
"Sayang jangan pernah katakan itu. aku tidak ingin lagi mendengar apapun lagi."ujar Vino.
"Aku benar-benar dilema kak, aku harus bagaimana?."ujar Mikaila.
"Ikuti kata-kata ku Yank, kamu hanya akan aman, saat bersama dengan ku, dan aku berjanji bahwa kamu akan selalu bahagia."ujar Vino.
"Berikan aku waktu setidaknya satu bulan saja setelah itu aku akan memutuskan semuanya."ujar Mikaila.
Awalnya Vino enggan untuk memberikan jawaban tapi akhirnya dia pun mengangguk karena tidak ingin Mikaila tertekan dan putus asa.
"Baiklah sayang terserah kamu saja."ujar Vino lembut.
Mikaila merasa lega karena Vino memberikan dia waktu untuk berpikir, meskipun semua itu begitu sulit.
Vino ikut berbaring di atas ranjang, sementara Mikaila sendiri pergi ke kamar mandi, wanita itu ingin mandi dan berganti pakaian.
Sampai saat Mikaila keluar dari dalam kamar mandi, dia sudah berpakaian.
Wanita itu tengah duduk di kursi meja rias, wanita itu hendak menyisir rambut nya.
Sampai saat Vino datang menghampiri nya dan mengambil alih barang yang Mikaila pegang yaitu alat pengering milik Mikaila.
Wanita itu tidak memberikan kesempatan kepada Vino.
Vino, langsung menggeleng pelan saat melihat Mikaila benar-benar menolak untuk ia bantu.
Namun Vino memaksa wanita itu.
"Yang aku ingin membantu kenapa? kamu tidak percaya sih, aku bisa melakukan semuanya."ujar Vino.
Vino, kembali mengambil alih semua itu, hingga akhirnya dia pun memulai untuk mengeringkan rambut Mikaila dengan telaten hingga rambut Mikaila pun sudah selesai dikeringkan, Vino langsung tersenyum sambil mengecup puncak kepala wanita cantik itu.
"Sudah selesai Yank."ujar Vino.
"Heumm,,, baik'lah terimakasih."ujar Mikaila.
"Sayang,,, aku menginap di sini malam ini sampai dua hari kedepan. setelah itu barulah aku kita kembali sama-sama."ujar Vino.
Vino,,, yang kini terlihat sangat bahagia karena bisa tinggal bersama dengan Mikaila di resort yang sama yaitu memiliki banyak kamar.
Tempat itu adalah villa resort milik Kenzie yang belum lama ini dibangun oleh pria itu untuk bersantai setiap kali dirinya tengah mengalami kepenatan.
Dan kini Mikaila sudah minta izin untuk tinggal di sana, meskipun Sanum meminta dia untuk pulang ke Mension miliknya peninggalan Aurora yang hingga saat ini masih terawat dengan sangat baik itu, dan lagi itu adalah rumah yang aman untuk keadaan Mikaila saat ini.
__ADS_1
Mikaila, hanya berkata akan kesana setelah dari villa tersebut.
Namun, belum sampai satu bulan dia di sana. Vino sudah datang untuk menjemput nya pulang.
Akhirnya Mikaila pun kini makan malam bersama dengan Vino setelah pukul tujuh malam.
Suasana terasa begitu romantis karena cuaca yang begitu mendukung keadaan ini.
Mikaila sendiri sedari tadi enggan untuk menatap kedepan karena vino sedang menatap kearahnya.
"Aku sudah melayangkan gugatan cerai pada dia."ujar Vino.
"Heumm,,, itu bukan urusan ku, terserah kakak mau melakukan apapun dengan rumah tangga kakak tapi satu hal jangan bawa-bawa aku dalam hal ini."ujar Mikaila.
"Jangan takut sayang,, mulai saat ini aku akan fokus pada hubungan kita dan aku janji tidak ada satu orang pun yang akan menjelekkan kamu."ujar Vino.
"Heumm,,, terserah."ujar Mikaila.
Mikaila melanjutkan kembali makan malam nya.
Begitu pula dengan Vino, pria itu bahkan menyuapi Mikaila, dan wanita itu terpaksa menerima suapan tersebut.
Pipi Mikaila terlihat bersemu merah, namun kemudian dia juga balas menyuapi Vino.
Namun sudah hampir pukul dua dini Mikaila tidak kunjung bisa memejamkan mata, dia gelisah dan benar-benar sangat gelisah karena terus mengingat janjinya pada Gidion meskipun janji itu ada karena terpaksa.
Mikaila kembali menangis sesenggukan karena ternyata rasa cintanya pada Gidion tidak pernah bilang, dia bahkan masih sangat mencintai pria itu, tapi juga tidak bisa mengabadikan Vino.
Mikaila masih sangat dilema.
Wanita itu pun melangkahkan kakinya menuju balkon kamar nya.
Dia pun kaget saat melihat Vino pun tengah berada di balkon yang sama saat ini, pria itu tidak menyadari kehadirannya.
Mika, menghentikan langkahnya saat melihat pria itu berkali-kali mengusap air matanya.
Entah apa? yang terjadi, tapi yang jelas baru kali pertama bagi Mikaila melihat pria itu menangis dalam diam.
Jika sudah seperti ini, Mikaila pun bingung mau melakukan apa?.
Hingga Vino menoleh saat Mikaila hendak berbalik dan pergi, namun kemudian Vino memanggil wanita itu.
"Yank,,, kamu belum tidur, atau ada sesuatu yang kamu inginkan."ujar Vino sebisa mungkin.
__ADS_1
"Heumm,,, aku hanya ingin mencari udara segar tapi aku takut besok kesiangan."ujarnya beralasan.
"Heumm,,, benarkah."ujar Vino yang kini terlihat sengaja menggoda Mikaila.
"Ya,, aku hanya sedang tak bisa tidur."jawab Mikaila sedikit gugup sambil berpikir entah apa? yang sebenarnya terjadi pada pria yang seakan miliki kepribadian ganda itu.
"Ayo kemarilah."ujar Vino.
"Tidak aku sudah berubah pikiran."ujar Mika.
"Heumm,,, tidak bisa kamu sudah berada di sini dan itu artinya kamu tidak bisa pergi."ujar Vino.
Vino menarik Mikaila, kedalam dekapannya.
Pria itu seakan enggan untuk melepaskan Mikaila.
Kali ini Mikaila membiarkan Vino melakukan itu, Mikaila tau pria itu sedang menyelesaikan sesuatu.
Sampai lima menit kemudian, Mikaila yang sedari tadi memejamkan matanya itu telah benar-benar tidur di pelukan pria itu.
Vino, yang menyadari hal itu pun hanya bisa menghela nafas berat.
"Apa? sesulit ini ingin memiliki dirimu, disaat para gadis lain bahkan datang untuk menyerahkan diri padaku. dan apa? sebenarnya yang bisa membuat para orang tua ku dan dia tidak pernah merestui hubungan diantara kita."ujar pria itu.
Sementara Mikaila yang mendengar kan hal itu membuat wanita itu mengerti dengan apa? yang Vino rasakan saat ini.
Tapi dia tidak mengerti kenapa? Vino bisa menangis hanya karena masalah itu.
Mikaila pun, hanya bisa bertanya-tanya dalam hati tanpa bisa berbuat apa-apa Mikaila kini tengah berbaring setelah Vino membaringkan dirinya di atas ranjang miliknya.
Wanita itu masih berpura-pura tertidur pulas, saat ini hingga saat Vino hendak mengecup bibir Mikaila wanita itu pura-pura menggeliat.
"Heumm,,, sakit."ujarnya sambil memunggungi pria itu.
Mikaila langsung pun kembali terdiam tanpa kata.
Sementara Vino, menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan tingkah Mikaila.
Vino tau jika wanita itu tidak tidur setelah dia berkata hal itu.
"Mau sampai kapan? kamu terus berpura-pura tidur."ujar Vino.
Namun tidak ada respon dari wanita itu.
__ADS_1