
Berbeda dengan Sanum dan Kenzie, saat ini Allan, sedang berduka dan duka yang paling dalam yang ia rasakan saat ini betapa tidak Queen dan putra nya ditemukan di bibir pantai dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
Saat itu Queen, pamit untuk acara sekolah putra semata wayangnya yang mengenal alam, terbuka tapi tiba-tiba datang segerombolan laki-laki yang memiliki badan tinggi tegap menjadikan wanita itu dan putra nya sebagai sandera agar, mereka diijinkan untuk menaiki kapal besar itu tapi sayang setelah mendapatkan izin naik mereka tidak menepati janji Queen dan putra nya di berondong peluru .
Kejadian naas itu terjadi secepat kilat dan keduanya dibuang ke laut, saat itu juga mereka melakukan pencarian tapi sayang saat Queen, ditemukan ibu dari satu anak dan anak nya itu sudah terbujur kaku di pinggir pantai terbawa ombak.
Seberapa pun tegarnya PU Allan, saat melihat kedua orang yang dia cintai mati mengenaskan, jiwanya hampir terguncang bahkan setelah memakamkan jenazah keduanya, kini Allan, dilarikan ke rumah sakit, karena dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya di pemakaman saat itu juga.
Allan mengalami depresi berat, saat ini dia sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa, pria itu sungguh sangat hancur, saat ini dia yang mencintai istri dan anak nya begitu dalam, hingga tidak memperdulikan kesehatan jiwanya, Allan harus terikat tangan dan kakinya karena jika tidak pria itu akan nekad melukai dirinya sendiri.
"Sayang, tunggu aku, aku akan menyusul kalian, aku mencintai kalian"tangisnya begitu memilukan hingga tak akan ada siapapun yang mampu menahan air mata nya.
Pria tampan yang sangat berkarisma itu kini tampak kacau rambut nya berantakan tatapan mata nya kosong, dan satu lagi air mata nya terus mengalir deras.
Adalah seorang dokter bernama wanita bernama Bintang, dia adalah wanita yang bernasib sama dengan pria yang akan dia rawat saat ini, wanita itu kehilangan putra dan suami tercinta nya, yang terang-terangan dibunuh oleh sekelompok orang dihadapan nya, yang kala itu baru kembali dari luar.
Bintang seorang dokter ahli jiwa, dia pun pernah mengalami hal yang sama depresi sudah pasti, tapi dia berhasil melewati itu semua selama bertahun-tahun, hingga saat ini sudah lima tahun kepergian orang terkasih nya, dia bahkan sudah mendapatkan gelar doktor spesial kejiwaan.
Wanita itu, kini tengah memeriksa pasien sakit jiwa yang baru dan yang lama, hingga akhirnya ia harus masuk kedalam ruangan Allan, pria yang kini masih menangis lirih.
"Hi... tuan Allan, maafkan saya jika kedatangan saya mengganggu, saya hanya ingin berkenalan, apa? boleh" ucap Bintang.
"Tuan Allan, saya tau anda tidak sakit seperti yang orang-orang katakan, anda sehat dan anda normal, apa? anda mendengar saya bicara. apa? saya pernah mengalami hal yang anda alami bahkan lebih menyakitkan dari yang anda alami . tapi saya berhasil bangkit dari keterpurukan, karena meskipun terpuruk mereka tidak akan pernah bisa hidup lagi." ucap Bintang sambil menatap lekat wajah pria yang kini menghadap nya, tapi tatapan mata nya kosong.
Hanya ada dua nama yang pria itu sebut sambil istri dan anak nya.
"Baiklah jika kamu tidak ingin bicara, terus saja seperti itu, saat dan suatu saat nanti kamu akan menyesal karena tidak bisa membalas kematian anak dan istri mu" bisik dokter itu.
Tiba-tiba saja pria itu menatap tajam kearah Bintang yang kini seakan tersenyum licik.
"Aku akan membunuh mereka akan aku balas kalian semua"ucap Allan.
"Ya... bangkit dan balas semua rasa sakit itu, tapi sebelum itu kamu harus benar-benar sembuh, dan minum obat yang saya berikan"ucap Bintang.
Allan, kembali terdiam.
"Heumm, kamu harus kuat, kamu laki-laki saya saja bisa melewati masa yang paling sulit selama ini maka kamu juga bisa" ucap Bintang yang kini memeriksa kondisi Allan.
"Aku sangat mencintai mereka! Queen ku! putra ku! anjing-anjing itu sudah menghabisi nyawa mereka, maka akan ku balas!"pria itu terus berteriak menumpahkan segala rasa yang ada di benak nya.
Bintang terus menerus memancing Allan,agar dia bisa kembali mengingat semua, karena dengan begitu pasien akan mudah untuk disembuhkan, selain obat-obatan.
"Bintang memberikan obat secara langsung pada Allan, dengan penuh perhatian bukan karena dia naksir atau ada yang lain nya, tapi karena semua perawat mengaku kapok, saat Allan mengamuk mereka hampir mati di tangan Allan.
"Aku hanya memberikan obat penenang dengan dosis rendah, karena kita masih butuh bicara" ucap Bintang.
__ADS_1
"Apa? kau masih mengingat siapa? dirimu tuan Allan"tanya dokter Bintang.
Allan tidak menjawab dia hanya menatap lekat wajah dokter itu.
"Queen....kau masih hidup sayang hiks... hiks... kamu masih hidup, hahaha kenapa? dunia ini begitu kejam kenapa? tuhan tidak memberikan mu kebahagiaan yang panjang, kenapa!!!" teriak Allan.
"Dia sudah sangat bahagia tuan Allan, saya yakin dia sudah sangat bahagia karena mengetahui bahwa suaminya begitu mencintai nya, tapi dia juga akan kecewa karena melihat mu seperti ini, kamu bahkan tidak mencari tau siapa? yang sudah membunuh dirinya dan putra nya, tapi justru kamu malah seperti ini, kamu lemah... tuan Allan, kamu pengecut" ujar Bintang.
Allan kembali menatap tajam kearah bintang tiba-tiba ikatan kuat itu terlepas semua perawat pria yang berjalan berteriak meminta Bintang segera menjauh.
Tapi semua terlambat Allan, kini sudah mencengkeram erat rahang bintang yang kini terlihat meringis kesakitan, tapi tidak sedikit pun bintang mencoba melepaskan diri meskipun dia mampu.
"Bangun pengecut, ayo bangun balas kan rasa sakit mu itu"ucap Bintang.
"Aku bukan pengecut Aku Allan aku bisa membalas mereka " ucap Allan.
"Apa? kau melihat wajah ku seperti mereka"tanya bintang lagi.
Perlahan tangan itu memudar dan cengkraman itu terlepas.
Terlihat bekas cengkraman itu,merah sedikit memar.
"Kau harus sembuh kau harus jadi pria tegar, kau juga tidak membutuhkan semua obat-obatan ini kau hanya butuh teman bicara untuk menumpahkan semua rasa sakit yang ada di sini" tunjuk Bintang.
Allan, kembali terlihat tenang.
Bintang meminta mereka untuk melepaskan ikatan Allan, karena dengan mengikat pasien seperti Allan, itu akan memperparah keadaan.
"Buka ikatan nya, dia tidak gila, dia hanya butuh teman bicara" ucap Bintang.
.....................
Hari demi hari, Allan masih menjalani terapi kejiwaan di rumah sakit tersebut, tapi keadaan nya terus turun naik, dan itu terjadi karena dokter jiwa yang menangani Allan bukan dokter Bintang yang selalu mampu membuat dia tenang.
Allan, sudah hampir dua bulan dirawat di rumah sakit tersebut, tapi kondisi nya yang turun naik membuat Adri, meragukan kemampuan para dokter yang ada di rumah sakit tersebut. hingga berniat mencari rumah sakit lain.
Tapi dokter Bintang yang tengah bertugas hari ini dia mengajukan persyaratan.
Bahwa, dokter Bintang, aku menangani Allan sendiri karena dia yakin bahwa pria itu akan segera sembuh.
Saat ini Allan tengah berada di taman dia terduduk sendirian dalam pengawasan beberapa perawat pria, yang kini berdiri tidak jauh dari posisi Allan.
Dokter bintang berjalan mendekat ke arah nya, kali ini wanita itu tidak menggunakan jas putih yang selalu melekat setiap kali ini dia berpenampilan seperti wanita dewasa.
Dengan menggunakan celana bahan berwarna hitam dan thangtop dan blazer berwarna abu dia duduk di samping Allan, yang kini tengah mematung.
__ADS_1
"Hi... apa? kabar" ujar dokter bintang tapi Allan masih tetap anteng bersama dengan lamunan nya.
"Heumm, sepertinya kamu lebih suka berdiam diri dan bersembunyi dari kesedihan dengan cara ini, aku tidak menyangka tuan Allan yang tampan dan begitu berkarisma bisa dikalahkan oleh rasa sakit yang mungkin tidak sebanding dengan rasa sakit orang lain yang pernah mengalami hal yang sama yang bahkan tidak seberapa jika dibandingkan dengan ku"ucap Bintang.
"Aku menyaksikan bagaimana suami dan putri ku dibantai di hadapan ku, saat aku ingin berontak dan menolong mereka, seseorang menahan ku, dengan kuat hingga aku hanya bisa menjerit dalam hati tangis itu bahkan tidak bisa mereka dengar karena bahkan mulut ku di tutup dengan lakban."Ucap bintang.
"Kau bisa bayangkan disaat suami dan anakku berkali-kali di hujam tusukan pedang, bahkan darah itu masih terlihat muncrat di wajah ku, jika kamu berpikir kamu yang lebih menderita maka kamu salah, bahkan ada yang lebih menderita dari kita maka dari itu kau harus bangkit dan sembuh. hidup akan terus berjalan meskipun kau tetap bersembunyi dari rasa sakit itu, justru kau akan menyesali waktu yang berharga ini" ucap Bintang.
"Apa? kau pikir aku percaya padamu" ucap Allan, spontan.
"Kau bisa lihat semua ini, bahkan Vidio ini berkali-kali aku tonton untuk bisa meyakinkan bahwa aku harus melewati kesakitan itu, rasa sakit yang ditimbulkan oleh kehilangan dan juga kekejaman mereka, tidak hanya itu aku bahkan mengalami pelecehan seksual, dan setelah itu aku harus menyaksikan semua itu, aku bukan tidak ingin mati saat itu, tapi kematian ku akan sia-sia jika aku tidak tidak membalas dendam atas semua itu, aku bangkit aku berjuang untuk bisa sembuh dari trauma, meskipun luka itu masih membekas hingga saat ini, dan saat malam tiba aku tidak bisa memejamkan mata.karena bayangan jerit tangis keduanya masih terlihat di benakku jadi kamu tinggal bandingkan saja, seberapa besar penderitaan mu, atau penderitaan ku yang jauh lebih besar meskipun aku tau kehilangan orang yang sangat kita cintai itu suguh sangat menyakitkan, tapi hidup tidak berhenti disitu selama tuhan masih mentakdirkan kita untuk hidup itu artinya perjuangan kita belum sepenuhnya berakhir." ucap Bintang panjang lebar.
Allan kini menatap lekat wajah wanita yang begitu terlihat tegar itu.
"Queen, adalah wanita yang membuat ku jatuh cinta, dan putra ku yang masih sangat kecil harus mati dengan cara tragis" ucap Allan yang kini masih menitikkan air mata.
"Menangis lah, jika dengan begitu bisa membuat mu lega" ucap Bintang.
"Aku tidak sanggup" ucap Allan terputus.
"Aku yakin kamu sanggup, kamu tidak gila kamu masih waras, hanya saja kamu terlalu larut dalam kesedihan, sekarang pilihan mu hanya dua, menyerah di sini atau bangkit dan berikan keadilan untuk kedua orang yang kamu cintai, dan kamu harus tetap waspada meskipun disini semua orang bersikap wajar tapi bisa saja ada salah satu musuh mu menyelinap disini, dan satu lagi apa? kamu pikir kejadian yang menimpa anak dan istri mu itu benar-benar spontan, aku rasa tidak" ujar Dokter bintang.
"Apa? maksud mu!" teriak Allan, hingga membuat para perawat mendekat ke arah mereka.
"Jangan mendekat! dia hanya sedang kaget" ucap bintang.
"Aku akan menghabisi mereka jika mereka tertangkap nanti" ucap Allan.
"Kau bisa melakukan hal itu, tapi untuk mencapai tujuan itu kau harus bisa sembuh total, karena jangan sampai kau salah sasaran, aku akan terus membantu mu untuk bisa sembuh total, tapi setelah itu kamu harus berjanji jalani hidup mu dengan baik" ucap Bintang.
Allan mengangguk-angguk entah dia benar-benar paham dengan ucapan Bintang, atau hanya sekedar refleks, karena tidak sedikit pasien yang bereaksi sama seperti Allan.
Allan, pun masih duduk anteng saat bintang pamit.
Bahkan pria itu tidak merespon sama sekali dia hanya anteng dengan lamunan nya.
Sementara itu, seseorang tengah mengawasi mereka sedari tadi dan langsung melapor kepada seseorang di sebrang telpon.
Bintang sendiri mengetahui hal itu, dari setiap pertemuan dengan Allan, selalu ada orang yang mencurigakan di sekitar mereka entah itu seorang pria atau wanita, yang kadang juga berpura-pura menjadi pasien di tengah-tengah mereka, itulah kenapa? selama beberapa bulan Allan, dirawat tapi keadaan nya tidak menunjukkan perubahan yang baik dan bahkan cenderung parah.
Bintang pun menyarankan agar keluarga membawa Allan pulang, dan dia sendiri yang akan mengobati pria itu.
Adri, sempat menolak karena takut terjadi apa-apa, jika Allan berada di rumah, tapi setelah Bintang, mengatakan alasan yang sesungguhnya Adri pun langsung melakukan hal yang disarankan oleh Bintang.
Bintang akan datang berkunjung saat jam istirahat nya, tapi Adri, memberikan alasan bahwa Allan, akan dibawa ke luar negeri untuk dirawat di sana, pada pihak rumah sakit, padahal nyatanya dia dibawa ke tempat dimana orang-orang tidak akan mencurigai keberadaan nya, karena setelah diselidiki, Allan benar-benar di incar oleh seseorang dan nyawanya ada dalam bahaya.
__ADS_1
Dan untuk itu Adri menempatkan orang-orang hebat di sekitar putra nya untuk melindungi sang putra dan dokter Bintang, akan datang saat anak buahnya Adri, menjemput dia dengan penyamaran.
Bintang yang sudah sangat mengenal orang-orang tersebut meskipun mereka menyamar tapi ada satu kode rahasia yang membuat dia tau bahwa orang itu adalah orang Adri.