
Mikaila masuk kedalam lift yang sama dia tidak bicara sepatah katapun meskipun pria itu terus menghujat dirinya.
"Kenapa? apa,, semua yang aku katakan itu benar adanya,,,."ujar Vino.
Tapi Mikaila tidak berucap sepatah kata pun.
Saat lift berhenti, Mikaila hendak pergi namun tangan nya ditarik dengan sangat kasar oleh Vino.
"Katakan. sesuatu apa? kau mulai bisu."ujar Vino yang tidak puas.
Namun Mikaila, tidak berkata apa-apa, dia bahkan tidak menatap Vino sedikit pun, hingga pria itu melepaskan cengkraman tangan di bahu Mikaila pria itu kembali pergi dengan tatapan mata penuh kekecewaan.
Mikaila pun akhirnya hanya bisa menangis dalam diam, dia berjalan menuju basement apartemen tersebut dan melewatkan sapaan hangat dari satpam yang berjaga di depan lobi masuk.
Sampai saat dia tiba di depan mobilnya dia masih melihat mobil Vino yang kini masih berada di samping mobilnya itu, bahkan pria itu masih menatapnya tajam.
Mikaila tidak menghiraukan semua itu dia buru-buru masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya tak beberapa lama kemudian ia langsung tancap gas.
Mikaila pun pergi menuju kampus seperti tujuan awalnya, hingga ia tiba di parkiran kampus, wanita itu langsung keluar dari dalam mobil dan langsung menutup dan mengunci mobilnya secara otomatis, lalu dia pergi meninggalkan parkiran meniti anak tangga menuju kelas dimana dia akan mengikuti mata kuliah hari ini.
Sesampainya di sana dia langsung masuk kedalam klas, meskipun ini belum saatnya dia masuk tapi suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja membuat dia merasa ingin menyendiri.
Kebetulan hanya ada beberapa siswa dan itupun duduk berjauhan berada di deretan bangku paling depan.
Sampai saat Mikaila mengeluarkan laptopnya, dia membuka benda itu dan menatap kearah laptopnya untuk menyembunyikan tangis nya.
Dia juga menggenggam tissue untuk mengusap air mata nya, di laptopnya dia menonton drama yang mewakili perasaannya saat ini, jadi jika ada teman-teman melihat dia mengusap air mata, dia punya alasan untuk mengelak.
Sampai beberapa menit kemudian saat dia hendak mengusap air mata nya, Mikaila mendapati sebuah tangan kekar yang menyodorkan saputangan kearahnya.
__ADS_1
"Ada apa? ini masih pagi tapi wajahmu sudah basah dengan air mata."lirih pria itu.
"Terimakasih,,, aku baru melihat drama ter-sedih saat ini."ujar Mikaila menunjuk ke arah laptopnya.
"Aku kira ada apa? owh iya perkenalkan namaku Randi,,, aku baru pindah hari ini."ujar pria yang kini duduk di samping bangku yang sempat kosong beberapa hari ini karena mahasiswa yang biasa menempati bangku itu tengah mengikuti pertukaran pelajar.
"Mikaila, terserah kamu mau panggil apa,," ujar Mikaila.
"Ila boleh aku panggil seperti itu."ujar Randy.
"Terserah saja, disini aku tidak berteman dengan siapapun, jadi tidak pernah memiliki teman yang memanggil nama itu."ujar Mikaila.
"Itu tidak mungkin wanita cantik seperti dirimu tidak memiliki teman, hanya ada dua kemungkinan, kamu yang terlalu pemilih atau memang benar-benar menutup diri."ujar Randy.
"Sejak kecil aku tidak pernah bergaul dengan orang luar, jadi untuk berteman aku tidak pandai memilih seorang teman kata Mommy, teman sejati akan datang dengan sendirinya, tidak perlu dicari ujar Mikaila.
"Heumm,,, kamu benar tapi kita bisa ber."
"Selamat pagi semoga semua baik-baik saja, saya hari ini akan memperkenalkan murid baru yang baru saja pindah dari luar negeri, untuk orang yang merasa silahkan maju kedepan perkenalkan diri anda."ujar Gidion yang kini tengah menatap tajam kearah Mikaila.
Randy langsung menghela nafas panjang sambil berjalan ke depan, dia berdiri tepat di samping meja yang ditempati oleh Gidion yang kini tengah menatap kearah para mahasiswa.
Baru saja Randy ingin memperkenalkan diri, tiba-tiba suara riuh terdengar bisik-bisik dari mahasiswi yang membuat suasana kampus terdengar bising, tentang Randy yang merupakan seorang anak Milioner tersebut memiliki ketampanan yang sempurna dan paripurna membuat mereka yang mengagumi pria itu meneteskan air liur nya.
Bahkan hingga kini para gadis cantik itu masih berbisik-bisik hingga Gidion kembali berbicara.
"Apa? kalian sedang tawar harga di pasar jika begitu silahkan keluar bagi yang tidak patuh dengan peraturan saya."ujar Gidion tegas.
Dan hal ini membuat semua orang terdiam, tapi ada satu hal yang membuat semua orang menatap kearah seorang wanita yang kini berjalan keluar seperti yang dikatakan oleh Gidion.
__ADS_1
"Mikaila,,, apa? kamu salah satunya."ujar Gidion datar.
"Hari ini saya tidak bisa mengikuti pelajaran Mr, karena pasar antri ternyata lebih ramai dan bising."ujar Mikaila dengan cueknya berjalan keluar dari dalam kelas.
"Mikaila."ujar Gidion yang ternyata menyusul wanita yang kini terlihat sembab.
"Maaf Mr, saya sedang tidak ingin berdebat."ujar Mikaila yang buru-buru pergi dari hadapan Gidion.
Saat ini pria itu tidak bisa mengejar Mikaila karena mata kuliah akan segera dimulai.
Sementara Mikaila yang berlari hingga parkiran kampus, dia langsung memasuki mobilnya, wanita itu buru-buru masuk kedalam mobilnya dan langsung tancap gas setelah dia menghidupkan mesin mobilnya.
Kuda besi itu terus melaju dengan kecepatan tinggi, hingga tiba di depan apartemen nya.
Mikaila buru-buru turun, dia tidak peduli dengan sekitar nya yang mungkin seseorang tengah menatap heran saking terburu-buru nya dia saat ini.
Mikaila langsung bergegas masuk ke dalam lift, saat itu juga hingga sampai di lantai tujuan nya.
Wanita itu langsung membuka pintu dan masuk kedalam unit apartemen nya, sampai saat dia di dalam kamar, Mikaila langsung mengambil koper memasukkan barang-barang yang ia butuhkan termasuk pakaian dan segala kebutuhan pribadinya saat bepergian.
Satu koper berukuran sedang sudah menampung beberapa keperluan nya untuk beberapa hari ke depan.
Mikaila pun membawa serta laptop dan handphone nya, dia menyatukan itu di dalam ransel kecil yang kini ia bawa.
Gadis itu buru-buru pergi dari unit apartemen miliknya, saat ini dia bahkan tidak menggunakan mobilnya dia menggunakan taksi online, untuk membawa dia pergi ke suatu tempat.
Sesampainya di sana, Mikaila buru-buru keluar dari dalam taksi dan berganti mobil lainnya untuk menghilangkan jejaknya bahkan Mikaila menumpang mobil orang yang sama sekali tidak ia kenal, beruntung dia adalah seorang wanita baik-baik jadi Mikaila aman.
Sampai saat dia tiba di bandara Mikaila yang sudah memesan tiket pesawat sejak dua jam yang lalu kini dia sudah berada di bandara untuk menunggu penerbangan seperti yang tertera di dalam jadwal penerbangan.
__ADS_1
"