Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Kelahiran baby twins K#


__ADS_3

Sanum, masih terlelap di pelukan Kenzie, setelah beberapa hari ini mereka kembali baikan meskipun rasanya sulit untuk terima, dan Sanum, membuat surat permohonan untuk membebaskan Kenzo, dari penjara dengan alasan, sudah memaafkan dan dia juga sudah dihukum selama beberapa bulan ini, kini kandungan Sanum pun, sudah menginjak usia sembilan bulan delapan hari, wanita itu, sudah berdamai dengan keadaan, dan memaafkan keluarga suaminya itu, tapi bagi Georgio, hukum masih berjalan meskipun kini diturunkan menjadi dua puluh tahun penjara, setelah membayar denda yang cukup besar.


"Sayang, ayo bangun, sudah pagi, saat nya, untuk jalan-jalan keluar"ucap Kenzie.


"Mas, perut aku sakit, sepertinya aku akan melahirkan"ucap Sanum.


"Sayang bukan nya masih dua hari lagi"ujar Kenzie.


"Aku tidak tau mas, tapi sepertinya, sudah waktunya"ucap Sanum, semakin mengeratkan pelukannya, karena rasa sakit yang tiba-tiba dia juga mencengkeram erat bahu Kenzie.


"Sebentar ya, sayang sabar kamu pasti kuat cinta"ucap Kenzie yang meraih ponsel dari atas nakas.


"Ken, sakit"ucap Sanum, lagi.


Sabar ya sayang, sebentar lagi baby kita akan segera lahir"ucap Kenzie.


"Mas, kamu gak akan ngerasain bagaimana ras sakit nya"ucap Sanum, yang kini semakin erat memeluk Kenzie, yang tengah mencoba menelpon seseorang untuk menyiapkan mobil dan juga meminta pelayan membawakan perlengkapan bayi dan Sanum, yang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari.


Kenzie, yang sudah latihan untuk tidak boleh Panik, meskipun dia tetap panik dalam hatinya, akhirnya dia pun berusaha bangkit, dengan perut buncit Sanum, menonjol di perutnya, dia mencoba untuk mengelus pinggang belakang Sanum, penuh cinta, agar sedikit berkurang rasa sakit yang kini diderita oleh istrinya itu.


"Ken, sakit!"teriak Sanum, sambil menggigit bahu Kenzie, yang meringis kesakitan tapi dia relakan bahunya di gigit, Sanum, meskipun tidak sampai berdarah tapi minimal membiru.


"Sayang, ayo kita kerumah sakit, tapi jangan panik, tunggu, aku cuci muka i ganti baju dulu ok sayang ucap Kenzie, yang langsung bangkit setelah membantu Sanum, berbaring menyamping ke kiri, wanita itu sedikit terisak, dia teringat ibunya, yang telah melahirkan nya, dia teringat kedua orang tua nya yang sudah tiada.


"Ayah....Bunda, aku sayang kalian Ucap nya, sambil terisak.


"Sanum, merasa sangat sakit, ketika mengingat perjuangan ibunya, dan kesedihan nya, saat Sanum, tidak ingin memiliki, ibu, yang seorang germo, padahal itu hanya pandangan negatif, karena ibunya, menampung wanita yang bekerja di dunia malam, untuk membantu perekonomian mereka, Aurora, hanya ingin orang susah seperti dirinya dulu tidak susah lagi.

__ADS_1


Sanum, pun semakin memekik, saat wanita tiba-tiba cairan dari jalan lahir nya pun keluar, Kenzie, langsung mengangkat tubuh Sanum, menggendong nya ala bridal style menuju lantai bawah, untuk menuju mobilnya yang sudah disiapkan oleh asisten pribadi nya.


Sementara itu pelayan di mobil satunya mengikuti mobil, yang dikemudikan oleh asisten pribadi Kenzie.


"Sabar sayang ya, sebentar lagi sampai"ujar Kenzie.


"Ken, maafkan aku jika selama ini aku menjadi istri durhaka, jika aku tidak selamat tolong sampaikan maaf ku juga pada mommy, karena ibuku, kebahagiaan nya"ucap Sanum.


"Sayang, stop kamu akan tetap baik-baik saja dan semua bukan salah ibu, atau Daddy, semua itu, adalah takdir, dan kamu harus tetap kuat, demi kedua putra kita, Kevin, dan Kendra, ucap Kenzie.


"Sepertinya, waktu ku, sudah tidak lama lagi Ken, aku tidak sanggup"ucap Sanum.


"Sayang, bertahan lah"ujar Kenzie.


Beruntung mobil sudah berada di pelataran rumah sakit Kenzie, langsung berteriak kepada, petugas medis yang kini tengah menunggu mereka dan mereka pun, segera mengambil alih posisi Sanum, saat ini dan langsung dibawa masuk ke ruang bersalin.


Semua sudah benar-benar disiapkan, Sanum, langsung di infus, di tangan dan dua dokter spesialis kandungan dan dokter anak, juga bidan dan empat orang perawat telah disiapkan untuk kelahiran twins k, dua bayi kembar laki-laki itu, sudah tidak sabar ingin melihat dunia rupanya, saat kondisi, Sanum, stabil akhirnya, dia pun mengejan wanita itu terus berjuang hingga titik darah penghabisan.


"Oeeek.....!"


"Oeeek.....!"


Keduanya lahir langsung berurutan tidak ada jeda.


Keduanya, langsung diberikan gelang nama, sesuai urusan, Kendra dan Kelvin.


Kendra, yang pertama dan Kelvin, mereka belum diberikan nama belakang keluarga, karena, nama itu sudah tercoreng, Kenzie, ingin nama belakang yang pas nanti dia dan mommy nya, akan berdiskusi dengan baik.

__ADS_1


Setelah kedua bayi dibersihkan, Kenzie langsung mengambil alih, dan mengadani keduanya.


setelah itu, Sanum, yang sudah dibersihkan dan sudah di jahit, langsung di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP, Sanum rebahan di atas ranjang pasien, dan kedua bayi tampan yang begitu menggemaskan, membuat Mariana, berulang kali menitikkan air mata, bagaimana tidak, jika Abigail, mirip dengan Kenzie, maka Kevin dan Kendra, seratus persen lebih mirip.


"Selamat datang di dunia,cucu Oma yang paling tampan.


Sanum pun, tersenyum dan begitu pula Kenzie, yang sedari tadi tidak pernah jauh dari samping Sanum, dan kedua putranya itu.


"Tuan Kenzie, kau berani bayar berapa? sekarang kedua anak kita sudah lahir"ucap Sanum, dengan sengaja.


"Aku akan membayar dengan seluruh jiwa raga ku"ucap Kenzie.


"Kau pelit sekali tuan bahkan kau tidak memberikan aku bunga"ucapan Sanum, terhenti saat seseorang mengetuk pintu, dan buket bunga mawar dari berbagai jenis kini terpampang nyata, diharapkan nya.


Sembilan ratus sembilan puluh sembilan, bunga mawar dari beraneka Warna terpampang jelas di hadapan Sanum.


"Itu bunga nya, sayang lambang cinta abadi dari ku, untuk mu, kau adalah cinta ku, cinta pertama dan cinta suci ku"ujar Kenzie.


"Terimakasih Ken, aku sedikit lega"ucap Sanum.


"Tok....tok...tok.."Suara pintu di ketuk dari luar, tidak lama , kemudian muncul dua orang pria dari agen perumahan, lebih tepatnya Mension, yang sudah lama ingin Kenzie, persembahkan untuk istri tercintanya.


"Sayang, terminal kunci rumah itu, semua milikmu dan untuk kita tinggali bersama, jangan lupa bahagia sayang, kita akan mulai kehidupan baru bersama kedua putra kita kelak.


"Terimakasih mas, tapi rumah ku, keduanya bakal kosong, ujar Sanum.


"Tidak akan sayang kita bisa giliran, menginap di ketiganya, jika bosan dengan suasana rumah yang satunya"ujar Kenzie.

__ADS_1


"Ambilah nak, kedua rumah itu, mutlak milik dirimu, dan Mension, yang baru adalah nafkah untuk kalian bertiga dari suami mu, dan kamu bisa lakukan apa, saja yang kamu inginkan dengan itu"ucap Mariana.


"Terimakasih atas kebaikan kalian berdua mommy"


__ADS_2