Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Petaka tak terduga#


__ADS_3

Mariana menjerit, saat melihat putranya tumbang dan Sanum, pun jatuh roboh, karena pukulan dari Kenzo.


Pria itu benar-benar murka, saat melihat putranya bersimbah darah, pelayan yang menyaksikan kejadian itu, langsung menelpon ambulance dan juga, membawa Sanum, menjauh bersama dengan Aiden, yang kini tengah diliputi kecemasan, bagaimana bisa, ada, laki-laki yang melakukan kekerasan, bahkan dengan tinju di bagian rahang, pada seorang perempuan.


Sanum, langsung dilarikan ke rumah, sakit, bukan hanya Kenzie yang masuk ke ruang operasi, karena ada kerusakan di bagian rahang nya.


Sementara itu istri dari Kenzie, yang baru saja datang wanita itu, sedikit terlihat Panik, dia bertanya-tanya, dimana? suaminya dan juga apa? yang terjadi.


Sementara Mariana, dia tidak hanya menangisi putra nya, tapi juga, Sanum, yang malang.


Dia tidak menyangka jika suaminya, akan berbuat, Setega itu.


Sementara itu di ruang tunggu terpisah, Aiden, terlihat sangat terpukul, atas kejadian itu, bagaimana bisa pria itu, tidak bisa melindungi Sanum, dan Sanum, lah yang melindungi dia.


"Bagaimana tua, bagaimana keadaan nona muda"ujar wanita paruh baya yang bekerja sebagai pelayan tersebut.


"Masih ada ruang operasi "jawab Aiden.


Hingga Sanum, keluar dari ruang operasi, Aiden terus mendampingi nya.


Sanum terlihat, sangat memprihatikan saat ini dengan balutan perban disekitar rahang, hingga kepala.


Sementara itu Kenzie juga sudah selesai,di operasi, beruntung peluru langsung menembus keluar, jadi tidak ada lagi, pembedahan, dan peluru tersebut tidak melukai organ dalam, hanya perlu menjahit bekas luka nya saja setelah dibersihkan.


Pria, satu anak itu kini masih terpejam, di ruang VVIP rumah sakit tersebut.


Aiden, memutuskan untuk membawa pergi Sanum, luar negeri.


"Sayang jika pun kita tidak bisa, bersatu dalam pernikahan resmi' setidaknya aku masih bisa melindungi mu"ucap Aiden.


Tanpa sepengetahuan Kenzo, Yudha, masuk kedalam ruangan dimana Kenzie, berada.


"Hey jagoan, apa? kau hanya akan tidur terus, saat seseorang akan membawa istri mu pergi"ucap Yudha.


Tiba-tiba saja, Kenzie, mengerjapkan matanya, pria itu, langsung berkata.


"Tidak ada satupun yang akan bisa membawa istri ku pergi"ucap Kenzie.


"Lalu apa? yang akan, kamu lakukan apa? kau melihat apa? yang terjadi padanya saat kau tak sadarkan diri"ucap Yudha, yang memperlihatkan kejadian itu, dan saat ini setelah operasi selesai dilakukan.


"Apa? masih ingin menyakiti dia, setelah semua ini, aku sarankan biarkan saja dia pergi dengan pria yang sangat ia cintai"pancing Yudha.


"Yudha, apa? kau sudah bosan hidup." ujar Kenzie.


"Antar kan aku, melihat istri ku"ucap Kenzie, yang benar-benar menahan marah dan sakit, hati, saat melihat wanita yang dia cintai, terluka, hingga harus di operasi.


"Tidak bisa bisa bos, di luar ada big bos"ujar Yudha.


"Aku, tidak mau tau bagaimana pun caranya, kau harus segera cari cara"ucap Kenzie.


Kenzie, mencoba untuk bangkit dan hampir melepaskan kedua jarum yang menancap di tangan nya.


"Jangan bertindak gegabah, bos,diluar sana Sanum, masih diawasi, kasihan dia"ucap Yudha.


Mereka berdua pun terus berpikir, hingga Aiden, ternyata sudah lebih dulu, membawa Sanum, pergi ke negara nya, dengan menggunakan jet pribadi milik, sahabat Aiden.


Sekuat tenaga, Aiden, akan melindungi Sanum.


Mereka sudah tidak tinggal lagi di negara kelahiran Sanum, Aiden, bahkan menunjukkan kekuasaan nya di sana dia melindungi identitas Sanum, saat itu juga.


Kenzie benar-benar marah besar, wanita itu tidak terima jika kenyataan nya, Sanum, benar-benar dibawa pergi oleh pria lain.


Sanum pun hingga saat ini masih belum sadarkan diri, mungkin karena trauma yang ia alami, ataupun karena, pengaruh bius total.

__ADS_1


Saat Sanum, sadar dia tidak melihat siapapun di sana, bahkan, pelayan pun, tidak ada, wanita itu melirik ke seluruh ruangan, menatap kearah pintu, tidak ada satupun orang yang datang.


Air mata nya nya berderai begitu saja, Sanum, benar-benar sendirian di dunia ini, hanya ada keheningan, malam yang bahkan tidak ia ketahui kedatangan nya, karena siang dan malam lampu ruangan tempat dia dirawat terus menyala.


Sampai saat seseorang datang, menemui nya, senyum manis terukir dari bibir nya, ternyata malaikat penyelamat nya masih sama hingga saat ini, lagi-lagi hanya Aiden yang datang menjadi penyelamat nya.


"Sayang kamu sudah sadar"ucap nya.


"Sudah Sanum hanya bisa mengerjapkan mata nya, karena rasa sakit di bagian rahang nya.


"Tidak apa? jangan dulu banyak bicara, cinta, agar tidak menyakitkan."ujar Aiden.


Sanum lagi-lagi hanya mengedipkan mata nya.


"Mulai saat ini, aku janji tidak akan pernah membiarkan mu terluka lagi"ucap Aiden.


"Kita, akan terus bersama dalam suka maupun duka"ucap Aiden.


Sementara itu di kediaman Kenzie, pria itu bahkan mengamuk, meminta Daddy nya, untuk membunuhnya saja, jika memang dia tidak berhak untuk bahagia, Sanum, adalah kebahagiaan nya.


Disaat yang sama, Queen, juga pulang ke Mension, karena dia ingin bercerai dari Allan, setelah sepekan yang lalu memergoki Allan, tengah berselingkuh dengan sekertaris nya.


Kenzo, bak di serang masalah dari kedua sudut, pria itu, bahkan tidak menyangka, kehancuran keluarga nya, sudah dimulai, mungkinkah itu, adalah karma atas perbuatannya.


Pria itu mendadak, terduduk lemas, saat putri semata wayangnya, menangis pilu,di hadapan nya.


Sementara Kenzie, kini pun pergi, dia rela berkorban apapun, demi cinta nya, demi istri rahasia nya, yaitu Sanum, dia menikahi Sanum, secara diam-diam dengan wali hakim.


Sementara itu, dia sendiri kembali menikah dengan orang lain, setelah menunggu Sanum yang tak kunjung datang, dan wanita itu bahkan tidak pernah terlacak jejak, nya.


Entah, dimana wanita itu kini berada yang pasti Kenzie, tidak akan pernah menyerah dengan keadaan itu.


Kenzie pergi bersama dengan Yudha, mencari keberadaan Sanum, berdasarkan informasi terakhir, Sanum, terlacak berada di sebuah negara di sebuah rumah sakit.


"Aku akan tinggal di luar negeri, bersama dengan nya, tidak peduli apapun yang terjadi"ucap Kenzie.


Kenzie, terus berharap, suatu hari nanti, Sanum, dan dirinya akan hidup bahagia, tapi Kenzie, salah bahkan dengan kejadian itu, Sanum, sudah membenci dirinya dan keluarganya, kini yang ada hanya tinggal dendam pada pria yang menjadi ayah Kenzie.


Sekalipun, dia harus, melakukan hal licik, dia akan melakukan itu, asal dia, bisa membalas rasa sakit hati nya.


Sanum pun keluar dari rumah sakit, dia langsung dibawa kembali pulang ke rumah Sanum, yaitu sebuah unit apartemen yang selama ini dia tempati, sudah tiga,tahun lebih ia menempati tempat tersebut.


.........................


Cinta yang selama ini dia kira tulus, ternyata tidak, sekuat cobaan yang datang, Kenzie, masih tidak bisa menolak kehendak orang tuanya.


Sanum, mungkin mencintai Kenzie, bahkan lebih mencintai nya, tapi rasa sakit yang dia torehkan dengan keluarga nya, akan dia ingat sampai akhir hayat nanti


Kenzie, sudah tiba di apartemen tersebut, pria itu tidak ingin menunda lagi, untuk bisa bertemu dengan pujaan hati nya.


Sanum yang baru saja pulih saat ini terlihat, tidak peduli dengan kedatangan Kenzie.


Sanum, tau Kenzie, punya segalanya, dan semua itu, akan mempermudah proses pencarian tersebut.


Kenzie masih berdiri menatap nya, menunggu respon Sanum, tapi pria itu bahkan tidak mendapatkan penolakan atau pun, makian, Sanum, wanita itu masuk kedalam tanpa menutup pintu.


"Sayang, ayo kita pulang"ucap, Kenzie.


"Rumah ku, disini"ucap Sanum, pelan.


"Kita akan tinggal di Amerika"ucap Kenzie.


"Kita tidak punya hubungan apapun"ucap Sanum.

__ADS_1


"Yang, kita sudah menikah"ucap Kenzie.


"Pernikahan itu tidak sah"ucap Sanum.


"Sayang aku sudah mengucap sumpah di hadapan tuhan, bahwa, wanita yang sangat aku cintai hanya dirimu, sampai akhir hayat ku"ujar Kenzie.


"Pulang lah, aku sudah memutuskan untuk hidup dengan pilihan ku"ucap Sanum lirih.


"Apa? pria itu pilihan mu, apa? kurang nya, aku sayang, apa? kelebihan nya"ucap Kenzie.


"Dia, adalah pria yang sangat bertanggung jawab, penyabar dan penolong."ujar Sanum.


"Owh, terus, jika dia penolong, kenapa? tidak menolong mu, saat Daddy, mencelakai mu"ucap Kenzie.


"Kenzie, jangan kan dia, polisi sekalipun, tidak akan ada yang akan menolong ku, karena tidak akan ada yang menyangka bahwa pria yang dikira seorang yang, sangat terhormat dan berwibawa bisa bersikap seperti banci"ucap Sanum.


"Stop, Sanum, dia ayah ku"ucap Kenzie.


"Aku tau, maka dari itu pergilah, jangan temui aku lagi...sudah cukup kalian menghina ibuku, menghinaku...aku tau keluarga kalian begitu berkuasa, bahkan kematian ibuku...pun, kalian palsukan, apa? harus aku jelaskan, bahwa orang yang kamu agung-agungkan adalah seorang pembunuh, tapi bahkan jika pun kau tau itu, sudah pasti kau akan membela nya, maka dari itu pergilah aku, sudah tidak Sudi lagi bertemu dengan mu, dan seluruh keluarga mu, dan asal kau tahu, ibuku yang seorang germo, adalah wanita yang dulu sangat dicintai oleh ayahmu, sebelum dia menikah dengan wanita yang dijodohkan dengan nya, sebelum ibumu hadir di hidup nya, itulah alasan kenapa? dia sangat membenci kami, dia sangat membenci ibuku, karena ibuku, telah memilih ayah ku, Ayahku orang yang sudah dia, hancurkan dengan berbagai cara, apa? kau tau Kenzie, ayahmu adalah monster mengerikan!"ucap nya panjang lebar diakhiri oleh teriakan yang begitu memekakkan telinga.


Sanum, berlari pergi meninggalkan Kenzie, yang kini mematung tidak percaya.


"Itu tidak mungkin, Daddy ku, tidak mungkin melakukan itu, yang... kamu pasti salah, kemarilah, ayolah kita konfirmasi padanya kamu pasti salah aku, mohon ikutlah pulang dengan ku, kita bisa bicarakan ini baik-baik"ucap Kenzie.


Di satu sisi, dia sangat mencintai Sanum, tapi disisi lain hatinya berkecamuk, benarkah Daddy nya, sekejam itu, jika benar apa? Sanum, hadir untuk balas dendam, apa? gadis itu ingin membalas dendam atas semua yang terjadi, lalu kenapa? dia harus, sakit-sakitan dahulu jika memang dia ingin membalas dendam, kenapa, dia harus menunggu sampai dia disakiti separah itu.


Kenzie, terus bergumam sambil terduduk di sofa, sementara Sanum, kini tengah menangis dalam diam, sekarang semua sudah berlalu Sanum, akan tetap bertahan sendiri meskipun tidak ada lagi, orang yang bersedia hidup dengan nya.


Sanum, berjalan menuju dapur, dia tidak melihat Kenzie, lagi mungkin dia sudah pergi Sanum, yakin pria itu tidak akan pernah terima semua kenyataan itu.


Sanum, mengambil air dingin, dia pun langsung meneguk nya, karena tenggorokan nya sudah terlalu kering.


Wanita itu, kembali lagi menuju kamar nya setelah memastikan bahwa pintu, sudah kembali terkunci otomatis.


Sanum, pun duduk di tepi ranjang dia mengusap wajah nya, perlahan, dan menggunakan bando, setelah mengkonsumsi obat, pereda nyeri.


Sementara Kenzie, saat ini pria itu tengah berada di sebuah club malam, bersama dengan Yudha, yang setia mengikuti langkah nya, kemana pun.


"Yudha, tolong cari tahu, siapa? saja yang terlibat dalam kasus pembunuhan, terhadap ibu nya Sanum"ujar Kenzie.


"Tidak usah,di cari tahu tuan, semua bukti ada pada saya, semua sudah terkumpul, sesaat setelah kasus itu di tutup begitu saja"ucap Yudha.


"Berikan padaku"ucap Kenzie.


"Nanti, saya kirim ke email tuan"ucap Yudha.


Mereka pun, kembali minum, minuman beralkohol tersebut dan menyesap rokok tersebut, ada tatapan yang sulit diartikan, olehnya, dari Yudha, yang selama ini selalu setia menemani nya.


"Apa? ada masalah Yudha"ujar Kenzie.


"Tuan, apa? yang akan anda lakukan, jika saat anda terlahir dari keluarga miskin, dan saat ibu anda hamil adik anda, dan tengah berjuang melahirkan, tapi kemudian, dia mendengar bahwa, ayah atau suami dari ibunya, tiba-tiba dijatuhi hukuman mati, tanpa berbuat kejahatan, dan hanya dijadikan alibi untuk menutupi sebuah kejahatan besar, dan setelah melahirkan, si ibu meletakkan bayi nya, di tempat kerja seseorang yang telah mengorbankan, ayah dari dua orang anak tersebut"ucap Yudha.


"Aku, sedang tidak bisa berpikir Yudha, pertanyaan konyol macam apa? itu, sudah pasti intinya, aku akan balas dendam"ucap Kenzie.


"Andaikan saja kamu tau, Kenzie dua orang anak itu, ada di sekeliling mu, andaikan saja aku tidak melihat kebaikan dan kebahagiaan, yang sudah kau berikan pada adikku, aku sudah sedari lama, akan menjatuhkan keluarga mu, dan lebih menyediakan dari yang dialami oleh keluarga ku, saat itu juga, tapi aku akan tetap menjadi penonton, karena kehancuran kalian, sudah bisa dipastikan"Gumam, Yudha.


"Yudha, aku harus apa? jika kenyataan nya, ucapan Sanum, itu adalah benar, harus kah, aku meninggalkan keluarga ku, tapi itu tidak mungkin, karena, aku tidak bisa meninggalkan mommy dan Queen"ucap nya.


"Meninggalkan yang tidak baik, adalah sebuah solusi, tapi pergi tanpa menyelesaikan permasalahan, juga bukan solusi yang terbaik, intinya, tegakkan keadilan dan kebenaran, hukum siapapun orang yang salah, dan meminta maaf, dengan menebus dosa, juga adalah cara yang paling dianjurkan"jawab Yudha.


"Jadi itu artinya, jika semua terbukti benar, aku harus menegakkan kebenaran, meskipun dengan cara menjebloskan Daddy ku sendiri keu penjara"ucap Kenzie, sambil menatap meminta jawaban.


"Jika itu memang benar, kenapa? tidak"

__ADS_1


__ADS_2