
Kini Allan, sudah berangsur membaik, pria itu bahkan sudah mulai beraktifitas kembali, meskipun hanya di dalam kamar nya, dia mandi dan berganti pakaian, dia juga sudah bisa makan sendiri seperti layaknya saat dia normal dulu.
"Permisi tuan saya bawakan sesuatu untuk anda" ucap Bintang, yang kini berdiri di ambang pintu yang sedikit terbuka itu.
"Masuk dok" ucap Allan.
"Bagaimana.. keadaan Anda apa sudah lebih baik?" tanya Bintang dengan sangat hati-hati.
" Dokter tidak perlu formal begitu biasa saja seperti saat pertama bertemu, dan saya sudah jauh lebih baik"ucap Allan.
"Heumm syukur lah, maafkan saya mungkin perkenalan kita di awal sedikit tidak menyenangkan" ujar Bintang.
"Justru aku berterimakasih pada mu, jika bukan karena dirimu mungkin saat ini, aku masih menjadi pasien rumah sakit jiwa" ucap Allan.
Allan tersenyum dia bangkit dari kursi yang tengah ia duduki saat ini.
"Apa? yang dokter bawa untukku" ucap Allan.
"Ini makanan tapi jika tuan Allan tidak suka anda bisa membuangnya" ucap Bintang.
"Heumm...baunya harum, ini pasti enak"ucap Allan.
"Ah, biasa saja saya selalu memasak itu meskipun suami saya sudah tidak ada lagi, itu adalah makanan favorit nya, tapi siapa? tau anda suka saya membuat lebih"ucap dokter Bintang.
"Terimakasih silahkan duduk" ucap Allan.
"Sama-sama, apa? saya mengganggu waktu sarapan Anda." tanya Bintang.
"Owh tidak ini baru mau"ucap Allan yang langsung mematung saat melihat makanan favorit nya yang selalu di buat oleh almarhum istrinya Queen, ada bulir air mata yang tiba-tiba menetes di pipi Allan.
"Maaf, apa? saya melakukan kesalahan" ucap Bintang yang kaget saat melihat Allan menangis.
"Queen...hiks... hiks, istri ku yang selalu membuat makanan favorit ku ini, tapi kini sudah tidak ada lagi...hiks hiks hiks"tangis Allan pecah, dan Bintang langsung merasa bersalah.
"Ma maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk membuat anda sedih, tapi ini murni ketidak sengaja an, dan itu makanan favorit suami saya, dan saya hanya membuat itu saat saya rindu dengan mereka, karena putri saya pun menyukai itu, dan mereka selalu berebutan di meja makan, saat menu itu ada" ucap Bintang yang juga menitikkan air mata nya.
"Tidak apa-apa, dokter maafkan saya juga, mungkin saya terlalu berlebihan tapi dia adalah satu-satunya wanita yang sangat saya cintai" ucap Allan.
"Anda tidak perlu malu, karena menangis bukan berarti menunjukkan bahwa seseorang itu, lemah tapi itu sebagai ungkapan dari jiwa yang lelah. dan itu wajar saja semua orang akan melakukan hal itu pada waktu nya, dan untuk itulah air mata itu ada" ujar Bintang.
"Ya, terimakasih atas pengertian nya" ucap Allan.
"Tidak apa-apa anda tau kan pekerjaan saya dalam bidang apa? anda bahkan bisa mengungkapkan semua rasa yang selama ini anda pendam meskipun itu sulit, tenang saja rahasia anda aman" ucap Bintang sambil tersenyum.
Mereka berdua pun, duduk sambil berhadapan. wanita itu duduk sambil memegang ponsel nya sesekali melirik ke arah Allan.
Allan sendiri meraih sendok dan menyendok makanan favorit nya dari dokter bintang.
"Ini sangat lezat" ucap Allan.
"Benarkah?" ucap Bintang.
"Ini memang sama tapi rasanya sangat berbeda mungkin karena yang ahli memasak dan yang belajar memasak, istri ku dia seorang anak manja yang bahkan sangat manja dia terlalu dimanjakan oleh orang tua angkat nya yang tak lain adalah kakak satu ayahnya." ucap Allan, yang mulai mengeluarkan isi hati nya.
"Heumm... maafkan saya, yang anda maksud kakak tiri anak angkat?"tanya bintang.
"Queen, terlahir dari sebuah kesalahan. ceritanya sangat panjang tapi intinya dia lahir dari sebuah kesalahan, karena ayahnya menodai istri anak buah nya yang tak lain adalah ibu Queen."
"Karena banyak tekanan hidup yang dijalani oleh ibu Queen, akhirnya dia memutuskan untuk membuang Queen di tempat yang memang seharusnya, hingga Queen ditemukan oleh kakak tirinya yang tak lain ayah angkatnya meskipun tabir itu belum terungkap.ayah angkatnya dan ibu angkatnya yang seharusnya menjadi ipar nya teramat menyayangi nya."
"Dan malam dimana ibu Queen membuang Queen, dia mengairi hidupnya di sebuah danau buatan"
__ADS_1
Sejak saat itu kami tumbuh bersama meskipun aku tujuh tahun lebih tua dari nya, dan Queen, adalah gadis yang teramat manja yang segala kemauan nya harus dituruti, hingga saat dia akan masuk kuliah dia bilang pada uncle bahwa dia mencintai ku, dan saat itu juga dengan berbagai pertimbangan akhirnya dia menyetujui nya, dan meminta ku untuk bisa menerimanya, mereka tidak tau jika aku sudah mencintai Queen terlebih dahulu, dan akhirnya kami pun dinikahkan" ucap Allan.
"Heumm.. sepertinya tidak semua Anda ceritakan, tapi tidak apa? yang pasti kapanpun anda ingin anda bisa cerita, dan saya siap untuk menjadi pendengar yang baik dan rahasia anda aman."ucap Bintang.
"Heumm, terimakasih ini sangat lezat seperti buatan Mommy Des."ucap Allan.
"Heumm ternyata mommy tuan pandai memasak"ucap Bintang.
"Dia mommy sambung ku, tapi teramat menyayangi ku, meskipun aku terlahir dari wanita yang sudah sempat membuat dia terpisah dari Daddy, sedang mommy kandung ku entah dimana wanita itu terlalu serakah dengan uang dan jabatan" ucap Allan.
Bintang hanya manggut-manggut dia bisa mengerti kemana alur cerita Allan.
"Sarapan sudah selesai, dimana obat nya?" tanya Bintang.
"Obat nya ada di laci"jawab Allan.
"Bisakah aku berhenti minum obat" ucap Allan.
"Pasti bisa yang harus anda lakukan adalah tetap berpikir positif dan jangan terlalu larut dalam kesedihan" ucap Bintang pada Allan, padahal dia sendiri mengalami hal yang sama, namun Bintang, selalu mengobati itu dengan melakukan apa yang mendiang suami dan putri nya sukai, seperti pagi ini dia terbangun sambil terisak dan dalam keadaan berhalusinasi, tapi saat dia tersadar dia langsung menetralkan pikiran nya, bahwa semua itu hanya ilusi karena dirinya terlalu rindu dengan kedua nya hingga wanita itu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu dia turun untuk memasak sesuatu.
Rumah dua lantai itu menjadi pelarian nya, setelah kedua orang yang ia cintai tiada dan dia sembuh dari depresi berat yang dia alami.
Bintang adalah seorang dokter ahli kejiwaan, tapi dia sendiri mengalami apa? yang salah satu pasien nya, alami karena tragedi itu membuat jiwa nya terguncang hebat, dan itu sangat manusiawi apalagi kejadian itu tepat di depan mata nya setelah ia dilecehkan dia diikat di kursi dan suaminya yang saat itu berontak menghajar mereka tapi suaminya kalah jumlah.
Pada akhirnya suaminya tewas karena Hujaman pedagang bertubi-tubi.
Bintang baru dilepaskan oleh seseorang yang datang menolong nya.
Kini bintang meraih obat dan segelas air putih untuk Allan, wanita itu menyuguhkan obat seolah tengah merawat suaminya yang sedang sakit.
"Ini minumlah dulu tuan, saya harus memastikan bahwa tuan benar-benar minum obat, sebelum saya pergi ke rumah sakit" ucap bintang.
"Bisa tolong temani aku sedikit lebih lama, disini terlalu sepi aku"ucapan dia menggantung.
"Disini apa?"tanya Bintang.
"Sepi aku tidak punya teman bicara" ungkap Allan jujur.
"Baiklah lah tunggu saya, urus izin cuti ku"ucap Bintang.
"Jangan jika kamu sibuk sebaiknya tidak usah" ucap Allan.
"Saya selalu menyibukkan diri saya setiap hari, agar saya bisa melewati hari dengan baik, jika ada yang bilang saya tegar dan kuat, maka jawabannya adalah salah tapi tekad saya, adalah untuk membalas perbuatan mereka dengan cara menyembuhkan orang lain, dengan begitu tuhan mungkin akan merestui keinginan saya untuk mencapai semua tujuan saya setidaknya tuhan memberi saya jalan" ujar Bintang.
"Maksudnya?"tanya Allan.
"Saya mungkin tidak bisa langsung membalas dendam tapi tuhan bisa.dan untuk mencapai tujuan itu saya harus banyak berdoa dan membantu orang lain yang butuh pertolongan saya" ucap Bintang tulus.
"Aku akan membantumu untuk membalas dendam, setelah aku benar-benar bisa sembuh dan melepaskan obat ini" ucap Allan.
"Anda bisa lepas obat itu kapan saja, tapi dengan satu syarat jadikan semu peristiwa itu sebagai pembelajaran hidup, dan lupakan hal yang tidak ingin anda ingat, satu lagi tekad yang kuat" ujar Bintang.
"Baiklah aku akan mencobanya" ucap Allan.
Pria itu , sebenarnya bukan pria yang suka banyak bicara, sekalipun dengan istri tercinta nya, tapi sejak dia sadar dari depresi yang hampir merenggut nyawa dan bertemu dengan orang yang nyaman untuk bisa diajak bicara seperti bintang. akhirnya Allan tanpa sadar sudah berubah dari kebiasaan nya yang lalu, ya itu pendiam.
"Saya harus segera kembali ke rumah sakit, ada pasien yang harus segera saya tangani" ucap dokter Bintang.
"Baiklah, terimakasih untuk semua nya semoga seluruh tujuan mu tercapai, sampai jumpa besok" ucap Allan.
"Sama-sama tuan" ucap Bintang yang langsung pergi meninggalkan kamar Allan, yang kini di jaga ketat dan bintang pun kembali diantar oleh penjaga saat itu juga.
__ADS_1
Sementara yang kini ditinggalkan dia tengah menatap kepergian wanita itu dari jendela kamar yang menjulang tinggi itu.
"Ternyata kau jauh lebih menderita dari ku" ucap Allan.
Pria itu langsung mengambil amplop coklat yang diberikan oleh anak buah nya, setelah ia sadar dan begitu penasaran dengan dokter yang menanganinya.
Foto-foto pembantaian dan saat wanita itu tengah terikat di hadapan jenazah, akhirnya Allan mengerti bahwa wanita itu, lebih menderita dari nya.
"Kita akan sama-sama membalas dendam atas rasa sakit yang kita alami"ucap Allan, sambil mengusap wajah nya.
Sementara itu, bintang kini tengah menangani seorang wanita pasien barunya, dia dibawa kesana oleh sahabat nya yang selama ini merawat nya, gadis itu adalah korban dari pemerkosaan yang dilakukan oleh kedua teman pria nya.
Dia, sebenarnya punya keluarga dan keluarganya adalah orang berada tapi sejak gadis itu masuk rumah sakit jiwa, tidak ada satupun yang mau merawat nya, mereka hanya memberikan uang untuk biyaya perawatan tanpa mau menjenguk nya, karena mereka berpikir itu adalah sebuah aib.
Lagi-lagi Bintang, merasa iba.
Dia bertekad untuk menyembuhkan luka batin yang di derita gadis itu.
"Hi... apa? kabar" ucap Bintang.
"Jangan!... jangan lakukan ini aku mohon pergi! pergi!" teriak gadis itu yang terlihat sangat menyedihkan.
"Ambilkan saya obat xx dan suntikan segera" ucap Bintang, yang kini ikut memegang gadis yang sudah tidak perawan itu.
"Saya, tidak jahat saya yang akan menolong mu, kamu lihat saya tidak akan menyakiti mu jadi tenang ya" ucap wanita itu.
"Jangan! jangan mendekat jangan ikat aku mohon jangan, bajingan kalian berdua bajingan!" gadis itu terus berontak, sementara sahabat nya hanya bisa menangis dalam diam, dia tidak tega melihat semua itu, gadis itu bahkan dalam keadaan hamil saat ini.
Bintang langsung menyuntikkan obat penenang, dengan dosis khusus wanita hamil yang tengah mengalami gangguan kejiwaan seperti gadis tersebut.
Sampai petang Bintang baru kembali dari rumah, dia langsung mandi dan berganti pakaian.saat ia akan membaringkan tubuhnya tiba-tiba ponsel bergetar satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.
āļø" jangan mengobati dia jika tidak nyawa kalian akan habis ditangan ku"
Bintang langsung mengelus dada, ternyata masalah yang tengah gadis itu hadapi tapi Bintang tidak akan pernah menyerah, sekalipun ia harus mati, dia tidak akan pernah mundur lagi. setelah kejadian tersebut Bintang tidak pernah takut mati lagi.
Dia pun tidur, sampai pagi hari tiba, akhirnya wanita itu langsung bangkit dan bersiap untuk menemui Allan, setelah dia mengobati pasien yang lain.
"Aku bisa"ucap bintang yang kini tengah mematut diri nya di kaca.
Dia pun berangkat menuju rumah sakit, wanita cantik itu, bertekad untuk mengobati wanita bernama Salsabila itu.
Sesampainya di rumah sakit, dia langsung diminta untuk tidak menangani Salsabila lagi karena dokter lama yang sempat menangani Salsabila, datang untuk merawat pasien yang dibilang titipan itu, padahal waktu dia adalah pasien dengan pendaftaran online.
"Baiklah saya tidak akan menangani pasien tersebut" ucap Bintang.
Hatinya miris melihat itu, pantas saja keluarganya tidak ada yang menjenguk nya, bahkan biyaya itu ditransfer secara diam-diam.
Bintang pun memeriksa pasien lain, saat dia melewati ruangan Salsabila, dia melihat dokter tersebut tengah menodongkan pisau kearah perut Salsabila, yang kini tengah berusaha untuk melepaskan diri, Bintang langsung melempar sesuatu kedalam sana untuk membatalkan rencana orang tersebut.
"Siapa? disana" ucap Bintang.
Bintang langsung menghampiri wanita itu, tanpa rasa takut sedikitpun, dia berkelahi dengan wanita yang kini terluka di bagian pelipis nya, karena tendangan bintang mengenai nya.
"Kau akan ikut mati bersama nya" ucap wanita yang berjubah dokter itu.
"Aku akan mati, setelah keadilan ditegakkan" ucap bintang.
"Hahaha, keadilan kau pikir kau bisa melawan orang yang sudah menghabisi keluarga mu" ucap wanita itu seakan tau tentang semua itu.
"Siapa? kau sebenarnya"tanya Bintang, sambil menekan leher wanita itu.
__ADS_1
"Keu tidak perlu tau siapa? aku, karena kematian mupun sudah dipastikan"ujar wanita itu.
"Kau! yang akan mati"