
beruntunglah bagi mikayla karena operasinya berjalan lancar Gadis itu dapat diselamatkan meskipun saat ini masih membutuhkan transfusi darah hingga saat nikahilah dipindahkan ke ruang merawat inap Gideon masih setia menunggu istrinya dalam ruangan tersebut.
Gidion merasa sangat bersalah dengan semua kejadian itu, melihat wajah istrinya yang kini terlihat sangat lemah dan pucat tapi dia tidak ingin membuat Mikaila berada di dalam bahaya.
Mikaila tidak kunjung bangun juga hingga saat ini membuat dia benar-benar khawatir dengan keadaan istrinya itu.
"Sayang bangun maafkan aku"ucap pria itu.
Tapi yang dia panggil tidak kunjung bangun juga, Mikaila benar-benar seolah betah dibawah alam sadarnya.
Hingga saat Kenzie datang ke ruangan tersebut Gidion begitu terkejut, Kenzo langsung meminta dokter untuk menyiapkan keberatan Mikaila ke Indonesia saat itu juga.
"Uncle please jangan bawa istri ku"ucap Gidion.
"Mulai sekarang hubungan kalian sudah berakhir, dan aku minta jangan pernah temui putri ku lagi"ucap Kenzie.
"Tidak tuan Kenzie atau saya akan membuat perhitungan dengan anda"ucap Gidion.
"Silahkan lakukan apapun yang kau mau lakukan tapi sampai kapan pun Mikaila tidak akan pernah kembali padamu kejadian kali ini sudah tidak terampuni"ucap Kenzie.
"Tuan,, saya tau saya salah tapi dia itu istri ku Anda tidak punya hak untuk membawa dia"ucap Gidion.
"Bicarakan dengan keluarga mu sendiri karena sekalipun mereka bersujud di kakiku aku tidak akan pernah mengampuni manusia tidak bermoral seperti mereka"ucap Kenzie.
Mikaila langsung dibawa terbang ke Indonesia, Kenzie ternyata sudah membuat persiapan sebelumnya bahkan dia sudah menyiapkan pengawalan ketat.
Gidion tidak bisa melakukan hal yang akan semakin membuat pria itu murka.
Gidion kini terduduk lemas air mata yang terjatuh di pipinya menjadi sumpah yang benar-benar mengerikan, dia tidak akan mengampuni siapapun orang yang sudah membuat dia terpisah dari Mikaila.
Pria itu langsung berdiri dan bangkit dari tempat tersebut, dia berjalan dengan tetap menuju mobilnya, hingga sampai dia tiba di Mension tersebut.
"Sayang kamu sudah pulang, bagaimana kabarmu"ucap wanita itu kedua wanita sepuh dan wanita paruh baya itu kini tengah menyambut kedatangan Gidion.
Namun pria itu tidak menggubris nya sedikitpun dia langsung pergi meninggalkan mereka menuju lantai dimana kamarnya kini berada.
Gidion memasukkan barang-barang nya kedalam koper, dia juga membereskan semua miliknya, hingga Gidion meminta pelayan membawakan koper miliknya semua.
"Gidion sayang kamu mau kemana?"ucap Marinka ibunda Gidion.
"Gidion kita bisa bicarakan ini semua baik-baik jangan seperti ini sayang"ucap sang Omah nya.
Gidion tidak menggubris sama sekali.
"Gidion jika kamu seperti ini terus, maka wanita itu akan benar-benar lenyap"ucap wanita sepuh itu.
Gidion langsung pergi dengan mobilnya setelah membawa barang-barang nya.
Pria itu tidak perduli dengan keadaan keluarga nya, dia pun memutuskan untuk keluar dari negara' tersebut.
Pria itu pergi ke USA, untuk membuka bisnis nya yang sudah lama ia rahasiakan dari keluarga besarnya itu.
Gidion bahkan sudah tidak ingin lagi menjalankan bisnis milik keluarga nya itu biarlah mereka sendiri yang akan mengurus semuanya itu.
Sementara itu di dalam pesawat jet pribadi, Mikaila pun siuman gadis itu begitu kaget saat melihat dirinya sudah berada di sana dan melihat daddy nya ada di samping nya.
"Daddy"panggil Mikaila.
"Sayang kamu sudah bangun maafkan daddy datang terlambat"ucap Kenzie.
Gadis itu menggeleng pelan"Tidak apa-apa dad yang penting Mikaila bisa kembali dengan selamat, jika tidak Mika ingin mati saja"ucap gadis cantik itu.
"Sudah jangan bicara begitu jika kamu putus asa mommy pasti akan sangat sedih"ucap Kenzie.
"Heumm... bagaimana? dengan dia daddy apa? dia mau menceraikan Mika"tanya gadis itu.
"Mika tanpa perceraian pun pernikahan mu sudah berakhir karena pernikahan itu tidak sah secara hukum negara"ucap Kenzie.
"Baiklah daddy aku hanya ingin fokus kuliah"ucap Mikaila.
"Iya sayang"istirahat lah sebentar lagi kita akan sampai"ucap Kenzie.
"Ya, daddy."jawab Mikaila.
Kenzie pun kembali fokus dengan laptop nya, saat ini dia tengah melihat rekaman Cctv, yang ada di Mension Gidion sebelum kejadian itu.
"Kurang ajar! kenapa? Putri ku diperlukan seperti sampah tak berharga"ucap Kenzie geram.
__ADS_1
Kenzie langsung menutup laptopnya itu, dia beranjak pergi dari duduknya dia ingin pergi ke luar kamar yang kini ditempati oleh putri sambung nya itu.
"Arman mulai sekarang awasi putri ku baik-baik jangan sampai kamu lengah sedikit pun, aku tak ingin kecolongan jika pihak Gidion berani berbuat buruk maka mereka harus habis saat itu juga"ujar Kenzie.
"Baik tuan"ucap Arman yang super dingin itu.
Pria yang baru dua tahun menjadi asisten pribadi Kenzie itu dia bukan wanita sembarangan pria itu sengaja menyembunyikan jati dirinya.
Arman pun sibuk dengan buku yang ia pegang seakan tak punya beban apapun dia tetap lurus fokus kedepan bacaan nya itu.
Arman tidak peduli jika saat ini bos nya tengah berada di samping nya, yang penting bagi Kenzie adalah dia bisa menyelesaikan tugas yang Kenzie berikan itu sudah cukup.
Kenzie sendiri tau betul sikap pria itu hingga dia sudah terbiasa dengan semua itu.
Sesampainya di Indonesia Kenzie langsung dijemput oleh beberapa orang anak buahnya, kini dia benar-benar harus berjaga-jaga jika suatu saat nanti keluarga Gidion berbuat semena-mena pada Mikaila.
Sanum yang menyambut Mikaila dengan tangis pilu dia tidak menyangka jika Mikaila akan bernasib sama seperti dirinya dulu hanya bedanya dulu Sanum mendapatkan perlakuan tak baik hanya dari suaminya saja tapi Mikaila bahkan tidak pernah diterima oleh keluarga Gidion dan Gidion sendiri bukan melindungi Mikaila tapi malah menyakiti nya mendukung kesalahan keluarga nya.
"Bagi Sanum cukup sudah semua tidak akan ada lagi harapan yang jelas saat ini hanya bisa memberikan semangat untuk putri tercinta nya itu.
Andaikan waktu bisa diputar kembali Sanum akan mendukung Mikaila untuk menolak Gidion tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur, semua tidak akan bisa kembali seperti semula.
Sanum langsung membawa putri nya itu masuk kedalam kamar, karena masih harus istirahat bahkan saat ini baru selesai transfusi darah jadi gadis itu harus benar-benar istirahat.
Sanum tidak pernah jauh dari Mikaila begini begitu juga Kenzie dan ketiga anak mereka, Shania sudah berusia satu tahun dia tengah sibuk berceloteh.
Shania, senang' saat melihat Mikaila.
Saat ini semua merasa sangat lega, karena mereka sudah berkumpul sementara Mikaila masih terbayang saat Gidion menamparnya air mata itu kembali menetes.
...............
Hanya sekejap saja semuanya telah berakhir Gideon menghancurkan semua nya kini pria itu entah berada dimana.
Mikail terus memikirkan pria itu bukan karena dia masih berharap pada Gideon tapi dia juga tidak habis pikir dengan pria itu bagaimana semua yang dia katakan selama ini tentang cinta murni untuk Mikaila tapi kenyataannya terbalik 180 derajat mungkin dia mencintainya tapi dia juga mendukung saat seluruh keluarganya mengintimidasi dirinya.
"Sayang, jangan buang-buang air mata berharga mu,, mereka tidak pantas kamu pikirkan lagi semua sudah berakhir biarkan mereka mendapatkan ganjarannya bahkan Mommy juga tidak rela mereka telah menyakitimu. sekarang lebih baik kamu menata masa depan lupakan Gideon sambut masa depanmu yang baru sekarang fokuslah pada cita-citamu suatu saat nanti Tuhan akan mengirimkan yang terbaik untukmu jangan terpuruk dengan keadaan ini bangkit lah"ucap Sanum menggebu-gebu.
Bagaimana tidak, sebagai seorang ibu hati Sanum jauh lebih terluka, karena mereka telah berani menyakiti putri yang ia lahir kan dan ia besarkan dengan susah payah ditengah sikap tatak bertanggung jawab dari suaminya itu.
Mikaila pun menghapus air matanya benar kata Sanum Gadis itu tidak pantas untuk menangisi pria yang bahkan malah menyakiti hati dan raganya.
Satu Minggu telah berlalu sejak hari itu kini Mikaila sudah mulai masuk kuliah, Gadis itu akan pulang pergi dengan dijemput oleh sopir pribadi dan anak buah Arman lah yang menjadi sopir tersebut.
"Tolong berhenti di sana aku mau cari buku referensi dulu"ucap gadis cantik itu.
"Baik nona muda"ucap sopir robot tersebut.
Bukan tanpa alasan Mikaila menyebutnya begitu, asisten Dadddy nya Arman yang super cuek, ditambah anak buahnya yang kini lebih cuek bahkan seperti robot yang kurang mur nya berkarat kaku gitu susah untuk bergerak bukan bergerak sih tapi lebih ke sulit untuk bicara.
Sampai saat Mikaila keluar dari toko buku tersebut gadis itu melihat sang sopir masih tidak bergerak disamping mobil nya.
"Dia itu manusia atau robot sih"gumam mika.
Dia pun menghubungi seseorang yang menjadi bos dari robot manusia itu.
"Ya Nona muda"jawab seseorang diseberang sana.
"Kita harus bicara temui aku di apartemen"ucap Mikaila.
"Saya sibuk nona silahkan bicara saja di sini"ucap Arman.
"Baiklah aku bilang pada daddy saja"ucap Mikaila.
"Iya,, baik'lah nona muda pukul berapa saya harus kesana"ucap Arman datar.
"Sekarang setelah aku pulang dari kampus"ucap Mikaila.
"Baiklah"jawab pria itu.
"Kau harus aku ajari untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi"gumam Mikaila lirih.
Sesampainya di apartemen, gadis itu langsung masuk kedalam unit nya, dia melihat Arman sudah berada di sana padahal jarak kantor pusat dan apartemen itu cukup jauh.
"Kau sudah datang tuan muda Arman"ucap Mikaila.
"Ya Nona muda, mohon jangan panggil saya seperti itu"ucap Arman.
__ADS_1
Lalu seperti apa aku harus memanggil mu"ucap Mikaila.
Gadis itu tau siapa? Arman yang sebenarnya.
"Panggil saja Arman seperti biasanya"ucap Arman tanpa menoleh pada Mikaila, dia tetap fokus pada laptop nya.
"Heumm,, dasar manusia es"ucap Mikaila.
"Jika tidak ada yang penting saya undur diri"ucap Arman.
"Jika tidak ada yang penting saya pamit undur diri"ujar Mikaila meledek Arman.
"Apa? mau mu jangan pikir karena aku baik padamu selama ini kau bisa berlaku semena-mena"ucap Arman, untuk pertama kalinya ia berbicara panjang lebar dengan nada kesal.
"Heumm,, berhasil"ujar Mikaila.
"Aku tanya apa? yang kamu mau."ucap Arman lagi.
"Aku mau kau mengganti robot peliharaan mu itu dengan perempuan yang bisa aku ajak bicara agar aku tidak kesepian"ucap Mikaila tanpa jeda.
"Heumm,, ternyata itu alasan kenapa? pria itu mencampakkan mu, ternyata kau begitu cerewet nona"ucap Arman yang langsung membuat Mikaila mematung di tempatnya.
Arman yang merasa bersalah dia langsung menoleh ke arah Mikaila.
"Maaf"ucap Arman singkat.
Tapi Mikaila tidak menjawab gadis itu langsung berlalu pergi begitu saja.
"Saya akan memberikan apa? yang nona minta tadi tapi tolong maafkan saya dulu"ucap Arman.
Arman masih menunggu jawaban dari Mikaila.
"Kau mungkin bisa melakukan apapun untuk keluarga ku terutama untuk Dadddy, tapi kau tak berhak menilai hidupku"ucap Mikaila yang kini berlinang air mata.
Arman langsung tertegun melihat air mata gadis itu.
"Maafkan saya"ucap Arman.
"Semua sudah selesai, mulai besok tidak perlu ada sopir untuk ku lagi"ucap gadis itu.
"Tidak bisa!"ucap Arman tegas.
"Kenapa? ini hidup ku"ucap gadis itu.
"Jangan karena marah kamu buat kami semua dalam masalah aku bisa menggantikan sopir itu seperti yang kau mau"ucap Arman.
"Bagaimana jika diganti dengan mu"tantang Mikaila.
"Mika,, aku adalah asisten pribadi ayahmu"ucap Arman.
"Baiklah tidak ada sopir lagi"ucap Mikaila.
"Baiklah aku akan bicara dengan Daddy mu dulu"ucap Arman.
"Putuskan sekarang atau aku bongkar rahasia mu, dan wanita itu akan datang untuk menemui mu"ancam Mikaila.
"Terserah!"ujar Arman yang kini mulai terpancing emosi.
"Aku heran dia cantik dan juga kaya raya sama seperti dirimu, tapi kenapa? kau menolak perjodohan itu apa? kau belok"ujar Mikaila sontak Arman bangkit dan menjatuhkan laptop tersebut.
Pria itu mendekat kepada Mikaila dalam hitungan detik saja.
"Kau meragukan kemampuan ku, untuk bisa membuat wanita mengandung"ucap Arman.
Mikaila yang sedari tadi melangkah mundur kini sudah tidak bisa bergerak lagi karena Arman sudah mengunci pergerakan nya, bahkan wajah tampan yang sedingin es itu sudah semakin dekat dengan wajah Mikaila sampai hembusan nafasnya terasa hangat di wajah Mikaila.
"A apa yang ingin kamu lakukan"ucap Mikaila sedikit gelagapan.
"Membuat mu hamil"ucap Arman menggoda Mikaila.
"K kau gila, lepas!"ucap Mikaila dengan tubuh bergetar hebat.
"Hahaha,,, entah bagaimana dia bisa tertarik pada gadis penakut seperti dirimu, kamu bahkan tidak cantik dan tak menarik sedikit pun"ucap Arman.
Semua yang diucapkan oleh pria itu adalah sebuah kebohongan dirinya bahkan sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama, saat pertama bertemu dengan Mikaila di pesta ulang tahun perusahaan.
"Kau memang benar aku juga heran dengan itu, makanya aku sadar aku tak pantas untuk siapapun"ucap gadis itu terlihat begitu sedih.
__ADS_1
"Ya sudah,, besok jika aku sempat aku yang akan mengantarkan mu pergi kemanapun"ucap Arman.