Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Bertemu#


__ADS_3

Sampai satu tahun berlalu, rasa sakit itu masih sangat berasa mungkin melupakan cinta pertama itu tidak semudah membuah sampah.


Itulah yang kini dirasakan oleh Mikaila, gadis berprestasi di hampir seluruh pelajaran itu, kini tengah mengikuti olimpiade matematika yang diadakan di sebuah negara, yang bahkan tidak pernah iya sangka bisa lolos menjadi juara dan kini tengah mengikuti final.


Saat ini Mikaila tengah berada di sebuah hotel berbintang dia menginap di tempat tersebut ditemani oleh asisten pribadi Sanum dan satu orang asisten pribadi Kenzie yang menjadi bodyguard nya.


Malam pun tiba, tepat saat gadis berusia delapan belas tahun itu, memasuki restaurant hotel tersebut, diikuti oleh kedua asisten nya itu, mereka duduk di samping kiri restaurant tersebut, Mikaila tidak memperhatikan keadaan sekitar, gadis itu langsung memesan makanan dan sambil menunggu dia pun sibuk dengan Handphone miliknya.


"Nona muda,,, tuan menghubungi saya, saya permisi dulu"ucap asisten pribadi Kenzie.


"Nona muda, saya izin ke toilet sebentar"ucap asisten pribadi nya Sanum.


"Heumm"jawaban singkat membawa mereka pergi meninggalkan restaurant tempat dimana nona mudahnya itu duduk sambil memainkan handphonenya .


Sampai beberapa detik kemudian, tiba-tiba terdengar langkah sepatu yang berbarengan dan seakan langkah mereka sudah diatur sedemikian rupa.


"Kosongkan tempat ini, CEO, datang bersama dengan istrinya beberapa menit lagi"ucap seseorang yang berjas hitam yang terlihat seperti pemimpin mereka.


"Tiba-tiba general manager hotel tersebut datang dia pun meminta seluruh tamu pergi dari tempat tersebut dan mengosongkan seluruh meja yang ada di sana, sepertinya ada sidak mendadak.


Sementara gadis yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya itu, saat ini masih asik bermain game online, meskipun tidak berisik karena dia menggunakan headset bluetooth.


Sampai suara ketukan meja berulang pun tidak ia hiraukan.


"Hi nona bisakah anda melepaskan headset nya"ucap seseorang yang kini tengah memberikan bahasa isyarat.


"Ah,,, "Mikaila pun mematikan ponsel nya dan melepaskan headset tersebut.


"Maafkan saya nona anda harus segera pergi karena kami harus segera mengosongkan tempat ini, CEO kami sedang mengadakan pemeriksaan langsung"ucap sang general manager hotel tersebut.


"Heumm apa? ini sebuah kebijakan hotel ini"ucap Mikaila.


"Maafkan kami nona"ucap semua nya seakan mereka tengah main keroyok.


"Oke, tidak masalah dan dengan begitu saya juga akan pergi dari hotel yang peraturan nya sangat buruk ini"ucap Mikaila, yang membuat seseorang menimpali ucapan nya.

__ADS_1


"Sebenarnya tidak seperti itu Nona, tapi saat ini ada teror yang masuk ke kami untuk mengosongkan seluruh area restaurant karena ada orang yang tidak bertanggung jawab menaruh racun di dalam makanan pengunjung restaurant ini jadi kami hanya ingin memastikan"ucap seseorang yang jelas-jelas Mikaila kenal meskipun hanya sebentar mereka bersama.


Mikaila pun meraih tas nya dan memasang topi itu kembali lalu berbalik pergi kearah lain tidak melewati pria yang kini tengah menatap lekat wajah cantik yang bahkan tidak mau melirik nya.


"Mikaila" panggilan tersebut, sempat menghentikan langkahnya, namun kemudian ia kembali melangkah seakan terburu-buru.


"Mikaila! tunggu"tapi wanita itu tidak menggubris nya, dia langsung naik ke lantai atas dengan menggunakan lift.


Sementara itu asisten pribadi nya yang dua itu baru saja kembali dan saat akan menemui sang nona muda yang seharusnya dia jaga ternyata saat ini tengah ada beberapa orang berjas hitam tengah mengitari seluruh meja dan mengambil setiap sampel makanan untuk diteliti.


"Maaf tuan apa? anda melihat nona muda kami"ucap asisten pribadi Kenzie.


"Arman"ucap seseorang dari samping.


"T tuan muda Gidion"ucap Arman yang kini mematung di tempatnya.


"Ya saya Arman ada apa? apa gadis yang aku lihat tadi benar-benar Mikaila"tanya pria yang tak lain adalah pria di masalalu Gidion.


Arman hanya mengangguk pelan sambil meraih tas nya dan asisten Sanum juga melakukan hal yang sama.


"Aku akan menemui kalian nanti dan aku akan mengirimkan makanan ke kamar kalian"ucap Gidion.


Tidak lama kemudian Gidion pun pergi bersama dengan asisten pribadi nya dan beberapa orang yang membawa sampel untuk diperiksa, saat itu juga.


Mikaila sendiri saat ini tengah sibuk mengurus barang-barang nya, dia akan pergi dari hotel tersebut agar tidak perlu bertemu dengan pria yang sudah membuat nya terluka dan hancur selama ini.


Tapi harapan Mikaila sia-sia saat seseorang datang tanpa mengetuk pintu atau memencet bel pintu, dia kini sudah berada di hadapan Mikaila yang baru selesai memasukkan barang-barang tersebut kedalam koper miliknya.


"Apa kabarmu?"ucap Gidion.


Mikaila tidak menjawab dia diam membisu tanpa mau menatap wajah tampan itu.


Mikaila, hendak pergi tapi tangan pria itu menghentikan langkahnya.


"Apa? kebisuan bisa menyelesaikan masalah"ucap Gidion yang kini menatap lekat wajah cantik yang sedang memandang ke arah lain.

__ADS_1


"Yank,,, aku minta maaf"ucap Gidion lembut.


"Yank,, bicara lah"ucap Gidion lagi.


Tapi tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir manis itu, Mikaila melepaskan tangan pria itu.


"Yank,, tunggu!"lagi-lagi Gidion menahan bahu Mikaila, namun gadis itu seakan taksudy lagi memandang wajah yang kini terlihat sendu.


"Yank,, please"ucap Gidion.


"Sorry tuan muda anda salah alamat"ucap Mikaila.


Pria itu langsung meraih pipi Mikaila dan membingkai wajah cantik yang kini terlihat penuh kekecewaan dan kebencian.


"Lepas"ucap Mikaila kasar dia menepis tangan itu, Mikaila pergi begitu saja, hingga sampai di depan pintu kamar hotel tersebut, seseorang yang sangat cantik yang Mikaila pernah lihat di sebuah majalah satu tahun lalu, kini berada di hadapan nya.


"Honey, aku dengar kamu meminta kunci kamar ini dari resepsionis, apa? dia salah seorang yang kamu curigai"ucap wanita itu.


"Bukan honey hanya saja dia adalah kenalanku"ucap Gidion.


Mikaila sendiri kini meminta asisten pribadi nya untuk pergi mencari hotel lain atau menyewa apartemen.


Mikaila tidak ingin bertemu dengan pria itu lagi.


"Mom, aku ingin pulang"ucap Mikaila saat dia berada di dalam taksi.


Gadis itu menelpon Sanum saat itu juga.


Namun Sanum tetap meminta Mikaila bertahan dia berjanji akan meminta asisten pribadi nya untuk membuat Mikaila tidak bertemu dengan pria itu.


Sanum sendiri tau hal apa? yang biasanya akan dilakukan oleh pria itu.


Gidion meminta seseorang untuk mengurus semua urusan nya dia pun langsung pergi mencari Mikaila.


Sementara gadis itu tengah berada di dalam kamar sebuah apartemen.

__ADS_1


Pada saat dia akan memejamkan mata nya.


__ADS_2