
Allan dengan setia menunggu dokter yang kini masih menangani istrinya itu.
Tidak sampai sepuluh menit kemudian seorang dokter keluar dari dalam IGD.
"Keluarga nyonya Bintang"ucap dokter yang menangani bintang.
"Saya sendiri dokter"ucap Allan.
"Istri anda harus segera ditangani di ruang operasi saat ini juga bayi yang berada dalam kandungan nya harus segera diselamatkan, usia kandungan nyonya bintang saat ini sudah hampir delapan bulan jadi tidak ada masalah jika bayinya lahir lebih awal hanya saja ada masalah dengan nyonya bintang dan saya juga tidak bisa menjamin bisa selamat kedua-duanya, saya butuh persetujuan sekarang"ucap dokter tersebut.
"Tapi dok tolong selamatkan keduanya, saya tidak bisa kehilangan mereka"ucap Allan.
"Kami akan berusaha, dan kita harus pasrahkan semua nya pada yang mahakuasa"ucap sang dokter.
Allan langsung menandatangani berkas tersebut, karena keadaan bintang yang benar-benar sudah sangat kritis, entah apa? yang sebenarnya terjadi saat ini.
Allan berlari menuju ruang tunggu depan ruang operasi saat ini dia mondar-mandir sambil membaca doa, meminta keselamatan untuk kedua orang yang sangat ia cintai.
Sampai akhirnya dua orang perawat keluar membawa bayi laki-laki yang kini terlihat sangat tampan dan menggemaskan tapi sayang keadaan nya, sedikit lemah, mungkin karena kurang asupan nutrisi, setelah Bintang merajuk dia bahkan tidak mau makanan sedikit pun.
"Suster bagaimana keadaan istri saya"ucap Allan.
"Nanti dokter yang akan menjelaskan itu bukan wewenang saya dan saya harus segera melakukan pertolongan pertama untuk bayi anda segera ucap suster tersebut.
Keduanya langsung berlari mendorong boks bayi, membawa bayi tersebut kedalam ruang perawatan yang kini tengah ditunggu oleh dokter spesialis anak.
Allan berlari mengikuti langkah mereka, sampai di dalam ruangan tersebut terlihat mereka memasang infus pada bayi yang baru terlahir ke dunia itu.
"Suster namanya adalah Alvian Abraham"ucap Allan.
"Baiklah tuan"ucap suster tersebut Allan langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju, ruang operasi, saat itu juga dia melihat istrinya yang sudah di bawa keluar bintang masih dalam keadaan kritis.
Allan, langsung mengikuti langkah mereka, sambil memanggil nama Bintang.
"Bintang maafkan mas sayang buka mata mu lihat putra kita begitu menggemaskan namanya Alvin dia sangat membutuhkan mu, dan kita"ucap Allan lirih.
Allan duduk di depan ruang NICU, saat ini karena dokter tidak mengijinkan dia untuk masuk kedalam.
"Tuan putri anda masih belum anda lihat nyonya bintang sempat memeluk putri nya sebelum dia tak sadarkan diri.
"Apa putri"tanya Allan.
"Ya, apa? selama ini anda tidak tahu jika anak anda kembar satu pasang laki-laki dan perempuan"ucap dokter tersebut.
Allan selalu meminta bintang untuk tidak melihat jenis kelamin dan bayi nya dan saat di USG, saat itu juga hanya ada satu bayi.
Allan kembali bergegas menuju ke ruang bayi dan tampak lah seorang bayi kembar laki-laki dan perempuan dalam inkubator yang berbeda.
"Aurelia Abraham"ucap Allan.
"Terimakasih tuhan atas segala karunia mu tolong berikan umur panjang untuk ketiganya termasuk istri hamba"lirih Allan yang saat ini tengah menatap kearah kedua anak nya itu.
Lima jam berlalu saat Allan kembali ke ruangan tersebut tiba-tiba saja ia melihat istrinya kembali di bawa keluar dari ruangan tersebut.
Allan melihat istrinya sudah membuka mata meskipun dalam keadaan lemas tapi dokter menyarankan Bintang sudah melewati masa kritis nya, saat ini dia sudah bisa di pindah ke ruang rawat inap meskipun keadaan tersebut akan terus di pantau oleh dokter.
Bintang kini tengah menatap lekat wajah Allan yang menangisi nya pria itu terlihat begitu mencemaskan keadaan nya, Allan bahkan sudah berulang kali meminta maaf kepada Bintang saat ini.
Allan berulang kali mengatakan jika dirinya begitu mencintai Bintang dan kedua anak mereka.
"Sayang putri kita begitu cantik, dan wajah nya begitu mirip dengan ku, sementara putra kita sangat tampan dan begitu mirip kita berdua"ucap Allan.
"Dimana mereka mas, aku ingin bertemu dengan mereka"ucap bintang lirih.
__ADS_1
"Di ruang perawatan sayang kita akan menemui mereka setelah keadaan mu stabil"ucap Allan.
"Tidak bisakah mereka dipindahkan ke sini"ucap Bintang.
"Baiklah nanti mas akan bilang pada dokter nya"ucap Allan.
"Aku mau nya sekarang mas, aku tidak sabar ingin melihat mereka berdua"ucap Bintang.
"Baiklah sayang"ucap Allan yang kini menitipkan istrinya itu pada perawat yang berjaga di sana.
Allan berjalan menuju ruang dokter spesialis anak, dia akan meminta kedua anak nya dirawat di dalam ruang rawat VIP, bareng Bintang.
Dokter pun mengurus semua nya hingga akhirnya keadaan kedua bayi Bintang bisa di pindah saat itu juga.
Allan begitu mengucap syukur, saat ini seberapa besar pun perusahaan yang ia miliki, dan seberapa banyak pun uang yang Allan miliki, tidak bisa menebus kebahagiaan nya saat ini.
Seperti halnya Bintang, yang kini tengah menatap lekat kedua anak nya itu, ada semangat yang begitu besar yang terlihat dari dalam diri Bintang saat ini.
"Sayang cepat sembuh ya, agar kita bisa sama-sama membesarkan kedua anak kita"ucap Allan.
"Iya mas, aku sudah tidak sabar untuk merawat mereka dengan tangan ku sendiri"ucap Bintang.
Bintang pun kini kembali beristirahat setelah meminum obat nya.
Sementara Allan kini tengah duduk di antara kedua inkubator tersebut.
"Sayang Daddy, sangat senang karena kalian berdua telah lahir dalam kami sangat menantikan kehadiran kalian berdua"lirih Allan.
Allan kini berbalik pada Bintang dan mengecup bibir istrinya itu setelah itu berucap terimakasih yang sangat besar yang tuhan berikan kepada nya lewat istri kesayangan nya itu.
Satu Minggu telah berlalu kini mereka sudah kini sudah berada di rumah milik mereka Allan langsung mengadakan pesta penyambutan kedua anak nya itu.
Saat itu Adri datang, tapi tidak dengan Deswita, dia datang sendiri.
Adri begitu bahagia saat melihat kedua cucunya itu, apalagi saat melihat Alvin, pria paruh baya itu terlihat jatuh cinta pada Alvin dan juga Aurelia.
"Daddy jangan sembarangan bicara, Allan tidak ingin daddy pergi sebelum Allan bisa membuat daddy bahagia"ucap Allan.
"Daddy, sudah jauh lebih bahagia saat melihat mu sehat dan baik-baik saja, apa lagi ditambah kehadiran kedua cucu Daddy"ucap Adri.
Bintang yang kini tengah duduk di samping Allan dirinya merasakan kasih sayang Adri, yang begitu besar untuk suaminya itu, meskipun Allan bukan satu-satunya anak Adri, selama ini.
......................
Jika saat ini Allan tengah berbahagia, tapi tidak dengan Salsabila, suami nya yang lebih pantas di panggil ayah itu kini tengah berada di dalam kamar nya bersama dengan istri tua nya, mereka memang tinggal satu atap selama ini dan Salsabila, harus menjadi pembantu bagi mereka, meskipun secara tidak langsung.
Karena mereka bertiga selalu berkata tolong pada Salsabila, yang kini tengah sama-sama mengandung anak dari pria tua yang kaya raya itu.
Meskipun hidup berkecukupan tapi Salsabila tidak bisa bahagia selain tidak cinta dia juga benci pada suaminya yang lebih tua dari Allan.
Hari-hari yang dilalui oleh Salsabila saat ini merupakan hari yang paling buruk meskipun pria tua itu begitu memanjakan dirinya.
Sementara itu di kediaman Sanum, dan Kenzie.
Kini tengah merayakan ulang tahun kedua putranya, mereka begitu bahagia dari saat memulai hingga pesta itu berakhir, kali ini Kenzie tidak memberikan mereka mainkan yang cukup membuat keduanya kapok untuk memberikan nya lagi, kali ini untuk pertama kalinya mereka memberikan sepeda dengan roda tiga, untuk bermain sambil berolahraga di mention yang luas itu.
"Sayang kamu harus pastikan sepeda itu benar-benar aman untuk kedua putra kita"ucap Sanum.
Sanum masih sangat khawatir.
"Tenang sayang kali ini ada empat orang yang akan menjaga putra kita"ucap Kenzie.
"Owh baiklah sayang jika seperti itu aku bisa beristirahat dengan tenang hari ini"ucap wanita cantik itu, sambil mengusap perut nya yang sudah membuncit.
__ADS_1
Sementara Mikaila, putri pertamanya kini sudah kelas satu SMA, gadis manis itu begitu cepat bertumbuh.
Bahkan kecantikan gadis itu, sudah tidak diragukan lagi, Mikaila yang saat ini tinggal bersama dengan mereka sudah berulang kali di lamar oleh para pengusaha sukses yang masih sangat muda itu, pada Kenzie namun semua Kenzie tolak karena putri sambungnya itu, masih terlalu muda.
Seperti saat ini Mikaila yang tengah duduk bersama dengan kedua adiknya, setelah acara ulang tahun mereka selesai dia tengah di tatap oleh beberapa orang tamu yang masih berada di sana tengah mengobrol dengan Kenzie.
pria itu bernama Gidion Alvaro, pria bule berusia dua puluh empat tahun, pemuda yang baru terjun ke dunia bisnis untuk menggantikan posisi ayahnya itu, kini terpesona dengan gadis cantik yang ada di hadapannya.
Pria itu bahkan mengira jika Mikaila, sudah berusia dua puluh tahun, dilihat dari postur tubuh nya, yang tinggi dan berpengalaman elegan itu.
Pria itu membayar seorang pelayan untuk mencari tahu nomor nona muda nya itu sekaligus akun sosial media nya.
Sampai ia dapat semua yang dia inginkan akhirnya gadis itu kembali ke tempat tinggal nya.
Sebuah apartemen mewah, yang ia tempati saat ini menjadi pilihan untuk nya tinggal bagaimana pun tempat itu begitu strategis dari arah manapun tidak akan pernah terjebak macet disaat dia tengah buru-buru untuk masuk kantor.
Sesampainya di sana pria yang akrab di sapa Dion, tersebut kini tengah berselancar di dunia maya, dia ingin mencari tahu tentang gadis itu.
Hingga akhirnya sebuah akun Instagram milik Mikaila muncul, gadis yang sering memposting aktivitas nya, saat tengah berada di sekolah elit nya itu, mampu membuat Gidion cemburu. pasalnya gadis itu tengah berfoto bersama dengan teman cowok nya yang entah pria yang mana karena di sekeliling nya banyak teman cowok nya itu.
"Ternyata masih ABG bau kencur, tapi aku sangat menyukai mu, kamu pantas untuk diperjuangkan cinta"ucap Gidion Alvaro.
Pria itu bahkan tau dimana gadis itu sekolah, saat ini, dia akan mengajukan diri sebagai sopir pribadi, untuk gadis yang kini menjadi incaran nya.
Gidion, adalah anak kedua dari dua bersaudara, dia memiliki kakak perempuan, yang kini tengah berada di Belanda, mengikuti suaminya, sementara dia sendiri tidak bisa melanjutkan cita-cita nya untuk menjadi seorang tentara.
Ayah nya hanya memiliki dirinya untuk menjadi penerus bisnis keluarga nya itu.
Keesokan paginya, dia sudah bersiap untuk pergi ke kantor, tapi sebelum itu, dia akan memastikan pujaan hati nya itu, pergi sekolah dengan selamat tanpa gangguan dari pria manapun, tapi saat Gidion tiba di depan sekolah Mikaila.
Dia melihat pria yang merupakan kakak kelas Mikaila, tersenyum manis kearah gadis itu.
Tangan kanan nya mengepal kuat, dia langsung turun dari mobil nya, saat semua mobil sudah terparkir rapi di sana.
"Heumm!"Gidion Alvaro berdehem keras.
"Sayang,,, sepertinya pertunangan kita harus segera di laksanakan deh soalnya terlalu banyak lalat nakal"ucap Gidion, tanpa basa-basi.
"Maaf, om ini siapa?"tanya Salsabila.
Sementara Gidion, hanya membalas dengan senyuman manis yang memabukkan itu, lalu kemudian ia berkata"Kamu tidak ingat pesta pertemuan kedua keluarga kita semalam"ucap Gidion, yang kini memperlihatkan sebuah foto keluarga, yang terdapat dirinya dan Gidion. meskipun tidak berdekatan tapi itu cukup untuk memberikan bukti bahwa diantara mereka telah mengadakan pertemuan.
"Jangan mengada-ada ya, saya ini baru tujuh belas tahun, dan baru mau kelas dua SMA, bagaimana bisa saya bertunangan dengan anda"ucap Mikaila.
"Perlu aku telpon Daddy Kenzie untuk membuktikan nya"ucap Gidion.
"Mikaila ternyata kamu tega mengkhianati cinta ku"ucap pemuda itu.
"Kak Al, aku"
"Sayang cepat masuk kamu harus segera belajar dengan rajin agar saat lulus nanti kita akan segera menikah"ucap pria itu datar.
"Owh my God"ucap gadis itu sambil pergi meninggalkan Gidion, karena sudah tidak tahan dengan ucapan pria asing baginya itu.
"Belajar yang rajin agar secepatnya bisa menikah"ucap Gidion tanpa dosa.
Dua hari kemudian Gidion yang baru kembali dari luar negeri karena urusan bisnis, pria itu langsung menemui Mikaila di sekolah tersebut sambil membawa sebuah paper bag berisi sesuatu, sementara satu lagi hand bag, berisi sebuah topi pasangan berwarna putih terlihat sangat menarik dan akan sangat cocok untuk di pakai oleh Mikaila dan juga Gidion.
Gadis cantik itu terpaksa menemui pria itu yang kini singgah di parkiran, dan scurity yang mencari nya langsung hingga. membuat Mikaila malu karena teman-teman nya, mengejek dirinya memiliki sugar Daddy, padahal tidak terbersit sedikit pun untuk memiliki apa? yang mereka katakan karena dia sudah bergelimang harta sejak kecil.
"Ada apa lagi"tanya Mikaila.
"Apa? tidak boleh menemui calon tunangan nya sendiri"ucap Gidion
__ADS_1
"Om sedang bermimpi di siang bolong, bagaimana bisa ada Calon tanpa persetujuan pasangan nya.
"Seperti ini"