Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Coba lah#


__ADS_3

"Yang menikahiku itu adalah pria yang akan menjadi teman hidup selama-lamanya sampai maut memisahkan, tapi dia bukan pilihan mu dia juga bukan pria yang seperti pria di masa laluku. aku berhak menentukan hidupku dengan siapa saja karena ini adalah hidupku. aku sudah tidak punya ikatan apapun dengan mu! bukankah itu yang kau jelaskan, setiap saat setiap kali kita bertemu."


"Sudahlah,,, semua sudah berakhir kamu bisa pergi kapanpun kamu mau, aku tidak peduli lagi dan untuk kedepannya nanti sebaiknya kita tidak perlu bertemu lagi. aku akan pindah kuliah itu juga urusanku bukan urusan mu! aku hanya melakukan apa yang sudah menjadi prosedur atau peraturan yang ada di kampus ini."


"Aku, akan pergi saat aku mau dan itu adalah keputusanku tidak bisa diganggu gugat."ujar Mikaila. sambil pergi meninggalkan Gidion yang gini menatap punggung gadis itu.


Sementara itu, di parkiran saat ini Vino tengah menunggu Mikaila wanita yang akan menjadi calon teman hidupnya nanti, dan kini dia sedang melakukan pendekatan meskipun saat ini Vino tidak yakin jika semua itu akan berhasil.


Hanya saja selama 2 tahun terakhir ini Mikaila selalu menjauh ketika dia menyatakan perasaannya.


Meskipun saat ini Mikaila sedikit memberikan respon, namun Vino tidak mau berharap banyak ada ataupun tidak ada hubungan di antara mereka. yang jelas rasa cinta itu akan tetap berada di hatinya untuk Mikaila. dan tidak untuk wanita lain.


Meskipun itu istrinya sendiri, yang sebentar lagi menjadi mantan istrinya.


Vino benar-benar muak dengan wanita yang selama ini selalu di jodoh-jodohkan dengannya oleh keluarganya.


Nyatanya wanita yang terlihat baik-baik itu ternyata lebih munafik dari yang mereka tahu.


Bahkan sampai saat ini, keluarga Vino tidak tahu dirinya ada di mana? karena Vino selalu menyamar di saat akan keluar dari apartemen tersebut.


Dan hanya Mikaila yang tahu tentang itu kini Vino hanya berharap hidupnya akan kembali tentram meskipun ia dijauhkan dari tahta dan aturan yang keluarganya buat untuk menjadi mawariskan kerajaan bisnis milik keluarganya.


Tapi Vino, tidak lagi memikirkan tentang itu ada atau tidaknya harta baginya sama saja karena dia sendiri pun bisa mencari itu. meskipun harus menjadi pegawai biasa.


Yang dia inginkan selama ini adalah hidup bebas dan bahagia bersama dengan orang yang sangat ia cintai.


Bukan dari hasil perjodohan yang bahkan sangat buruk itu.


Sampai saat ini Vino masih berharap akan wanita yang akan menjadi calon istrinya.


Kalau Mikaila tidak menjadi miliknya maka Vino tidak akan membiarkan siapapun mendekati Mikaila.


Sampai saat Mikaila tiba di depan parkiran tepatnya di hadapan Tino wajah wanita itu benar-benar menunjukkan kekesalan tingkat tinggi mungkin saja saat ini sedang kesal dengan dosen barunya yang merupakan mantan suaminya itu.


"kenapa? dengan wajahmu itu sayang apa? ada yang membuatmu kesal." tanya Vino.


"tanyakan saja pada angin yang lewat."ujar Mikaila datar saking kesalnya dia sampai Vino pun terkena imbasnya.

__ADS_1


"Kau benar-benar sangat menggemaskan Sayang,,, saat marah seperti ini rasanya aku sangat ingin sekali menggigit bibirmu itu."goda Vino. saat itu juga Mikaila memukul bahu pria tampan itu. yang kini menjadi pusat perhatian karena ketampanan dan juga outfit yang dia kenakan.


"Wow benar-benar pria tampan."ujar salah seorang mahasiswi yang baru saja datang.


"Senengnya di puji cewek cantik, dan banyak."ujar Mikaila yang langsung masuk kedalam mobil milik Vino.


"Sayang,,, aku hanya bisa melihat mu, tidak peduli dengan wanita manapun."ujar Vino.


"Apa? minta di colok tuh mata."ujar Mikaila.


"Ish,, galaknya calon ibu dari anak-anakku ini."ujar Vino.


"Bisa diam tidak atau aku turun."ujar Mikaila.


"Turun saja kalau bisa."ujar Vino.


"Tentu saja bisa."ujar Mikaila yang langsung mendekat ke arah kemudi untuk membuka pintu, namun tiba-tiba saja tangan Vino menggenggam tangan Mikaila akhirnya mereka saling tatap.


Cuph,,,,


Satu kecupan mendarat di bibir manis itu.


"Maafkan aku Yank."ujar Vino.


"A anggap saja sebagai kecelakaan."ujar Mikaila sedikit gelagapan.


"Heumm tapi kecelakaan yang sungguh sangat manis."ujar Vino sambil tersenyum manis.


"Kak,,, aku marah nih."ujar Mikaila.


"Heumm,,"balas Vino.


Vino langsung melakukan mobilnya menuju apartemen nya itu.


Sepanjang perjalanan Vino menyalakan music favorit nya dan dia terus bersenandung lagu dari boyband asal London Blue yang berjudul one love.


Sementara Mikaila hanya tersenyum kecil saat ini.

__ADS_1


Sampai akhirnya lagu berakhir gadis itu pun bertepuk tangan.


"Seneng ya sayang, karena kamu satu-satunya wanita yang sangat aku cintai."ujar gadis itu.


Mikaila terdiam lalu kemudian tersenyum penuh ejekan.


"Heumm,,, satu disana satu disitu satu nya banyak jadi apa? bisa dipercaya?."ujar gadis itu.


"Heumm,,, sayang ku,,, aku hanya mencintai mu satu-satunya Mikaila ku."ujar Vino.


"Aku senang lihat kakak jadi banyak bercanda seperti saat ini tidak seperti robot kaya kak Arman yang dulu."ujar Mikaila mengalihkan pembicaraan.


"Mika,,, apa? aku tidak pantas untuk jatuh cinta padamu,,, kenapa? setiap kali aku mengutarakan perasaan ku, kamu selalu seperti ini."ujar Vino lembut.


"Bukan kakak yang tidak pantas untuk mencintai, tapi aku yang tidak pantas untuk dicintai oleh pria sebaik dirimu."ujar gadis itu.


"Hi,,, sayang kamu sadar tidak jika selama ini kamu terlalu menutup diri, kamu adalah wanita tercantik dan terbaik yang aku kenal sejak dulu. jangan terus terjebak di dalam masalalu mu karena tidak semua masadepan akan sama dengan masalalu mu."ujar Vino.


Pria itu sampai menepikan mobilnya di pinggir jalan raya.


Beruntung jalanan tidak terlalu padat jadi dia bisa leluasa melaju kapanpun.


"Aku turun disini saja kak,, ada sesuatu yang aku lupakan."ujar gadis itu.


"Mika! apa? sulitnya untuk mencoba membuka hati."ujar Vino sambil menahan lengan Mikaila.


"Kakak lihat itu."tunjuk Mikaila pada wanita yang tengah berjalan mendekati arah mobilnya.


pria itu langsung menggunakan topi dan masker saat itu juga.


Mikaila langsung keluar dari dalam mobil saat Vino lengah dan akhirnya Mikaila bisa menjauh dari mobil Vino dan mencegat taksi yang lewat.


Vino langsung melajukan mobilnya, mengikuti taksi yang ditumpangi oleh Mikaila, namun Vino heran taksi itu tidak pergi menuju arah apartemen atau Mension.


Taksi itu lagi-lagi menuju ke sebuah tempat perkumpulan geng sosialita berada.


"Apa? peringatan ku masih kurang honey."gumam Vino.

__ADS_1


Pria itu langsung masuk kedalam tempat tersebut tidak perduli dengan keadaan sekelilingnya, dia langsung menarik Mikaila yang baru saja duduk di sebuah sofa.


__ADS_2