Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Tak mengijinkan#


__ADS_3

prosesi pemakaman Lion, saat ini dilakukan dengan sangat baik, bagaikan proses pemakaman manusia kini Lion sudah tidak ada di dunia ini lagi Mariana terus menangis di pelukan Kenzo wanita itu tidak tahan menahan tangisnya.


hingga berkali-kali jatuh pingsan , hingga Kenzo harus kembali membawa Mariana kedalam .


Kenzo langsung bergegas menuju kedalam rumah.


Mariana tidak bisa melakukan apa-apa lagi untuk Lion, karena Lion kini sudah tiada.


Deswita sendiri hanya terduduk lemas ada tangis yang cukup memilukan pasalnya Lion adalah keluarga bagi kedua wanita itu, tapi Adriyan kini mencoba menenangkan Deswita, tapi tiba-tiba Adri, langsung memeluk Deswita, membawa kedalam dekapannya.


tiba-tiba Adriyan menatap kearah Adri.


"Sayang kamu harus tegar, Lion akan masuk surga sebagai hewan yang baik"ucap Adri, bicara asal.


Deswita langsung terdiam saat ini karena dia tidak ingin membuat hidup nya sulit.


Deswita sedang sangat was-was bagaimana tidak dia sedang diawasi oleh seseorang saat ini dia adalah calon suami Deswita, karena Adriyan adalah calon suami Deswita.


Deswita langsung berdiri dia melepaskan tangan Adri, dan berjalan menuju Adriyan, yang kini hendak pergi.


"Kak, tunggu"ucap Deswita.


"Yang kamu mau kemana"ucap Adri, yang malah mencegah Deswita.


"Pulang sama calon suami ku"ucap Deswita, tiba-tiba Adriyan menoleh.


"Tidak, aku tidak akan mengijinkan untuk pergi"ucap Adri.


Adri langsung pergi menarik Deswita untuk pergi saat itu juga, sementara Adriyan langsung menyusul mereka.


"Lepaskan, dia!" teriak Adriyan.


"Hey kau siapa? seenaknya saja manggil-manggil istri orang"ucap Adri sambil mendorong pria tampan yang ada di hadapannya.


Adri langsung masuk kedalam rumah membawa Deswita, sambil di seret langkah nya, dan langsung di angkat tubuh ramping yang kini menggunakan dress hitam selutut. dengan kacamata hitam tersebut.


Adri benar-benar tidak terima dengan kenyataan ini dia tidak akan pernah mengijinkan Deswita menikah dengan siapapun.


hingga akhirnya Mariana tersadar dari pingsan nya, Kenzo tetap setia berada di samping istri nya yang berduka.


yang hadir di pemakaman tersebut adalah dokter spesialis yang menangani Lion juga pengasuh Lion yang dulu bekerja di rumah Mariana, dan terakhir keluarga Kenzo, mereka diwajibkan hadir di pemakaman tersebut.


hingga akhir pemakaman mereka langsung bubar.


Adri meminta orang-orang nya, mengusir Adriyan hingga saat Deswita menampar Adri, karena sikap Adri yang sudah sangat keterlaluan.


Adri langsung bergegas menuju kamar nya dia tidak melepaskan mantan istri nya itu.


"Des,; kamu boleh membenci ku, tapi aku tidak akan pernah mengijinkan mu melakukan apapun "ucap Adri yang langsung menuju ranjang nya.


"Adri kamu sudah gila, kita sudah bukan siapa-siapa lagi"ucap Deswita.


"Kamu boleh bilang seperti itu, tapi anak kita butuh aku dan kita, aku akan segera menikah dengan mu secara resmi setelah ini"ucap Adri.


"Jangan ngaco kamu tidak ada anak diantara kita, dan yang ada anak hanya kamu dan dirinya"ucap Deswita.


perdebatan mereka hingga terdengar diluar Mariana yang sudah mulai membaik saat ini tengah berada di bawah tengah menyusui putra nya.


"Adri sedang bicara dengan siapa?? mas"ucap Mariana.


"Mungkin Deswita"ucap Kenzo.


"Owh ya ampun kenapa? semua pria itu egois, tidak pernah memikirkan perasaan wanita"ucap Mariana.

__ADS_1


"Justru itu sayang kami terlalu peduli dengan wanita, mereka itu butuh di sayang, seperti aku sayang kamu sangat malah aku sangat mencintaimu"ucap Kenzo.


"Apa? maksudnya dengan mereka"ucap Mariana, yang kini menatap tajam kearah Kenzo.


"Salah sayang maaf hanya kamu maksud aku"ucap Kenzo .


"Jangan macam-macam jika tidak ingin menyesal dikemudian hari"ucap Mariana.


"Tidak sayang tidak akan pernah"ucap Kenzo sambil memeluk dan mencium bibir istri nya sekilas.


"Heummm, aku pegang janji mu, jika macam-macam maka akan aku buat kamu menangis darah karena mencari ku"ucap Mariana.


"Ampun sayang, ampun gak akan nakal lagi"ucap nya.


"Berarti saat ini kamu sudah macam-macam"ucap Mariana.


"Yang mana ada, aku bahkan sangat takut kehilangan mu, cinta sejati ku, mana ada macam-macam seperti itu"ucap Kenzo.


Kenzo semakin memeluk anak dan istri nya.


"Tuntutan aku jika aku lupa jalan pulang,tegur aku jika aku salah sayang karena mencintai mu adalah ingin ku, dan membahagiakan mu adalah tugas ku ,aku mencintaimu mencintai kalian berdua, kalian adalah nyawa ku sayang"ucap Kenzo.


sementara itu sesampainya di rumah Deswita, Adriyan langsung mengaduk kan kejadian saat di rumah Mariana Adriyan bahkan bilang jika dia di usir oleh bodyguard dari orang yang mengaku sebagai suaminya Deswita, sontak keluarga Deswita murka.


ibunya Deswita langsung pergi menuju alamat Mension Mariana, dia terlihat murka, sesampainya di sana Mariana tidak langsung menerima nya masuk kedalam karena dia tau akan terjadi keributan.


"Tante disini, mari silahkan duduk Tan"ucap Deswita.


"Dimana Deswita Mari"ucap ibunya to the points.


"Owh, dia ada Tante, kami akan melakukan doa bersama, makanya Deswita masih berada di sini ucap Mariana, sambil meminta Kenzo mencari Deswita, dan akhirnya mau tidak mau Kenzo, yang tengah mengurus pekerjaan nya,di laptop, pria itu langsung menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya sambil berjalan.


"Dimana putra mu Mari, maaf Tante belum sempat menjenguk nya"ucap Bunda Deswita, tulus.


"Tidak Mari, Tante sedang sangat buru-buru,lain kali saja Om dan Tante kesini"ucap nya.


"Baiklah Tan"ucap Mariana yang kini melirik ke arah Kenzo, yang kembali malah menggeleng kan kepala.


"Mereka pasti habis making love, soalnya keduanya tidak bisa di panggil"ucap Kenzo.


"Biar Tante yang mencarinya kedalam, mohon ijin ya "ucap bunda Deswita, tapi belum sempat ia masuk Deswita muncul bersamaan dengan Adri, terlihat wajah Deswita yang sembab dan penampilan nya tidak se rapih tadi.


"Deswita bisa jelaskan pada Bunda, dia itu siapanya kamu, hingga bisa-bisa nya membuat keributan dan berani-beraninya mengusir calon suami mu yang kaya raya itu"ucap bunda Deswita membangga-banggakan Adriyan padahal dia tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan Adriyan.


"Dia pemilik Bank xx "ucap Kenzo yang langsung membuat ibu Deswita terperanjat kaget, sebaiknya Tante, hati-hati jika ingin membandingkan sepupu ku, dengan pria yang jauh dari segalanya"ucap Kenzo tegas.


seketika itu Bunda Deswita terdiam.


"Ayo pulang Deswita, kamu harus sadar diri, disini bukan tempat mu"ucap nya.


"Aku tau Bun"Deswita hendak melangkah tapi Adri,malah menahan langkah nya.


"Des aku suami kamu Des"Adri.


"Tidak mas bunda benar disini bukan tempat ku, selamat tinggal semua, semoga kalian bisa hadir di pesta pernikahan kami"ucap Deswita.


"Tidak Des, jangan berani melakukan itu! jika itu terjadi, aku tidak akan pernah segan untuk membuat semua orang menyesalinya"ancam Adri.


šŸŒ¹šŸ’–šŸ’–šŸ’– 🌹


Deswita langsung pergi, bersama dengan sang bunda, bundanya benar jika memang Adri mencintai nya,maka Adri akan berjuang untuk bisa bersama dengan nya, tapi apa? pria itu hanya butuh tubuh nya saja.


hingga Deswita tiba di rumah nya, dia langsung pergi menuju kamar nya, dia ingin melupakan semua tentang Adri hingga Deswita mengumpulkan semua barang-barang pemberian Adri mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil, wanita itu kumpul kan dan sekarang dia kemas kedalam kotak, memisahkan barang-barang berharga itu seperti tas dan lainnya, dia mengirim semua itu ke alamat apartemen.

__ADS_1


sementara itu di kediaman Adri pria itu sedang mengamuk karena tidak bisa menemui Deswita bahkan barang-barang pemberian nya semua sudah Deswita kembali kan meskipun dia tidak pernah meminta hal itu, termasuk cincin pernikahan mereka.


hingga acara lamaran itu terjadi, Deswita pun pasrah menerima semua itu, dia sudah memberitahu Adriyan, bahwa saat ini dia adalah seorang janda tanpa setatus pernikahan yang jelas.


tapi Adriyan,mau menerima apapun yang ada dalam diri Deswita, saat ini, dia sudah terlanjur cinta dengan wanita itu ,soal yang lain itu urusan belakangan.


hingga akhirnya Deswita resmi menjadi tunangan nya, Adriyan.


wanita itu mulai saat ini dia tidak pernah pergi sendiri dan bahkan di restaurant saat ini sudah ada pengawal pribadi yang mengikuti nya kemana pun.


Adri yang datang ke tempat tersebut tidak bisa menemui Deswita, karena wanita itu tau jadwal makan siang Adri, dan saat itu tiba Deswita meminta pengawalnya untuk bekerja ekstra.


tidak ada pelayanan seperti biasanya, hingga saat Kenzo yang meminta bertemu dengan nya, wanita itu hanya mengijinkan Kenzo masuk tapi tidak dengan Adri.


hari berganti minggu berganti bulan, wanita yang selama ini dia rindukan, masih tetap sama menolak untuk bertemu dengan nya, Adri semakin frustasi dibuat nya.


Deswita tidak meminta harta atau diakui oleh keluarga Adri, dia hanya ingin Adri, meminta dirinya dengan baik-baik pada keluarganya karena dia sendiri bukan lah anak jalanan yang bisa semena-mena ia pungut dan buang saat sudah tidak suka lagi.


Deswita pun berjalan gontai menuju kamar mandi air mata terus mengalir,tiba sudah di ujung penantian nya, Deswita tidak akan lagi mengingat pria itu, karena mulai besok pagi dia resmi dipersunting oleh Adriyan.


pesta pernikahan yang megah di ballroom hotel tersebut, sudah mulai di digelar, saat ini adalah malam ini Deswita dipingit, tidak memegang ponsel atau yang lainnya.


wanita itu hanya berdiam diri di kamar sambil mencoba untuk menenangkan diri.


sementara Adri, saat ini tengah berada di sebuah club malam dengan wanita penghibur di samping nya.


Adri benar-benar ingin mati jika itu benar-benar bisa dia lakukan, karena dirinya tidak punya kemampuan untuk melawan peraturan kedua orang tua nya itu.


Adri hanya bisa pasrah dengan nasib dia harus kehilangan cintanya dan itu artinya dia akan kembali menjadi seorang bajingan seperti dulu.


Kenzo sudah berupaya agar Adri bisa tetap baik-baik saja tapi Kenzo bahkan semakin tidak tega melihat keterpurukan adik sepupu nya itu.


malam ini bahkan Kenzo menjemput paksa Adri dari tempat tersebut, dia tidak ingin adiknya hancur dan terluka lebih dalam lagi, jika Kenzo bisa membuat mereka bersatu saat ini pun, akan dia lakukan.


Kenzo membawa Adri pulang ke rumah nya dia mengurung Adri layaknya anak kecil yang nakal yang tengah menerima hukuman dari sang ayah.


"Buka, Ken buka, aku harus bertemu dengan nya ,aku tidak rela Deswita ku dimiliki oleh orang lain,aku mohon buka Ken, buka"Teriak Adri.


Kenzo berusaha menelpon keluarga Adriyan, untuk menawarkan pertukaran bahkan dengan sesuatu yang sangat menjanjikan, saat itu dia yakin keluarga Adriyan tidak akan menolak kesempatan itu.


"Bagaimana tuan, apa anda setuju dengan penawaran yang saya berikan, sepuluh persen saham perusahaan ku akan menjadi milik kalian jika kalian membatalkan pernikahan mereka"ucap Kenzo.


"Tidak tuan, saya tidak butuh itu"ucap ayah Adriyan.


"Aku akan menanam modal yang sangat besar di perusahaan anda jika anda mau"ucap Kenzo lagi.


"Tidak Ken jangan lakukan itu"ucap Mariana yang tiba-tiba saja marah pada Kenzo.


"Sayang ini untuk Adri"ucap Kenzo.


"Deswita hanya butuh perjuangan Adri, untuk meminta perempuan itu, pada keluarga nya, bukan dengan cara membelinya, jika pun Adriyan melepaskan Deswita, wanita itu belum tentu mau pada pria pemabuk yang bisanya cuma memaksa tanpa mau usaha"ucap Mariana panjang lebar, dan akhirnya Kenzo menghentikan penawaran itu, disaat ayah Adriyan hendak menyetujui nya, setelah menimbang-nimbang semua nya.


Mariana jelas menyelamatkan aset berharga milik Kenzo, untuk semua kebaikan, yang pertama dia tidak akan mengalami kerugian, dan kedua keluarga Kenzo, tidak akan semakin membenci Deswita, karena dianggap pembawa sial, dan yang ketiga Mariana tau keluarga Adriyan, tidak hanya menginginkan Deswita, tapi juga harta warisan nya, Deswita adalah anak tunggal dari keluarga itu, meskipun wanita itu tidak sekaya Kenzo ataupun Adri, tapi wanita itu banyak memiliki aset berharga, yang akan menambah pundi-pundi uang, seperti beberapa unit apartemen, resort yang ada di Bali dan beberapa restaurant di beberapa negara.


Deswita bukan orang susah begitu juga dengan Mariana, hanya saja takdir hidup nya Mariana dan Deswita mengharuskan kedua wanita itu, untuk selalu menjadi wanita sederhana.


Mariana mendatangi kediaman Deswita, selain ingin bernegosiasi, dengan keluarga Deswita dia juga ingin bertemu dengan sahabat nya, dan mengobrol dari hati kehati, seperti biasanya.


sesampainya di dalam kamar Deswita, wanita yang baru saja membuka pintu itu langsung menangis sesenggukan di pelukan Mariana, Deswita mungkin kuat jika hanya harus bertunangan, tapi dia tidak ingin mengganti ayah bayi yang sedang dia kandung dengan orang lain, Mariana dibuat bahagia dengan berita kehamilan Deswita yang kini sudah memasuki bulan ke empat, tapi perutnya itu masih terlihat rata.


Mariana langsung meminta Kenzo membeberkan semua itu, karena Deswita sendiri tidak memiliki keberanian untuk mengakui nya, sendiri.


selama empat bulan ini Deswita, mati-matian menahan rasa rindu yang, bisa dibilang bawaan bayi, atau bumil itu sendiri, jujur dia menginginkan belaian Adri, ayah dari anak nya.

__ADS_1


__ADS_2