Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Bertemu Sky#


__ADS_3

Sampai keesokan harinya saat Shania memutuskan untuk sekolah seperti biasanya, dia bahkan memutuskan untuk lebih fokus pada pelajaran sekolahnya itu.


Arvin pun merasa bangga saat ini bukan karena dia bisa membujuk gadis itu untuk tidak pindah sekolah, tapi juga karena dirinya tidak ingin gadis itu pergi.


Sementara itu di kediaman Zaid, lama tidak terdengar pasangan yang kini tengah meneguk manisnya pernikahan, keduanya semakin lengket bahkan tidak terpisahkan satu sama lain kecuali bila Zaid ada urusan dan berkaitan dengan dua bawah . dia akan meninggalkan Luna di rumah Vino.


Namun saat ini adalah hari libur untuk Zaid, pria itu bahkan kini tengah memanjakan istrinya itu dengan menyuapi wanita itu makan-makanan


favoritnya.


"Honey mau tambah lagi."ucap Zaid.


"Tidak Yank,,, aku sudah kenyang nanti aku tidak bisa bergerak bebas jika perutku kekenyangan."ucap nya lembut.


"Baiklah cinta, sekarang katakan istriku yang cantik ini mau apa? lagi."ucap Zaid.


"Luna cantik Zaid?."ucap Aluna tiba-tiba.


"Tentu saja Sayang , kamu adalah wanita tercantik yang menempati posisi ketiga setelah ibuku dan adikku."ucap Zaid.


"Benarkah apa? masih ada lagi."tanya Luna.


"Ada tapi nanti setelah dia hadir disini."ucap pria sambil mengusap perut rata milik istrinya itu.


"Anak kita."ucap Aluna dan Zaid pun mengangguk pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Aluna.


"Zaid Luna bingung. kok perut Luna belum membesar seperti perut Julia."ucap gadis polos itu.


"Sayang tidak usah bingung saat waktu tiba kamu juga akan hamil seperti Julia."ucap Zaid.


Aluna pun mengangguk pelan.


Keduanya kini kembali kedalam kamar, Zaid ingin memanjakan istrinya yang selalu mendambakan sentuhan darinya.


Sementara itu di kediaman Julia, wanita yang dikabarkan tengah hamil anak ketiga dari empat kehamilan ketiga itu kini tengah menunggu putra bungsunya itu tidur.


Sementara Vino sendiri kini masih berada di ruang baca.


Pria itu tengah mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda saat ini.


Dia pun membantu kedua jagoan kembarnya sebelum mereka tidur, rutinitas yang biasanya mereka lakukan adalah menemani Junior dan Junno belajar.

__ADS_1


Setelah itu mereka akan bercengkrama sambil bermain di ruang keluarga dan saat jam tidur mereka tiba Vino akan mengajak mereka untuk gosok gigi dulu sebelum tidur. lalu menemani mereka tidur.


Sementara si kecil sejak Julia hamil anak kedua darinya putranya Vero begitu manja pada ibunya itu.


Vero bahkan tidak pernah mau jauh sedikitpun dari sang mommy kecuali dia benar-benar terlelap mungkin karena dia tidak ingin kasih sayang ibunya terbagi lagi.


Sementara Junior dan Junno kini sangat senang karena akan memiliki adik lagi.


Junior bahkan sering kali bertanya kapan adiknya itu lahir.


Kini kedua putra dari Gidion itu sudah tertidur.


Setelah itu Vino akan menjemput istrinya itu dari kamar Vero putranya.


Vino langsung masuk kedalam kamar tanpa bersuara seperti biasanya Julia pun ikut terlelap bersama dengan putranya itu.


Jika sudah seperti itu Vino akan menggendong istrinya itu ala bridal style dan Julia akan refleks mengalungkan lengannya di leher suaminya itu.


Sebuah kecupan mendarat di bibir manis yang begitu menggoda itu.


Jika sudah seperti itu maka tidak akan pernah melewatkan percintaan yang penuh gairah di setiap malamnya.


Saat pagi menjelma akhirnya mereka pun bangun tidur keduanya akan diserbu ketiga putra mereka jika sudah begitu Vino yang akan bersusah payah untuk menolong istrinya menggunakan kimono tidurnya dari balik selimut hingga selesai barulah membiarkan mereka untuk masuk kedalam selimut karena sudah menjadi kebiasaan mereka bertiga akan tidur sampai saat jam sarapan pagi tiba.


Setelah itu mereka akan dimandikan oleh para Baby sitter mereka.


"Kini ketiganya terlelap di tengah-tengah kedua orang tua mereka.


Sementara itu di Inggris, Gidion saat ini tengah melamun menatap pemandangan kota dari dinding kaca yang menjulang tinggi itu, pria itu tengah merindukan kedua jagoannya.


Sementara itu di atas ranjang empuk itu terbaring seorang wanita cantik yang sudah beberapa hari ini menghangatkan ranjangnya.


Wanita yang ia temui di sebuah rumah sakit dia yang tengah kesulitan untuk membiayai ayahnya itu bersedia menawarkan kegadisannya pada Gidion, tapi pria itu sempat menolak meskipun dia sudah membayar biyaya perawatan ayah dari gadis itu.


Zora adalah nama gadis itu, di negara bebas itu Gidion masih menemukan gadis yang benar-benar menjaga dirinya, meskipun pada akhirnya dia pun menukar itu dengan uang pengobatan ayahnya.


Zora sudah empat hari berada di kamar hotel yang super mewah itu, bersama dengan Gidion yang kini gila kerja.


Gidion yang membutuhkan pelampiasan atas nafsunya itu pun terpaksa mengiyakan tawaran Zora.


Tapi siapa sangka dengan merenggut kesucian wanita itu, Gidion malah terperangkap di dalam perasaan.

__ADS_1


Zora adalah gadis yang cantik dan usianya tak jauh beda dari Julia, mungkin lebih muda Julia tapi Zora masih singgel.


Gadis itu pun kini tengah menjadi candu bagi Gidion, gadis itu mampu membuat Gidion merasakan kebersamaan dan kehangatan saat masih bersama Julia.


"Tuan sudah bangun maafkan saya bangun terlambat."ucap wanita itu sopan. sementara Gidion hanya mengangguk tanpa menjawab.


Gadis itu buru-buru masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu ia kembali untuk menghadap Gidion, yang kini tengah duduk memangku laptopnya.


"Tuan apa? boleh saya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ayah saya."ucap gadis itu dengan sangat hati-hati.


"Besok setelah aku ada waktu luang baru kita bisa pergi sama-sama."ucap pria itu.


"Heumm baik'lah tuan."ucap wanita itu.


"Siapkan pakaian ku, sebentar lagi aku harus segera pergi."ucap Gidion.


"Baik tuan."ucapnya.


Saat itu tiba-tiba Inara melakukan video call.


Gidion meminta wanita itu untuk menjauh.


"Hi,,, honey ada apa?."ucap Gidion.


"Ghea menangis apa? perlu aku meminta izin untuk menelpon ayah dari anak ku."ucap wanita itu.


"Mana putri kita?."tanya Gideon.


"Dia sedang tidur, tolong sering-sering hubungi putri mu, tidak mengapa jika kamu benci aku tapi jangan dia."ucap Inara.


"Sayang apa? maksumu Inara."ucap Gidion.


"Aku tau kamu sedang bersama dengan wanita lain Dion, kamu bisa ceraikan aku sekarang juga."ucap Inara.


"Nara,,, kamu bicara apa?."tanya Gidion.


"Sudahlah jangan berpura-pura, aku tau Dion aku memang bukan wanita yang baik, tapi setidaknya kamu bisa bilang jika tidak lagi menginginkan aku ada aku bisa pergi mulai sekarang kamu bisa bebas aku akan pergi."ucap Inara.


"Honey,,, aku tidak tau ada apa? dengan mu tolong jangan seperti ini."ucap Gidion.

__ADS_1


__ADS_2