
Sampai saat ini, Inara masih menyembunyikan fakta tentang anak yang dihasilkan dari hubungan terlarang itu.
Bahkan keluarga Gidion tidak tau tentang itu, yang mereka tau adalah Inara adalah wanita yang sangat sempurna, selain memiliki body gold wanita itu juga memiliki karir yang jelas sebagai seorang dokter.
Sementara Mikaila Dimata keluarga Gidion adalah seorang anak tiri yang tidak jelas asal-usulnya, tidak seperti Inara, sudah sukses keluarga nya juga orang berada yang sangat jelas asal-usulnya.
Padahal jika mereka benar-benar menyelidiki keduanya, Inara lah yang sebenarnya tidak jelas asal-usulnya.
Keluarga yang selama ini menaunginya adalah keluarga dari pria yang selama ini memiliki hubungan gelap dengan nya, paman v membawa Inara kedalam keluarganya, agar Inara lebih punya masa depan setelah berhasil memberikan pewaris bagi keluarganya.
Sampai saat Inara menikah dan memutuskan hubungan dengan mereka yang sudah Inara jembatani untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan milik Gidion.
Gidion sendiri tidak mau tau siapa? wanita yang menjadi istrinya selama ini karena dia tidak peduli dengan masalalu atau masalah bibit bebet bobot, karena dia sama sekali tidak mencintai Inara.
Sementara dengan Mikaila dia tau apa? yang tidak pernah orang tuanya ketahui, wanita itu adalah pewaris harta kekayaan peninggalan sang Omah, yaitu Aurora ibu dari Sanum yang sampai saat ini semua itu masih disembunyikan oleh Sanum, karena dia mengandalkan orang kepercayaannya untuk mengurus semua itu meskipun Sanum dan Kenzie selalu memantau perkembangan nya.
Tapi jika orang lain memandang soal garis keturunan maka semua itu lebih baik dia sembunyikan.
Biarlah orang lain memandang Mikaila tidak punya apa-apa, karena Kenzie tau yang tulus mencintai putrinya akan benar-benar berjuang untuk mendapatkan putri sambungnya itu.
Sementara selama beberapa bulan kebelakang, sejak Kenzo memberikan restu kepada Sanum, keluarga kecil Kenzie memutuskan untuk tinggal di Swiss.
Sementara Mikaila dengan alasan masih kuliah mereka membiarkan Mikaila untuk tetap tinggal di Indonesia.
Kenzie bukan tidak tau dengan semua itu, hanya saja dia ingin melihat seberapa dewasa putri sambungnya itu, sementara selama ini ada pengawal bayangan yang selalu menyertai dia kemanapun itu, kecuali jika Vino turut berada di samping Mikaila mereka akan segera menjauh.
Sementara saat ini Mikaila tengah berada di sebuah Cafe dekat kampus, setelah pengajuan perpindahan kampus ditolak oleh kedua belah pihak kampus, akhirnya dia bertahan di sana.
Mereka bahkan memberikan alasan yang tidak masuk akal pada Mikaila, seakan hidupnya sudah di blacklist oleh semua pihak, Mikaila berpikir mungkinkah itu adalah campur tangan dari keluarga Gidion, atau Gidion sendiri.
Sampai saat ini dia hanya ingin menenangkan pikirannya yang begitu berkecamuk.
Sampai saat wanita cantik itu di hampiri oleh seseorang yang kini tengah berada di hadapannya.
"Yank,,, kita harus segera bicara serius."ujar Gidion yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Maaf,,, Mr, tolong jangan panggil saya dengan sebutan itu lagi. kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi bahkan anda sudah memilih pasangan hidup sendiri jadi jika tidak terlalu penting lebih baik jangan temui saya."ujar Mikaila.
Tiba-tiba Gidion menarik pergelangan tangan Mikaila yang kini meraih tas miliknya yang berisi laptop dan juga peralatan belajar lainnya.
"Mr, lepas! jangan seperti ini nanti orang-orang akan salah faham."ujar wanita yang kini langkahnya di seret oleh pria itu.
Sampai di dalam mobil Gidion langsung mengunci pintu dan menjadikan kaca jendela mobilnya menjadi gelap gulita agar orang-orang yang lewat parkiran tidak tau keberadaan mereka berdua.
"Mr."ucapan Mikaila langsung terhenti saat Gidion membungkam bibir nya dengan ciuman yang penuh rasa kecewa didalamnya mungkin karena perpisahan mereka selama ini.
"Dion! kamu."
Gidion kembali mencium Mikaila bahkan gigitan kecil itu terus Gidion berikan karena Mikaila tidak kunjung membalas semua itu.
Gidion bahkan tidak hanya mencium bibir Mikaila tapi lehernya pun menjadi sasaran, disana dia bahkan memberikan jejak kepemilikan, Mikaila bukan tidak melawan atau pun berteriak, namun pergerakan nya di kunci oleh Gidion dan mobil itu memiliki teknologi kedap suara.
Hingga Gidion melepaskan Mikaila yang kini tengah menangis sesenggukan, hatinya begitu sakit saat ini.
Gidion benar-benar nekad melakukan semua itu, Mikaila terduduk sambil memeluk lututnya dengan dress yang sedikit robek karena ulah Gidion pria itu benar-benar melakukan hal yang diluar dugaan. bahkan Mikaila tidak bisa melepaskan diri dari mantan suaminya itu yang katanya sudah mencerminkan Mikaila tapi hingga saat ini surat itu belum pernah Mikaila buka atau lihat.
"Jangan menangis sayang aku melakukan semua ini demi masa depan kita."ujar Gidion.
"Masadepan,,, hiks,,,, hiks,,, masadepan."ucapan Mikaila tidak bisa diteruskan karena saat ini Mikaila bahkan tidak mampu untuk berkata-kata lagi.
"Gidion membawa Mikaila kedalam dekapannya namun gadis itu berontak, dia memukul-mukul dada bidang Gidion.
"Ah sakit Yank,,, aku tau kamu kecewa sayang tapi aku mohon jangan pernah berhenti mencintai ku, karena aku sangat mencintaimu Mikaila,,, hi,,, sayang dengarkan aku mulai sekarang kita akan pulang ke rumah kita, aku janji tidak akan pernah ada yang mengusik kita lagi."ujar Gidion.
Sementara Mikaila tetap menggelengkan kepalanya.
"Yank,,, aku ingin kita segera memiliki anak agar kita bisa bersama selamanya Mikaila aku sangat mencintaimu."ujar Gidion yang berulang kali menyatakan perasaannya saat ini.
__ADS_1
"Buka pintunya Dion, aku harus segera pergi."ujar Mikaila.
"Sayang kamu tidak akan pernah pergi lagi dari aku anak kita akan segera tumbuh di sini."ujar Gidion yang mengelus puncak perut rata Mikaila.
"Tidak Dion tidak!.... aku bilang tidak kamu dengar itu bukan."ujar gadis itu.
"Buka."ujarnya lagi.
"Hi,,, sayang kamu hanya sedang merasa kacau saat ini tapi tidak setelah ini, aku janji aku akan membuat mu bahagia."ujar Gidion.
Mikaila masih menangis, namun tiba-tiba tangisnya terhenti saat Gidion mengambil sebuah pistol dari dalam dasbor.
"Apa? ini Dion."ujar Mikaila yang tiba-tiba menahan pergerakan tangan Gidion yang kini baru mengeluarkan senjata tersebut.
"Aku akan bunuh diri saja jika cintaku sudah tidak ingin bersama dengan ku lagi."ucap Gidion sambil menatap sendu wajah cantik itu.
"Tidak jangan lakukan itu,,,Dion! jangan lakukan itu dia akan menjadi janda seperti ku jika kamu tiada, kasihan anak kalian!."teriak Mikaila.
"Anak,,,, katamu heeuh bahkan anakku sudah berkali-kali kamu singkirkan dari dalam rahim mu."ujar Gidion yang kini menatap datar kearah Mikaila.
"Apa?,,, aku tidak pernah melakukan itu, kita tidak pernah punya anak."ujar Mikaila.
"Ya! karena diam-diam kau menyingkirkan nya dengan meminum alat kontrasepsi."ujar Gidion sambil berteriak.
Sementara itu Mikaila hanya menggeleng pelan, karena dia tidak pernah melakukan hal itu.
..................................
"Dion, jangan!."teriak Mikaila yang hendak meraih pistol tersebut tanpa takut.
"Bahkan kamu tidak pernah mau mengakui itu."kata Gidion lagi.
Gidion langsung menarik Mikaila kedalam dekapannya.
"Maafkan aku yang tidak pernah bisa membuat mu bahagia selama ini, maafkan aku."ujar Gidion yang kini mengarahkan pistol itu pada pelipis kanannya.
"Dion,,, aku sudah memaafkan mu sejak dulu tolong buang itu."ujar Mikaila panik.
"Apa? begini caranya memaafkan, bahkan kamu sendiri pun tidak pernah mau bertemu aku, kamu selalu menghindari ku honey."ujar Gidion.
"D Dion ma maaf kan aku,,, tolong jangan lakukan ini, sekarang apa? mau mu."ujar Mikaila yang kini tengah gemetar ketakutan karena Gidion sudah menarik pelatuk pistol tersebut meskipun masih menahannya.
"Benarkah kamu ingin tau apa? yang aku mau."ujar Gidion.
"Ya,,, aku mohon jangan lakukan itu, katakan apa? yang kamu mau, kita bisa bicarakan semua itu secara baik-baik."ujar Mikaila.
"Baiklah,,, akan aku katakan apa? mau ku, tapi setelah itu kamu harus mengabulkan nya."ujar Gidion.
Mikaila sempat terdiam.
"Sepertinya kamu tidak akan pernah bisa mengabulkan permintaan ku."ujar Gidion yang kembali hendak melepaskan tembakan itu.
"Iya! aku akan mengabulkan permintaan ku."ujar Mikaila.
"Pertahankan anak kita apapun yang terjadi, dan satu lagi kita akan kembali bersama setelah ini, satu hal lagi jangan pernah berhubungan dengan laki-laki manapun selain keluargamu."ujar Gidion.
"Aku akan melakukan permintaan mu yang dua tapi tidak untuk kembali bersama karena sekarang kamu sudah memutuskan untuk hidup bersama dengan dirinya, aku akan menjaga anak ini, sekarang tolong turunkan senjata mu."ujar Mikaila.
"Tidak sebelum kamu benar-benar berjanji."ujar Gidion.
"Aku berjanji Dion."ujar Mikaila yang kini bisa sedikit bernafas lega karena Gidion sudah melepaskan pistol tersebut.
"Tolong buka pintu nya, aku mohon."ujar Mikaila.
"Aku akan mengantar mu pulang honey,,, tapi ingat kamu tidak bisa mengingkari janji mu."ujar Gidion.
Gideon, sudah melajukan mobilnya menuju apartemen Mikaila setelah dia memakaikan jas miliknya kepada Mikaila.
__ADS_1
Setelah sampai di sana kini kuda besi itu berhenti di basement apartemen tempat tinggal Mikaila.
"Terimakasih, aku pulang dulu."ucap Mikaila.
"Aku belum selesai mengantarkan istri ku."ujar Gidion yang masih mengunci pintu mobilnya hingga dia keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu mobil lainnya."
Sampai saat mereka tiba di samping pintu mobil dimana Mikaila kini duduk dia langsung membantu Mikaila turun dari mobil setelah itu ia menggendong Mikaila secara tiba-tiba meskipun Mikaila sempat memberontak namun Gidion kembali mengingatkan janji Mikaila.
Sementara itu tanpa sepengetahuan mereka kini seseorang tengah mengepalkan genggaman tangan nya begitu kuat hingga memperlihatkan otot-otot kekar tersebut.
Dia pun berjalan mendahului mereka hingga Mikaila kini benar-benar dilema.
Sampai saat berada di dalam lift, Mikaila hanya bisa menatap kearah lain setelah Gidion menurunkan dirinya.
Sampai saat lift berhenti tepat di hadapan Mikaila pintu terbuka, gadis itu melihat tatapan mata penuh kekecewaan saat ini.
Namun Mikaila tidak bisa berkata apa-apa untuk menjelaskan semuanya, pria itu sudah pergi bersamaan dengan pintu lift yang tertutup.
Gidion langsung memeluk Mikaila dari belakang hingga lift itu kembali berhenti dan pintu lift terbuka tepat di lantai yang ia tuju.
"Aku sudah sampai kamu bisa kembali, istrimu pasti sudah menunggu jemputan darimu."ujar Mikaila.
Gidion tidak merespon wajahnya kembali terlihat sangat datar dan begitu dingin.
Dion berjalan lebih dulu"Ayolah Dion please jangan seperti ini." ujar Mikaila.
Namun Gidion tidak merespon dia bahkan sudah berdiri di ambang pintu.
"Buka."ujar Gidion dingin.
"Dion."ucap Mikaila lirih.
Sampai saat Mikaila tiba di depan pintu dia langsung membuka pintu.
pintu pun terbuka lebar Mikaila langsung masuk diikuti oleh Gidion yang diam-diam merekam video saat Mikaila membuka pintu, pria itu langsung menutup pintu dan berjalan mendekati Mikaila lalu menggendong Mikaila yang kini kembali di kaget kan oleh perbuatan Gidion.
"Dion kamu mau apa? lepaskan aku, kamu sudah mengantar ku, sekarang mau apalagi."ujar Mikaila.
"Aku merindukan istriku sendiri apa? itu salah."ujar Gidion.
"Kita sudah lama bercerai Gidion jangan lupakan itu, dan kamu yang menceraikan aku jika kamu lupa."kata Mikaila yang langsung membuat Gidion menatap sendu pada Mikaila.
"Sudahlah, tolong turunkan aku, aku harus segera bersih-bersih."ujar Mikaila.
"Kita akan mandi bersama honey."ucap Gidion tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Dion! cukup! aku sudah mengabulkan permintaan mu, dan kamu jangan kelewat batas."ujar Mikaila.
"Honey,,, kita akan kembali rujuk aku pikir tidak ada masalah di kemudian hari ataupun saat ini apa? bedanya setelah buah cinta kita lahir kita akan tetap bersama karena anak kita akan meminta kita untuk terus bersama."ujar Gidion.
"Dion,,, sudah cukup belum tentu apa? yang sudah terjadi tadi bisa menghasilkan anak, kamu terlalu yakin Dion aku tidak ingin kamu kecewa pulang lah aku mohon."ujar Mikaila.
"Aku akan kembali mengulangi hal itu hingga kamu bisa mengandung buah hati kita."ujar Gidion serius.
Pria itu kembali menyambar bibir Mikaila dan memperdalam ciuman tersebut hingga Mikaila hampir kehabisan nafas, saat tangannya terkunci di belakang semua itu ulah Gidion.
hingga pria itu pergi meninggalkan Mikaila.
Setelah kepergian Gidion sejak dua hari yang lalu Mikaila tidak pernah sekalipun melihat Vino lagi, sebenarnya dia merasa kehilangan tapi Mikaila kembali berpikir positif. setidaknya dengan begitu dia tidak perlu lagi membuat alasan untuk menghindari Vino lagi.
Jujur Mikaila sudah mulai nyaman dengan hubungan mereka, tapi saat mengingat janjinya pada Gidion, wanita itu kembali berpikir untuk melupakan kedekatan mereka selama ini.
Mikaila hendak pergi menuju kampus, saat masuk lift yang akan membawa dia turun ke lantai bawah tiba-tiba dia dikagetkan karena melihat seseorang yang kini tengah berada di samping nya.
"Aku pikir kamu tidak sama dengan wanita diluar sana tapi ternyata aku salah,,, kau sama-sama murahan seperti mereka."ujar Vino yang kini terlihat masuk kedalam lift lebih dulu entahlah darimana pria itu saat ini yang jelas dia berada di lantai yang sama dengan Mikaila
Sakit,
__ADS_1
Sudah pasti Mikaila rasakan tapi dia tidak ingin melakukan pembelaan karena menurutnya percuma saja, saat ini tatapan Vino mengisyaratkan bahwa ia sedang tidak baik-baik saja.
kembali me