Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Diam lebih baik#


__ADS_3

"Owh aku senang apalagi jika keponakan ku perempuan aku bisa main salon-salon kecantikan bareng dia, seperti aku dengan Daddy"ucap nya begitu antusias.


"Tapi Nona"ujar Sanum.


"Sayang bukan nya kamu ingin masak ayo kita masak bersama" ucap Kenzie.


Mereka pun akhirnya pergi menuju lantai bawah Sanum sendiri tidak melakukan pekerjaan apapun meskipun demikian ia tetap memandu kedua kakak beradik itu hingga suara terbuka nyaring terlihat seseorang yang baru saja kemarin membuat dia hampir mengakhiri hidupnya.


"Rupanya peringatan ku, tidak berlaku untuk mu, baiklah-baiklah, sekarang kau harus berurusan dengan polisi karena ternyata barang antik itu adalah barang curian"ujar Kenzo.


"Baiklah jika itu yang an"


"Daddy please jangan sentuh Sanum Baiklah jika Daddy ingin aku menikah dengan wanita itu, aku akan menikahi nya tapi aku mohon jangan apa-apa kan Sanum, dia sahabat ku Daddy"ujar Kenzie.


"Aku tidak Sudi anakku berteman dengan putri seorang germo"ucap Kenzo.


"Cukup tuan, anda boleh menghina saya tapi saya mohon jangan menghina ibu saya, saya tau orang lain juga tau dia seperti apa?tapi tidak semestinya anda menghina orang lain, jika semua memang bermasalah sebaiknya anda kembalikan saja barang itu ke rumah saya, karena sebelumnya saya tidak pernah berniat menjual semua itu, tapi jika memang itu adalah barang curian baiklah saya akan pertanggungjawaban kan semua nya"ujar Sanum yang kini berjalan menuju lantai atas .


"Sanum kamu tidak perlu melakukan apapun, kamu tidak bersalah jika ada yang salah disini hanya aku" ucap Kenzie yang mengejar Sanum.


"Kenzie Daddy tidak pernah mengajari mu untuk menjadi pembangkang "ucapKenzo yang langsung menghentikan langkahnya sang putra.


"Kenzie tidak pernah memohon ampun pada Daddy, tolong sekali ini saja tolong biarkan Sanum hidup tenang"ucap Kenzie.


"Baiklah tapi ingat jangan sampai melanggar lagi jangan pernah temui dia lagi" ucap Kenzo tegas.


"Baiklah Daddy, tapi Kenzie akan menemui dia sekali ini saja"ucap Kenzie.


"Terserah segera kembali, setelah itu"ucap Kenzo tegas.


"Sayang ikut Daddy"ucap Kenzo pada Queen yang terlihat takut dan kecewa pada sikap Kenzo saat ini.


Tapi Queen masih terus terdiam di tempat Kenzo sadar bahwa baru kali ini Queen melihat kemarahan Kenzo.


"Sayang maafkan Daddy, tapi yang Daddy lakukan semua demi kebaikan"ucap Kenzo.


Queen tetap terdiam meskipun dia, mengikuti Kenzo pergi sementara itu dapur yang masih berantakan itu jadi saksi bisu.


Di dalam kamar, Sanum yang tengah membereskan barang-barang pribadi nya kedalam koper, tidak kunjung mendengar ucapan Kenzie yang berulang kali minta dia untuk berhenti melakukan itu.


"Sayang please, tidak seperti ini, ini rumah mu, jadi kamu tidak boleh pergi dari sini"ujar Kenzie.


Tapi wanita itu tetap saja membereskan barang-barang nya, hingga Kenzie berteriak dan menggebrak meja, Sanum langsung melirik ke arah nya.


"Tuan ini bukan rumah ku, uang itu bukan uang ku, apa? kau tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Daddy anda"ucap Sanum.


"Sayang Daddy hanya ingin aku meninggalkan mu, dan itu akan aku turuti meskipun berat tapi harus kamu tahu aku sangat mencintaimu dan kamu adalah satu-satunya wanita yang aku cintai seumur hidup ku percayalah"kata Kenzie sambil mendekap Sanum erat.


"Tolong jaga dirimu baik-baik, jangan lakukan hal bodoh, karena aku akan terus mengawasi mu meskipun aku tidak ada lagi di sisi mu"ucap Kenzie.


"Tuan, sebaiknya jangan buang-buang waktu dan tenaga untuk mengawasi ku, karena semua itu tidak akan pernah ada gunanya, saya akan melakukan apa pun, semua itu urusan saya, tidak ada hubungan nya dengan anda"ujar Sanum, wanita itu berkata dengan nada datar dan dingin.

__ADS_1


"Sanum, katakan jika kamu juga mencintai ku"ujar Kenzie.


"Sayang nya tidak ada cinta di hati ku untuk Anda tuan, benar kata mantan suami saya, bahwa saya hanya memanfaatkan Anda sudah tau kan sekarang jadi silahkan pergi"ujar Sanum, dan satu lagi ini uang sisa pembelian rumah, aku kembali kan dan silahkan anda jual rumah ini untuk menutupi kerugian anda selama bersama dengan saya"ucap Sanum, sambil memberikan kartu itu pada Kenzie.


"Sanum, semua ini milikmu tidak ada hubungan nya dengan semua itu, Daddy ku hanya mengancam mu"ucap Kenzie.


"Tidak tuan anggap saja saya sudah menyumbangkan barang rongsokan itu, saya masih bisa mencari nafkah untuk diri saya sendiri"ucap Sanum.


"Sayang please aku tau kamu sedang terluka tapi tidak bisa seperti ini, kamu harus tetap berpikir positif, jangan pernah lakukan hal bodoh"ucap Kenzie.


"Sudah cukup, sekarang anda lebih baik cepat pergi karena saya juga akan segera pergi" ucap Sanum.


"Aku tidak akan mengijinkan mu untuk pergi, kamu dengar itu Sanum"ucap Kenzie tegas.


"Heumm benarkah"ucap Kenzie.


Sanum selesai berkemas, saat itu juga dia langsung mengambil Hoodie dan tas selempang nya tapi Kenzie langsung menghadang langkah nya.


"Mau pergi kemana heumm, apa? kamu pikir bisa keluar dari rumah ini"ucap Kenzie sambil menatap tajam kearah Sanum.


"Apa? hak mu melarang ku, kita bukan siapa-siapa! kamu bukan siapa-siapa aku, jadi kamu tidak bisa mengatur ku, kamu tau itu"ucap Sanum, bahkan saat Kenzie hendak mencium bibir Sanum, wanita itu langsung menghidar dan mendorong pria itu, Sanum hendak meraih koper tapi Kenzie menjauhkan itu.


Tok..


Tok...


"Ah masuk"ujar Kenzie.


"Tuan waktu ada sudah habis, sekarang sudah waktunya Anda kembali"ucap salah seorang pengawal yang memiliki tubuh tinggi besar itu.


"Beri aku waktu sepuluh menit saja setelah itu aku akan pulang sendiri"ujar Kenzie.


"Baik tuan"jawab pengawal Kenzo dan langsung pergi.


"Sayang setidaknya untuk yang terakhir kali nya, katakan bahwa kamu mencintai ku, aku tidak akan marah, sekalipun itu kebohongan aku akan menganggap bahwa semua itu benar"ucap Kenzie.


"Tidak tuan Kenzie, saya tidak pernah mencintai anda, silahkan pergi"ucap Sanum.


Wanita itu tidak ingin Kenzie, terus berharap meskipun pada kenyataannya mereka saling mencintai, tapi Sanum memilih untuk menjauh dan mengatakan kebohongan.


"Sanum tatap aku tolong jawab aku dengan jujur, apa kamu mencintai ku" ucap Kenzie sambil menatap lekat wajah cantik wanita yang selama ini menjadi cinta pertama dan terakhir baginya.


"Tidak tuan, saya tidak mencintai anda meskipun hanya seujung kuku pun"ujar Sanum.


"Baik lah aku anggap itu adalah sebuah kebenaran, jika seperti itu, selamat tinggal nona Sanum, semoga kamu berbahagia"ucap Kenzie yang benar-benar terluka dalam.


"Selamat tinggal juga tuan, semoga anda bahagia selalu dengan nya"ucap Sanum sambil tersenyum manis.


.......................................


Dua Minggu kemudian, saat Sanum, pergi dari rumah besar itu dan menitipkan semua nya pada Yudha, untuk diberikan kepada Kenzie, Sanum pergi menuju bandara dia akan pergi jauh meninggalkan rasa sakit yang teramat sangat, tepat di hari pernikahan Kenzie dengan Kamila yang digelar secara besar-besaran dan diliput oleh awak media.

__ADS_1


Sanum hanya tersenyum getir, pertemuan singkat untuk yang kedua kalinya pun sama-sama meninggalkan luka di hati nya, kini Sanum, sudah memutuskan untuk meninggalkan hati dan semuanya di sana, termasuk putri tercinta nya yang saat ini diasuh oleh keluarga mantan suaminya itu, setidaknya dia melihat putri nya bahagia dengan keluarga baru nya itu.


"Selamat tinggal masa lalu, semoga kalian bahagia"ucap Sanum, sambil menarik satu koper besar miliknya karena barang-barang milik putri nya sudah dia titip pada Yudha untuk diberikan kepada keluarga mantan suaminya.


Yudha sendiri melakukan hal itu, karena dia tidak ingin Sanum melakukan hal nekad jika terus berada di sana dan Yudha juga yang meloloskan Sanum, dari mata-mata yang selama ini mengikuti wanita cantik itu.


Sementara Kenzie, saat ini terlihat sangat dingin dan tidak berperasaan meskipun terlihat istrinya kesusahan berjalan, pria itu menolak pesta perayaan, dia hanya melakukan acara ijab qobul yang benar-benar sudah sangat meriah itu.


"Sayang tunggu aku" ucap Kamila.


"Kau punya kaki Kamila kau bisa jalan sendiri"ujar Kenzie.


Pria itu tidak perduli meskipun semua orang memperhatikan hal itu.


Sementara Mariana, hanya bisa menangis dalam hati, dia benar-benar sakit melihat putranya seperti itu, karena dia tau rasanya mencintai tapi tidak bisa meraih orang yang kita cintai, Mariana mengerti Kenzo ingin yang terbaik, tapi caranya salah, tapi Mariana hanya bisa pasrah dengan peraturan suaminya yang benar-benar tegas itu.


"Dimana Sanum"ucap Kenzie pada anak buah nya yang melaporkan bahwa Sanum, tidak ada di kediaman nya, bahkan dimana pun, Kenzie benar-benar murka saat ini, dia mungkin telah mengucapkan selamat tinggal untuk wanita tercinta nya itu, tapi itu bukan lah ucapan tulus dari dalam hati, dia hanya ingin menguji Sanum, seberapa besar rasa cinta nya pada Kenzie, karena Kenzie tau Sanum tengah berbohong pada nya, saat dia berkata bahwa ia tidak mencintai Kenzie.


"Sayang kamu bisa pergi dari ku, tapi tidak akan pernah lama, kamu ingin tau berapa besar kekuasaan ku"ucap Kenzie sambil mencengkram erat gelas wine yang ada di tangan nya.


Malam pertama pun berlanjut, seperti biasanya, meskipun Kenzie menolak kehadiran wanita itu, tapi Kenzie tidak bodoh meskipun itu adalah pengalaman pertama baginya, Kenzie tau perempuan yang virgin nya asli dengan yang palsu hingga pria itu melayangkan tamparan keras berulang kali di wajah istrinya, lewat tangan kekar itu sudah bisa dipastikan bahwa keadaan wanita itu sedang tidak baik-baik saja, bahkan Kenzie memerintahkan Yudha, untuk menghancurkan perusahaan milik keluarga istrinya saat itu juga jika istrinya masih tidak mengaku dan meminta maaf secara langsung pada Kenzo dan Mariana saat itu juga.


Kenzie benar-benar berubah menjadi pria yang sangat menakutkan sang istri pun langsung bergegas pergi dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Kenzie, dan kedua orang tua nya pun langsung memohon maaf kepada Kenzo yang kini terlihat diam seribu bahasa.


Tidak lama hanya dalam hitungan jam, perusahaan itu lenyap saat itu juga, perceraian itu terjadi saat itu juga.


Mariana, hanya bisa menangis karena putra nya bahkan sudah tidak mau lagi melirik ke arah nya, saat ini Kenzie langsung pergi meninggalkan Mension.


Kenzie bahkan tidak menyapa Queen, karena Queen, juga tidak membantu dirinya untuk memohon kepada Daddy nya, agar Sanum tidak disingkirkan dari hidup nya.


Sementara itu wanita yang sangat ia cintai kini sudah tiba di sebuah negara yang penduduknya sangat disiplin itu.


Sanum, sudah tinggal di sebuah apartemen, yang ia sewa saat ini, rencananya dia akan melamar pekerjaan di sebuah perusahaan asing yang ada di negara tersebut.


Hari ini adalah saat nya Sanum mengikuti jadwal interview kerja di perusahaan tersebut, beruntung Kenzo tidak memasukkan nya kedalam daftar hitam, sehingga dia masih bisa melamar kerja tersebut.


Sampai saat dirinya dipanggil dan mendapatkan beberapa pertanyaan dari staf kepegawaian akhirnya dia pun diterima untuk bekerja di kantor tersebut sebagai karyawan di device keuangan.


Sanum yang cerdas pun dia bisa langsung bekerja mulai besok, dan saat dia berkenalan dengan atasan nya di device tersebut, atasan nya itu begitu ramah padanya hari ini hanya ada perkenalkan dan tidak ada kerja, dan satu hal yang membuat dia lebih senang lagi terdapat karyawan satu device yang satu negara dengan nya, hingga dia bisa berteman.


Sanum pun kembali untuk bersiap dan mempersiapkan hari esok, dia tidak ingin lagi memikirkan masalalu nya dia akan mengejar masadepan yang indah, untuk dirinya sendiri, karena dia tidak punya tanggungan terhadap apapun, tentang putri nya,suatu saat nanti dia yakin putri nya akan tau dimana letak kebenaran itu, dan saat itu tiba Sanum sudah benar-benar berhasil.


Sementara itu di sebuah rumah yang Sanum tinggal kan, disana lah kini Kenzie tinggal, dia tidak mengizinkan pelayan masuk kedalam kamar pribadi nya, yang pernah Sanum tempati pria itu bahkan membersihkan kamar yang luas itu sendiri dibantu dengan alat-alat canggih.


sementara untuk cucian kotor pria itu akan meletakkan cucian kotor di keranjang depan pintu masuk kamar tersebut untuk di bawa oleh pelayan yang bahkan tidak tinggal di sana, dia tidak ingin ada orang lain di rumah nya kecuali Yudha.


Pria itu akan datang untuk memberikan berkas yang harus dia tandatangani, karena Kenzie belum masuk kantor setelah pernikahan itu berakhir.


Tidak sampai satu malam, pernikahan itu sudah hancur saat itu juga.


Sanum wanita itu pun kini tengah berada di kantor, di ruangan nya, wanita itu bahkan tidak pernah absen selama satu bulan kerja dia selalu datang tepat waktu, dan semua hasil pekerjaan selalu beres, bos nya begitu suka dengan kinerja wanita tersebut.

__ADS_1


sampai hari pertama gajian, wanita itu pun menerima gaji pertama nya dengan sumringah, karena gaji yang ia terima saat itu cukup besar.


Sanum pun mulai mengisi rekening Bank nya yang baru saat ini.


__ADS_2