
"Bagaimana bisa sayang"ucap Allan.
"Bisa yang aku ingin makan kamu"ucap Bintang yang terlihat haus akan kasih sayang.
"Sayang seperti nya aku akan senang jika setiap tahun kamu hamil, jadinya bisa sering-sering minta dibelai"ucap Allan.
"Apa? mungkin ia mas"ucap Bintang heran.
"Tentu saja Sayang ini buktinya"ucap Allan yang semakin mendekat kan wajah mereka.
Pria itu langsung menyambar bibir istrinya hingga Bintang hampir kehabisan nafas, barulah Allan melepaskan ciuman tersebut.
"Mas tidak setiap tahun juga, batas normal nya minimal dua tahun"ucap Bintang.
"Heumm boleh juga"ucap Allan.
"Mudah-mudahan saja ya mas, tapi jika pun tidak ada kehamilan lainya aku sudah cukup bahagia"ucap Bintang.
"Kita akan membesarkan anak kita hingga kita tua nanti bersama-sama"ucap Allan.
"ya mas aku setuju"ucap Bintang.
"Jika tidak setuju pun akan mas paksa karena biar bagaimanapun juga mas sudah terlanjur mencintaimu, Sayang ku"ucap Allan.
Sementara itu di kediaman Kenzie.
Kedua orang tua itu, tengah kewalahan dengan tingkah laku kedua putranya yang kini tengah bermain perang-perangan, dan hampir seluruh ruangan berantakan dengan mainan mereka yang berceceran, sedari tadi kedua bocah berusia dua tahun itu selalu melempar mainan.
Hingga berhamburan dimana-mana mereka menciptakan situasi gawat saat si jahat dalam film Transformers menyerang kota dan tidak sedikit mainan itu hancur seperti di film.
Jika saja ayah dan ibu mereka bukan orang kaya mungkin saat ini mereka tengah menangis darah karena mainan yang dihancurkan itu bukan mainan yang biasa abang-abang jual di pinggir jalan, tapi semua itu limited edition.
"Sayang jangan dihancurkan mainan nya, kasihan mending disumbangkan pada yang membutuhkan"ucap Sanum.
"Tidak mommy... jika tidak ada yang hancur berarti tidak akan pahlawan dong mommy, percuma kan berarti film itu bohong"ucap Kevin.
Sementara Kenzie hanya bisa tepok jidat, begini jika anak cerdas menyikapi apa yang mereka pertontonkan sejak bayi.
Sebuah film yang tidak seharusnya di tonton oleh anak seusia mereka.
Hingga akhirnya kedua orang tua nya menyerah dan memperhatikan mereka yang kini menggunakan earphone seakan keadaan dibuat seperti nyata.
Kenzie menyesal karena telah memberikan mainan tersebut.
"Pelajaran berharga bagi mu mas"ucap Sanum.
"Maafkan aku yang tapi mereka itu sungguh anak-anak yang jenius"ucap Kenzie.
"Sayang aku mau istirahat dulu giliran kamu jaga dia"ucap Sanum.
"Tenang saja yang beres mereka banyak orang kita bisa istirahat"ucap Kenzie.
"Yang"ucap Sanum.
"Yang aku juga pengen istirahat bareng kamu"ucap Kenzie tidak mau kalah.
"Ya sudah mas istirahat duluan aku mau jaga mereka"ucap Sanum.
"Ya sudah ku juga disini"ucap Kenzie.
Pria itu membaringkan kepalanya di pangkuan Sanum.
Dan dalam hitungan detik dia sudah memejamkan mata nya.
Kenzie tertidur pulas di pangkuan Sanum, sementara Kenzie tetap tertidur pulas di sana hingga Sanum bersandar di sofa dan ikut memejamkan mata dengan suara berisik seperti di bioskop, akibat kedua putranya itu.
Sampai satu jam lebih Kenzie terbangun dari tidurnya setelah itu ia bangkit dan menggendong istrinya terlebih dahulu, setelah itu menggendong kedua putranya yang terlelap tidur setelah berperang dengan robot-robot nya yang super canggih itu.
Sampai akhirnya jam makan malam tiba Sanum terbangun dari tidurnya dia langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu ia turun untuk memasak makan malam untuk ketiga orang terkasih nya.
Sampai akhirnya selesai memasak wanita itu langsung menghidangkan makanan tersebut dan setelah nya menemui sang suami diruang kerjanya.
"Sayang makan malam sudah siap, ayo turun, aku temui anak-anak dulu"ucap Sanum.
"Baiklah sayang, aku tunggu di bawah"ucap Kenzie.
Sanum langsung turun ke bawah menuju kamar kedua putranya dikala tidur siang, dan saat tidur malam akan berada di kamar atas tempat di samping kamar Sanum dan Kenzie.
__ADS_1
Terlihat kedua putranya baru selesai bersiap dan akan makan malam bersama dengan mereka berdua.
"Sayang kalian mau makan apa?"tanya Sanum pada kedua putranya itu.
"Aku spaghetti dan ayam goreng"ucap Kevin.
"Aku ayam goreng dan nasi juga sayur"ucap Kendra, yang kadang nafsu makan nya melebihi sang kakak.
"Tentu"ucap Sanum.
Sementara Kenzie kini tengah menunggu giliran, biar setelah putra nya barulah dirinya.
Sampai akhirnya mereka makan bersama dengan lahapnya kedua putranya menghabiskan isi piring tersebut.
Sanum tersenyum puas, setelah itu dia membantu membersihkan bibir keduanya yang belepotan dengan tissue basah.
Kenzie mengantar keduanya ke atas dengan menggunakan lift, sementara Sanum masih membereskan bekas makan malam mereka dibantu oleh pelayan yang ada di rumah besar itu.
Setelah meja bersih Sanum langsung naik ke lantai atas dan pergi menuju kamar kedua putranya terlebih dahulu.
Sesampainya di sana Sanum melihat Kenzie, tengah berbaring di tengah keduanya.
"Sayang, kamu sedang apa?"ucap Sanum.
"Putra kita ingin tidur dengan kita"ucap Kenzie.
Sanum hanya tersenyum, saat dia akan menyelimuti ketiganya Kenzie langsung bangkit tapi kedua putranya tidak melepaskan dirinya sama sekali.
Sanum langsung berlalu pergi saat Kenzie meminta tolong untuk melepaskan diri dari kedua putranya yang menyandra dirinya.
Sampai akhirnya Sanum tiba di dalam kamar nya.
Setelah Sanum, tertidur pulas di dalam kamar nya sendiri tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya erat dan mencumbu bibir nya dengan sangat lembut entah karena memang tidur pulas atau karena sudah tau aroma parfum yang pia itu gunakan Sanum hanya bisa pasrah dengan itu.
Hingga percintaan diantara suami istri itu terjadi, Kenzie tidak pernah mau absen untuk satu hal itu.
Pria itu semakin lengket saja pada Sanum, yang kini tengah mengandung anak ketiga dari kehamilan kedua, yang baru berusia dua bulan.
Sanum begitu bahagia dengan kehamilan nya itu karena untuk kali ini saat dia ngidam ada Kenzie yang membantu dia untuk mengatasi hal itu.
Sanum kini selalu menghabiskan waktu nya dengan sang suami entah itu di kantor ataupun di rumah, mereka selalu jalan bareng.
Hampir setiap hari wanita itu dimabuk cinta karena suami tampan nya itu.
Kenzie selalu memberikan Sanum bunga mawar dan juga berbagai macam makanan yang sedang Sanum inginkan, tidak ada yang tidak pernah Kenzie kabulkan meskipun semua itu berada di tempat yang jauh.
Kenzie yang mencintai Sanum, sejak remaja itu membuktikan rasa cinta nya yang begitu besar dan sangat murni.
.........................
Sementara itu di kediaman Allan saat ini Bintang tengah ngambek pada Allan, bukan karena Allan tidak memenuhi semua kebutuhan nya, melainkan karena Allan tidak ingin jauh dari Bintang sejak kehamilan nya.
"Yang jangan ngambek begitu mas janji besok akan bekerja di kantor bukan di rumah agar kamu tidak terganggu"Bujuk Allan.
"Mas, aku hanya ingin kamu bersikap normal itu saja"ucap Bintang.
"Iya sayang maafkan aku, aku hanya terlalu bahagia saat tau kamu mengandung buah cinta kita"ucap Allan.
"Aku juga sama mas, tapi aku tidak ingin semua itu mengghambat kinerja kamu"ucap Bintang.
"Bisnis kita jalan terus sayang dan kamu tidak perlu merasa khawatir dengan itu"ucap Allan.
"Aku tidak memusingkan semua itu Yang...yang aku pikirkan adalah, aku tidak ingin mas mengabaikan tugas yang lain nya"ucap Allan.
Allan kini tengah tersenyum sambil membingkai wajah cantik itu, lalu mengecup bibir Bintang.
"Mas akan terus berusaha membahagiakan kamu cinta ku"ucap Allan.
"Terimakasih untuk semua yang mas berikan, tapi satu minggu saja tolong jangan terus mengekor di belakang ku, agar aku semakin rindu"ucap Bintang.
Bintang hanya merasa bosan saat Allan terus berada di samping nya dan itu akibat hormon kehamilan nya.
Allan pun mengerti saat ini yang diinginkan bintang adalah sedikit menjauh dari nya, dan bersikap sewajarnya semua itu untuk mengembalikan mood nya.
Allan pun memutuskan untuk pergi ke luar kota, karena disana juga ada beberapa hal yang harus dia urus.
Allan langsung bersiap dia masih tidak ingin jauh dari istrinya itu.
__ADS_1
"Sayang mas, akan pergi ke luar kota, apa? kamu mau ikut dengan Irene, atau tetap disini"ucap gadis itu.
"Mas tega, mau ninggalin kita berdua"ucap Bintang.
Pria itu menghela nafas panjang, dia sendiri tidak mengerti apa? yang sebenarnya Bintang inginkan saat ini.
"Bintang sayang mas, bingung mas harus bagaimana? apa lebih Sayang kasih mas saran"ucap Allan.
"Tidak usah mas bisa pergi kapan pun mas mau"ucap Bintang.
"Yang jangan seperti ini please"ucap Allan.
Pria itu memeluk istrinya yang kini tengah menangis dalam diam.
"Sayang katakan pada mas, apa? yang harus mas lakukan"ucap Allan sambil membawa bintang kedalam dekapannya.
"Aku ingin mas tidak pergi jauh tapi juga tidak terus mengekor di belakang ku, aku ingin mas bersikap normal seperti biasanya"ucap Bintang.
"Baiklah sayang apapun itu, mas akan lakukan itu"ucap Allan yang kini mencium bibir Bintang ditengah banjir air mata nya itu.
Sampai keesokan harinya Allan melakukan apa? yang Bintang inginkan, dia tidak ingin mengecewakan istrinya itu.
Sampai berakat kerja dan kembali setelah nya, pria itu hanya bertemu dengan istri nya saat akan makan malam dan tidur saja, tapi setiap hari Allan akan bertanya tentang semua hal yang terdengar konyol.tentang apa? bintang sudah rindu padanya atau tentang semua hal setiap hari nya.
Sementara itu bintang akan menjawab semua itu hanya dengan berdehem.
"Sayang apa? kamu sudah rindu"ucap Allan, hampir setiap hari mereka menanyakan semua itu.
"Mas, belum, coba tanya Irene, apa? dia sudah rindu pada Daddy nya atau belum"ucap Bintang.
Jika sudah begitu akhirnya Allan, akan kembali bersikap sewajarnya.
"Sayang aku rindu"ucap Allan.
"Belum rindu mas"jawab Bintang.
Mungkin jika ada orang lain di rumah besar itu akan terkekeh geli saat melihat ekspresi wajah mereka berdua.
Tapi semua itu, merupakan hiburan tersendiri bagi Allan dan Bintang.
Karena biar bagaimanapun juga mereka hanya tinggal berdua tidak ada sanak saudara sama sekali, mereka benar-benar memulai hidup dari nol.
Allan, sengaja menjauh dari keluarga nya, agar hidupnya . bisa berdampingan dengan Bintang yang sebatang kara di dunia ini.
Saat ini kandungan bintang sudah menginjak trimester kedua, wanita itu sudah mulai bisa beradaptasi dengan kehamilan nya, pria yang selama ini menjadi suami nya itu bahkan lebih banyak perhatian padanya.
"Sayang aku pulang lihat aku bawa apa? untuk mu"ucap Allan yang baru tiba di depan pintu masuk, tapi dia begitu terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini, Bintang tengah menangis sesenggukan bahkan terlihat sangat terpukul Allan langsung bergegas berlari menghampiri istrinya saat itu juga dan melempar apa? yang ia bawa.
"Ada apa? dengan mu honey"ucap Allan yang kini memeluk erat tubuh yang terlihat rapuh itu.
"Irene mas...hik...hiks.. Irene diambil oleh keluarga Salsabila secara paksa tadi, aku tidak sanggup kehilangan dia mas...hik... hik... dia putri ku hi... dia putri kita"ucap Bintang.
"Sabar Yang... tenangkan diri mu jangan sampai mengganggu kesehatan putra kita"ucap Allan.
"Tapi mas... aku tidak mau kehilangan Irene dia putri ku mas dia putri ku!"ucap Bintang yang kini semakin histeris.
"Iya mas juga tau dia putri kita mas, juga tidak ingin kehilangan dia, kita akan upayakan agar Irene kembali pada kita, tapi biar bagaimanapun juga kita harus kuat untuk menghadapi ini"ucap Allan.
"Aku tidak ingin kehilangan putri kita mas"ucap Bintang.
"Iya sayang iya, sudah ya kita harus berpikir jernih, agar tidak ada gangguan pada putra kita nanti, mas akan upayakan agar Irene segera kembali"ucap Allan.
"Iya mas"ucap Bintang yang mulai bisa tenang.
"Allan teringat akan yang iya bawa tadi dia segera mengambil paper bag yang ia bawa tadi ia melihat isi di dalam nya beruntung tidak sampai rusak dalam nya, coklat stroberi itu kini sudah berada di hadapan bintang dengan kemasan super mewah karena itu adalah coklat premium.
"Heumm... coklat nya cantik Sayang ayo di coba dulu"ucap Allan.
Allan langsung pergi membawa Bintang untuk beristirahat di dalam kamar nya itu.
Setelah beberapa kali mencoba coklat yang Allan suap kan pada bintang wanita itu sudah kembali terlihat lebih baik, meskipun kesedihan itu tetap ada, siapa? yang akan kuat jika mereka kehilangan putri kesayangan nya. meskipun Irene bukan darah daging nya, tapi bayi malang itu sudah dibuang oleh ibunya dan keluarga ibunya sejak dia lahir, setelah Bintang berjuang untuk membesarkan putri angkat nya itu yang kini genap berusia satu tahun itu akhirnya diambil oleh mereka.
Mereka sudah sangat dekat bahkan ikatan batin diantara ketiganya itu sudah jauh lebih kuat.
Irene bahkan sudah masuk kartu keluarga Allan dan Bintang, tercatat sebagai putri pertama mereka.
Kini Bintang benar-benar tengah diuji kesabaran nya karena kehilangan Irene.
__ADS_1