
"Yank,,, mau ikut berenang tidak."ujar Vino.
"Heumm ngantuk."ujar Mikaila.
"Tuh kan kamu bohongin aku, kamu belum tidur, sedari tadi."ujar Vino.
"Habis kesal main nyosor terus."ujar Mikaila.
"Suruh siapa? kamu itu begitu menggoda."ujar Vino.
"Aku menggoda mata kakak yang salah lihat."ujar Mikaila.
"Kamu pikir aku katarak apa?."ujar Vino.
"Mungkin."balas gadis itu.
"Mika,,, awas ya aku buat kamu gak bisa jalan baru tau rasa."ujar Vino.
"Coba saja jika bisa,,, eh emang diapain sih sampai gak bisa jalan."ujarnya dengan sengaja.
"Ya aku lem kaki kamu dua-duanya di atas lantai."ujar Vino.
"Ada-ada saja."ujar Mikaila.
"Tapi ada yang lebih baik, mau gak."ujar Vino .
"Kakak ini aneh ya,,, kok ada hukum orang dengan cara tawar menawar begitu."ujar Mikaila.
"Heumm,,, memang kamu belum pernah mengalami hal itu."ujar Vino.
"Hal apa? Daddy dan Mommy tidak pernah menghukum Mikaila, karena aku adalah anak yang sangat baik."ujar Mikaila.
"Heumm,,, baik ya."goda Vino lagi.
"Tentu."balas Mikaila.
"Heumm,,,"ujar Vino semakin menggoda Mikaila.
"Heumm apa? sudah sana tidur, aku ngantuk."ujar Mikaila.
Sampai akhirnya wanita itu menarik selimut nya.
"Sampai kapan? mau menghindari ku."ujar Vino tiba-tiba berkata datar.
"Kak."ujar Mikaila kaget Vino benar-benar seperti punya kepribadian ganda.
__ADS_1
"Hehehe,,, aku bercanda ayo kita tidur ini sudah sangat larut malam."ujar pria itu sambil tersenyum.
"Heumm,,, ya, tapi kenapa? kakak baringan di sini sih."ujar Mikaila.
"Aku temani kamu tidur sampai kamu benar-benar terlelap nanti."ujar nya.
"Heumm baik'lah."ujar Mikaila.
Mereka pun berbaring di tempat tidur yang sama meskipun berjarak tapi bukannya tidur malah mengobrol hingga pagi.
Wanita itu langsung tidur setelah dia benar-benar merasakan kantuk. setelah pukul tiga pagi dan pada akhirnya keduanya tertidur hingga pukul sembilan pagi.
"Ini jam berapa? ujar Mikail saat ia membuka mata, ternyata di sana ada Gidion yang tengah duduk di sofa kamar yang entah kapan, berubah warna chat nya itu.
"Mikaila, sudah bangun."ujar Gidion datar.
"Dion,,, dimana?."ucapan Mikaila terhenti begitu saja saat sadar bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.
Gidion bahkan langsung mencengkram bahu wanita itu.
"Dimana? janji yang kamu ucapkan Mikaila."ujar Gidion.
"Dion, aku telah melakukan kesalahan karena telah berbuat hal yang tidak seharusnya kita lakukan, aku mungkin mencintai kamu. tapi itu dulu sebelum kamu memutuskan untuk membuang ku."
"Sekarang kita sudah benar-benar terpisah, kamu sudah punya dia dan aku juga akan menikah dengan pria lain. jadi tolong mengertilah."ujar Mikaila.
Pria itu langsung mengambil pisau tajam dan langsung menggorok leher nya sendiri.
"Tidak! Dion!!!" teriak Mikaila yang baru terbangun dari tidurnya dan mimpi buruk nya. Mikaila berkeringat banyak tubuhnya bergetar hebat.
Sampai saat Vino mendekapnya erat.
"Yank sadarlah kamu hanya bermimpi buruk."ujar Vino yang masih mencoba untuk menyadarkan Mikaila.
"Tidak Dion aku mohon maafkan aku jangan seperti ini kamu jangan mati! aku sudah membunuhnya aku sudah membunuh Gidion tuhan tolong aku maafkan aku yang sudah mengingkari janji tidak Gidion kamu tidak boleh mati, tidak boleh mati."kata-kata itu terus terucap hingga Vino sudah tidak tau lagi harus bicara apa? untuk menyadarkan wanita yang baru saja terjaga dari mimpi buruknya tapi kesadaran nya masih belum kembali.
"Mikaila please sadar dia tidak meninggal dia masih hidup kamu ngerti gak sih."ujar Vino.
Mikaila menatap lekat wajah tampan yang ada di hadapannya.
"Kak Vino, dia ingin mati karena aku sudah bersama dengan mu, dia benar-benar marah aku takut, jika itu terjadi berarti aku adalah seorang pembunuh aku harus apa?."ujar Mikaila.
"Mikaila sayang kamu bukan pembunuh dan itu tidak akan pernah terjadi kamu adalah wanita hebat."ujar Vino lembut.
"Aku tidak mau apa-apa lagi jika dia bunuh diri aku juga akan bunuh diri karena aku dia pergi."ujar Mikaila.
__ADS_1
"Sayang,,, aku janji tidak akan ada yang mati bunuh diri karena mu, aku janji akan membantumu meyakinkan Gidion."ujar Vino.
"Aku tidak ingin kakak menjanjikan apapun, aku tidak ingin itu."ujar Mikaila.
"Baiklah,,,ini karena keinginan ku sendiri."ujar Vino.
"Aku akan pulang dan aku akan temui dia, Gidion aku akan bicara padanya."ujar Mikaila.
Mikaila pun duduk di tepi ranjang.
"Yank aku yang akan menemui dia, bukan kamu jadi please kamu nurut ya ini demi kebaikan."ujar Vino.
"Tidak,,, aku tidak ingin kalian kenapa-napa biar aku saja, aku akan mencoba bicara semoga dia bisa mengerti."ujar Mikaila.
"Tidak Mika! dia akan mengurung mu untuk selamanya jika kamu berani menemuinya sendirian."ujar Vino.
Pria itu sedikit membentak Mikaila, saat ini karena dia lebih tau dengan niat Gidion jika bertemu dengan pria itu.
Gidion tidak akan pernah mungkin mau melepas Mikaila untuk selamanya.
Gidion masih sangat mencintai Mikaila itulah kenapa? pria itu tidak benar-benar ikhlas melepas Mikaila seperti kata-katanya waktu itu.
Sampai saat Mikaila selesai membersihkan diri dan menggunakan pakaian nya wanita itu tidak kunjung beranjak pergi dari dalam kamar nya.
Sampai Vino masuk ke dalam kamar Mikaila.
"Yank,,, ayo kita sarapan pagi."ujar Vino.
"Aku sedang tidak berselera kak, kamu saja."ujar Mikaila.
"Yank,,, kamu tidak berselera makan hanya karena gara-gara dia, apa? jangan-jangan kamu masih sangat mencintai dia, iya... begitu?."ujar Vino.
"Tolong tinggalkan aku aku hanya sedang tidak ingin berdebat kak, aku mohon tolong biarkan aku sendiri."ujar Mikaila.
"Yank,,, aku tidak akan pernah berdebat jika kamu menurut ini semua demi kebaikan mu."ujar Vino.
"Minta pelayan bawakan makanan nya kesini."ujar Mikaila yang tidak lagi mau menatap ke arah Vino.
Vino tidak beranjak pergi sedikit pun dia tetap berada di hadapan wanita itu, hingga saat Mikaila kembali menoleh.
"Kak,,, katanya mau makan."ujar Mikaila.
"Aku tidak lapar."ucap Vino yang kini malah berlalu pergi meninggalkan Mikaila.
Wanita itu langsung mengikuti langkah Vino yang kini berjalan menuju pinggir pantai, sampai saat wanita itu tiba di bibir pantai tempat dimana Vino kini berada.
__ADS_1
"Aku minta maaf jika gara-gara aku kakak terluka."ujar Mikaila.