
Disinilah Davina dan Jack saat ini dia berada di sebuah pegunungan dengan bangunan tua yang menyerupai kastil.
Davina merasa sangat nyaman karena Jack benar-benar sudah menyiapkan segalanya untuk dirinya disana tempat persembunyian itu tidak akan pernah terendus oleh siapapun.
"Sayang ini rumah milik siapa?" tanya Davina.
"Milik kakek dan nenek ku honey, dulu mereka membangun ini begitu penuh perjuangan jalan yang harus mereka lalui untuk mengangkut bahan bangunan, meskipun bahan bangunan itu mereka ciptakan dari alam lihat batu bata dan juga bebatuan yang mereka gunakan semua mereka ciptakan sendiri di sini."jawab Jack.
"Mereka hebat"ucap Davina yang melihat ke sekeliling ruangan yang ada di sana.
Jack membawa Davina duduk di sebuah kursi kayu dibawah pohon rindang, dengan bunga matahari yang bermekaran di sana Davina, serasa tengah berlibur di alam.
"Yang... kamu ngerasa enggak jika kita itu tengah berlibur di alam liar" ucap Davina, sontak Jack terkekeh kecil.
"Sayang kita memang akan menjadi keluarga Tarzan, jika tidak kunjung mendapatkan restu"ujar Jack.
"Yang aku tidak mau seperti itu ahhhhhh gak lucu tau "ucap Davina manja.
"Tidak sayang hanya bercanda, aku tau istriku tidak bisa jauh dari pusat perbelanjaan dan salon jadi kita akan tinggal di negara maju, tinggal tunggu waktu nya saja"ucap Jack.
Kini keduanya sudah kembali masuk ke dalam rumah, Davina sedang belajar memasak dari Jack, yang sudah biasa melakukan itu.
"Sayang begini cara kocok telur yang benar biar gak tumpah-tumpah" ucap Jack.
Pria itu dengan sabar mengajari istrinya cara membuat telur dadar sayuran.
"Heumm... ternyata tidak semudah yang terlihat"ujar Davina.
"Ya kamu harus benar-benar sabar Yang"ucap ucap Jack.
"Atau begini saja sayangku duduk manis biar aku yang buatkan makanan apapun untuk istri ku tercinta dan calon anak kita."ucap Jack.
"Yang aku ingin jadi istri yang sempurna"ucap Davina.
"Kamu sudah jauh lebih sempurna sayang, bagiku kau jauh lebih sempurna"ucap Jack.
__ADS_1
"Aku ingin menyiapkan semua keperluan mu setiap hari nya Jack, mulai dari air untuk mandi, menyiapkan baju dan sarapan membantu mu menggunakan dasi sayang buat kopi saat kamu sibuk bekerja, sepertinya melakukan hal-hal kecil itu sangat indah, tapi sayang karena mommy dan Daddy tidak memperbolehkan aku untuk belajar memasak atau masuk ke dapur, sepertinya mereka begitu ketakutan jika aku terluka atau apapun itu, dan saat ini aku rindu dengan mereka berdua"ucap Davina.
"Apa? kamu ingin kembali honey, apa? kamu menyesal telah ikut dengan ku, jujur lah tidak masalah jika aku harus mengantarkan mu kembali pada mereka, tapi satu hal yang harus kamu tahu, jika nanti kamu jadi menikah dengan pria lain, aku tidak ingin anakku memanggil pria itu sebagai ayahnya"ucap Jack.
"Sayang kamu kok, bicara begitu... memangnya kamu mau buang aku begitu iya"ucap Davina yang tiba-tiba bercucuran air mata.
"Honey, aku tidak akan melakukan hal itu tapi kamu tau sendiri akibatnya jika kamu kembali pada mereka bukan"ucap Jack.
"Ya. aku tau tapi kamu juga tidak boleh bicara seperti itu, aku sangat mencintaimu"ucap Davina.
"Aku juga sangat mencintai mu honey, tapi jika kamu kembali saat ini maka tidak akan pernah ada restu yang akan kita dapatkan yang ada hanya perayaan perpisahan kita"ucap Jack.
perdebatan kecil itu membawa mereka kedalam kehangatan sebuah keluarga, dimana disaat Davina merajuk ada Jack, yang akan setia membujuk nya dengan penuh kasih sayang.
Sementara itu di kediaman Sanum.
Saat ini Kevin dan Kendra tengah berenang bersama diatas kolam plastik keduanya begitu menikmati bermain air dengan bola dan bebek karet tersebut.
"Sayang sudah main airnya ya kita akan pergi jalan-jalan"ucap Sanum.
"Tapi sudah terlalu lama sayang nanti putra kita kedinginan"ucap Sanum.
"Nanti mereka akan minta keluar jika sudah puas sekarang lebih baik suhu airnya di hangatkan naikan lagi biar tetap hangat seperti di awal"ujar Kenzie.
Kenzie pun menyudahi aktifitas nya, dia kini menghampiri ketiga orang yang sangat ia cintai.
"Daddy bahagia bisa melihat kalian beraktifitas seharian penuh, jika kelak besar nanti jadilah anak yang pria yang bertanggung jawab."ucap Kenzie.
"Seperti Daddy!"tambah Sanum.
"Heumm... kurang lebih begitu sayang meskipun mungkin aku terlalu banyak kekurangan"ucap Kenzie.
"Kamu sudah sangat bertanggung jawab sayang, meski terkadang selalu berlebihan"ucap Sanum.
"Sayang berlebihan mencintai dirimu adalah sebuah keharusan"ucap Kenzie.
__ADS_1
"Ya" jawab Sanum.
"Kok lesu gitu sih sayang kamu belum dikasih kecupan sayang pagi ini ya" ucap Kenzie menggoda istrinya itu.
"Bukan belum yang tapi over dosis"ucap Sanum.
"Hahaha yang kamu ada-ada saja"Kenzie tergelak.
Dan pada akhirnya yang heboh bukan kedua putra mereka melainkan mereka sendiri.
kini kedua orang tua Kevin dan Kendra tengah berlarian saling kejar mengejar karena ternyata Sanum, menyemprot Kenzie dengan pistol air milik kedua putranya itu, alhasil mereka main basah-basahan seperti anak kecil.
Tidak hanya itu bahkan Kenzie menceburkan diri ke dalam kolam renang membawa serta Sanum kedalam nya, tidak perduli Handpone nya basah yang ada di dalam saku, beruntung Handpone itu Anti air jadi bisa aman saat didalam kolam .
"Yang Handpone kamu basah"ucap Sanum.
"Tidak masalah sekarang aku ingin mommy dari kedua putraku menemani aku berenang"ucap Kenzie yang sudah melepas seluruh pakaiannya hanya tinggal bokser dan begitu juga Sanum, yang saat ini tengah dipersiapkan oleh Kenzie dan hanya menyisakan pakaian dalam saja .
Mereka pun berenang berdua kesana kemari mengitari kolam renang milik mereka yang cukup luas dan itu.
"Yang aku cape mau istirahat"ucap Sanum.
"Bentar lagi Yang...sini aku gendong"ucap Kenzie.
"Tidak mau, Daddy pasti nakal"ucap Sanum.
"Nakal apanya? hanya berenang iya kan tapi jika mommy ingin sih boleh juga"ucap Kenzie.
"Jangan aku gak mau!"teriak Sanum.
Mereka pun akhirnya main kejar-kejaran dan Sanum, berteriak-teriak karena lemas dia meminta ampun agar Kenzie tidak mengejarnya lagi.
Sanum dengan susah payah menghindar tapi akhirnya tertangkap juga, Kenzie tidak melepaskan nya karena dia sengaja ingin menggoda istrinya yang kini terus meminta apapun sambil tertawa-tawa terbahak-bahak saat Kenzie menggelitik tubuh langsing itu.
Kelebihan Sanum, meskipun sudah punya anak tiga tapi perutnya masih terlihat seperti gadis belia rata padahal tidak pernah berolahraga .
__ADS_1