita, mungkin sudah kembali tapi rumah itu, sudah tidak seperti dulu lagi, saat drama rumah tangga, yang Kavita kira bahwa ia akan kuat jika Devan, menikah lagi,agar mereka punya anak, tapi saat semua itu, sudah terjadi Kavita, justru mendapatkan anugerah terindah dari Tuhan, yang merupakan sepasang anak kembar.


Kavita, merasa memiliki kekuatan untuk berjuang hidup dan akan menghidupi mereka nantinya, bahkan setiap hari dia berkeliling menjual bunga, di stop-an lampu merah.


Dia akan menjajakan bunga-bunga nya pinggir jalan di mana orang-orang tengah berhenti, dia selalu menggunakan long dress semata kaki, yang cukup untuk menutupi perutnya yang sudah membesar.


Sampai akhirnya mereka berdua kembali dipertemukan untuk kesekian kalinya, tapi Kavita, selalu bersembunyi, di mana pun, semua agar wanita itu tidak dilihat oleh Devan.


"Sayang semua sudah siap, ayo mandi dulu"ucap Devan.


Pria itu langsung meminta pemilik butik untuk membawa dress khusus ibu hamil.


Tidak tanggung-tanggung Devan memborong hampir semua dress untuk ukuran ibu hamil itu dengan warna dan model yang berbeda.


Kavita, masuk kedalam kamar mandi, wanita itu bahkan bukan mandi, tapi malah duduk termenung di samping bathub.


Sampai Devan, merasa heran karena Kavita tidak kunjung keluar, dan tidak terdengar suara air mengalir, Devan pun, masuk kedalam kamar mandi.


Betapa kagetnya dia saat mendapati bahwa istrinya tengah tertidur pulas di samping bathub.


Sayang, jika kamu ingin bobo kenapa? harus disini"Gumam, pria itu lirih dia langsung menggendong istrinya membawa wanita itu keatas ranjang nya.


Devan, melihat wajah teduh istrinya itu, terlihat ada sisa air mata di sudut mata nya.


Sayang, aku janji ini adalah Air mata terakhir mu, kedepannya kita akan kembali bahagia lagi, dan satu lagi nanti rumah kita, akan dipenuhi tangis sikecil.


Hingga sore hari tiba, Kavita, baru membuka mata, setelah sekian lama, akhirnya, Kavita bisa kembali memejamkan mata nya dengan tenang, tidak lagi terjaga berulang kali.

__ADS_1


"Sudah larut, aku harus segera pulang, rumah ku belum aku kunci, dan kedua orang itu akan mencari ku"ucap Kavita lirih, saat wanita itu melihat Devan, tengah memangku laptop nya.


"Honey, rumah itu, akan dibersihkan sebentar lagi, oleh orang suruhan ku, dan akan di kunci, setelah mengambil semua barang-barang yang kamu sebut tadi pagi"ucap Devan, tidak ingin istrinya kepikiran.


"Mas, tolong bawa barang-barang penting ku, takut ada pencuri"ucap Kavita.


"Tentu saja Sayang, semua yang paling terpenting dalam hidup mu"ucap Devan.


Sementara itu di kediaman Kenzie, pria itu tengah benar-benar, dibuat cemburu, oleh perhatian berlebih Sanum, pada kedua jagoan nya.


Sanum, sejak bangun pagi akan tetap bersama dengan kedua bayinya, meskipun, Kenzie, protes, karena, dirinya hanya dilayani saat bangun tidur hingga berangkat kerja, itupun, hanya disiapkan pakaian dan air hangat, setelah itu, Kenzie, berpakaian dan sarapan pagi sendiri, karena. kedua putranya itu begitu lengket dengan sang mommy.


"Ken, ayolah, masa sama anak sendiri saja, cemburu, jika mereka tidak diurus oleh ku, lalu di urus oleh siapa? lagi"ujar Sanum, yang sedari tadi membujuk Kenzie, yang bahkan tidak mau makan malam.


"Aku tidak diperhatikan sayang aku kesel, kenapa? tidak diberikan pada baby sitter , saat aku ada di rumah"ucap Kenzie.


"Mas, juga dekat dengan mommy,sayang padahal mas langsung dikirim ke luar negeri, saat mas tergila-gila padamu"ujar Kenzie.


"Lain cerita mas, saat itu mas sudah dewasa"ujar Daisy.


"Sampai, mas akan mulai bekerja, lumayan lama Sayang"ujar Kenzie.


"Iya tapi tidak saat mas bayi juga iya kan"ujar Sanum.


"Ya sudah kamu menang"ujar Kenzie.


"Kamu tau itu tidak mudah sayang, berpisah dengan anak, sangat menyakitkan, apalagi ini adalah anak perempuan"ujar Sanum.

__ADS_1


"Mikaila, tidak ingin tinggal bersama dengan kita, hanya karena, dia, sudah nyaman dengan ibu sambung nya"ucap Kenzie.


"Itulah yang aku bilang mas, kenyamanan, Mikaila, tinggal sejak kecil bersama dengan mereka, itulah kenapa? aku juga tidak mau lagi kehilangan kedua putra ku"ucap Sanum.


"Heumm ya"jawab Kenzie lagi.


Kenzie langsung menerima suapan dari sang istri.


Istri mereka pun,kini sudah selesai makan malam, Kenzie, minta istrinya menemani dia tidur, sementara kedua putranya saat ini tidur di dalam kamar mereka ditemani susternya.


Sanum, hanya bisa pasrah dan mengalah pada bayi besar itu.


Sampai saat Kenzie, terlelap akhirnya wanita itu, keluar dari dalam kamar nya, Sanum, menemui kedua putranya, untuk dipindahkan ke dalam kamar nya.


Sanum, menggendong bayi kembar nya menuju kamarnya, sesampainya di sana Kenzie, sudah terjaga karena mencari istrinya, dan ternyata, istrinya tidak ada, Kenzie pun bangun hendak pergi mencari Sanum, tapi ternyata Sanum, sudah menggendong mereka berdua.


Owh ya ampun sayang, kamu kenapa bisa, lebih manja dari mereka heumm, aku lelah sudah mengurus semuanya sendirian.


"Sayang, aku bilang tambah pelayan, kamu selalu ngeyel, ingin mengurus semua sendiri, sekarang giliran aku ngeluh nggak ke urus kamu juga ngeluh soal kesibukan"ujar Kenzie.


"Mas aku sudah tidak bekerja, sejak keluar dari tahanan, dan bahkan aku belum mencari kerja lagi, untuk membayar mereka semua"ucap Sanum.


"Sanum! kamu itu keterlaluan, aku bekerja sayang semua untuk kita, lalu kenapa? tidak kamu gunakan uang nya"ucap Kenzie, yang ternyata baru tau jika selama ini, dia dihidupi istrinya, dia pikir Sanum, menggunakan uang kes, yang ada di berangkas tapi ternyata uang tersebut pun, masih utuh.


"Mas, aku hanya tidak ingin, menggunakan uang keluarga mu, sudah cukup, aku tidak ingin lagi berurusan dengan mereka yang sudah melenyapkan ibuku"ucap Sanum lirih.


"Sanum, sayang aku bekerja, kamu tau artinya bekerja, dan aku memiliki gaji yang tinggi, cukup untuk menghidupi kalian berdua, aku bukan benalu yang akan menumpang hidup di sembarang tempat, aku juga menikahi mu, karena aku sangat mencintaimu, jadi sudah sewajarnya, aku menghidupi istri ku sendiri, lagi pula jangan benci harta kekayaan keluarga ku, semua didapatkan dari hasil kerja keras keluarga ku, bukan dari merampok ataupun memeras orang, jadi uang itu halal hanya saja perbuatan mereka yang tidak baik, dan aku tidak ikut campur, bahkan tidak pernah tau itu.

__ADS_1


__ADS_2