Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Perpisahan yang sangat menyakitkan#


__ADS_3

"Aku harus segera pergi Mikaila, aku mohon jawab bagaimana perasaan mu saat ini padaku"ucap Gidion.


"Jika kamu ingin pergi maka pergi lah"ucap gadis itu.


"Aku sangat mencintaimu,,,"ucap Gideon.


"Percuma saja,,, jika ternyata cinta itu hanya akan menjadi sebuah kata, tidak untuk dimiliki"ucap Mikaila.


"Maka ikutilah dengan ku, kita akan meresmikan hubungan kita"ujar Gidion.


"Itu tidak mungkin, pergilah anggap kita tidak pernah bertemu jika pun kita bertemu nanti anggap kita hanya sebagai orang asing"ucap Mikaila yang pergi begitu saja setelah melepas pelukan Gidion yang kini menitipkan air mata.


Gidion, langsung berteriak frustasi pria itu benar-benar merasa sedih.


Pria itu langsung pergi menemui Kenzie dia ingin meminta Kenzie untuk meminta izin membawa Mikaila pergi ke Amerika, dia tidak ingin meninggalkan gadis itu.


Dia tau Mikaila sangat mencintai Gidion, terbukti saat Gidion bilang akan pergi gadis itu malah tidak ingin bicara apapun jika dia memang tidak mencintai Gidion, dia pasti akan langsung mengatakan perasaannya saat itu juga.


Gidion pun pergi menuju ruangan milik Kenzie yang berada di villa tersebut.


"Boleh saya masuk?"ucap Gidion.


"Masuklah tuan muda Gidion"ucap Kenzie.


"Silahkan duduk, apa? ada yang harus dibahas"ucap gadis itu.


"Aku ingin minta izin untuk membawa Mikaila pergi ke Amerika bersamaku mungkin akan tinggal sedikit lama di sana dan untuk itu Mikaila juga bisa mengikuti pelajaran meskipun dengan cara online bagaimana uncle apakah anda setuju"ucap Gideon.


Sementara, Kenji saat ini tengah berpikir bagaimana? dia harus mengambil sikap karena tidak mungkin putrinya pergi bersama pria yang belum resmi menjadi tunangan putrinya.


Sementara Mikaila sendiri saat ini tengah mengurung diri di kamar.


Gadis itu, menangis sesenggukan karena tidak ingin kehilangan Gideon meskipun hatinya belum 100% memilih pria itu tapi ia merasa kehilangan pria itu jika Gidion benar-benar pergi.


"Saya tidak bisa memutuskan sekarang saya juga harus bicara dengan istri saya terlebih dahulu tapi yang jelas mungkin sanum tidak akan mengizinkan putrinya pergi jauh darinya saya harap tuan muda bisa mengerti"ucap


Kenzie yang sopan meskipun, Gideon masih sangat muda dan umurnya jauh dari dirinya.


Tapi karena kekayaan Gideon melebihi kekayaan Kenzie saat ini dan Gideon adalah keturunan bangsawan jadi Kenzie harus benar-benar menjaga tutur katanya.


Sementara Gideon sendiri dia tidak membeda-bedakan siapapun dia masih tetap rendah hati.


Gidion duduk dengan tenang sambil menunggu keputusan Sanum, yang baru saja dipanggil oleh pelayan tersebut.


Gidion tetap berharap jika Sanum mau mengijinkan Mikaila untuk ikut pulang bersama dengan nya saat ini.


"Ada apa? sayang"tanya Sanum.


"Sayang kita harus bicara"ucap Kenzie.


"Apa? ada masalah"ucap Sanum.


"Tidak sayang duduk lah kita hanya akan bicara santai saja"ucap Kenzie.


Sanum pun duduk di samping Kenzie saat itu juga.


"Begini aunty, aku ingin mengajak Mikaila pulang ke Amerika, karena mommy saya meminta saya untuk segera pulang ke Amerika"ucap gadis itu.


"Heumm begini saya tidak bisa mengijinkan putri saya untuk pergi ke negeri orang, apalagi Mikaila masih belum berpengalaman untuk tinggal di sana, tapi jika kalian saling mencintai saya harap kalian berdua bisa berhubungan dengan baik karena tentunya hubungan jarak jauh itu mungkin akan terasa sangat berat dan sulit untuk dijalani jika anda benar-benar serius mencintai putri saya, setidaknya anda bisa meresmikan hubungan terlebih dahulu, entah itu bertunangan atau pun resmi pacaran, agar kami benar-benar bisa menjaga putri kami"ucap Sanum.


"Saya ingin bertunangan terlebih dahulu atau lamaran tapi waktu nya sangat mepet, jadi saya tidak bisa melakukan itu dengan serangkaian acara, tapi saya titip ini untuk Mikaila, karena dia tidak mau bicara dengan saya gara-gara hal ini"ucap Gidion yang melepas kalung miliknya, kalung yang sangat berharga itu adalah pemberian sang Oma, sebagai tanda keturunan bangsawan.


"Tidak tuan muda,,, ini terlalu berharga bahkan kami sangat takut jika suatu saat nanti terjadi sesuatu, sekitarnya ada barang lain saat ini atau apapun itu"ucap Sanum.


"Saya punya ini tapi meskipun harganya tidak seberapa yang jelas ini sangat berharga bagi saya, seperti Mikaila.


"Baiklah ini saja sudah lebih dari cukup karena sebagai tanda bukti keseriusan anda, kami pun lega setidaknya sudah ada ikatan yang kuat untuk hubungan kalian, meskipun hanya lamaran dadakan dan tidak diketahui oleh keluarga anda, saya harap kedepannya anda bisa memberi tahu jika ada masalah tentang hubungan kalian pada kami"ucap Sanum.


"Terimakasih aunty"ucap Gidion.

__ADS_1


Pemuda, itu pun pamit dari ruang kerja milik Kenji setelah Gideon pergi dia berjalan menuju kamarnya melewati kamar Mikaila tapi sebelum itu, dia sempat berhenti karena ia ingin sekali bertemu dengan Mikaila, untuk terakhir kalinya sebelum ia kembali ke Indonesia.


Namun, sampai beberapa menit kemudian Gadis, itu pun tidak keluar untuk menemuinya walaupun Gideon, sudah mengetuk pintu berulang kali.


Gideon, tahu jika Mikaila saat ini tengah bersedih karena ia akan pergi meninggalkan tempat itu, meninggalkan dirinya dan semua tentang mereka.


Tapi Gideon berharap suatu saat nanti mereka akan bersatu dalam ikatan suci yaitu ikatan pernikahan.


Sementara, Sanum membahas tentang pembicaraan mereka tadi hingga akhirnya mereka bersiap untuk mengantar kepergian Gidion ke bandara.


Karena mereka tahu Mikaila saat ini tengah mengurung diri di kamarnya dan senang tidak mungkin membiarkan Gidion pergi tanpa mereka.


Saat ini sampai Gidion selesai berkemas dan ia keluar dari kamarnya, Mikaila tetap tidak mau menemuinya.


Gideon kembali mengetuk pintu namun tidak ada jawaban sedikitpun kondisi itu tetap bungkam.


"Mikaila aku pamit pergi"ucap Gidion lembut, sambil menahan kepedihan.


Saat Gidion hendak pergi, tiba-tiba suara pintu terbuka Gidion yang kini tengah memegang koper tersebut langsung berbalik dan pergi, Mikaila langsung berlari menghampiri pria itu dia langsung memeluk erat leher Gidion gadis itu menangis sesenggukan.


"Honey... jangan menangis tunggu aku sampai aku kembali suatu hari nanti, ingat cinta ku masih suci untuk mu, dan abadi hingga di akhir masa"ucap Gidion.


"Tidak mau Yank... aku mohon jangan pergi hiks hiks hiks jangan pergi"ucap Mikaila, Gidion membawa gadis itu kedalam kamar nya, Gidion membalas pelukan Mikaila bahkan pria itu pun mencium bibir Mikaila penuh cinta dan kelembutan, Mikaila yang baru pertama kali melakukan hal itu sedikit kewalahan membalas ciuman tersebut.


Hingga beberapa menit kemudian, setelah berulang kali peluk cium tangis haru itu, akhirnya mereka pun pergi ke bandara.


......................


Sepanjang perjalanan Gidion dan Mikaila bahkan terus saling berdampingan dan juga saling merangkul sesekali mereka akan saling mengecup.


Dua muda mudi yang kini tengah dilanda kesedihan mereka duduk di jok belakang sementara sopir terus fokus pada kemudinya


"Honey jangan pernah matikan sosial media milik mu dan juga nomor mati aku tidak ingin kita putus komunikasi"ujar Gidion.


Gidion kembali memeluk dan mencium bibir Mikaila.


Tapi, kali ini ada air mata yang menetes di sudut mata pria itu Dia benar-benar takut kehilangan Mikaila jika dia terlalu lama berada di Amerika.


Gideon, sendiri saat ini dipenuhi ketakutan akan kehilangan satu-satunya Cinta pertamanya.


Saat, tiba di bandara mereka kembali berpelukan.


Sementara, Sanum dan Kenzie hanya bisa menggelengkan kepalanya mereka itu terharu dengan perpisahan itu jika saja Gideon sudah resmi menjadi tunangan dari putrinya mungkin saat ini shanum akan mengijinkan Mikaila pergi bersama dengan Gideon.


Tapi, sayang semuanya tidak semudah membalikan telapak tangan karena, Gideon juga belum tentu berjodoh dengan putrinya.


Mereka, hanya bisa berserah diri kepada sang pencipta, semoga kelak mereka benar-benar dapat berjodoh, namun jika pun tidak semoga semuanya akan tetap baik-baik saja.


Gideon, pergi meninggalkan mereka yang mengantarnya saat ini dia melambaikan tangannya dengan tetesan air mata dan sesekali mengusapnya.


Ia, sedikit memalingkan wajah sambil berlalu pergi menggunakan eskalator menuju pesawat yang akan dia tumpangi saat ini.


Mikaila, sendiri kini sudah berada dalam dekapan sang mommy, dia benar-benar merasa sedih, tangisnya pecah dia tidak peduli saat ini sedang berada di mana.


Rasa, sakit karena ditinggal pergi meskipun bukan pergi karena perpisahan selamanya karena Gidion, berjanji akan menemuinya kembali kapan pun ia memiliki waktu.


Saat kedua orang tuanya mengizinkan dia untuk kembali ke Indonesia.


Mereka, bertiga pun pergi meninggalkan bandara menuju villa, tempat mereka berlibur, karena libur sekolah yang panjang buat mereka juga ikut berlibur bersama, dan Gideon adalah salah satunya namun dia harus pulangke negara asal ayahnya itu, tuntutan dari keluarganya, yang tidak bisa membiarkan dia bergabung dengan orang lain.


"Sayang jangan bersedih lagi ya, dia pergi karena terpaksa"ucap Sanum.


Mikaila, pun memasuki kamar nya kembali, hingga keesokan harinya, gadis itu masih berdiam diri di kamar tersebut.


"Mikaila sayang sarapan pagi dulu"ucap Sanum.


Sanum hanya bisa menghela nafas panjang saat sang putri tidak bisa di ajak bicara seperti saat ini.


"Kevin dan Kendra, tolong bujuk kakak Mika ya,, agar mau makan"ucap Sanum.

__ADS_1


"Tidak mommy, kak Mika itu suka berdiam diri di kamar"ucap keduanya kompak.


"Baiklah sayang kalian bisa makan lebih dulu sarapan nya"ucap Sanum.


"Sayang makan dengan ku"ucap Kenzie.


Sanum hanya bisa pasrah dia pun makan siang bersama dengan suaminya itu.


Sementara, Mikaila kini tengah menangis dalam diam. saat melihat sebuah gelang yang ia kenakan sedari tadi, gelang pemberian Gidion.


"Sekarang tidak ada lagi kamu yang selalu bersabar setiap kali aku mengejek atau membuat mu menunggu sangat lama seperti kemarin."ucap Mikaila.


Sementara, itu di Amerika pria itu kini tengah diadili oleh kedua orang tua Gidion, karena mereka mengetahui semuanya.


"Siapa? gadis ini"ucap sang mommy.


Foto, saat Gidion mencium bibir Mikaila untuk pertama kalinya.


"Gidion jatuh cinta pada nya mommy"ucap Gidion.


"Mommy akan melenyapkan wanita itu jika kamu tetap berhubungan dengan nya"ucap sang mommy yang benar-benar tidak memiliki belas kasih sejak adiknya meninggal dunia gara-gara wanita yang tidak jelas asal usulnya bagi wanita tersebut yang menjadi kekasih nya.


"Tidak Mommy jangan Gidion sangat mencintai dia"ucap Gidion.


"Singkirkan wanita"


"Tidak mommy tidak please jangan lakukan hal itu, Gidion akan melakukan apapun yang mommy ucapkan"teriak Gidion..


"Kau akan menikah dengan wanita pilihan keluarga kita dengan seleksi ketat nanti"ucap


"Baiklah mommy"ujar Gidion.


Dia akan menerima apapun keputusan sang mommy demi kebaikan, semua nya.


Hingga akhirnya pria itu menghubungi Kenzie dan membeberkan semua nya, dia juga titip pesan pada Mikaila.


Sementara Mikaila kini tengah menunggu kabar dan Kenzie tidak berani berkata apapun.


Biarlah, waktu yang menjawab semuanya antara Gideon dan mikhayla hanya akan menjadi rahasia bagi Kenji dan shanum dia tidak ingin merusak kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh Mikaila.


Meskipun, rasa sakit itu akan tetap datang, jika Gadis itu mengetahui kebenarannya namun untuk saat ini, dan sampai kapanpun akan selalu jadi rahasia mereka berdua.


Mereka akan tetap ada bersama dengan putrinya itu.


Kini tinggal kenangan antara Gideon dan juga Mikaila karena restu dari keluarga Gideon tidak bisa dibawa main-main Gidion adalah pewaris tunggal kerajaan bisnis yang benar-benar raksasa hampir mencakup 5 negara sekaligus, termasuk Indonesia.


Pria, muda itu sudah terbebani sejak lahir hingga saat ini akhirnya ia akan memulai kehidupan baru seakan mati rasa, setiap hari dia habiskan untuk bekerja dan terus bekerja tanpa berpikir bagaimana kesehatannya.


Meskipun begitu hati dan jiwanya tetap memikirkan gadis yang ia cintai dan dia juga menyimpan foto Mikaila di sebuah ponsel yang tidak pernah digunakan di depan umum.


Bagi Gideon Mikaila adalah segalanya sampai saat nanti, saat ia bisa kembali dan meraih Cinta Gadis itu. dia akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa hidup bersamanya Gidion terus memupuk perasaannya kepada Mikaila meskipun saat ini tampak seperti gunung es yang benar-benar membeku dan tidak bisa diajak atau dicairkan.


Satu bulan telah berlalu sejak saat itu, Mikaila terus menunggu dan menunggu hingga ia merasa lelah dan akhirnya sebuah majalah bisnis yang terpajang di sebuah pusat perbelanjaan, memberitahukan kabar terkini tentang Gideon.


Gidion yang telah menikah, dengan seorang putri pengusaha asal Irlandia. yang begitu cantik dan rupawan bak model papan atas pendamping pria yang selama ini ia rindukan.


Bagai, di sambar petir di siang bolong Gadis itu langsung tidak sadarkan diri, sehingga ia dilarikan ke rumah sakit.


Sanum dan Kenji benar-benar terpukul melihat keadaan putrinya itu.


Yang, biasanya ceria kini dia menjadi seorang yang dingin dan jarang bicara bahkan seakan seperti manusia tanpa jiwa, yang dikendalikan oleh perintah dari seseorang.


Mikaila benar-benar terluka dengan kejadian itu.


Cinta pertama nya harus pupus tanpa keputusan yang pasti.


Mikaila yang selama ini terus berharap, menjadi satu-satunya wanita yang ada di hati Gideon.


Tapi, nyatanya Gidion sendiri telah mengkhianatinya, tak ada lagi senyum di wajah Gadis itu, yang ada hanya air mata. yang kadang menetes saat dirinya tengah sendiri di dalam kamar.

__ADS_1


Bahkan, Mikaila melanjutkan sekolahnya secara online, karena Sanum khawatir jika terjadi sesuatu dengan gadis itu.


Mikaila Putri satu-satunya yang ia miliki saat ini.


__ADS_2