
"Katakan jika semua itu tidak benar!."ujar Mikaila yang kini menatap lekat wajah tampan yang terlihat tersenyum kecil.
"Jawab aku kak,, katakan jika semua ini tidak benar, tolong jangan buat aku takut kak,, katakan jika ini tidak benar!." teriak Mikaila.
Tapi Vino hanya menggeleng pelan, karena semua yang terjadi semalam benar adanya.
Mikaila langsung ambruk di lantai dalam keadaan masih menggunakan bathrobe yang menutupi seluruh tubuhnya hingga batas lutut.
Pria itu menghampiri Mikaila lalu berjongkok mensejajarkan diri dengan wanita cantik itu.
"Apa? jika itu Gidion kamu akan menerima itu dengan senang hati."tanya Vino.
"Pergi kamu! pergi jangan tampakkan wajahmu lagi dihadapan ku,,, aku benci kamu kak aku benci kamu."ujar gadis itu yang kini terus memukul-mukul dada bidang Vino.
"Kenapa? Mika,,, apa? hanya pria itu yang berhak atas dirimu, dia bahkan sudah secara terang-terangan membawa wanita lain dihadapan mu, dan surat perceraian kalian sudah tiba jauh sebelum hari ini."ujar Vino yang merasa sangat marah.
"Aku sudah tidak perduli lagi dengan apapun tolong tinggalkan aku sendiri. aku mohon."ucap Mikaila.
Namun pria itu bukan nya pergi tapi malah mengangkat tubuh wanita yang kini memukul-mukul dadanya.
"Lepas aku bilang lepas kak,, lepas!."teriak gadis itu namun Vino tidak perduli dia pun kembali membawa Mikaila keatas ranjang milik Mikaila dia mendudukkan Mikaila di tepi ranjang sementara dirinya kini berjongkok di hadapan Mikaila.
"Sayang,, aku sangat mencintaimu, aku janji kita akan segera menikah sebelum benih itu tumbuh subur di rahim mu."ucap Vino lembut.
Mikaila menggeleng sungguh bukan itu yang ingin dia dengar Mikaila menutup kupingnya dengan kedua tangannya dia bahkan memejamkan mata nya berharap jika ini hanya sebuah mimpi buruk namun sayangnya Vino masih berada di hadapannya dan dia tengah menggengam erat tangan nan lembut dan halus itu.
"Sayang,, aku mohon jangan seperti ini."ujar Vino.
"Pergi aku bilang! apa? kamu tidak dengar pergi."ujar Mikaila.
"Sayang aku tak akan pernah pergi sebelum kamu bilang iya bahwa kita akan menikah saat ini juga."ujar Vino tegas.
"Tidak, pergi sekarang tolong pergi dan jangan pernah kembali lagi."ucap Mikaila yang berulang kali mendorong pria tampan itu.
Namun Vino tetap bertahan di sana.
Mikaila malah menangis sesenggukan karena benar-benar frustasi saat ini bahkan saat Vino keluar kamar untuk mengambil air minum.
Vino tetap berkeyakinan bahwa Mikaila, akan iya dapatkan saat ini juga.
Beberapa orang penting termasuk penghulu yang akan menikahkan mereka sudah tiba Vino meminta asisten pribadi nya untuk mengurus semua itu.
Sampai saat Mikaila dipaksa untuk menggunakan pakaian pengantin dan juga riasan oleh MUA yang juga disiapkan oleh Vino.
"Nona ayo turun penghulu sudah menunggu."ujar wanita perias itu namun Mikaila menggelengkan kepalanya.
Sampai suara seseorang membuat Mikaila menoleh.
"Sayang papah sudah disini ayo turun."ujar Ayah kandungnya.
"Papah disini."ucap Mikaila yang benar-benar merasa curiga, ada sesuatu yang kembali ayahnya lakukan, sebuah perjanjian yang terjadi dulu antara pria itu bersama dengan Gidion.
"Pah kali ini apalagi yang papah lakukan."ucap Mikaila.
"Apa? maksud kamu sayang,, papah tidak mengerti."ujar pria itu.
"Papah, tidak mungkin papah tidak tau apa-apa tapi papah ada di sini, dan kenapa? papah tidak bertanya masalah apa? yang terjadi pada ku."ujar Mikaila.
"Honey penghulu sudah menunggu." potong Vino.
"Kak,, aku tidak mau menikah dengan suami orang sudah cukup semua yang terjadi selama ini jangan lagi."ujar Mikaila yang kini menggenggam pisau yang entah dia dapat dari mana.
"Mika sayang,, kamu hanya sedang salah faham, ayo buang pisau itu bahaya sayang kamu bisa terluka.
"Honey ayo ikut aku."ujar seseorang yang kini berada di belakang Vino.
__ADS_1
"Tidak,, dia akan menikah dengan ku."ujar Vino.
"Tidak kalian semua pergi."ujar gadis itu yang langsung menancapkan pisau tersebut ke perut nya.
"Tidak,," teriak Gidion yang kini terjaga dari mimpi buruk nya yang begitu sangat panjang itu. setelah bertemu dengan Mikaila dua hari yang lalu.
Sementara itu di apartemen, Mikaila kini tengah bersiap untuk pergi kuliah.
Wanita itu tampak segar bugar setelah tidur dengan pengaruh satu botol Vodka yang ia minum setelah kembali dari kantor milik Vino.
Sementara itu di sebuah tempat tepatnya ditempat kedua pengantin baru saat ini Keduanya tengah berdiam diri bagaimana tidak, wanita itu sudah ketahuan mengancam Mikaila.
Bukan bulan madu yang indah yang mereka dapatkan saat ini melainkan pertengkaran yang terjadi di antara mereka saat ini.
"Kenapa? kau tidak pernah jujur sedari awal jika kau sudah memberikan semuanya pada pria lain."ujar Vino.
"Apa? yang kamu maksud yang aku tidak pernah melakukan itu dengan orang lain."ujar wanita itu.
"Benarkah,, lalu kenapa? bahkan semua sudah tidak tersegel lagi."ujar Vino.
Pria itu tengah mengemasi barang-barang nya, saat ini juga dia akan kembali ke Indonesia karena perjalanan bulan madu yang ia lakukan untuk memulai hidup baru pun semuanya hancur disaat ia tahu bahwa istrinya sudah tidak perawan lagi.
"Yank,, please jangan pergi aku sangat mencintaimu."ujar wanita itu.
"Apa? kau pikir aku mencintaimu heeuh,, sudah sejak awal jika kau lupa aku tidak pernah bisa menerima perjodohan ini dan itu artinya aku tidak pernah mencintai dirimu ditambah lagi keadaan mu, dan juga kebohongan mu, dan satu lagi kau sudah melakukan kesalahan besar dengan melakukan teror pada Mikaila. asal kau tau Mikaila adalah perempuan terhormat yang bahkan dilindungi oleh tiga keluarga sekaligus,kau berani mengancam dia maka kau dan keluarga mu akan tamat."ujar pria itu.
Sampai akhir nya Vino pergi meninggalkan istrinya itu.
"Vin,, aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu,, Vino!."teriak wanita itu.
Sampai akhirnya wanita itu berkata "Aku tidak peduli dengan peringatan mu, dia akan habis ditangan ku."ujar Farah.
Sementara itu di kediaman Gidion, istri Gidion sama-sama terjaga ketika suaminya terbangun karena mimpi buruk.
"Ada apa? honey."ujar wanita itu.
"Honey!."ujar gadis itu.
Wanita yang Gidion nikahi saat ini adalah wanita asal Indonesia.
Gidion kini telah berada di dalam ruang baca, dia membuka laci, yang berisi tentang Mikaila mulai dari foto, catatan tugas kampus terakhir sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Honey maafkan aku."ujar pria itu lirih mengelus foto Mikaila.
"Sayang,, aku sangat mencintaimu."lirih nya lagi.
Sementara itu saat ini Mikaila sudah bangun dari tidur karena merasa sangat haus.
Hingga saat ia membuka pintu kulkas tersebut, dia meraih botol minum tersebut.
Mika, menatap sebuah memo yang ditempelkan di pintu kulkas dan itu sudah hampir satu tahun yang lalu saat Vino berada di sana untuk menjaganya.
Mikaila pun menarik itu lalu membuangnya ke tempat sampah rencana wanita itu besok akan membersihkan apartemen tersebut sendiri karena besok adalah weekend.
Mikaila kembali ke dalam kamar nya.
Gadis itu langsung bergegas menuju tempat tidur kesayangannya.
dia kembali masuk kedalam selimut.
Mikaila pun mulai memejamkan mata nya lagi.
Hingga pagi tiba, gadis itu pun bangun dengan semangat baru tentunya dia menyemangati dirinya sendiri setiap kali bangun tidur, bahwa selama dia bisa membuka mata untuk menyambut mentari pagi. berarti masadepan nya masih sangat cerah.
Mikaila yang sudah membasuh wajah dan menggosok gigi nya pun langsung berganti pakaian.
__ADS_1
Wanita itu ingin bersiap untuk bersih-bersih tempat tinggal nya.
Meskipun seharusnya dia meminta cleaning servis untuk membersihkan tempat tinggal nya.
Gadis itu langsung membereskan barang-barang yang sudah tidak ia perlukan dari dalam walk-in closed, lalu melihat-lihat baju lama yang masih baru dia keluarkan satu persatu dan memilah milih yang masih bisa digunakan dan yang tidak, wanita itu rencananya akan menyumbangkan itu ke panti asuhan, karena meskipun bekas atau baru tapi tidak terpakai, baju-baju itu masih sangat terawat dan bagus karena semua barang branded.
Setelah hampir tiga puluh menit akhirnya dia menyerah dia menelpon asisten Mension tempat tinggal nya untuk datang membantu dia bersih-bersih sampai sepuluh orang yang diantaranya lima pria dan lima wanita, semua kini tengah bersiap untuk membersihkan seluruh ruangan apartemen milik majikannya itu.
Wanita bertugas membantu Mikaila untuk mengeluarkan barang-barang yang tidak terpakai dari keseluruhan kamar milik Mikaila sementara yang laki-laki kini membersihkan lantai gudang dan juga dapur semua tidak ada yang terlewat, Mikaila bahkan meminta mereka mengeluarkan barang-barang lamanya seperti sofa dan meja makan TV, dan perabotan lainnya, hingga membuat semua orang bingung.
"Saya sudah pesan semua yang baru saya ingin mengganti suasana rumah saya."ujar Mikaila.
"Lalu barang-barang ini."ucap mereka.
"Kalian bisa jual dan uangnya dibagikan kepada semua pelayan yang ada di Mension, dan nanti akan ada perabotan baru yang datang haru segera dimasukkan ke dalam."ujar Mikaila.
"Baiklah Nona muda."ucap semua pelayan yang kini berada di sana.
Semua orang kini tengah sibuk memindahkan barang-barang tersebut termasuk pakaian yang ia minta untuk di sumbangkan kepada orang yang membutuhkan.
Semua barang sudah diangkut, oleh mobil khusus, Mikaila pun tengah duduk menikmati makan siang bersama dengan mereka, wanita itu kini tengah duduk di karpet yang baru itu untuk menikmati makan bersama yang bahkan tidak pernah gadis itu lakukan sebelumnya.
Semua orang begitu menikmati makan siang yang benar-benar mewah itu, dan kini semua orang tengah makan sambil mengobrol riang gembira ada senyum yang merekah di bibir Mikaila saat ini melihat senda gurau mereka saat ini.
Mikaila pun kembali menata setiap ruangan dengan semua barang-barang baru tersebut.
Mikaila, pun berkeliling menatap satu persatu ruangan yang sudah diisi dengan barang-barang baru tersebut.
Termasuk kamar miliknya. hingga perabotan dapur yang serba baru rencananya saat ini dia akan menjadi konten kreator untuk YouTube.
Gadis itu pun meminta beberapa orang pelayan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di dalam apartemen nya, yang kini nampak kembali hidup.
Mikaila pun memutuskan untuk tidur siang barang sebentar sampai mereka yang ditugaskan untuk berbelanja kebutuhan pokok itu kembali.
Mikaila pun, mulai memejamkan mata nya sambil diiringi musik favorit nya.
saat, seorang pelayan datang membangunkan gadis cantik itu, untuk memberitahu bahwa semua sudah selesai termasuk semua bahan pokok yang Mikaila butuhkan, dan semua sudah dikemas rapi kedalam lemari pendingin dan rak penyimpanan lainnya.
Hingga saat, Mikaila memberikan uang tips untuk mereka semua, hari ini Mikaila sudah puas dengan kerja keras mereka, rencananya besok dia akan kembali mengisi lemarinya karena dia membutuhkan barang-barang baru untuk mengisi lemarinya yang hampir kosong karena sudah di sumbangkan.
Mikaila pun memutuskan untuk berendam di kamar mandi nya dengan lilin aroma terapi yang baru ia beli, dan tentunya wewangian yang ia beli juga untuk merilekskan otot tubuhnya yang sudah bekerja keras selama satu hari ini, meskipun dibantu oleh para pelayan yang bekerja di Mension utama milik sang Mommy.
Sampai selesai berendam dan tubuhnya sudah terasa sangat segar, wanita itu langsung membersihkan tubuh nya dari sisa sabun dan shampo yang ia gunakan tadi.
Kini Mikaila sudah keluar dari dalam kamar mandi, dengan menggunakan bathrobe dan lilitan handuk di kepala, wanita itu duduk di depan cermin meja rias nya.
"Owh Mika kamu sudah sangat segar, mari kita melakukan perawatan untuk memanjakan diri, selama libur akhir pekan ini."gumamnya.
Wanita itu bicara pada dirinya sendiri.
"Rambut sudah rapi wajah sudah selesai perawatan, sekarang tinggal kita gunakan pakaian terbaikmu, mungkin masih ada sisa yang cukup untuk kita pergi ke club sosialita sekarang."ujar gadis itu.
Janda tanpa anak itu kini sudah tampil seksi dengan balutan dress selutut yang memiliki tali spaghetti.
Tidak lupa kalung berlian yang memiliki rantai kecil yang semakin mempercantik penampilan nya saat ini.
anting-anting kecil yang juga ia kenakan semua adalah berlian asli, begitu juga dengan cincin dan gelang kaki, karena untuk masuk geng sosialita wanita itu harus tampil mentereng bahkan dari keseluruhan outfit yang ia kenakan semua bernilai fantastis.
Tinggal identitas diri nya yang sedikit harus ia sembunyikan yaitu tentang dirinya yang seorang mahasiswa.
Gadis itu sudah berjalan menuju pintu lift, setelah memastikan bahwa pintu apartemen nya terkunci sempurna.
Sampai saat tiba di basement apartemen tersebut dia langsung masuk kedalam mobil nya dan sudah bersiap untuk menghidupkan mesin, hingga saat dia melihat mobil yang sangat ia kenali memasuki basement apartemen tersebut.
"Kak Vino."lirih Mikaila yang langsung menghidupkan mobilnya dia tidak ingin berurusan dengan Vino, atau pria manapun.
__ADS_1
Sementara Vino yang melihat Mikaila pergi dengan mobilnya dia langsung mengikuti wanita itu.
Hingga sampai di sebuah club yang bertuliskan khusus sosialita dan Vino yang baru melihat wanita itu masuk pun langsung mengejarnya tidak perduli bahwa saat ini dia melanggar peraturan karena tidak membawa member card seperti orang-orang yang masuk kesana.