
Mariana pun langsung bergegas pergi dari tempat tersebut, dia marah karena Kenzo melarang untuk dia makan di sana, dia langsung masuk tidak sampai sepuluh menit, ada seseorang yang mengantar paket makanan, kiriman dari Kenzo, karena memang rumah itu tidak terlalu jauh dari restaurant milik sahabat nya itu.
Mariana, membuka paper bag tersebut di meja makan berisi beberapa kotak sarapan pagi untuk nya, dan Lion, Lion bahkan sedari tadi tidak jauh dari wanita cantik itu.
saat Mariana tengah menikmati sarapan pagi nya, tiba-tiba ponsel yang sedari tadi ada di sampingnya berbunyi.
tanpa melihat siapa orang yang sedang menelpon di' langsung mengangkat panggilan tersebut.
š±"Halo mas, ada apa?... katanya mau meeting , tapi malah gangguin orang sarapan pagi"ucap Mariana.
š±"Mari, siapa? yang kamu maksud"ucap Dion.
š±"Mas Dion"ucap Mariana kaget.
š±"Kamu harus jelaskan sesuatu pada ku" ucap Dion. Mariana malah terbengong melihat handphone tersebut, hingga seseorang datang.
"Mari"ucap Kenzo yang baru saja datang, pria itu terlihat sedang tidak baik-baik saja.
"Siapa? yang sedang kamu hubungi"ucap Kenzo.
"Mariana, gelagapan dia begitu terlihat ketakutan karena handphone Mariana,belum mati sama sekali, sambungan telepon tersebut belum juga terputus.
hingga wanita cantik itu melempar ponsel nya, pada Lion, dan singa itu langsung berlari pergi membawa ponsel tersebut.
"Tidak ada yang dihubungi tapi dia menghubungi ku, barusan entah mau bicara apa"ucap Mariana.
"Jangan bohong yang, aku tau dia suka sekali menghubungi mu, selama ini, saat aku tidak ada"ucap Mariana.
"Mas, terserah kamu mau bicara apa? yang pasti hanya pikiran mu saja"ucap Mariana.
Kenzo langsung menyeret Mariana, menuju kamar mereka tidak sabar dia juga langsung mengangkat tubuh Mariana menuju kamar nya.
Mariana pun hanya bisa pasrah dan menerima apapun yang Kenzo lakukan, pria itu hanya minta Mariana, untuk mandi dan berganti pakaian, saat ini juga Kenzo akan membawa istrinya kembali ke villanya.
sementara Mariana tidak tau semua itu.
setelah selesai mandi Mariana, langsung berganti pakaian, dengan pakaian yang santai, hanya menggunakan dress selutut setelah itu dia langsung menoleh wajah nya dengan makeup tipis, Kenzo hanya memperhatikan istrinya itu dari sofa singgel yang ada dalam kamar tersebut.
setelah selesai, Kenzo langsung meminta istrinya untuk membawa barang penting milik istrinya itu, dia berkata akan segera pulang ke villanya.
Mariana, pun tidak tinggal diam, dia langsung menghentikan langkahnya.
"Mas, tidak bisa begini dong kamu sudah setuju agar aku tinggal di sini"ucap Mariana, sambil menatap wajah datar suaminya itu.
"Aku memang mengijinkan mu untuk tinggal di sini, tapi kamu selalu melanggar peraturan"ucap Kenzo.
"Melanggar bagaimana, mas aku sudah mengikuti aturan dari mu, aku tidak pernah membantah apa, yang kamu larang , kamu harus tepati janji mu dong mas"ucap Mari, sambil duduk di sofa dia jengkel dengan sikap Kenzo yang berubah-ubah.
Kenzo bahkan hanya diam dan tidak menjawab sedikit pun, dia hanya berjalan begitu saja.
"Mas...mas aku mohon, kamu itu kenapa?? harus nya saat ini kamu sibuk dengan dirinya "ujar Mariana.
"Mari, jangan kamu buat aku, untuk mengulang-ulang ucapan ku aku sudah jelaskan sedari awal"ucap Kenzo.
"Tapi mas"ucap Mariana yang langsung mendapat lirikan mata tajam dari pria yang berstatus suami nya itu.
"Begini amat punya suami"ujar Mariana, sambil berjalan mengikuti suaminya itu.
sementara Kenzo, hanya berdehem dia bergegas menuju mobilnya sengaja menunggu Mariana, di dalam mobil, dengan koper kecil berisi barang-barang penting.
sementara Mariana, sudah menutup pintu diikuti oleh Lion,di samping nya, Kenzo yang melihat itu dia langsung menggeleng kan kepala nya, tiba-tiba setelah Lion, berada di dalam mobil, dan Mariana, ponsel Kenzo langsung berbunyi , panggilan masuk dari sang istri.
š±"Halo ada apa?"ucap Kenzo.
š±"Aku menunggu mu, di restoran untuk makan siang bersama"ucap nya.
š±"Aku ada urusan penting di luar kota, dan harus buru-buru pergi, nanti malam aku baru bisa kembali"ucap Kenzo, yang langsung membuat Mariana, membulatkan matanya.
"Kau bisa pergi, aku bisa pulang bersama dengan Lion"ucap Mariana.
"Aku bilang tidak, ya tetap tidak jangan suka bermain-main dengan apa yang aku ucapkan"ucap Kenzo.
Mariana pun langsung mendengus kesal.
Lion, aku harus apa? sayang tidak akan pernah ada yang memahami ku, selain dirimu"ucap Mariana.
Kenzo menatap kearah Mariana.
sementara itu sopir, yang sedari tadi mengemudikan mobil mereka, tetap fokus ke depan di samping nya ada Lion, dia sudah mulai terbiasa dengan itu.
Mariana duduk bersama dengan Kenzo, sementara Lion, asik dengan mainan nya, sesekali jika dia bosan dia akan melirik Mariana.
seperti saat ini Lion, sedikit gelisah karena dia melihat ada banyak pepohonan.
"Sayang jangan gelisah begitu, kamu bobo saja Mari, tidak akan pernah meninggalkan mu sendiri lagi"ucap Mariana, yang langsung mengelus Lion.
"Yang kamu itu hanya fokus pada dia, lalu kapan?? fokus ngurusin aku dan calon anak kita"ucap Kenzo.
__ADS_1
"Mas, jangan pernah bilang begitu mas tau sendiri kan bagaimana keadaan ku, sedari awal, aku tidak bisa memberikan mas Dion, anak maka dari itu, saat mas Dion ingin bercerai dari ku, aku tidak bisa membela diri atau mempertahankan hubungan kami"ucap Mariana.
"Siapa...mas"ucap Kenzo yang kini menatap lekat wajah Mariana.
"Maaf mas, maksud aku mantan ku"ucap Mariana.
Kenzo si pria dingin, tapi jika sedang bersama dengan istrinya pria itu, akan lebih banyak bicara, seperti biasa layaknya seorang suami.
tapi itu hanya dengan Mariana saja.
mereka pun sampai di villa, Mariana.
Mariana pun langsung bergegas menuju kandang Lion, dan memasukkan Lion, setelah itu dia pun pergi menuju kedalam rumah dimana Kenzo berada.
Mariana hanya berjalan dengan cueknya melewati Kenzo menuju anak tangga Mariana langsung berhenti ketika Kenzo, berkata .
š¹šššš¹
"Yang apa? begini sikap mu, saat bersama nya"ucap pria itu yang merasa jengah dengan sikap Mariana.
"Bisa jadi, kamu tanyakan saja pada dia langsung, sebab jika aku yang menjawabnya langsung, aku takut disangka membanggakan diri sendiri, terus terang saja, aku sudah tidak percaya dengan pernikahan dan laki-laki, selama ini aku sudah nyaman dengan kesendirian ku, aku hanya perlu mencari uang untuk kehidupan kami berdua, bukan di jadikan pengemis seperti yang sudah-sudah, meskipun aku tidak pernah menggunakan uang dari nya, atau siapapun, hingga dia merasa bisa bebas menindas ku, berkata bahwa ia tidak pernah mencintai ku dan bahkan mencintai wanita lain secara terang-terangan dan membawa dia kehadapan ku, wanita mana yang bisa menerima kenyataan itu, lalu selama ini kenapa?? dia selalu menyentuh ku, jika dia jijik melihat ku ada di sisinya, orang gila saja sempat waras sebelum dia benar-benar gila, tapi ada manusia waras yang, ternyata menutupi kegilaan nya, dan aku sudah di titik masa bodoh dengan yang namanya pernikahan, jika tidak ingat dengan dosa lebih baik jadi wanita penghibur dari pada, jadi istri tapi serasa mirip wanita penghibur"ucap Mariana.
Deg....
jantung Kenzo, terasa seperti dihantam oleh batu besar, perkataan Mariana, berhasil menyindir nya.
"Yang aku tidak pernah menganggap mu, seperti itu, aku hanya mencintai mu, tapi aku tidak punya kesempatan untuk memilih mu, menjadi yang pertama"ucap Kenzo.
"Ah sudah lah, mas tidak perlu lagi di bahas, semua sudah terjadi, dan kita jalani saja ini, tapi maaf jika aku tidak sesempurna istri mu"ucap Mariana, yang melanjutkan perjalanan menuju lantai dua dimana kamar dia berada.
Mariana hanya bisa menghela nafas, beban yang selama ini terpendam di dalam hati nya, sudah dia keluarkan , ini adalah dirinya saat ini, mungkin orang lain akan mengira bahwa Mariana, bukan istri yang baik, tapi dia tidak pernah peduli dengan itu semua.
Kenzo pun menyusul ke dalam kamar, setibanya di sana dia melihat istrinya sedang berada di balkon wanita itu tengah berdiri melihat pepohonan dan rumah penduduk desa yang terlihat dari kejauhan, ada linangan air mata, saat ini dan tetesan demi tetesan air tersebut jatuh begitu deras seakan berlomba disaat Mariana, tengah merindukan kebahagiaan yang telah berlalu, bersama dengan Lion, dan kedua orang tua nya.
"Ayah.... Bunda...aku rindu kalian, aku sudah tidak kuat menjalani hidup ini, tapi aku tidak mungkin bunuh diri, sementara Lion, akan hidup sengsara hingga kematian itu tiba"ucap Mariana.
dan itu langsung membuat Kenzo, kaget ternyata dibalik sikap cuek istrinya itu, ada rasa sakit yang teramat besar, yang membuat jiwa nya, rapuh.
"Yang hanya satu tahun lagi, aku mohon kamu kuat, dan jika dalam satu tahun aku tidak bisa menceraikan nya, kamu boleh tinggalkan aku, tapi jika dalam satu tahun kamu tiba-tiba hamil, jangan pernah berusaha untuk pergi dari ku, aku tidak akan membiarkan keturunan ku, hidup kekurangan di luar, dan jangan coba-coba meminum pil kontrasepsi atau semacamnya"ancam Kenzo.
pria itu masih memeluk Mariana, yang kini berbalik bersandar di dada bidang suaminya membenamkan wajahnya di sana ada tangis, yang tidak pernah bisa terhenti jika bukan karena rasa cinta nya.
Mariana, sangat berharap bahwa ucapan Kenzo saat ini adalah benar, dia juga berharap ini adalah pernikahan terakhirnya.
sementara di lain sisi, saat ini Deswita, tengah menangis sesenggukan sendirian di apartemen milik nya, bagaimana tidak, pria yang selama ini menikahi nya, secara diam-diam, karena terhalang restu dari keluarga, kini telah ketahuan berselingkuh, dengan wanita yang tidak lain adalah istri bos, sekaligus istri Kenzo.
Deswita langsung berlari hingga dia hampir tertabrak mobil, tapi beruntung. seseorang menyelamatkan diri nya, saat ini itu juga.
Deswita begitu hancur, pasalnya, cinta diantara mereka yang bisa dibilang baru akan tumbuh sekarang sudah mati, karena tersiram air panas.
wanita itu bahkan hanya bisa menangis, dia tidak punya tempat mengadu, karena semenjak Mariana, menikah dengan Kenzo, dia bahkan tidak pernah bisa, melawan aturan suaminya itu, yang jika dia berbicara, merupakan sebuah perintah.
malam pun tiba, saat ini Kenzo, enggan untuk pergi, saat memperhatikan wajah cantik istrinya yang rapuh itu.
"Sayang kamu makan dulu ya, aku akan turun membuatkan makan malam"ucap Kenzo.
"Mas, aku tidak laper"ucap Mariana.
"Sayang kamu bahkan seharian penuh tidak menyentuh makanan sama sekali"ucap Kenzo.
"Aku sedang tidak selera makan mas, tadi pagi, aku sempat ingin, sarapan pagi di restaurant tersebut, tapi kamu tidak memperbolehkan ku untuk makan di sana"ucap Mariana jujur.
"Aku hanya tidak ingin, orang lain menikmati keindahan milikku ini, sayang"ujar Kenzo sambil mengecup leher Mariana.
Mariana pun memejamkan mata nya, saat ini dia ingin tertidur sebelum Kenzo pulang ke rumah istrinya itu.
tapi hingga pukul tiga pagi, Kenzo masih berada di sisi nya, dan memeluk dirinya, pria tampan dengan garis rahang tegas itu, benar-benar ciptaan Tuhan paling sempurna, bagi Mariana.
"Mas, kamu masih disini"ucap Mariana.
"Tentu saja sayang lalu dimana lagi"jawab nya,parau suara khas bangun tidur.
"Aku kira, kamu sudah pergi, katanya akan pulang"ucap Mariana.
"Pulang kemana, sementara istri ku, ada di sini"ucap Kenzo.
"Tapi mas kamu, sudah janji pada nya, jangan kau ingkari mas"ujar Mariana.
"Sekarang aja, ngusir, semalam nangis-nangis tidak ingin ditinggalkan"ucap Kenzo yang sontak membuat mata Mariana membulat bagaimana bisa, Mariana, berkata seperti itu.
"Mas, jangan mengada-ada , mana ada orang tidur seperti itu"ujar Mariana.
Kenzo langsung terkekeh geli lalu mencium bibir istri nya yang cemberut itu.
"Yang kamu itu bikin aku gemes, aku selalu kangen dengan sikap mu yang seperti ini, sedari pertama kali kita bertemu dulu"ucap Kenzo.
"Mas, apa? boleh aku bekerja aku ngerasa bersalah dengan ayah bunda, yang sudah menyekolahkan aku tinggi-tinggi, tapi hanya menjadi pengemis dan pengangguran "ucap Mariana.
__ADS_1
"Baiklah tapi hanya bekerja di kantor ku dan menjadi asisten pribadi ku, tidak ada yang lain dan tidak ada tawar menawar, dan satu lagi kamu bukan pengangguran, Ok"ucap Kenzo tegas.
"Mas aku ingin mandiri, dan aku tidak mau bergantung pada siapapun"ucap Mariana.
"Tidak ada, jika kamu ingin seperti itu, maka tidak boleh kemanapun"ucap Kenzo.
"Mas, aku hanya ingin membuka toko perhiasan milik ayah dan Bunda"ujar Mariana.
"Tidak tempat itu terlalu jauh dari sini dan juga kantor ku"ucap Kenzo.
"Mas aku bisa pulang pergi setiap hari, kerumah ayah, jadi kita bisa tinggal di sana"ucap Mariana.
"Tidak, yang kamu boleh membuka usaha sendiri tapi tempat nya tidak boleh jauh dari jangkauan ku"ucap Kenzo.
"Aku jadi TKW, saja sekalian"ucap Mariana.
"Yang kamu itu tidak pernah kekurangan uang, jadi untuk apa? bekerja"ucap Kenzo.
"Aku hanya ingin punya penghasilan sendiri, bukan terus bergantung pada mu atau mas Dion"ucap Mariana.
"Apa? yang kamu katakan, Dion masih mengirim uang bulanan itu"ujar Kenzo kaget.
dan pertanyaan Kenzo dijawab anggukkan kepala oleh Mariana.
"Kurang ajar, sudah tau istri orang kenapa? masih mengirim uang bulanan"ucap Kenzo.
"Dia tidak tau bahwa aku, sudah menikah dan jika tau pun semua tidak akan merubah keputusan nya, mas Dion, dia itu keras kepala"ucap Mariana.
"Tidak bisa, kamu adalah istri ku, istri dari Kenzo Georgio kamu tidak boleh, menerima apa pun pemberian dari orang lain"ucap Kenzo tegas.
"Baik lah, tapi izinkan aku untuk bekerja ok"ucap Mariana.
"Baik, tapi di kantor bersama dengan ku"ujar Kenzo tegas.
"Aku ingin bekerja di mulai dari nol"ucap Mariana.
"Tidak"jawab Kenzo.
"Ya sudah aku terima saja uang itu"ucap Mariana.
"Ok, dari manager keuangan"ucap Kenzo.
"Paling bawah"ucap Mariana.
"Staf bank"ucap Kenzo.
"Ya itu lebih baik,aku akan disana"ucap Mariana.
"Tapi aku juga akan pindah ke sana"ucap Kenzo.
"Sebaiknya aku jadi bartender saja" ujar Mariana.
Kenzo langsung mencengkeram bahu Mariana.
"Jangan coba-coba lakukan itu, jika kamu tidak ingin aku mematahkan kedua kaki mu"ucap Kenzo.
"Mas, apa? susahnya beri aku ijin untuk bekerja di mana pun aku mau ,lagi pula kamu masih memiliki istri lain yang bisa kamu urus aku bukan dia yang hanya bisa ber poya-poya dengan uang mu, aku ingin bekerja selagi aku masih diberikan kesehatan"ucap Mariana.
..."Yang "...
Kenzo tengah menatap lekat wajah cantik itu yang masih berdebat dengan nya, padahal ini masih terlalu pagi tapi mereka tidak ada yang mau mengalah.
hingga Kenzo, membungkam bibir Mariana dengan ciuman hangat di sana, keduanya pun bercumbu mesra, hingga akhirnya bercinta di pagi hari, kedua pengantin baru itu,kini tengah menikmati madu pernikahan.
hingga pukul tujuh pagi, mereka pun sudah bersiap untuk sarapan pagi, Mariana menyiapkan sarapan pagi dan semu kebutuhan Kenzo.
"Jadi, sudah diputuskan, bahwa cinta hanya boleh duduk manis di rumah menyambut ku, saat pulang kantor dan melayani ku, saat aku berada di samping mu, selain gajih suami mu, kamu juga mendapat pahala dari Allah"ucap Kenzo.
"Heummm... baik'lah sayang ku apapun itu, tapi ingat jangan sekali-kali membuat aku kecewa, karena saat itu tiba aku tidak akan pernah memaafkan mu lagi, dan aku akan pergi sejauh mungkin"kata Mariana.
"Pergilah jika kamu bisa"ucap Kenzo.
"Kenapa? tidak, aku bisa pergi kapan pun aku mau"ucap Kenzo.
"Sebelum itu terjadi, aku akan membuat mu tidak akan bisa meninggalkan ku"ancam Kenzo.
""Kamu hanya bisa mengancam ku, tapi baik'lah kita lihat, saja nanti" ucap Mariana.
"Aku akan membuat mu menyesal, jika kamu berani melakukan hal itu"ucap Kenzo.
mereka pun menghabiskan sarapan dalam diam, larut dalam pikiran masing-masing hingga Kenzo berkata.
"Aku tidak akan pulang ke sini selama beberapa hari ini, baik-baik di rumah ingat selalu memberikan ku kabar honey"ucap Kenzo.
"Tidak kah kau takut istri mu curiga"ucap Mariana, dengan menekankan kata-kata nya.
"Kenapa? harus takut kamu istri ku juga"ujarnya.
__ADS_1