
Aluna pun menyimpan nampan itu di meja, tidak hanya itu dia juga menyodorkan segelas kopi pada Zaid.
"Zaid ini kopinya kamu pasti sangat lelah mau Luna pijit ya."ujar gadis itu.
"Terimakasih Sayang tapi itu tidak perlu, kecuali kalau kamu memaksa."ujar pria tampan itu.
"Luna tidak suka memaksa."ujar Aluna.
"Baiklah sayang kamu bisa memijat pundak ku."ujar Zaid.
"Heumm,,, baik'lah Zaid pasti sangat lelah dokter Luna akan segera mengobatinya."ujar gadis itu.
Zaid hanya tersenyum, Aluna pun berjalan mengelilingi sofa dan setelah itu ia mulai memijat bahu Zaid yang super keras itu.
"Ah,,,, pundak Zaid terlalu keras tidak bisa dipijat ini sudah seperti besi saja."ujar pria itu.
"Heumm,,, kamu mengeluh."ujar Zaid.
"Aku tidak mengeluh hanya saja ini benar-benar sangat keras."ujar Aluna.
Aluna pun kembali memijat pundak Zaid tapi tidak berhasil.
Sampai beberapa detik kemudian tiba-tiba tubuh Luna jungkir balik seperti gerakan salto itu semua karena perbuatan Zaid.
Tubuh Aluna kini sudah berada di atas pangkuan Zaid.
"Zaid Luna kaget."ujar Zaid.
"Sini Zaid obati."ujar gadis itu.
Aluna langsung membulatkan matanya saat Zaid mencium bibir manis itu, namun akhirnya Luna membalas ciuman itu.
Sampai beberapa detik kemudian mereka pun melepaskan ciuman itu, dan mengulanginya lagi dan lagi.
Kini bibir manis itu menjadi candu bagi Zaid dan Aluna pun tidak menolaknya.
Sampai saat ini gadis itu pun masih memejamkan mata hingga Zaid mencolek hidung itu.
"Sayang kamu sedang apa? heumm."goda Zaid sambil tersenyum.
"Ah...malu."ujar gadis itu.
"Hahaha,,, kenapa? mesti malu Luna calon istri Zaid."ujar pria itu.
"Heumm,,, benarkah."ujar Luna.
__ADS_1
"Tentu saja Sayang...."ujar gadis itu.
"Heumm,,,"
Mereka pun terus bersama hingga larut malam tidur seperti biasanya bersama meskipun tidak terjadi apa-apa karena Zaid benar-benar menjaga gadis itu hingga waktunya tiba.
Zaid ingin mempersunting wanita itu setelah dia menyelesaikan proyek pembangunan yang sedang ia kerjakan saat ini.
Sementara itu di kediaman Kenzie, kini semua orang tengah berkumpul untuk menghabiskan weekend bersama kedua adik Julia kini Kendra dan Kevin sudah menjadi mahasiswa di jurusan bisnis manajemen.
Keduanya sudah berusia 19 tahun dan kini mereka tumbuh menjadi pria gagah dan tampan.
Sementara Shania kini masih kelas satu SMA.
Waktu terasa cepat berlalu, hingga kini mereka yang rasanya baru kemarin dilahirkan kini sudah tumbuh besar.
kedua adik Sanum tengah mengajak keponakannya berenang semeantara Sanum dan Julia kini tengah berada di di gazebo bersama Sania, Vero.
Sementara itu kedua pria dewasa saat ini tengah berada di dalam ruang baca mereka tengah membahas tentang kerjasama.
Semua tengah sibuk dengan masing-masing kegiatan hingga seseorang datang membawa beberapa paper bag berisi mainan dan juga makanan favorit kedua putranya itu.
Kini dia menghampiri Julia lebih dulu dan memberikan semua yang dia bawa untuk putranya itu.
"Honey,, aku bawakan ini untuk kedua putra kita."ucap Gidion.
"Terimakasih tuh mereka sedang berenang."ucap Julia datar.
"Baiklah aku kesana dulu sayang, jangan jutek gitu nanti kamu tidak bisa lupain aku bagaimana?."canda pria itu.
"Heumm,,,"lirih Mikaila.
Sementara Sanum hanya mengusap bahu putri cantiknya itu.
"Yang sabar,, semua mungkin tidak mudah tapi yang harus kamu tahu kamu beruntung memiliki mantan suami yang bertanggung jawab seperti dia semeantara ayahmu dulu hingga saat ini dia seolah tidak perduli dengan mu, tapi mommy tidak ingin putri mommy menjadi seorang pendendam karena biar bagaimanapun dia tetap ayah Julia."ujar sang mommy.
Julia pun mengangguk pelan sambil tersenyum kecil.
"Mommy tenang saja Julia tidak akan segera itu."kata Julia.
"Mommy tahu itu sayang ku."ujar Sanum.
Sementara itu di tepi kolam renang, kedua putra Julia dari Gidion tengah sibuk bercengkrama dengan sang daddy sambil berenang.
Mereka tidak sadar bahwa saat ini ada seseorang yang tengah mengepalkan tangannya di dalam saku celana karena merasa cemburu.
__ADS_1
"Turunlah agar tidak terjadi salah faham."ucap sang mertua.
"Kenapa? dia harus tau tentang kebenarannya Daddy, aku tidak ingin kedua putraku merasa bingung."ujar Vino.
"Semua sudah seharusnya terjadi, maka kamu harus mulai belajar untuk memposisikan diri mu di hati mereka. percayalah bahwa semua ini adalah jalan terbaik yang sudah digariskan oleh yang maha kuasa." ujar Kenzie berusaha untuk memberikan pengertian.
"Ya Daddy."ujar Vino.
Sementara itu di kediaman Inara tepatnya rumah Gidion, wanita cantik itu tengah mengurus putrinya yang kini baru selesai dimandikan.
Gadis kecil yang super aktif itu tidak mau diam dia terus saja kesana kemari saat sang mommy hendak memakaikan baju dan juga skincare khusus anak seusianya mulai dari bedak bayi dan juga rangkaian lainnya.
"Ya ampun Ghea mommy capek nak, kalau kamu begini terus duduklah sebentar setelah selesai kamu bisa main lagi, Daddy nanti akan membawakan makanan favorit mu."ujar Inara.
"Mommy Daddy mana."ujar gadis kecil itu.
"Daddy Ghea sedang ada urusan di luar."ucap Inara yang menyembunyikan fakta bahwa saat ini Gidion tengah berada di rumah Julia.
"Telpon Daddy mommy."ujar bocah tiga tahun itu.
"Heumm,,, jangan sekarang sayang nanti Daddy keganggu saat sedang bekerja tidak baik nanti teman Daddy marah."ujar gadis itu.
"Heumm,, baik'lah mommy ku tersayang."ucap Ghea si gadis kecil yang menggemaskan itu.
Setelah selesai mengurus putrinya itu, kini Inara membawa putrinya itu untuk jalan-jalan.
Mereka selalu melakukan itu bersama-sama.
Jika dulu ditemani oleh Gidion kemanapun itu, kini Gidion bukan tidak perduli tapi dia ingin menghabiskan waktu bersama dengan kedua putranya itu, mungpung saat ini mereka sedang berada di Indonesia.
Sementara dengan Ghea, Gidion selalu mencurahkan kasih sayangnya itu.
Tidak seperti pada kedua putranya yang baru dia ketahui saat ini.
Gidion menghabiskan waktu berjam-jam lamanya bersama dengan kedua putranya itu.
Sampai saat Inara menelpon Gidion karena putrinya sudah rewel ingin bertemu dengan Daddynya itu.
Ghea sudah sangat merindukan Gidion ayahnya itu.
Sampai saat Gidion datang gadis kecil itu akan terus menangis dan tidak mau diam itulah kenapa? Gidion selalu berusaha ada untuk putrinya itu meskipun lewat panggilan video.
Akhir-akhir ini Gidion sering sekali dibuat repot dengan tangis dari putrinya itu.
Mungkin dia tidak ingin tersaingi oleh kedua adiknya itu.
__ADS_1
Sampai saat ini putrinya itu belum tahu bahwa dia memiliki dua adik laki-laki yang sangat tampan seperti Daddynya itu.