
"Aku ingin kita mulai dari awal mas, tinggalkan kekayaan itu, bersama dengan keluarga besar mu, sudah ada Abigail, yang akan meneruskan perusahaan itu"ujar Sanum.
"Sayang, ada Kevin dan juga Kendra, mereka juga harus menjadi pewaris utama" ucap Kenzie.
"Tidak mau mas, aku ingin kita mulai untuk, kembali membangun perusahaan baru, aku ingin kedua putra kita hidup dari uang uangnya engkau hasilkan sendiri jangan bergantung harta yang sudah ada. karena Aku tidak mau semua itu, rasanya begitu menyakitkan saat ibuku harus tewas di tangan orang keseluruhan kakekmu"unjar Sanum.
Kenzie, terdiam di tempatnya, dia begitu merasa bersalah, saat keluarga nya, sendiri yang menghabisi nyawa ibu mertua nya itu.
"Yang aku minta maaf, jika ternyata itu begitu menyakitkan untuk mu"ujar pria itu.
Kenzie langsung memeluk wanita cantik itu, yang merupakan ibu dari kedua putranya.
Wanita itu bahkan menitikkan air mata nya, saat raganya berada di dalam pelukan wanita yang sangat ia cintai.
"Aku akan berusaha untuk mewujudkan impian mu, cinta tapi aku tidak bisa meninggalkan semua itu, sebelum kedua anak kita benar-benar siap untuk memimpin perusahaan"ujar Kenzie.
"Aku ingin perusahaan yang murni, dari hasil kerja keras mu, atau kerja keras ku tak tidak dari keluarga mu, mas."ucap Sanum.
"Baiklah sayang "ujar Kenzie.
Sanum, tersenyum kala suaminya itu mengikuti keinginan nya itu.
Sementara itu, kabar dari Kenzo dan Mariana, saat ini, kedua paruh baya, yang sudah kembali bersama dan saling menerima satu sama lain nya.
Kini mereka tengah menikmati keindahan di dunia ini.
Hingga akhirnya, Mariana dan Kenzo memutuskan untuk menetap di Swiss, dimana cabang perusahaan pertama yang Kenzo, dirikan berada di negara tersebut dengan sejuta keindahan alam yang ada di sana, Mariana, setiap pagi, akan menghabiskan waktu untuk berolahraga bersama, dengan sang suami, sekedar berjalan santai atau, menikmati teh di pagi hari, seperti saat ini.
__ADS_1
"Yang, aku rindu dengan dengan, ketiga anak cucu kita"ucap Sanum.
"Suatu hari nanti, mereka akan mencari kita kesini, maafkan aku sayang, jika selama ini aku sudah membuat mu terluka, aku, benar-benar sangat menyesal, hanya karena cinta buta itu, aku bahkan sudah melukai hati wanita yang sangat aku cintai, masadepan ku yang sebenarnya"ungkap Kenzo.
"Sudah lah mas, yang lalu biarlah berlalu, selama ini aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia, karena, dari sekian banyak deretan wanita cantik di dunia ini yang mengejar mu, hanya aku, wanita yang pernah kamu kejar dan memaksa ku, untuk menikah dengan mu, itu artinya aku lebih berarti dari siapapun, tapi mungkin kamu,telat menyadari hal itu"ujar wanita itu.
"Kau benar, selain kamu, aku tidak pernah bekerja lebih keras untuk mengejar cinta wanita lain nya"ujar Kenzo membenarkan bahwa ia baru satu kali mengejar dan menjebak wanita itu, hingga akhirnya mereka menikah.
Kenzo, mendekat ke arah Mariana, yang kini tersenyum, wajah teduh itu terlihat kembali, setelah pertemuan pertama mereka, dulu itu adalah tatapan mata penuh luka, Kenzo, langsung memeluk dan mencium bibir istrinya itu, mereka saling berciuman, sambil menitikkan air mata satu sama lain.
Hampir setiap hari Kenzo, meminta maaf dengan cara seperti itu hingga percintaan itu berawal dan berakhir, di waktu yang tidak bisa ditentukan.
Karena bagi Kenzo, saat ini adalah saat nya untuk memperbaiki hubungan diantara mereka, meskipun setiap detik Kenzo, harus mengucapkan permintaan maaf nya, terhadap sang istri tercinta nya.
Sementara Queen, gadis itu sudah lama tidak pernah bertegur sapa dengan keluarga nya, yang lain, kini hanya suami dan putra nya, Alan dan Queen, memutuskan untuk tinggal di luar negeri, putra nya bernama Justin, kini berusia satu tahun, mereka hidup bahagia, bersama setelah Alan, memutuskan untuk membuka perusahaan nya sendiri, sementara warisan turun temurun diserahkan kepada dengan dan Davina.
Jack, begitu menyayangi Davina, meskipun, gadis itu terkadang masih suka kekanakan, seperti saat ini, pagi hari bukan istri yang terbangun lebih dahulu, melainkan Jack, yang bahkan sudah menyiapkan sarapan untuk sang istri.
"Honey, bangun aku sudah hampir terlambat datang ke perusahaan, belum lagi harus menggantikan mu,rapat hari ini"ujar Jack.
"Suamiku, tubuhku ini rasanya remuk bisakah kau menggendong ku ke dalam kamar mandi"pinta Davina.
"Dengan senang hati sayang kenapa? tidak sedari tadi"ujar pria itu.
"Tadi aku masih ngantuk biarkan saja mereka yang menunggu kita, sesekali."ujar Davina.
"Heumm, itu untuk Nyonya, CEO, ku tapi tidak untuk bawahan seperti ku"ucap Jack.
__ADS_1
"Jack, cinta ku, segalanya untuk, kamu bisa menggantikan posisi ku, setiap hari, karena kamu adalah pria paling baik yang aku miliki sampai kapan pun"ujar Davina.
"Itu tidak mungkin sayang, bisa-bisa Daddy, mu menggantungku aku yang bertanggung jawab di perusahaan sayang Daddy, sudah pensiun, apapun yang aku lakukan dia tidak akan pernah ikut campur"ujar Davina.
Wanita itu mengobrol sambil berendam di dalam bathtub, sementara suaminya dengan setia duduk di samping bathub, dengan kursi khusus.
"Aku tidak akan pernah melakukan itu sayang, kecuali jika kamu sedang sakit, atau jadwal mu padat"ujar Jack.
"Kamu memang suamiku yang paling baik"ujar Davina.
Davina baru selesai mandi, dan wanita itu kembali digendong oleh suaminya.
"Jack, jangan buat sarapan pagi untuk ku, kamu adalah suami ku, bukan asisten ku"ucap Davina, merasa tidak enak hati.
"Sayang aku melakukan semua itu, bukan karena itu, tapi karena aku sangat mencintaimu"ucap Jack.
"Aku tau itu sayang..... tapi itu adalah tanggung jawab ku"ucap Davina,
'Tiak apa-apa Yang..."ujar Jack, lembut.
Jack, berjalan sambil kembali menggendong istrinya, menuju walk in closed, dia mendudukkan Davina, di sofa yang ada di sana.
"Pilih baju yang ingin kamu kenakan hari ini sayang"ujar Jack.
"Yang, aku bisa ambil sendiri jadi kamu tidak perlu repot-repot begini"ucap Davina, yang melihat suaminya mengambil kan pakaian yang akan dia kenakan.
"Selama, aku masih bisa berguna untuk mu dan perusahaan, aku akan terus bekerja keras"ujar Jack.
__ADS_1
"Aku tau itu,sayang tapi aku yang seharusnya melayani mu"