
Sudah dua hari ini Kenzie tidak masuk kantor semua pekerjaan di handle Kenzo, Kenzo yang sudah dua hari ini masuk dia bekerja dengan sekretaris Kenzie yang lama, karena asisten Kenzie yang baru tidak masuk kerja dua hari ini hingga pagi ketika saat Kenzie masuk pria itu menunggu seseorang yang sudah dia putuskan untuk bekerja di device lain tapi bukan karena kinerjanya tidak baik Kenzie hanya tidak ingin dianggap ingin memanfaatkan nya, seperti keluhan wanita saat di hotel.
Tapi sampai siang hari menunggu wanita itu tidak kunjung datang, Kenzie sudah berusaha menghubungi nya tapi hingga saat ini dia tidak kunjung datang.
Sampai saat dia bersiap untuk pergi meeting penting, tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu, dia datang dengan wajah yang terlihat sembab meskipun sudah berusaha ia tutupi dengan makeup yang dia kenakan.
"Kamu kemana? saja saya sudah menghubungi kamu seharian ini, jangan kamu pikir karena saya bersikap baik"
"Saya mengundurkan diri tuan, sepertinya anda memang benar saya tidak profesional"ujar Sanum, dia menyodorkan surat pengunduran diri nya.
Kenzie hanya diam menatap lekat wajah sembab itu.
"Terimakasih a"
Sanum tidak bisa meneruskan kata-katanya karena Kenzie sudah merobek amplop tersebut.
"Aku tidak menerima pengunduran diri mu" ujar Kenzie.
"Tuan, saya sudah tidak dibutuhkan lagi, lagipula kinerja saya tidak menguntungkan, lalu apa yang ada harapkan , sebaiknya aku berhenti saja"ujar Sanum.
Kenzie pun berdiri dan menghampiri Sanum.
"Aku bukan tidak membutuhkan mu, aku hanya tidak ingin kamu terus salah paham padaku, Sanum aku memang jatuh cinta pada mu sejak pandangan pertama, tapi kamu harus tau aku tidak akan pernah memaksakan kehendak ku, jika wanita yang aku suka menolak ku, maka dari itu, jika kamu merasa keberatan bekerja dengan ku, aku tidak masalah tapi kamu bisa mencari device lain yang kamu inginkan"ujar Kenzie.
"Untuk apa? semua sudah berakhir aku tidak butuh uang lain lagi putri ku sudah tiada"ujar Sanum, tangis wanita itu pecah saat ini, karena putri kecilnya sudah tiada dua hari yang lalu dalam kecelakaan, saat pria merebut hak asuh anak, nya putri nya berlari ke jalan raya dan naas sebuah motor menabrak nya dan kepalanya pecah.
gadis kecil yang imut dan sangat pintar itu tidak tertolong lagi, Sanum pun kembali jatuh pingsan di ruangan itu, Kenzie langsung meraih tubuh wanita itu.
Sanum memang tidak masuk kerja sejak dia kembali dari luar kota, karena putri nya meninggal dunia pagi hari setelah insiden rebutan itu terjadi.
Jadi dia tidak melakukan pelanggaran kontrak kerja, dengan sengaja.
Kenzie membawa Sanum ke dalam kamar istirahat nya, dan dia langsung memanggil dokter perusahaan yang magang di klinik kecil yang ada di lantai bawah.
Tidak lama Dokter pun datang dia langsung memeriksa kondisi Sanum saat ini, dan Dokter bilang dia mengalami syok berat, dan Kenzo mulai mengerti.
"Sanum jangan sedih kamu masih ada aku yang akan selalu melindungi mu"ucap Kenzie lirih.
Sementara Sanum terbangun saat hari sudah mulai gelap terlihat dari kaca tebal yang menjulang tinggi itu.
wanita itu bangun mengucek matanya yang terasa tidak nyaman, dia melihat sekeliling, dia melihat seseorang tengah berdiri di depan dinding kaca yang menjulang tinggi itu, Sanum pun berkata"Pukul berapa ini tuan"ujarnya sambil bangkit dari ranjang dan masuk kedalam toilet.
Tidak lama Sanum pun keluar dari toilet dan terlihat baru selesai membasuh wajah nya yang masih sembab.
"Tuan saya pamit pulang, terimakasih karena sudah Sudi memberikan tempat untuk saya istirahat"ujar Sanum lirih.
"Sebaiknya jangan dulu pulang kamu sedang tidak baik-baik saja"ujar Kenzie.
"Tidak tuan saya baik-baik saja, saya akan membereskan barang-barang milik saya dan setelah itu saya akan langsung pergi"ujar Sanum.
"Sanum"ujar Kenzie tegas dia tidak ingin dibantah tapi wanita itu pergi begitu saja dan tidak mau mendengarkan Kenzie.
"Sanum, please !sekali ini saja tolong dengarkan aku bicara"ujar Kenzie.
"Tuan tolong plankan suara anda saya tidak budek, saya hanya butuh waktu untuk menyendiri dan silahkan gantikan posisi saya, dengan siapapun, saya tidak bisa berpikir jernih saat ini, saya mohon biarkan saya pergi, lagipula saya sudah tidak punya tujuan hidup"ujar wanita yang kini terlihat sangat putus asa itu.
"Sanum, ok kamu bisa ambil cuti satu bulan jika perlu tapi jangan pernah berpikir untuk meningkatkan perusahaan ini atau kamu harus membayar denda yang begitu besar"ujar Kenzie.
"Saya akan bayar, semua denda itu berapa pun, meskipun saya harus menjual diri untuk melunasi nya ujar Sanum.
"Kau!"Kenzie langsung menarik tengkuk Sanum, mencium nya dengan sangat rakus, Kenzie bahkan mengigit bibir wanita itu, sampai memekik tertahan, karena Kenzie tidak melepaskan tautan bibir mereka.
Air mata Sanum, terus terjatuh saat Kenzie melepaskan ciuman nya itu, Kenzie benar-benar, dibuat dongkol dengan sikap keras kepala wanita yang ia cintai itu.
"Jangan pergi"ujar Kenzie lirih.
"Sanum hanya mengangguk, dia meraih tas nya dan pergi tanpa membawa barang-barang milik nya yang ada di kantor tempat dia bekerja.
__ADS_1
"Aku akan mengantar mu pulang"ujar Kenzie.
"Tidak usah, tempat tinggal ku sudah tidak lagi di sana"tolak Sanum.
"Dimana?"tanya Kenzie.
"Luar kota, tempat kelahiran ayahku"ujar Sanum.
"Kau ingin kabur dari ku?"ujar Kenzie.
"Tidak, hanya saja itu adalah satu-satunya tempat ku pulang" jawab.
"Bukan kah, kamu punya rumah sendiri"ujar Kenzie.
"Itu rumah pemberian mertua ku, untuk putri kecil ku, tapi sekarang bahkan dia sudah"Sanum bahkan tidak kuat untuk meneruskan kata-katanya.
"Kamu harus kuat, aku yakin kamu bisa"ujar Kenzie.
"Aku harap juga begitu"balas Sanum.
"Apartemen ku, kosong jika kamu butuh tempat untuk beristirahat aku bisa meminta orang menempatkan mu disana"tawar Kenzie.
"Tidak, aku tidak akan kuat jika terus berada di kota ini"ucap Sanum.
"Tapi disana kamu sendirian"ujar Kenzie, yang masih sulit untuk melepaskan Sanum.
"Itu lebih baik, sudah seharusnya aku terbiasa dengan itu"ujar wanita itu tidak mau mendengar alasan Kenzie lagi, untuk menahan nya.
"Ok baiklah tapi kamu harus janji jangan pernah matikan ponsel mu"ujar Kenzie.
"Baik"jawab Sanum yang kembali meneruskan langkah.
wanita itu menaiki taksi, dan membawa serta koper yang ternyata sedari sore ada di lobby kantor, dia menitipkan nya di resepsionis
dua buah koper berukuran besar, berisi barang-barang nya dan barang berharga milik putri nya yaitu beberapa pigura dan album foto, juga baju kesayangan sang putri dan mainan nya, dia bawa sebagian dan sebagian lagi dia sumbangkan sementara itu barang miliknya yang ia bawa hanyalah baju dan surat-surat berharga lainnya seperti ijazah miliknya.
..............................................
Sementara itu setelah satu Minggu berada di kota kelahiran sang ayah, tepat nya di sebuah rumah sederhana, peninggalan sang ayah yang tidak pernah menikah lagi, setelah kegagalan rumah tangga bersama ibu Sanum, yang telah menjerumuskan nya kedalam lembah dosa, pria itu bahkan seakan enggan untuk hidup, hingga akhirnya dia menderita sakit dan meninggal dunia, dalam wasiat yang ia tulis dia memberikan rumah sederhana itu kepada Sanum putri nya, dan sebuah mobil sejuta umat yang dia beli dengan uang hasil kerja keras nya, yang seharusnya ia berikan dua puluh tahun lalu, tapi surat itu tertahan di mantan istri nya.
Sanum, kini bekerja di sebuah cafe, yang tidak jauh dari rumah nya, selain untuk menghilangkan rasa sepi nya, wanita itu pun harus bisa bertahan hidup.
Kenzie diam-diam menyuruh orang untuk mencari tau dimana keberadaan Sanum saat ini, dia pun menerima laporan tersebut dengan cepat dan begitu detail.
"Kenapa? kamu memilih bekerja menjadi weters "gumam Kenzie lirih.
Sore hari nya, pria tampan itu pergi menuju ke luar kota ditemani oleh Yuda sang asisten.
Kenzie bahkan tidak mengabari Sanum terlebih dahulu, perjalanan selama tiga jam ia tempuh dengan mobilnya, Yuda bahkan sudah membooking hotel untuk mereka menginap sesampainya di sana.
Tapi sebelum pergi ke hotel Kenzie lebih dulu menuju cafe tempat Sanum bekerja selama beberapa hari ini.
Kenzie tidak peduli jika Sanum beranggapan bahwa dirinya adalah pria kejam yang pasti dia ingin Sanum kembali ke perusahaan, karena tanpa kehadiran nya, dia benar-benar merasakan sepi, dan tidak ada karyawan sebaik Sanum, yang akan membuat kan sarapan seenak buatan wanita itu, kecuali Mommy nya tapi sang mommy tidak mungkin berada di sisi nya seharian.
"Bos, anda mau langsung masuk?"tanya Yudha.
"Tentu saja"ujar nya yang langsung masuk saat melihat Sanum, tengah melayani pengunjung yang datang ke cafe tersebut.
"Bagus ya, selama ini suamimu menunggu di rumah kamu malah berada di sini"ujar Kenzie.
"Tuan"ucap wanita itu kaget.
"Apa yang kamu lakukan"ucap Kenzie.
"Saya sedang bekerja"ujar Sanum, sedikit tidak enak hati.
"Kamu sungguh-sungguh membuat ku kesal"ucap Kenzie.
__ADS_1
"Saya hanya butuh waktu tuan, tapi jika tuan tidak memberikan kesempatan, saya sudah mengundurkan diri waktu itu.
Sampai saat wanita itu pun ikut pergi dengan nya.
Sanum pun pergi bersama dengan Kenzie, menuju rumah milik nya.
"Ikut aku pulang, besok, tidak ada penolakan "ujar Kenzie wanita itu pun hanya bisa menghela nafas panjang.
"Nona, sebaiknya anda mendengar apa yang tuan katakan, karena jika tidak tuan tidak akan membiarkan hidup anda tenang" ujar Yudha.
Sementara Sanum, tidak menjawab, wanita itu pun hanya terdiam.
"Apa? mulut mu sariawan, hingga kamu tidak bisa menjawab nya" ujar Kenzie.
"Tidak tuan, saya hanya tidak menyangka tuan datang" ucap Sanum jujur.
"Bagaimana bisa kamu, berpikir bahwa saya akan memberikan mu ijin untuk tinggal dan bekerja di sana"ucap Kenzie yang masih dengan nada kesal.
Setibanya di rumah Sanum, Kenzie pun, langsung turun diikuti oleh Sanum sebagai tuan rumah, Kenzie melihat ada sebuah mobil terparkir di garasi rumah sederhana itu.
"Apa? masih ada orang lain yang menghuni rumah ini"tanya Kenzie penasaran.
"Tidak,,,itu, mobil peninggalan ayah saya tuan" ujar Ananda.
"Sepertinya ini mobil yang mahal pada jaman itu"ujar Kenzie.
"Saya tidak tau itu tuan bukan kah ini adalah mobil sejuta umat"ujar Sanum.
"Tidak Sanum, mungkin kamu tidak tau itu, tapi mobil ini selalu dikejar oleh orang-orang, saat ini ini mobil langka"ujar Kenzie.
Kenzie tertarik pada mobil milik ayah Sanum itu.
"Silahkan masuk tuan"ujar Sanum.
"Kenzie pun ikut masuk di susul oleh Yuda, hingga saat dia masuk kedalam ternyata di dalam rumah tersebut terdapat banyak barang-barang antik, mungkin ayah nya Sanum, saat itu adalah pemburu barang antik, hingga jika ditotal kan mungkin lebih dari seratus miliar.
Tapi Sanum, tidak pernah tau itu.
"Sanum, apa? jika ada yang membeli barang-barang dan mobil peninggalan almarhum kamu akan menjual nya"ujar Kenzie, saat Sanum baru kembali dari dapur setelah membuat kopi untuk pria itu.
"Tidak tahu tuan, barang bekas itu laku dijual berapa, paling dijual ke tempat loak"jawab Sanum.
"Kamu tidak tau, bahwa semua itu adalah barang antik yang akan membuat mu kaya mendadak"ujar Kenzie.
"Tuan, jangan bercanda di kamar ayah saya bahkan masih banyak lagi barang-barang seperti itu"ujar Sanum, dan Yudha dibuat melotot tak percaya.
"Aku boleh melihat nya"ujar Kenzie.
"Silahkan saja, saya hanya merawat nya, karena itu adalah barang pribadi milik ayah"ujar Sanum.
"Owh ya ampun bos, ini sih penyimpanan harta Karun"ujar Yudha.
"Apa? maksud tuan Yuda.
"Sanum, sudah berapa lama ayah mu mengoleksi semua ini"ujar Kenzie.
"Tidak tau tuan, karena sedari kecil saya tinggal bersama dengan ibu saya"ujar Sanum.
"Ini sih harta Karun Sanum, mungkin ayahmu, sengaja menempatkan semua barang-barang ini di rumah yang bisa dibilang teramat sederhana ini, agar seluruh harta warisan nya benar-benar aman"ujar Kenzie yang menatap lekat pada Sanum.
"Tuan benarkah itu.
"Sekarang aku tanya apa? kau akan menjual semua ini"ujar Kenzie.
"Ya, mungkin ayah sengaja mewariskan rumah sederhana ini dengan isi barang-barang ini agar saya bisa melanjutkan hidup"ujar Sanum.
"Aku akan menghubungi Daddy ku, dia yang akan membeli semua ini, yang akan menjadi pameran barang antik, pada perayaan ulang tahun perusahaan yang akan digelar beberapa bulan lagi"ujar Kenzie yang langsung menghubungi Daddy nya, tapi Sanum tidak berniat untuk menjual rumah itu, yang dia jual hanya barang antik yang terdapat di rumah tersebut.
__ADS_1
hingga keesokan harinya Kenzo dan tim menyambangi rumah Sanum, yang merupakan tempat harta Karun bagi para pemburu barang antik saat ini.
sesampainya di sana Kenzo begitu tercengang melihat, mobil tertua.