Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Pernikahan #


__ADS_3

Keesokan harinya hari yang ditunggu-tunggu oleh mereka selama ini pun tiba juga.


Kedua calon mempelai kini tengah berada di dalam di kamar yang berbeda, Arvin yang sudah selesai bersiap kini ditemani oleh ketiga sahabatnya sementara kedua orang tua Diego sudah duduk di depan podium utama yang akan menjadi tempat berlangsungnya ijab kabul.


Sementara Shania sendiri kini masih berada di dalam kamarnya tengah di rias oleh MUA yang sangat profesional yang sudah menjadi bagian dari tim wedding organizer yang benar-benar terkenal hingga manca negara.


Shania yang kini menggunakan kebaya modern yang sangat cetar membahana itu, baru selesai di rias setelah dua jam lebih berada di dalam kamar setelah ia bangun tidur.


Kini anak bungsu dari pasangan Kenzie dan Sanum itu, sudah benar-benar terlihat sangat cantik dan mungkin inilah yang disebut jelmaan bidadari surga.


Selain karena Shania memang sudah sangat cantik sejak lahir, tim MUA yang bekerja untuk merias pengantin pun bukan MUA kaleng-kaleng ditambah designer kondang yang menciptakan kebaya yang sangat sempurna itupun menjadi pendukung penampilan anak sekolah Milioner itu.


Arvin yang sedari tadi sudah menunggu di tempat ijab bersama ketiganya, kini berbalik kearah belakang karena pembawa acara mengatakan calon pengantin perempuan memasuki ruangan.


Rasa cemas dan gugup yang kini Shania rasakan membuat jalannya tersendat-sendat, namun mommy dan Daddynya terus meyakinkan dirinya bahwa Shania bisa melewati rasa itu.


Kenzie dan Sanum mengapit putri bungsunya itu dengan sangat hati-hati.


Sementara di depan para keponakan Shania yang sudah tampil bak pangeran dan princess tengah berjalan sambil menabur bunga diatas Reed karpet yang akan dilewati Shania .


Sudah seperti pernikahan di negri dongeng saja semua begitu terlihat sangat perfeksionis.


Sampai tiba di tempat yang dituju, Shania kini sudah duduk di samping Arvin yang sedari tadi sungguh sangat mengagumi kecantikan calon istrinya itu.


Ras rasa kagum dari Arifin Arifin yang saat ini melihat tanpa berkedip ke arah samping di mana istri calon istrinya berada membuat perhatian semua orang tertuju pada mereka berdua sementara kenzim yang akan menjadi wanita dalam pernikahan tersebut saat ini dia sudah duduk di hadapan harus lebih tepatnya di seberang meja tempat yang akan dijadikan untuk mereka berjabat tangan saat mengucapkan ijab Kabul berbalik menatap Kenji saat itu juga.


Ijab kabul pun dimulai dengan lantang dan sangat fasih Arvin berhasil mempersunting Shania dengan satu tarikan nafas.


Sungguh mengharu biru semua tamu undangan yang hadir menyaksikan proses ijab kabul tersebut ikut menitikan air mata. saat mempelai pria terdengar berkata dengan suara yang sedikit bergetar karena menahan tangisnya.


Bukan dia tak bahagia dengan pernikahan itu, tapi Arvin bener-bener merasakan sedih yang teramat sangat. karena saat ini Bundanya sudah tiada tempat di hari ke 47 hari ibunya meninggal dunia.


Arvin pun melangsingkan pernikahan bersama Shania gadis yang selama ini dia cintai, dan disayangi oleh ibunya.


Dan betapa terkejutnya lagi Arvin saat melihat sang adik yang kini berjalan menghampiri dirinya, dan langsung menghambur memeluknya sambil terisak karena merasakan kesedihan yang sama.


Arfan yang kini masih terisak dalam tangisnya yang belum juga reda akhirnya dia melepaskan sang kakak karena memang acaranya masih belum sepenuhnya selesai.


Arvin masih harus menandatangani berkas-berkas pernikahan tersebut. tidak hanya itu Arvin juga belum memasang cincin pernikahan pada gadis tercantik yang kini telah resmi menjadi istrinya itu.


Rangkaian demi rangkaian acara pun digelar, saat ini mereka sudah berada di pelaminan melakukan sesi foto pernikahan dan juga berfoto bersama keluarga dan kerabat sambil menunggu para tamu kondangan yang berjumlah ratusan ribu orang yang sebagian sudah datang itu.


Acara resepsi dibagi menjadi satu Minggu pesta pernikahan yang sungguh sangat panjang itu menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit, dan berbagai acara pun terus digelar. Untuk menghibur para tamu undangan.


Ada tiga tempat resepsi yang berbeda, yang pertama di hotel, kedua di resort yang memiliki tempat sangat indah dan menyajikan view pantai


Ketiga di pulau pribadi milik Kenzie.


Seluruh tamu yang hadir benar-benar dimanjakan dengan itu dan yang terakhir garden party.


Arvin dan Shania pun mau tidak mau harus mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut, dan mereka pun tidak perlu terus berdiri di pelaminan tersebut.


Mereka berdua bisa berbaur dengan orang-orang yang hadir di sana, dan keduanya terlihat sangat menikmati hal itu.


Meskipun keduanya belum sempat melewati malam pertama mereka selain tidur biasanya sambil berpelukan dan melakukan kissing .


Karena mereka akan melakukan hal itu di Eropa sana.


Sementara Arfan yang kini sudah kembali ke negara tempat dia menuntut ilmu tersebut yang merupakan negara kelahiran sang ayah.

__ADS_1


Begitu juga dengan ketiga sahabatnya dan juga keluarga Diego yang beberapa hari ini mendampingi Arvin.


Pria itu pun berjanji akan berkunjung ke sana nanti setelah kembali dari bulan madu.


Sementara Shania dan Arvin kini telah berada di dalam jet pribadi.


Mereka benar-benar pergi ke negara Eropa untuk proses bulan madu.


Arvin masih setia mengelus perut Shania yang sudah dua hari ini menstruasi.


Bukan madu itu akan tetap berjalan tanpa hambatan karena bulan madu tidak melulu dengan malam pertama mereka, mereka akan melakukan hal itu setelah Shania benar-benar telah melewati hari istimewa sebagai seorang perempuan.


Sampai keduanya tiba di benua Eropa tepatnya di negara Swiss tempat tinggal Mariana dan Kenzo juga sang kakak Gerald.


Shania dan Arvin tidak tinggal di Mension milik Kenzo. Arvin membawa Sania menuju sebuah hotel yang sudah di reservasi sebelumnya.


Sesampainya mereka berdua di dalam kamar hotel itu, keduanya langsung beristirahat sejenak sebelum membersihkan diri.


Karena perjalanan yang sungguh sangat melelahkan dan teramat panjang itu membuat mereka akhirnya tidur tanpa menghiraukan waktu yang terus berjalan sampai saat malam hari tiba. Arvin terbangun dari tidurnya dan dia membangunkan istrinya, untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mereka makan malam.


Mereka pun bergantian membersihkan diri. Arvin membantu istrinya mengeringkan rambutnya setelah selesai keramas, karena mulai sekarang semua yang berkaitan dengan Shania Arvin akan berusaha sememaksimal mungkin untuk membantu istrinya sebelum dia benar-benar kembali bersibuk dengan pekerjaannya.


Dia ingin memanjakan Shania yang kini ada di hadapannya tengah membingkai wajahnya bener-bener merupakan pahatan yang sangat sempurna bagi Shania.


Ketampanan itu terlihat berlipat ganda setelah ia menjadi istri sah dari Arvin Wijaya yang kini berada di hadapannya. Shania pun membingkai wajah suaminya dan dengan jahilnya dia mencubit gemas pipi Arvin.


Pria yang malah terlihat terkekeh geli karena tingkat gemes dari istrinya itu."Kau mulai nakal istriku... tunggu saja nanti Saat kita melewati hari itu."ucap Arvin.


Mereka pun melanjutkan perjalanan bulan madu itu dengan kebersamaan meskipun keduanya belum melewati momen bahagia karena sebuah penyatuan.


Sementara itu di sebuah negara nan jauh di sana, seorang wanita tengah sibuk melayani nafsu bejat dari seseorang yang sudah menolong dirinya meloloskan diri dari hukuman penjara.


Hari-hari yang ia lewati hanya berada di dalam kamar, dan hampir setiap saat, setelah pria itu kembali dari luar dia harus melayani Pria itu sampai dia benar-benar puas.


Dan Karin kini sudah terbiasa dengan itu, dia bahkan sudah seperti wanita pekerja **** komersial, meskipun pria yang di layani nya adalah orang yang sama.


Sampai dua hari yang lalu, wanita itu terbangun di pagi hari karena perutnya yang bergejolak dia pun berlari menuju kamar mandi dan membungkuk di depan closet untuk mengeluarkan isi perutnya.


"Sampai saat dia pingsan dan tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi saking lelahnya Karin saat ini.


Pria yang baru terbangun dari tidurnya itu kaget karena tidak melihat Karin di sampingnya.


Dia langsung bergegas meraih kimono tidur miliknya yang berada di samping ranjang tersebut bekas percintaan mereka semalam.


Dia memanggil nama Karin dengan suara bariton tersebut.


pria itu pun terlebih dahulu masuk kedalam kamar tersebut dan dia menemukan Karin tergeletak di lantai kamar mandi tergeletak di lantai saat itu juga pria itu langsung membawa Karin menuju sofa singgel untuk melepaskan kimono tidur yang kini tengah ia kenakan.


Pria itu langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi wanita itu.


Dan betapa kagetnya pria itu saat mendengar kabar bahwa Karin saat ini tengah mengandung darah daging nya yang kini sudah jalan satu bulan lebih.


Pria itu tidak bisa membantah jika saat ini Karin tengah mengandung anaknya, tapi yang dia tidak suka adalah kenapa? wanita itu menyembunyikan fakta tentang kehamilannya pada dirinya.


Karin kini tengah duduk di tepi ranjang dilayani oleh pelayan kastil itu, untuk memenuhi gizi dari wanita hamil itu.


Karin pun merasa aneh dengan pelayanan terbaik itu, dia tidak menyangka pria yang selama ini memperlakukan dirinya seperti sampah kini telah menunjukkan sisi manusiawinya.


Karin pun menikmati itu sebelum pria itu benar-benar kembali memperlakukan dia semena-mena.

__ADS_1


Sementara itu kini ditempat orang yang kini tengah berbulan madu, Arvin dan Shania baru selesai mandi setelah mereka kembali dari luar.


seharian ini mereka bermain salju di pegunungan Alpen tersebut.


Arvin yang begitu penuh perhatian dan selalu siaga di samping Shania, selalu melindungi istrinya seharian ini dari cedera yang akan terjadi disaat bermain ski salju tersebut.


Sampai saat di sebuah restaurant berbintang yang ada di kota Bern Swiss tersebut Arvin memastikan tempat duduk istrinya itu sudah sangat nyaman atau belum.


Setelah itu dia pun bergegas menuju sungai terpanjang dan terbesar di kota itu meskipun dia tidak berenang hanya berwisata dengan berfoto di atas jembatan sungai terpanjang dan terbesar yang membelah beberapa kota di negara tersebut.


Arvin kini begitu memanjakan istrinya, bukan hanya jalan-jalan Shania juga berbelanja oleh-oleh untuk nanti saat mereka kembali.


Arvin menjadi orang yang royal saat ini. dia tidak terus memikirkan masa depan karena saat ini masadepan dirinya adalah Shania.


Sampai saat mentruasi berakhir, saat itu Shania ragu untuk memberitahu Arvin karena dia sendiri jujur masih paranoid tentang malam pertama tersebut.


Shania pun baru selesai membersihkan diri, dia sendiri kini duduk tepi ranjang sambil menunggu Arvin selesai mandi.


Dia masih berfikir dan terus memikirkan tentang bicara atau tidak pada suaminya karena Arvin hampir tiap malam menanyakan itu ditengah-tengah pergulatan panas yang tidak pernah mencapai finis itu karena Shania masih belum selesai menstruasi.


Sampai saat Arvin, keluar dari dalam kamar mandi.


"Sayang,,, apa ? pembalut mu habis, kenapa? Tidak beli tadi saat sedang di toko."ucap Arvin.


"Untuk apa? Yank,,, aku sudah selesai."ucap Shania.


"Ah,,, syukurlah."ucap Arvin sambil menarik nafas lega.


"Berarti sudah boleh dong sayang."ucap Arvin.


"Heumm,,,,"ucap Shania sambil mengangguk pelan.


"Akhirnya Arvin pun mendekat lalu membingkai wajah cantik itu penuh kelembutan, Arvin yang baru keluar dari dalam kamar mandi dan masih menggunakan handuk tersebut pun tidak memerlukan waktu untuk melepaskan semua atribut yang ada pada dirinya.


Saat ini Keduanya sudah berada di dalam keheningan malam, di dalam kamar hotel yang terang benderang itu Keduanya larut dalam buayan penuh cinta dan kemesraan di malam pertama yang benar-benar nano-nano rasanya.


Sampai saat menjelang pagi hari Arvin pun berhasil mencetak gol.


Bahkan percintaan itu menjadi percintaan yang menguras waktu dan tenaga.


Arvin pun terlelap dalam bahagia disaat dirinya kini tengah memeluk istrinya yang benar-benar sudah dia miliki seutuhnya.


Sampai saat seseorang datang mengetuk pintu hotel tersebut, Arvin pun bangun, dia sempat memesan layanan kamar untuk membersihkan tempat tidurnya saat ini.


Sementara seprai yang menjadi saksi bisu percintaan itu Arvin beli dengan harga yang tidak murah karena dia beralasan untuk menjadikan itu sebagai kenang-kenangan.


Namun karena Arvin dan Shania adalah pasangan baru menikah akhirnya pihak hotel pun mengijinkan itu.


Arvin benar-benar aneh jika menurut orang lain, tapi bagi Shania dia kagum dengan suaminya yang kini ingin mengabadikan momen tersebut.


Sampai-sampai ia membeli seprei tersebut, ada-ada saja tapi itulah Arvin, selain dirinya tidak ingin orang lain melakukan hal itu, dia juga tidak ingin kenangan terindah itu tertinggal di sana.


Arvin pun sudah membantu Shania untuk mandi dan berganti pakaian, setelah itu dia langsung bergegas mandi.


Shania pun sudah menyiapkan pakaian milik Arvin saat ini, Shania juga sudah memesan sarapan pagi untuk mereka berdua.


Sementara Arvin kini tengah memejamkan matanya, mengenang percintaan yang baru terjadi tadi malam karena seumur hidupnya baru kali ini dia melakukan hal itu di malam pertamanya.


Di saat pria dewasa seperti Arvin sudah merasakan semua itu dari wanita di luar sana, Arvin benar-benar beruntung mengalami semua itu, bersama dengan istrinya saat ini.

__ADS_1


Arvin pun menyudahi ritual mandi wajib nya itu, lalu menggunakan bathrobe.


__ADS_2