Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Berita duka #


__ADS_3

Setelah kepergian Kenzie perang yang sebenarnya baru akan dimulai, Julia kini membawa keempat anaknya untuk pergi dari rumah itu.


Namun saat tiba di depan teras rumah, Julia dihadang oleh orang-orang yang ternyata sudah memprediksi semua itu.


Julia pun berusaha untuk melewati mereka, tapi semakin maju langkah wanita itu semakin tersendat karena orang-orang itu benar-benar menutup jalan yang akan Julia lewati.


Sementara dari arah belakang Vino berjalan cepat dia tidak berkata apa-apa, kecuali satu kata.


"Pergilah."ucap pria itu dan langsung membuat Julia berbalik.


"Apa? mau mu Vino, kau sudah mendapatkan pengganti ku dan kau akan mendapatkan anak-anak dari wanita itu."ucap Julia yang benar-benar menusuk Vino hingga ke hati sanubari.


"Julia, pergilah jika ingin pergi, tapi tidak dengan anak-anak ku."ucap Vino tegas.


"Mereka anakku aku yang mengandung dan melahirkan mereka kau tidak punya hak apapun!!."teriak Julia yang kini membuat anak bungsunya menangis ketakutan karena melihat ibunya berteriak padanya.


"Heumm... apa? kau lupa Julia, jika tidak ada aku mereka tidak akan lahir kedunia."ucap Vino.


"Tapi kau yang memilih semua itu, kau mengemis cinta ku sejak dulu,,,, tapi pada akhirnya kau juga yang menghancurkan semuanya. sekarang semua sudah terjadi dan tidak bisa kembali lagi aku sudah putuskan akan menggugat cerai dirimu."ucap Julia.


"Oke lakukan kalo bisa."ucap Vino menantang.


"Kau mungkin bisa melakukan apapun karena kau memiliki Zaid yang bisa melakukan segala cara, tapi ingat Vin diatas langit masih ada langit. jadi jangan bangga bila saat ini kamu memang. Junior dan Junho akan tetap pergi bersama dengan ku karena dia bukan anak mu. Dan untuk mereka berdua kita akan bertemu di pengadilan."ucap Julia yang kini membuat Vino meradang.


"Kau pikir bisa melakukan semua itu heuhhhhh! Aku memang bukan ayah biologis mereka Julia tapi mereka tumbuh besar karena aku yang membesarkan mereka dengan kasih sayang ku."ucap pria itu.


"Kau!! mau buat perhitungan oke sekarang aku ganti semua biyaya yang kau keluarkan untuk merawat kedua putraku."ucap Julia yang saat itu juga melemparkan black card miliknya yang diberikan oleh Gidion padanya untuk kebutuhan mereka dulu.


"Kau mungkin bisa menggantikan biyaya hidup kedua putra mu, tapi tidak bisa membeli kasih sayang ku pada mereka."ucap Vino.

__ADS_1


"Aku bisa membalas itu pada kedua anak kita lewat Gidion, dia bisa menggantikan kasih sayang itu jika nanti aku kembali padanya."ucap Julia.


"Jangan pernah bermimpi, Julia karena sampai matipun aku tidak akan pernah membiarkan mu kembali padanya."ucap Vino.


"Kita lihat saja."ucap Julia yang masih menggendong putra putrinya sementara kedua anak pertamanya kini masih memeluk pinggang ibunya.


"Kembalikan putra putriku."ucap Vino tegas.


"Tidak akan pernah mereka semua adalah anakku kau tidak punya hak untuk membawa mereka."ucap Julia yang kini terus berjalan tidak peduli jika harus menabrak mereka.


Vino langsung meraih kedua putra pertamanya, dan membawa mereka masuk, sementara keduanya lagi di ambil oleh orang-orang Zaid dengan paksa.


"Baiklah Vin jika itu yang kamu mau, lakukan saja tapi kamu harus tahu kamu akan menyesali semua ini tidak akan lama lagi, mungkin aku tidak berarti apa-apa untukmu tapi mereka akan jauh lebih terluka saat melihat ibu baru mereka nanti, dan luka itu akan sangat sulit untuk disembuhkan."ucap Julia.


Julia pun pergi meninggalkan mereka dengan tanpa melirik ke arah mereka sedikitpun karena dia tidak ingin anak-anak mereka melihat tangis ibunya.


Vino hanya mampu berteriak memanggil nama istrinya itu.


Di lain pihak, Gidion yang sudah diberitahu oleh Julia tentang semua yang terjadi pun, dia langsung bergegas menuju Belanda untuk menjemput Junior dan Junho.


Julia sendiri kini sudah berada di bandara internasional di negara tersebut, dia sudah memutuskan untuk menjauh meskipun sakit karena tidak bisa membawa serta anak-anak nya.


Julia pergi meninggalkan negara tersebut bukan untuk pulang ke Indonesia, melainkan pergi ke negara lain untuk menenangkan diri dan berfikir langkah apa! yang akan dia tempuh nanti.


Sementara itu Vino sendiri saat ini dia tengah benar-benar kacau saat ini.


Dia tengah menangis sesenggukan di dalam kamar sambil memeluk foto Julia, wanita yang sangat ia cintai yang sekaligus telah ia lukai.


Dua hari. hari kemudian, berita duka itu terjadi duka kembali dialami oleh keluarganya Kenzie saat seseorang yang sangat mirip dengan Julia menjadi korban jatuhnya pesawat terbang.

__ADS_1


Dan saat di konfirmasi ternyata memang benar, data penumpang pesawat itu adalah Julia, itu merupakan salah satu penumpang pesawat tersebut.


Vino yang kini sudah berada di bandara pun untuk memastikan semua itu.


Pria itu terkulai lemas saat melihat bukti terpangpang jelas di hadapannya.


Data istrinya yang termasuk di dalam kecelakaan pesawat yang meledak dan jatuh di lautan luas.


Vino benar-benar tidak menyangka jika ternyata pengkhianatan yang ia lakukan akan menghilangkan nyawa istrinya itu.


Julia wanita yang sangat ia cintai, bahkan mengatakan hal yang benar-benar menjadi sebuah pertanda bahwa Vino akan benar-benar menyesali semuanya, dan ini pun terjadi.


Vino berteriak histeris memanggil nama istrinya dia tidak peduli jika orang-orang kini menjadikan dia sebagai tontonan.


Karena luka yang kini ia rasakan sungguh teramat pedih.


Zaid yang kini berada di sisi Vino sudah mengerahkan orang-orang untuk melakukan pencarian lewat laut dan udara.


Zaid yakin jika Julia masih hidup. pria itu pun terus mengatakan semua itu pada Vino.


Sementara itu di kediaman Kenzie, Sanum kini mengalami serangan jantung dan dia dilarikan ke rumah sakit, Shania yang sedang berbulan madu pun langsung bergegas pergi menuju Indonesia begitu juga dengan kedua kakaknya itu.


Kenzie kini tengah duduk di samping ranjang pasien yang ada di dalam ruangan VIP kamar rawat inap yang di tempati oleh Sanum.


Pria itu juga terus menghubungi seseorang untuk melakukan pencarian, termasuk Gidion yang kini ikut serta melakukan pencarian dengan menggunakan kapal besar.


Pria itu tidak akan pernah diam sebelum dia benar-benar menemukan keberadaan ibu dari kedua anaknya yang kini sudah tinggal bersama dengan dirinya.


Gidion merasa sangat menyesal karena dulu dia pernah melepaskan istrinya itu, dan merelakan dia bersama dengan orang lain meskipun cinta yang dia miliki tidak pernah mati untuk Julia.

__ADS_1


__ADS_2