Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Bahagia#


__ADS_3

Satu tahun berlalu sejak Julia memutuskan untuk menikah dengan pria tampan yang berstatus duda.


Dia adalah Vino yang selama ini selalu menjaganya pernikahan mereka berjalan dengan bahagia.


Bahkan lancar hingga saat kedua bayi kembar itu lahir kedua bayi laki-laki yang sangat tampan kedua bayi itu mirip sekali seperti ayahnya Gideon.


Namun mereka tidak pernah memberitahukan kelahiran kedua bayi kembar itu pada ayahnya karena Julia tau jika Gidion sudah memiliki anak lain dari istrinya.


Vino memutuskan untuk menjadi Ayah sambung dari kedua anak laki-laki itu.


Dan Vino tidak pernah membedakan antara anak kandungan atau anak sambung. kasih sayang Vino begitu besar terhadap kedua bayi laki-laki tampan itu.


Sampai saat Julia kembali mengingat tentang masa lalunya wanita itu pun memasrahkan semuanya kepada Vino yang telah mengambil keputusan untuk menikah dengannya.


Karena sampai kapanpun dia dan Gideon tidak akan pernah bersatu.


Karena yang Julia tahu pria itu kini sudah mempunyai anak perempuan dari istrinya Inara.


Dan untuk putranya dia tidak akan pernah memberitahukan pada Gideon biarlah waktu yang akan menentukan semuanya.


Saat ini mikayla atau Julia. tengah menikmati indahnya kehidupan berumah tangga bersama dengan pria tampan dan begitu sukses itu.


Vino adalah pria yang paling baik yang Julia kenal sejak dia mengalami kecelakaan.


Vino selalu berada di sisinya sampai saat ini dia masih selalu yang terbaik bagi Julia.


Pria itu akan berangkat bekerja setelah membawa kedua putranya bermain di taman belakang sambil berolahraga pagi bersama sambil berjemur dengan keduanya.


Sementara Julia akan sibuk menyiapkan sarapan pagi. setelah menyiapkan pakaian kerja untuk Vino.


Sehari-hari aktivitasnya seperti itu. Julia saat ini sudah menjadi seorang ibu untuk ketiga anak dan juga seorang istri lagi Vino.


Dan pria itu semakin bersyukur karena setelah kelahiran kedua Putra pertama mereka saat ini Julia tengah hamil anak Vino dengan usia kandungan menginjak 3 bulan karena memang Julia memutuskan untuk tidak menggunakan alat pencegah kehamilan atau kontrasepsi lain.


Dia tidak ingin Vino hanya fokus dengan kedua putranya saja. dia ingin Vino juga bahagia saat saat ia memiliki anak kandung mereka berdua.


Dan kebahagiaan itu semakin dirasakan oleh Vino setelah melihat satu janin yang begitu diharapkan oleh Vino yang akan lahir dari wanita yang sangat ia cintai.


Meskipun janin itu belum diketahui jenis kelaminnya namun keduanya tidak mau berharap jenis kelamin calon bayi mereka laki-laki atau perempuan sama saja baginya.


Itu adalah bagian dari sebuah anugerah terindah yang Tuhan berikan untuknya Vino semakin bersemangat dalam menjalani hari.


Dan setiap hari dia akan membawakan sesuatu untuk istri dan kedua Putra disambungnya itu.


Sementara Sanum setiap satu bulan sekali dia akan datang menemui mereka bersama dengan Kenzie dan juga ketiga anak mereka yaitu adik dari Julia.


Sampai saat ini semuanya berjalan normal dan kini pun mereka masih tinggal di negara tempat terakhir Julia dibawa oleh keluarga Wilson yang kini menjadi bagian dari keluarga Julia.


Sementara Zaid di saat ini dia tengah dipusingkan dengan kehadiran seorang wanita di sisinya.

__ADS_1


Gadis yang ia temukan di sebuah gedung tua tepat di mana beliau menyimpan semua barang-barangnya.


Tempat penyimpanan barang terlarang miliknya Zaid.


Saat itu dia tidak sengaja menemukan seorang gadis yang mungkin sedang tersesat dan kelihatannya gadis itu sungguh sangat polos dan tidak terlihat seperti gadis normal pada umumnya.


Namun karena rasa kasihan dia pun membawa gadis itu pulang ke tempat di mana markas mereka berada.


Saat itu Zaid meminta seseorang untuk membantu wanita itu membersihkan diri karena dilihat dari pakaian yang sudah sangat kotor dan lusuh.


Namun dia bukan pasien rumah sakit jiwa yang kabur melainkan seperti korban-dari sebuah kecelakaan.


Setelah ditelusuri ternyata dia adalah seorang anak dari salah satu musuhnya yang kabur karena anak itu memiliki masalah dengan ingatannya.


Gadis yang masih berusia sekitar 20 tahun itu terlihat begitu cengeng dan sangat sulit untuk dikendalikan.


Karena sifatnya mungkin sudah mendarah daging seperti itu saat Zaid bicara sedikit lebih keras saja dia menangis sampai berguling-guling seperti anak kecil.


Dan saat itu juga Zaid teringat dengan ucapan Vino yang mengutuknya bahwa dia akan mendapatkan wanita cengeng seperti yang dikatakan pria itu hingga akhirnya jahit pun datang menemui Vino.


Pria itu bahkan marah se marah-marahnya meskipun kemarahannya bukanlah sebuah keseriusan.


Dia hanya kesal dengan kutukan yang dilontarkan oleh Vino saat itu.


Karena telah menjadi kenyataan Gadis itu benar-benar nyata ada di depannya bahkan Zaid tidak segan-segan membawa Gadis itu untuk dirawat oleh Vino sebagai hukuman karena telah mengutuknya.


Padahal dia adalah wanita yang sangat lembut dan pengertian hanya saja saat ini kondisi mood Julia yang kadang berubah-ubah karena hormon kehamilannya.


Hingga Vino tertawa lepas dan sangat puas karena ternyata perkataannya itu sangat mujarab.


Dia sering mengejek Zaid setiap kali mereka bertemu karena saat ini mereka sedang membangun sebuah resort di sebuah pulau pribadi.


Yang akan mereka gunakan setiap kali berlibur wanita cantik yang kini tengah mengandung itu dia meminta sebuah tempat yang indah untuk mereka berbulan madu nanti.


Karena selama pernikahan mereka belum pernah berbulan madu di suatu tempat yang indah dengan view yang sangat menggoda iman.


Sementara Zaid saat ini tengah menunggu gadis yang baru saja menginjak dewasa itu di depan ruang ganti di sebuah pusat perbelanjaan setelah Dia memutuskan untuk merawat anak gadis itu.


Karena setelah telusuri kembali orang tuanya sudah berpindah-pindah entah ke mana. Dan dia tidak ingin ambil pusing.


Sudah cukup pusingkan dengan keseharian gadis itu yang super manja dan sangat cengeng.


Bahkan dia selalu minta Zaid untuk menyuapinya.


"Apa kau tidak punya tangan hingga aku harus menyuapimu setiap kali kau makan! tidakkah kau punya otak untuk berpikir karena kau itu bukanlah anak kecil kau sudah dewasa."ujar Zaid sambil menatap tajam ke arah gadis itu.


Bukan tanpa alasan Zaid itu marah. mereka tengah berada di tengah-tengah orang banyak.


Karena saat ini mereka telah makan di sebuah restoran berbintang penyesalan Zaid karena dia tidak memilih ruang VIP untuk makan bersama dengan gadis cengeng itu.

__ADS_1


Karena sampai saat ini Gadis itu tidak pernah memakan jika Zaid tidak menyuapinya. Gadis itu merengek membuat kepala Zaid seakan ingin pecah.


Gadis itu bernama Una, alias Luna .Luna yang begitu manja membuat dia itu semakin kesal dibuatnya.


Karena kegiatan Zain bukan hanya mengurusi dirinya. tapi juga banyak hal yang harus dia kerjakan.


Namun Gadis itu tidak pernah mau ditinggal jauh olehnya. seakan Dia adalah seorang induk ayam yang selalu diikuti oleh anaknya kemanapun.


Dan itu cukup membuat Vino tertawa terbahak-bahak setiap kali bertemu dengan Zaid kini dialah yang sering mengejek Zaid kapanpun itu.


Karena Zaid tidak pernah jauh dari Luna yang selalu ikut kemanapun pria itu pergi


"Tertawalah sepuasmu sebelum tertawa itu dihentikan."ujar Zaid yang kini melotot ke arah Vino.


"Aku tidak menyangka ternyata bibirku ini sangatlah mujarab, dan seharusnya kau berguru kepadaku karena dengan begitu seluruh musuh mu semua akan hancur jika ucapanku adalah doa." ujaran Vino sengaja menggoda Zaid yang kini tengah melotot tajam ke arahnya.


Sementara pria itu masih diam seribu bahasa menahan kesal di dadanya.


"Luna bisakah kau menjauh sedikit saja lihatlah aku menjadi bahan ejekan temanku sendiri gara-gara kau." kata Zain sambil melotot tajam ke arah Luna yang langsung menangis histeris.


"Kau jahat uncle,,, kau selalu membentak ku hiks,,, hiks,,, kau tidak tampan lagi saat kau marah."ujar gadis polos itu.


"Diam Luna rasanya kepalaku akan pecah jika seperti ini terus,,, Tuhan hukuman ini sungguh sangat berat lebih baik aku mengurus lima anak kecil daripada harus terus berurusan dengan gadis ini."ujar Zaid.


"Hahaha,,, itu akan kau dapatkan setelah kau tidur dengan nya,,, kenapa? tidak kau asah bakat mu dengannya mungkin dia akan menjadi dewasa setelah merasakan semua itu."ujar Vino sambil cengengesan.


"Kau gila ya,,, aku tidak pernah bernafsu saat melihat gadis setengah seperti dia."ujar Zaid.


"Uncle aku tidak cacat tubuh ku utuh apa? uncle sudah katarak."ucap gadis itu dengan polosnya tiba-tiba saja dia berhenti menangis.


Zaid tidak menjawab dia hanya mengepalkan tangannya.


"Luna,,, kau tau ini apa? bukan."ujar Zaid.


"Tentu saja tau itu pistol mainan, aku sering main yang asli milik Daddy, bahkan aku sering menembaki anak buah Daddy hingga mereka berakhir di rumah sakit. yang terakhir dia langsung menghadap Tuhan."ujarnya yang membuat kedua pria itu kaget dan saling tatap.


"Wah ini sih,,, mesin pembunuh bro."ujar Vino.


"Itulah kenapa? gue selalu mempertahankan dia di sini karena gue yakin dibalik setengah otaknya itu ada rahasia besar yang dia simpan."ujar Zaid.


"Selain itu dia juga sangat cantik,,, apa? kau tidak perhatikan itu."goda Vino yang kini mengedip kan matanya.


"Apa? kau sudah bosan hidup."ujar Zaid.


Mereka terus berbincang soal Luna dari sejak pagi hingga siang hari sampai saat mereka tiba di rumah Vino. ketiganya disambut oleh Julia yang baru saja selesai masak makan siang.


Dan mereka pun memutuskan untuk makan siang bersama. tapi saat Luna melihat kedua bayi kembar yang tengah asik bermain dengan tumpuk mainannya di depan televisi.


Gadis itu tiba-tiba berlari dan menghampiri mereka dan ikut bergabung bermain bersama dengan mereka seperti layaknya anak kecil pada umumnya dia bahkan berbicara seperti anak yang baru berusia 5 tahun saat ini semua orang telah menetap ke arahnya saya akan terbawa suasana.

__ADS_1


__ADS_2