
Sementara itu di tempat berbeda Bintang menyetujui pernikahan poligami antara Bintang Allan dan Salsabila, secara resmi meskipun tanpa diketahui oleh Ardi.
Wanita itu pasrah dengan kehidupan yang akan dijalani.
Sementara Allan, dia merasa bahagia karena dia bisa melindungi keduanya, saat ini bukan karena nafsu serakah lagipula dia belum bisa melupakan Queen, mereka juga tidur di tempat terpisah.
Bintang dan Allan hanya akan mengobrol bersama setelah itu ia akan kembali ke kamar masing-masing.
Kini adalah hari kedua pernikahan mereka wanita itu, kini tengah membuat sarapan untuk suaminya dan adik madu nya, dia tidak ingin Salsabila kelelahan karena Salsabila tengah mengandung.
"Silahkan sarapan pagi lebih dulu, aku akan mandi lebih dulu." ucap Agatha.
"Tidak aku menunggu mu"ucap Allan.
"Aku ngantuk makan saja"ucap Bintang.
Tapi Allan bukan nya menurut, dia malah mengikuti Bintang, sementara itu Salsabila sarapan sendirian.
"Mas, untuk apa? kamu ngikutin aku, aku bilang aku mau mandi dan karena ngantuk mungkin aku akan tidur lebih dulu"ucap Bintang.
"Aku menunggu istri ku sendiri apa? salah"ucap Allan.
"Tentu saja... istri mu bukan cuma aku, tapi tapi juga Salsabila"ucap Bintang.
"Please Bintang kamu ngertiin aku gak sih, aku itu ingin kita lebih dekat, apa? aku salah" ucap Allan dengan nada kesal.
"Aku tau mas tapi harusnya kamu beri aku waktu untuk beraktifitas, aku juga butuh mandi dan berganti pakaian, bagaimana pun itu akan makan waktu lama"ucap Bintang.
"Tidak masalah sekalipun aku harus nunggu kamu beberapa tahun lagi"ucap Allan.
"Terserah kamu saja jika Salsabila, kenapa-napa semua gara-gara kamu mas" ucap Bintang.
"Aku, tidak melakukan apa-apa jadi tidak mungkin aku salah"ucap Allan.
Bintang langsung meraih baju ganti dan membawa nya kedalam kamar mandi.
Tidak sampai tiga puluh menit, akhirnya Bintang keluar dari dalam kamar mandi tersebut.
"Mas masih disini?"masih disini"ucap wanita cantik itu.
"Lalu dimana lagi" ucap Allan.
"Ya sudah turun duluan, setelah itu aku nyusul"ucap bintang.
"Selesaikan dulu dandan nya nanti baru kita turun"ucap Allan.
__ADS_1
"Baiklah mas"kata bintang terlihat pasrah.
Allan terus menatap kearah bintang yang kini tengah menggunakan body losion, setelah itu ia menyisir rambut nya.
"Apa? tidak punya makeup"tanya Allan.
"Aku tidak suka itu"jawab Bintang.
"Bukankah wanita akan suka berdandan"ucap Allan.
"Itu dulu sebelum aku mati rasa"ucap Bintang.
"Nanti kita bahas lagi"ucap Allan yang langsung menarik tangan Bintang untuk segera pergi menuju, lantai bawah.
Sesampainya di sana terlihat Salsabila, masih menikmati makanan tersebut hingga hampir menghabiskan semua yang ada.
"Tante, sarapan pagi nya enak sekali, aku hampir menghabiskan semua nya"ucap Salsabila.
"Tidak masalah jika kamu suka"ucap Bintang sambil tersenyum, dia langsung pergi menuju dapur untuk kembali membuat sarapan pagi untuk dirinya dan juga Allan.
"Salsabila, apa? perut mu baik-baik saja, setelah makan segitu banyak"ucap Allan.
Pria itu curiga, dan kini dia mengecek Cctv, dan ternyata benar jika ada yang Salsabila lakukan saat mereka berdua tidak berada di sana, wanita itu membuang semua masakan yang dimasak oleh istri tua Bintang.
"Tidak Tante terimakasih"jawab bumil muda itu.
"Mas mau sarapan pakai apa?" ucap Bintang.
"Apa? saja Sayang, terserah kamu saja"ujar Allan.
"Baiklah, Bila Tante sudah buatkan jus buah, untuk Bila, untuk nanti siang juga ada rujak buah di kulkas khusus untuk mu seperti biasanya,Tante ada panggilan kerja, baik-baik di rumah sama mas Allan"ucap Bintang.
"Tante, aku kangen kedua orang tua ku"ucap gadis itu.
"Sayang apa? uang yang aku kasih tidak cukup, Salsabila apa? uang yang mas kasih kurang" ucap Allan.
"Tidak mas, justru sudah lebih dari cukup"jawab Salsabila.
Salsabila, kini terlihat mendekat ke arah Allan, dia mencium pipi suaminya itu di hadapan bintang yang kini tengah makan.
"Terimakasih tas barunya aku suka"ucap nya.
"Allan sempat terdiam, tapi kemudian dia mengangguk sambil tersenyum kecil.
Salsabila pun pergi meninggalkan Allan menuju kamar nya, sementara bintang masih menikmati sarapan pagi nya, yang sudah sedikit terlewat sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Bi kamu tidak menjawab pertanyaan yang aku tanyakan tadi"ucap Allan.
"Mas uang itu sudah lebih dari cukup sekarang lebih baik mas tidak usah banyak pikiran aku tidak membutuhkan uang, aku hanya ingin mengisi waktu luang dengan membantu orang yang membutuhkan bantuan ku"ucap Bintang.
"Dengan demikian kamu juga tidak perduli dengan suami mu sendiri."Allan.
"Mas, aku tidak ingin berdebat istri mu bukan cuma aku....dia juga istri mu, dia lebih butuh perhatian dari mu karena dia tengah mengandung. meskipun dia bukan darah daging mu"ucap Bintang.
Allan langsung berdiri dan mendekat ke arah Bintang.
"Apa? aku harus buat kamu hamil dulu agar sama-sama seperti Salsabila, yang akan tinggal dan minta diperhatikan"ujar Allan.
"Tidak mas, bukan begitu!"teriak Bintang.
"Lalu apa?"ujar Allan.
"Tidak ada mas, aku hanya senang melihat orang lain bahagia jika mereka bisa sembuh" ucap Bintang.
"Yang jangan, sampai aku kehabisan kesabaran jika aku mau aku bisa mencabut izin praktek itu"ucap Allan.
"Mas, baik'lah maafkan aku, aku tidak pergi hari ini" ucap Bintang.
"Itu lebih baik"ucap Allan yang langsung beranjak pergi.
Sementara Bintang masih mematung di tempatnya, sampai saat ini dia belum bisa membagi cinta nya dengan siapapun, karena bayangan suami tampan nya yang kesakitan saat melihat dirinya di lecehkan dan juga saat pedagang itu menghujam dada bidang tersebut hingga terkoyak-koyak.
"Aku harus bagaimana"ucap Bintang lirih sambil menundukkan kepalanya di meja, bulir air mata nya membasahi permukaan meja yang terbuat dari kaca.
Allan yang sedari tadi menatap kearah bawah melihat ekspresi Bintang.
Allan langsung. turun dan menarik Bintang membawa istrinya itu naik ke lantai atas.
"Mas, lepas"ucap Bintang.
"Yang... kamu diam atau aku lempar kamu ke bawah"bohong Allan.
"Mas, aku harus apa? katakan saja, jangan seperti ini"ucap Bintang.
"Bintang sekarang kita sudah menikah dan kamu sudah resmi menjadi milikku, aku ingin meminta hak ku"ucap Allan.
Bintang sempat terdiam, tapi saat Allan mendekat Bintang menahan dada Allan, setelah itu ia berkata" Mas tolong jangan sekarang aku belum siap"ucap Bintang.
"Sayang kamu sudah menjadi milik ku, kamu halal bagiku"
"Baiklah"
__ADS_1