Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
Kelahiran Irene


__ADS_3

Malam pertama itu terjadi, diantara Allan dan Bintang.


Saat ini mereka masih tertidur pulas dengan posisi berpelukan Allan, semakin menyayangi istri keduanya.


Sementara itu di kamar lain, Salsabila kini tengah meringis kesakitan rasa mulas tersebut membuat dia berteriak sesekali dan itu membuat beberapa orang pelayan yang ada di sana, dan itu membuat mereka kaget.


Pelayan mencari tuan nya, dan mengetuk pintu kamar Bintang nyonya pertama mereka, hingga Allan terjaga dengan begitu juga dengan bintang.


"Bintang segera mandi sayang mas akan menemui mereka lebih dulu"ucap Allan.


"Baiklah mas"ucap Bintang.


Allan yang kini menggunakan kimono tidur nya, sampai di sana dia melihat Salsabila yang kini terlihat sangat kesakitan.


Salsabila memanggil nama Allan"Mas Allan sakit"ucap Salsabila.


Allan langsung meminta pelayan untuk menyiapkan semua perlengkapan persalinan karena sedikit banyak dia tau bahwa Salsabila akan segera melahirkan, karena Queen juga dulu seperti itu.


Sementara Bintang yang baru saja datang ke dalam kamar itu dengan keadaan rambut setengah basah dia langsung membantu Salsabila untuk membawa dia pergi menuju rumah sakit.


Sementara Allan kini tengah mandi dan akan menyusul ke rumah sakit.


Bintang langsung meminta tolong pada petugas medis yang ada di sana, hingga mereka dengan sigap menghampiri Bintang yang tengah membantu Salsabila berjalan para perawat langsung membaringkan Salsabila di atas berankar pasien tersebut.


Wanita hamil itu langsung dibawa ke dalam IGD, setelah beberapa pemeriksaan akhirnya wanita itu dibawa ke ruang bersalin, bintang pun mengikuti kemanapun Salsabila dibawa.


Kini wanita hamil itu tengah menangis sesenggukan karena rasa sakit yang tidak pernah ada dalam hidup nya.


"Sakit Tante"ucap Salsabila.


"Sabar sayang...semua wanita yang akan melahirkan anak nya rasa sakit yang sama itu sama-sama mereka rasakan tapi tergantung pada wanita itu sendiri apa? akan menangis sesenggukan atau berdoa itu pilihan"ucap Bintang.


Bintang mengelus puncak kepala Salsabila, dan juga pinggang wanita itu hingga Allan datang akhirnya Allan menggantikan tugas bintang.


Sementara bintang kini menyuapi Salsabila makan agar saat dia lahiran nanti ada tenaga.


"Yang kamu juga harus sarapan ini sudah hampir siang"ucap Allan.


"Nanti saja mas, aku tidak sabar ingin segera melihat putri ku lahir"ucap Bintang.

__ADS_1


"Yang kamu juga bisa mendapatkan kan putri mu, suatu saat nanti"ucap Allan.


"Aku tidak mungkin bisa karena ada masalah dengan rahim ku, sedari awal pernikahan kami dulu"ucap Bintang.


"Itu tidak mungkin lalu almarhum putri mu"ucap Allan.


"Dia putri dari almarhum suami ku, dari seseorang yang tidak pernah menginginkan kehadiran putri ku"ucap Bintang.


"Tuhan tidak pernah tidur sayang"ucap Allan.


"Aku tau itu, tapi jika Salsabila, juga tidak menginginkan Irene kecil, aku siap untuk menjadi ibu sambung nya insya Allah aku akan menyayangi dia dengan sepenuh hati"ucap Bintang.


"Baiklah sayang"ucap Allan yang kini mengecup puncak kepala Bintang.


Tidak lama, suara tangis bayi perempuan itu terdengar nyaring Allan dan Bintang terlihat berbinar.


"Aku akan masuk lebih dulu mas"ucap Bintang.


"Tentu sayang"ujar Allan.


Saat Bintang masuk, dia terkejut saat melihat Salsabila, berteriak meminta bayi itu untuk dilenyapkan atau dibuang, akhirnya Bintang langsung menghampiri Salsabila, dan meminta dia untuk tenang tidak hanya itu Bintang juga meminta perawat itu untuk membawa bayi itu keluar dari dalam kamar bersalin setidaknya dia dibawa ke ruang perawatan bayi.


Salsabila kembali terlihat ceria saat kedua orang tua nya datang mereka juga memeluk hangat putri nya itu.


Satu Minggu berlalu, kini Bintang menjadi ibu sambung dari Irene, si bayi malang yang bahkan tidak pernah diinginkan kehadiran nya oleh siapapun, bahkan tiga hari setelah melahirkan, Salsabila langsung pergi dengan kedua orang tua nya menuju Amerika, sementara pernikahan nya dengan Allan sudah berakhir Allan diminta menceraikan Salsabila saat itu juga.


Hari demi hari Allan lalui bersama dengan Bintang dan putri sambungnya.


"Sayang dasi ku mana?"ucap Allan.


"Ada, sebentar mas Irene sedang minum susu"jawab Bintang.


Kehangatan itu selalu terjadi disaat pagi hari tiba, Allan selalu lebih manja dibandingkan dengan Irene.


"Sebentar ya sayang, mommy mau temui Daddy mu dulu"ucap Bintang.


"Sayang!"teriak Allan lagi.


"Oh ya ampun mas dasi kamu ada di sini, kenapa? harus berteriak"ujar Bintang.

__ADS_1


"Belum dipasangkan sayang"ujar Allan manja sambil merangkul pinggang istri nya itu.


"Bagaimana mau pasang sayangku, jika posisi nya seperti ini"ucap Bintang.


"Morning kiss sayang apa? kau lupa"ucap Allan.


"Heumm, dasar pelupa yang tadi itu apa?"ujar Bintang.


"Lagi"ucap Allan yang kini mengecup bibir tipis milik bintang tersebut.


"Owh ya ampun"ucap Bintang.


"Buruan mas, putri kita menunggu kita"ucap Bintang.


"Sebentar lagi sayang lagi pula dia ada suster nya, masih ingin peluk"ucap Allan lagi.


Sampai akhirnya Allan turun merangkul pinggang istri nya begitu posesif, tidak seperti saat bersama dengan Queen, Allan hanya akan sesekali melakukan hal itu, itupun jika dia tidak sedang sibuk di kantor.


Sementara saat bersama dengan bintang, dia selalu bermanja-manja kapanpun ada waktu bahkan disaat Bintang tengah sibuk dengan urusan putri nya sekalipun.


Kini usia pernikahan mereka sudah hampir satu tahun, Irene juga sudah berusia enam bulan, sementara bintang juga belum ada tanda-tanda kehamilan, wanita itu selalu sibuk dengan pekerjaan nya sebagai seorang ibu dan ibu rumah tangga biasanya.


Tanpa mereka sadari kehadiran malaikat kecil itu, menjadi penyembuh luka diantara kedua insan itu.


Kini Bintang dan Allan, sudah bisa move on, dari berbagai masalah yang pernah ada dalam hidup mereka berdua.


Kini bahagia itu kembali hadir dalam kehidupan mereka berdua.


"Bintang sudah berhenti dari pekerjaan nya, dia ingin fokus pada putrinya itu dan juga suami yang selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya.


Sampai saat ini mereka semakin romantis dan bahkan kecanggungan diantara mereka hilang begitu saja setelah mereka sering melakukan kontak fisik.


Allan, berencana untuk membawa Bintang kembali ke Indonesia.


Namun hal itu masih ia urungkan karena nyawa Bintang masih dalam bahaya saat ini.


Menunggu waktu dan kondisi yang baik,agar mereka selamat sampai tujuan itu terwujud Allan kini tengah menempatkan orang-orang terbaiknya untuk menjaga keluarga kecilnya itu, sampai saat itu tiba.


"Bintang sayang kita akan meraih bahagia bersama sama."

__ADS_1


"mas"


__ADS_2