Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Tidak butuh alasan#


__ADS_3

Sampai saat tiba di apartemen miliknya, Mikaila yang kini sudah menyimpan stok minuman di lemari penyimpanan seperti yang pernah dilakukan oleh Vino saat berada di sana, tapi kini semua itu ada di dalam kamarnya.


Mulai dari yang kadar alkoholnya nol koma sekian persen hingga sampai yang bengandug kadar alkohol tinggi semua ia dapat dari rekan sosialitanya yang memenuhi permintaan Mikaila meskipun semua itu tidak geratis.


Mika, langsung bergegas menuju kamar nya setelah tiba di dalam huniannya itu.


Dia melempar tas, dan laptop nya keatas kasur empuk itu, dia langsung berjongkok di samping ranjang yang memiliki laci yang cukup besar di bawah tempat tidur nya itu disana semua jenis minuman tersimpan dengan sangat rapi.


Gadis itu meraih salah satunya yang memiliki kadar alkohol tinggi.


Mikaila bahkan langsung melempar tutup botol yang sudah ia buka ke sembarang arah.


Sampai beberapa tegukan, dia pun menitikkan air mata, ternyata untuk bisa melupakan semua masalah harus berubah menjadi wanita nakal yang bahkan tidak lagi memikirkan halal dan haramnya, katakanlah Mikaila tengah terbawa arus, tapi dia melakukan itu karena tidak punya siapa-siapa untuk diajak bicara.


Bahkan untuk sekedar bercerita tentang rasa pilunya pun, sudah tidak ada lagi orang yang peduli dengan kondisinya saat ini.


Sang Mommy yang biasanya selalu ada di samping nya, kini sibuk mengurus rumah tangganya di luar negeri bahkan seakan sudah tak perduli lagi padanya.


Andaikan bunuh diri itu tidak sakit dan akan langsung membawa dirinya kedalam kematian Mikaila akan langsung melakukan itu.


Sampai dia tidak sadarkan diri, dia tergeletak di lantai kamar nya dengan botol minum yang tergeletak di samping nya.


Seseorang yang kini melihat itu, dia langsung meraih tubuh Mikaila ia pangku dan menepuk-nepuk pipi gadis itu yang semakin terlihat tirus.


Sampai berkali-kali Vino berusaha untuk membangunkan wanita itu, tapi Mikaila masih tak sadarkan diri.


Akhirnya Vino membawa Mikaila ke rumah sakit, karena terlihat ada ruam-ruam merah di kulit wajah dan leher nya, mungkin karena kadar alkohol tinggi dia mengalami alergi.


Suhu tubuh Mikaila terasa begitu panas, sampai saat pria itu meminta bantuan petugas medis yang ada di IGD tersebut.

__ADS_1


"Mikaila."lirih Dion yang melintas saat akan menjemput istrinya yang merupakan salah satu dokter di rumah sakit tersebut.


Gidion hanya mematung di tempatnya saat melihat wanita yang sangat ia cintai dibawa masuk kedalam ruangan IGD, saat itu.


Sementara istrinya pun tengah bertugas di sana, Gidion pun masuk setelah Vino keluar karena dokter meminta Vino untuk menunggu di luar sampai tindakan selesai karena setelah ditanya Vino, hanya sebagai temannya.


Sedangkan pemeriksaan menyeluruh harus dilakukan kareena butuh untuk melihat seberapa parah alergi yang dia alami saat ini.


Sampai saat Gidion masuk seseorang langsung mencegah langkahnya karena ternyata itu adalah istrinya yang baru saja keluar dari tempat Mikaila berada.


"Tunggu dulu oke sayang aku masih harus memeriksa pasien terakhir ku, sepertinya sedikit lebih lama karena dia alergi alkohol dari minuman keras yang dia minum dalam jumlah banyak."ujar sang istri tiba-tiba menjelaskan keterlambatan dia pulang.


Gidion, mematung di tempatnya bahkan kata terakhir yang terucap dari bibir istrinya yang meminta dia untuk menunggu di luar pun tidak ia dengar lagi, karena saat ini luka dihatinya terasa sangat perih, atas apa? yang dilakukan oleh wanita yang sangat ia cintai saat ini.


Gidion bahkan sempat menabrak beberapa perawat yang lalu lalang dan sedang melakukan tindakan terhadap pasien.


Sampai saat Gidion duduk di samping tempat dimana biasanya istrinya duduk saat sedang menunggu pasien hanya terhalang oleh meja disana dia duduk sambil meretas Cctv unit apartemen Mikaila yang sudah lama tidak pernah ia lihat karena sebuah alasan.


Sampai saat istrinya keluar dari dalam ruangan tersebut, dia pun pamit untuk bersiap karena sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap VIP.


"Honey,,, aku siap-siap dulu."ujar istri Gidion pamit.


Pria itu, hanya merespon dengan anggukan kepala setelah itu ia bergegas menuju ruangan dimana mantan istri nya berada.


"Honey apa? yang terjadi,,, sejak kapan kamu seperti ini."lirih pria itu.


Gidion hampir mendekat tapi getaran ponsel membuat dia mau tak mau harus kembali fokus pada handphone nya itu.


My love is calling.

__ADS_1


Tertulis jelas di handphone pria itu.


Bahkan dulu, saat Mikaila menjadi istrinya, tidak ada kontak dengan panggilan itu, hanya ada nama Mikaila saja.


Dan jika Mikaila melihat itu mungkin dia akan semakin terluka, karena sadar ternyata Gidion tidak pernah mencintai dirinya, dan dia akan membenarkan sikap Gidion yang tidak pernah membela dirinya dihadapan keluarganya saat dia ditindas dulu, dan sungguh itu akan semakin membuat Mikaila merasa tidak berharga untuk siapapun.


Satu malam telah berlalu, Mikaila masih dirawat di sana karena demamnya bahkan baru reda saat ini, setelah semalaman di berikan suntikan Anti biotik kedalam cairan infus tersebut untuk menurunkan demamnya.


"Aku dimana?."lirih gadis itu.


"Kamu di rumah sakit, apa? masih terasa pusing."jawab Vino lembut.


"Kenapa? harus dirawat,,, aku tidak sedang sakit aku mau pulang saja, aku tidak mau disini."ujar gadis itu yang hendak melepaskan jarum infus yang menancap di punggung tangan nya itu.


"Masih berlagak so kuat,,,"ujar Vino dengan nada dingin.


"Kak,, aku benar-benar tidak apa-apa, aku baik-baik saja."ujar Mikaila.


"Sekarang aku tanya sejak kapan? kamu seperti ini, kamu dapat minuman itu darimana? jawab dengan jujur atau aku akan membuat laporan polisi saat ini juga agar kamu mendekam di penjara."ancam Vino.


"Lakukan saja, karena yang aku minum pertama kali juga adalah minuman milikmu."ujar Mikaila.


"Aku membeli itu secara legal dan ada surat ijin tertentu dan standar alkohol nya pun di awasi dengan baik, tidak seperti minuman yang kamu minum aku yakin itu ilegal."ujar Vino.


"Aku tidak perduli minuman itu, legal atau tidak yang jelas keduanya sama-sama memabukkan dan itu membantu aku untuk melupakan semua masalah yang ada, meskipun hanya sesaat. daripada aku putus asa dan bubuh diri."ujar wanita itu.


"Mika,,, cukup ini yang terakhir mulai sekarang dan selamanya kamu tidak boleh menyentuh minuman manapun."ujar Vino.


"Tidak,,, ini hidup ku, kamu tidak punya hak untuk mencampuri urusan ku, kamu juga sudah bukan orang kepercayaan Daddy lagi. jadi kamu tidak punya alasan untuk melarang ku melakukan ini dan itu."ujar Mikaila.

__ADS_1


"Karena aku sangat mencintaimu,,, dan untuk melindungi orang yang aku kasihi aku tidak perlu sebuah alasan."ujar Vino.


Sontak Mikaila terdiam dengan pandangan yang menunduk.


__ADS_2