
"Kamu kenapa? honey apa??aku menyakiti mu"ucap Kenzo.
"Aku tidak apa-apa"jawab Mariana.
"Mari, kamu tidak bisa membohongi ku, aku tau pilihan ini sangat sulit untuk mu, tapi percayalah aku sangat mencintaimu dan akan berusaha membuat mu bahagia"ucap Kenzo.
"Bahagia, ya ya bahagia, anggap saja begitu aku akan selalu bahagia dan akan menghabiskan uang mu hingga tak bersisa lagi, dan aku tidak akan pernah mati penasaran jika sewaktu-waktu mereka menghabisi ku"ucap Mariana, seakan sudah tidak lagi ada harapan baginya.
"Mari kamu tau seberapa banyak uang ku , kamu sendiri bahkan tidak akan pernah mampu untuk menghabiskan semua nya"ucap Kenzo yang sengaja menyombongkan diri.
"Jika kamu punya banyak uang kamu bisa membeli wanita manapun, tapi kenapa? harus aku yang bahkan sudah berstatus janda"ucap Mariana yang langsung pergi menuju balkon, tanpa menggunakan baju hanya menggunakan bathrobe, beruntung saat ini dia tengah berada di tengah hutan Mariana, tidak perlu merasa risih.
Kenzo langsung menyusul Mariana, dan langsung memberikan pelukan hangat dari arah belakang.
"Semua karena aku begitu mencintai mu apa? kamu mengerti"ucap Kenzo.
Mariana hanya diam mematung wanita itu sangat kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Kenzo.
"Besok kita akan melangsungkan pernikahan disini dan hanya akan dihadiri oleh teman dekat mu, dan juga asisten pribadi ku, satu lagi Lion"ucap Kenzo yang langsung mencium tengkuk leher Mariana, yang kini berusaha melepaskan diri.
"Ken, kamu jangan begini"ucap Mariana yang tidak tahan dengan sentuhan lembut itu.
"Aku suka dengan panggilan baru mu sayang tetap lah seperti itu, aku sangat mencintaimu, dan kamu akan menjadi ibu dari anak-anakku, maafkan aku jika kita menikah dengan gelar ku, yang hanya sebagai orang biasa di catatan akta perkawinan kita, itu semua aku lakukan demi keamanan mu, tapi perlu kamu tau Nyona Kenzo tanpa Georgio, uang hasil kerja keras ku selama ini akan berpindah ke tangan mu, dan kamu masih bisa hidup mewah dengan itu, ini adalah rumah pertama kita.
setelah anak kita lahir kita akan pindah ke luar negeri, dan membuka perusahaan besar di sana" ucap Kenzo lirih.
"Aku tidak butuh semua itu, Ken, aku hanya ingin hidup damai dengan keluarga kecil ku"ucap Mariana.
"Tentu saja Sayang ku"ucap Kenzo, yang semakin senang karena saat ini, pria itu bisa berkelana di bagian dada dan perut.
Mariana langsung menghentikan aksi Kenzo, dengan alasan belum sah, dan pria itu hanya cemberut dan langsung mengajak Mariana tidur.
mereka pun tertidur hanya berpelukan tapi tidak melakukan hal lain nya, mereka ingin melakukan itu setelah hari ini, hari yang Kenzo tunggu-tunggu.
pagi-pagi sekali Mariana, sudah bersiap dan sudah dirias dengan sangat sempurna, oleh MUA ditemani oleh Deswita yang datang bersama dengan asisten pribadi Kenzo, wanita itu benar-benar kaget mendengar berita tersebut, bahwa sahabat nya akan menikah di hari ini.
Deswita sendiri sudah bisa menebak bahwa selama ini Mariana dan Kenzo memiliki hubungan spesial di belakang , Deswita tidak mengira wanita yang sudah seperti saudara nya sendiri, ternyata menikah dengan seorang Milioner.
"Saudara ku, yang cantik dan satu-satunya di dunia ini, ingat ya jika kalian berbulan madu ke Maldives jangan lupa ajak, aku tidak masalah meskipun hanya dijadikan obat nyamuk sekalipun yang penting gue bisa ikut liburan"ucap Deswita, yang kini tersenyum manis pada Mariana.
"Baiklah tapi tolong gantiin gue untuk jadi manten ,biar Lo bisa berbulan madu sekaligus jadi istri Milioner"ucap Mariana.
"Sinting Lo, yang ada bukan nya bulan madu yang ada gue saat itu sedang upacara kremasi jenazah"ucap Deswita.
"Masa sih"ucap seseorang yang tidak lain adalah asisten pribadi Kenzo.
"Nona, semua nya, sudah siap ayo ikut saya"ucap sang asisten, dan Mariana berusaha untuk bangkit namun gaun pengantin itu memiliki panjang yang sangat lumayan, hingga menyulitkan Mariana untuk berjalan dengan perlahan dibantu oleh Deswita dan juga sang asisten nya .
sesampainya di lantai bawah, Deswita begitu terkejut melihat banyak orang yang menyaksikan ijab Kabul mereka entah dari mana saja mereka berasal.
tidak hanya itu panggung yang disiapkan khusus untuk acara ijab Kabul pun terlihat sangat megah dengan jutaan bunga segar, entah kapan mereka mengerjakan semua itu, dan di samping kiri ada pelaminan yang sangat indah dengan perpaduan warna yang sangat elegan, Kenzo benar-benar menyiapkan ini semua dan Mariana tidak pernah tau itu.
__ADS_1
semua orang sudah duduk di kursi masing-masing untuk menyaksikan ijab Kabul, dan tidak butuh waktu lama kata sah itu terucap setelah ikrar janji suci itu terucap di depan semua orang, Kenzo hanya butuh satu kali tarikan nafas, setelah maskawin yang begitu fantastis itu disebut kan oleh nya hingga semua orang melongo tak percaya.
Mariana hanya mampu berurai air mata, tangis pilu itu jatuh tatkala, ia bersalaman pada sahabat nya Deswita, jika dulu pernikahan nya dengan Dion, masih bisa disaksikan oleh kedua orang tua nya yang masih belum di kubur, saat ini bahkan keduanya tidak ada disampingnya, Mariana benar-benar merasa sangat sedih.
wanita itu semakin menangis saat melihat Lion yang datang di bawa oleh Kenzo, yang tadi sempat pergi.
Mariana, langsung menghambur memeluk dan mencium Lion, bahkan semua tamu undangan merasa sangat takjub dengan interaksi Lion, dengan singa itu.
"Lion sayang Mari sudah menikah lagi, dan sekarang dia yang menjadi suami Mari, tolong sampaikan kepada ayah bahwa saat ini aku baik-baik saja karena sudah ada pria yang akan menjaga Mari , sampai ajal Mari tiba"ucap Mariana.
"Yang ayo dong, jangan menangis terus, kita harus segera bersiap untuk duduk di pelaminan dan menerima tamu undangan"ucap Kenzo lembut.
"Baiklah tapi aku mohon, jangan menjauhkan aku dari Lion, hanya dia yang bisa membuat aku tenang"ucap Mariana.
"Tentu tapi Lion akan berada di dalam kandang nya, dan kamu masih bisa melihatnya dari sana"ucap Kenzo.
Mariana pun mengangguk tanda setuju.
MUA langsung membetulkan riasan wajah Mariana yang sedikit berantakan karena tangis nya.
Deswita pun kini berdiri di samping asisten pribadi Kenzo, sama-sama menyambut tamu, mereka berdua berasa menjadi orang tua dari kedua mempelai, tapi sesekali asisten Kenzo mencuri-curi pandang pada wanita yang kini berada di samping nya.
Mariana pun terus tersenyum sambil menyambut tamu dari berbagai kalangan, hanya saja mereka hanya tau Kenzo, adalah seorang pengusaha sukses, tidak tau Kenzo anak pemilik bang Suwarta yang cabangnya ada di berbagai negara.
š¹šššš¹
pernikahan telah selesai dilaksanakan hari ini dengan sakral, dan berlangsung lancar, pria itu kini sudah membopong istrinya kedalam kamar mereka.
"heummm, baik'lah mas"ucap Mariana.
"Ya sayang apa perlu bantuan untuk membuka gaun itu"tanya Kenzo.
"Tentu saja, karena tadi mereka yang mengurus semua ini"ucap Mariana.
Kenzo, perlahan mendekat menghampiri Mariana dia langsung memeluk wanita yang baru saja menjadi istri nya, saat ini.
"Aku mencintaimu"ucap Kenzo.
"Terimakasih"balas Mariana.
"Heummm... apa? dia pernah melakukan hal ini"ucap Kenzo.
"Apa? yang kamu katakan"ucap Mariana.
"Aku bertanya apakah? dia melakukan hal ini, saat pertama kali"ucap Kenzo yang tidak pernah bisa melanjutkan kata-katanya, karena takut menyinggung perasaan Mariana.
"Maksud mas, malam pertama"ucap Mariana, dan Kenzo pun mengangguk.
"Dia melakukan hal itu, setelah satu tahun pernikahan, dan hal itu dilakukan saat dia mabuk karena patah hati, kekasih nya yang sekarang menjadi istri nya, meminta dia memilih antara aku dan dirinya, dan disaat Dion, bilang bahwa dia memilih dia, Dion diminta untuk menceraikan ku, tapi karena saat itu kondisi kakek Dion, sedang tidak baik-baik saja akhirnya Dion, pun berhenti menemui nya, tapi saat kami hendak makan diluar, setibanya di restaurant tersebut, Dion melihat wanita itu tengah bersama seorang pria yang pastinya bukan saudara juga bukan sahabat, Dion langsung pergi begitu saja dari ku, tapi dia juga tidak menghampiri wanita itu, dan aku ditinggal begitu saja oleh pria itu, aku bahkan pulang kerumahnya dengan berjalan kaki, hingga kaki aku lecet.karena aku berjalan begitu jauh dan menggunakan sepatu hak tinggi , sesampainya di rumah tangan ku langsung dia tarik dengan kasar dan bau alkohol begitu mendominasi, dan semua rentetan peristiwa itu terjadi, aku hanya berharap setelah itu aku mati saja, tapi tuhan masih memberikan aku kehidupan, mungkin karena dosa ku terlalu banyak "ucap Mariana lirih.
"Maaf kan aku sayang, aku janji saat-saat yang telah berlalu akan aku gantikan dengan kebahagiaan, sekarang kamu bisa mandi gaun pengantin nya sudah terbuka"ucap Kenzo sambil mengecup punggung putih nan mulus itu.
__ADS_1
"Semoga saja, tapi aku tidak ingin terlalu berharap banyak, aku hanya ingin hidup tenang itu saja"ucap Mariana, sambil berjalan menuju bathroom dia pun langsung menutup pintu kamar mandi tersebut, tidak hanya itu Mariana juga melihat ke sekeliling ruangan kamar mandi tersebut, takut ada Cctv, dia hendak melepaskan gaun pengantin tersebut untuk segera membersihkan tubuh nya yang terasa lengket itu.
Mariana langsung masuk kedalam bathtub setelah mengisi air dan juga sabun dan aroma terapi yang membuat seseorang rileks seperti sedang menikmati hidup.
Mariana berendam hingga tiga puluh menit lamanya dan Kenzo yang menunggu lama dia mandi di kamar mandi sebelah.
agar tidak menggangu ritual mandi istrinya itu, karena Kenzo yakin Mariana, pasti begitu lelah hingga berendam terlalu lama.
Mariana pun menyudahi ritual berendam nya, dia langsung bangkit membersihkan sisa sabun, hingga beberapa menit kemudian dia baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, tanpa menggunakan baju dia langsung menuju ranjang dan berbaring di atas ranjang, dengan balutan selimut berwarna putih itu, senada dengan seprei yang kini di tempati oleh nya.
"Sayang kamu sudah selesai mandi kenapa? tidak berganti pakaian"ucap Kenzo heran karena masih melihat bathrobe digunakan oleh Mariana.
"Aku sudah terbiasa menggunakan baju seperti ini saat akan tidur, tapi sayang kimono tidur ku ketinggalan"ujar Mariana.
"Lihat di walk-in closed, pasti ada"ucap Kenzo.
Mariana pun langsung bergegas menuju walk in closed, sesampainya di sana dia membuka beberapa pintu lemari yang menjulang tinggi itu dan dia melihat puluhan lingerie, ada di sini, tidak hanya satu model tapi puluhan juga.
tapi bukan itu yang Mariana cari saat ini, adalah kimono tidur, karena Mariana, sudah menggunakan bra dan underwear tinggal yang satu itu.
setelah mencari-cari, ternyata itu ada di lemari terakhir yang juga sama besarnya, Mariana, langsung menggunakan itu dan langsung berjalan keluar menuju kamar tidur.
Kenzo sendiri saat ini menggunakan pakaian yang sama hanya kimono tidur dan juga bokser nya Mariana pun berbaring di samping Kenzo di ranjang berukuran king size itu, mereka pun tidur dengan satu selimut.
Mariana, langsung memejamkan mata nya mungkin karena efek lelah, dan Kenzo mengecup bibir lalu puncak kepala nya.
"Mari sayang aku mencintaimu, dulu saat ini dan nanti"ucap Kenzo lirih.
mungkin yang dimaksud oleh Kenzo adalah dulu, itu satu tahun yang lalu atau kah dia sudah pernah mengenal Mariana sebelumnya.
Mariana, tidak merespon kata-kata Kenzo, karena sudah terbang ke alam mimpi, sementara Kenzo masih betah memeluk sambil memperhatikan wajah yang semakin terlihat cantik saat istrinya itu tertidur dengan tenang.
tidak lama setelah itu Kenzo pun mengikuti Mariana ke alam mimpi mereka tidur sambil berpelukan.
pagi hari setelah Mariana bangun dari tidur nya, dia langsung melepaskan pelukan Kenzo perlahan-lahan, setelah itu dia langsung bergegas menuju kamar mandi dan mencuci muka juga menggosok gigi.
tidak lama setelah itu dia pergi ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi buat suaminya yang akan pergi bekerja, Mariana membuat kan sarapan kentang dan brokoli panggang yang diberi sedikit minyak olive oil dan taburan wijen juga black pepper.
juga susu rendah kalori, setelah itu dia langsung berjalan menuju kamar nya setelah menghidangkan semua itu di meja makan, dengan menu yang masih mengeluarkan asap, Mariana berjalan meninggalkan ruang makan, dia berjalan menuju kamar melewati puluhan anak tangga, hingga sampai di depan kamar utama yaitu kamer mereka berdua.
"Yang bangun sudah siang, aku sudah menyiapkan sarapan di bawah"ucap Mariana yang langsung membuka gorden kamar nya hingga menampakkan cahaya tapi Mariana tidak melihat suaminya ada di kamar saat ini.
"Mas... sarapan sudah siap, kamu dimana"teriak Mariana.
saat Mariana, hendak berbalik tiba-tiba bibir mereka langsung bercumbu mesra namun hanya beberapa detik, setelah itu dia langsung berkata.
"Aku sudah buat sarapan pagi untuk kita, mas pasti akan kekantor bukan"ucap Mariana.
"Hari ini aku bekerja dari rumah saja"ujar Kenzo.
"Heummm baiklah sarapan pagi dulu setelah itu, terserah mau ngapain aja"ucap Mariana.
__ADS_1
"Beneran bebas nih"tanya Kenzo penasaran.