
"Setelah Yudha, pamit Sanum pun pamit ke dalam kamar, sementara Mariana, masih mengobrol bersama dengan Kenzie.
"Mom, sebaiknya mommy temui Daddy di penjara, kasihan dia, tidak sepenuhnya bersalah dia, hanya ingin melindungi ayahnya, mungkin semua orang punya masalalu, tapi mommy, harus berpikir bahwa, mommy adalah masadepan Daddy, karena se-cinta apapun Daddy, sama ibu Aurora, mommy lah yang menjadi istri nya selama ini"ucap Kenzie.
"Hati mommy masih sakit, sayang mungkin jika dulu, Daddy, mendua itu karena mommy juga terpaksa menyetujui nya, karena tau Daddy mu, tidak mencintai nya, tapi sekarang setelah mommy, memiliki kamu, ternyata dia masih memendam cinta yang begitu besar untuk wanita lain, dianggap apa? mommy Ken, mommy benar-benar terluka, susah payah mommy berusaha untuk mencintai Daddy mu, tapi apa? yang Daddy mu buat" ujar Mariana tidak meneruskan kata-katanya tercekat di tenggorokan.
Sanum, pun ikut terdiam, saat mendengar hal itu, tapi kisah sang bunda, lebih memilukan, bahkan hingga akhir hayat, ibunya Aurora, mati dalam keadaan mengenaskan.
"Sebaiknya, kalian, cari saja mereka berdua dan bebaskan mereka, aku bisa mencabut gugatan perkara, asalkan kalian bahagia aku tidak apa-apa, pergilah"ujar Sanum.
"Sayang, aku tak membela mereka, hanya saja, aku meminta mommy, untuk menjenguk Daddy"ujar Kenzie.
"jangan hanya ibumu, Ken, kau juga sebagai putranya"ujar Sanum.
"Aku tidak pernah memintamu untuk tetap bersama ku,apa lagi semua berasal dari ku, pergilah, jika kamu kembali karena anak ini, tidak perlu melakukan itu, mereka akan baik-baik saja"ucap Sanum.
"Tidak sayang, bukan hanya karena mereka, tapi semua karena aku sangat mencintaimu, itulah kenapa? aku selalu mati-matian mengejar mu"ucap Kenzie.
Sanum pun hanya terdiam setelah itu pergi kembali ke dalam kamar nya, sendirian, sementara Kenzie, mengantar Mariana, dan Abigail, untuk beristirahat di kamar lain, yang lain , sementara Kenzie, dia masuk ke dalam kamar Sanum, dilihat istrinya tengah berdiri di balkon kamar nya, sambil menatap langit.
"Sayang kamu sedang apa?" ucap Kenzie, yang membuat Sanum, kaget. dan langsung menghapus, air mata nya langsung saat itu juga.
"Aku hanya sedang melihat pemandangan"ucap Sanum.
__ADS_1
"Kamu menangis cinta, hey kamu kenapa?" ucap Kenzie.
Sanum, pun hanya terdiam sejenak setelah itu dia langsung pergi meninggalkan Kenzie.
"Hey, sayang ayo bicara lah" ucap Kenzie.
"Ken, aku sangat lelah tolong untuk satu kali ini saja, saya mohon, biarkan saya sendiri"ujar Sanum.
Perempuan, itu mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Yang, apa? aku begitu menjijikkan"tanya Kenzie.
"Ken, please....sekali ini saja, aku mohon, aku capek"ucap nya, yang akhirnya tidak bisa lagi menahan air mata nya.
"Ken, kenapa? takdir hidup ini begitu pedih, aku bahkan sudah tidak sanggup jika harus bertahan, tapi Ken, ada mereka disini, yang masih membutuhkan aku, setidaknya sampai mereka lahir"ucap Sanum, yang menangis sesenggukan.
"Jangan katakan itu yang, aku juga akan bunuh diri jika kamu melakukan itu, aku tidak mau tau"ujar Kenzie.
Sanum, yang kini masih menangis sesenggukan di dada bidang Kenzie, dia begitu terluka dengan garis kehidupan ini.
Sementara itu Queen, juga hampir bunuh diri.
"Kak, biarkan aku mati saja, aku tidak sudi jika harus hidup, dari ayah seorang pembunuh dan karena pria itu tiga nyawa tidak berdosa, dan gara-gara dia juga, Daddy , harus berada di dalam penjara.
__ADS_1
"Queen, tidak ada yang salah dengan itu, semua sudah takdir dan kamu tidak bisa mengubah semua itu"ucap Allan.
Queen pun pingsan, setelah tidak kuat menahan derita.
Sementara itu di penjara, kedua orang tua yang terdiri dari Ayah dan anak yang kini tengah terlelap di balik sel yang dingin dan gelap, tapi mereka masih beruntung menggunakan alas, kasur lantai setelah mereka di jatuhi vonis hukuman penjara yang terdiri dari lima belas tahun dan hukuman seumur hidup.
Setiap hari, sebelum benar-benar pasrah dengan rasa kantuk yang mendera, keduanya pun tertidur pulas meskipun hanya dengan alas seadanya bukan kamar yang empuk.
Wajah-wajah penyesalan,atas semua perbuatan dimasa lalu tampak terlihat setiap hari nya, kekayaan yang mereka miliki tidak dapat menyelamatkan nya dari jerat hukum karena yang salah tetap lah salah, tidak ada pembenaran untuk itu.
Kenzo, sendiri mulai pasrah meskipun nantinya,sang istri, akan benar-benar menggugat cerai dirinya, saat ini ataupun nanti, jujur dari hati kecil yang paling dalam kedua nya, menempati posisi yang sama.
Aurora, adalah cinta pertama nya yang abadi, dan Mariana juga cinta, kedua yang abadi, jika dulu dia menikah dengan wanita lain dengan mengikuti perjodohan,maka semua itu terjadi, hanya sebatas nafsu pelampiasan saja, dan ternyata, wanita itu, juga budak nafsu ayah tiri nya.
Kenzo, juga berharap Queen, tidak membenci dirinya, setelah kebohongan yang dia ciptakan selama ini, dia tulus menyayangi Queen, seperti anak nya, sendiri meskipun yang sebenarnya Queen adalah adiknya sendiri, Kenzo tau itu, setelah anak buah nya memberikan laporan tersebut.
Sementara Sanum, dia tidak membenci Sanum, sepenuhnya, karena dia juga merupakan bagian dari Aurora, hanya saja dia adalah penghalang hubungan nya, dengan sang kekasih, karena jika, Sanum, menikah dengan Kenzie, otomatis Aurora, semakin tidak bisa diraih nya, dan disaat Aurora, luluh dan ingin menerima dirinya meskipun bayaran nya adalah harta kekayaan nya, wanita itu malah terbunuh di tangan anak buah Ayah nya, terpaksa Kenzo, harus menutupi kebenaran itu, karena biar bagaimanapun juga Georgio, adalah ayah kandung nya, meskipun dia sendiri merasa sangat sakit hati dan kecewa dengan itu.
Lagi-lagi Kenzo, harus menutupi, kejahatan yang ayahnya perbuat, jujur dia sangat menyayangi Daddy nya, tapi yang dilakukan oleh pria tua itu, tetap lah salah, Kenzo juga sudah melupakan semua kenangan buruk tentang ibunya yang tersakiti oleh Georgio, yang selama hidup ibunya, hanya bisa memberikan luka batin padanya, hingga rekayasa perselingkuhan diatur sedemikian rupa, padahal yang berselingkuh sesungguhnya adalah pria itu sendiri, hingga wanita itu, dipaksa untuk menikah dengan musuhnya, meskipun pria itu harus mengikuti perjanjian bahwa, selama menikah dia tidak boleh menyentuh lebih dari Gimik di hadapan Kenzo, pria licik itu sudah mengatur sedemikian rupa.
Sementara itu di kediaman Sanum, wanita itupun baru terlelap, dalam tidurnya, setelah berkali-kali Kenzie, meyakinkan bahwa dia tidak akan membela ayahnya, meskipun dia sangat menyayangi nya.
🙏maaf, jika beberapa hari ini, bolong-bolong up nya, dan juga kadang hanya sedikit, semua di karenakan, masih masa pemulihan, author, bahkan sering ketiduran saat menulis, akhir-akhir ini karena disini sangat sepi dukungan, bahkan tidak ada like yang mampir, membuat author, semakin tidak bersemangat, padahal sudah berusaha semaksimal mungkin, membuat karya ini, untuk author yang masih dalam tahap belajar, dukungan dari kalian adalah sebuah semangat meskipun hanya Acung jempol belaka terimakasih bagi yang sudah membaca hasil karya ku yang receh, ini semoga anda semua sehat selalu, 🙏🥰🥰 salam kenal dari author.
__ADS_1