
Satu Minggu berlalu kini di pagi yang cerah keluarga Kenzie tengah berlibur,di pantai.
Kini mereka tengah menikmati sejuknya air dan sinar matahari yang kini terasa di kulit mereka.
"Sayang kamu mau berenang airnya begitu jernih"ucap Kenzie yang kini sudah bersiap untuk masuk kedalam air.
"Aku tidak pandai berenang di pantai sayang lagi pula putra kita siapa? yang jaga sudah kamu saja dulu"ucap Sanum.
"Lihat tidak ada ombak bukan, kalaupun ada itu hanya ombak kecil ayolah sayang"ucap Kenzie.
"Terus putra kita bagaimana"ucap Sanum.
"Lihat ada Gidion dan bodyguard mereka, mereka sudah terlatih sayang"ucap Kenzie.
"Heumm baik'lah cinta"ucap Sanum.
Sanum mendekat ke arah suaminya yang kini memeluknya dia dengan erat dan mulai masuk kedalam air.
"Mas jangan lepaskan aku! aku takut"ucap Sanum.
"Tidak akan Sayang lagipula siapa? yang akan melepaskan bidadari cantik seperti dirimu"ucap Kenzie sambil mencium bibir Sanum.
"Sayang anak-anak melihat kita"ucap Sanum.
"Sanum sayang tidak apa-apa lagian kita tidak melakukan kesalahan honey, wajar saja lagipula kita sedang merayakan baby moon"ucap Kenzie.
"Mas, jangan mesum anak sudah mau tiga juga"ucap Sanum.
"Mesum sama istri sendiri tidak masalah bukan"ucap Kenzie.
"Ah sudahlah, aku kalah"ucap Sanum kini yang berenang-renang ke tepian pantai.
"Sayang katanya tidak bisa berenang"ucap Kenzie.
"Ah...mas ketipu"ucap Sanum sambil tertawa lepas.
"Honey,, awas kamu ya mas kasih hukuman nanti"teriak Kenzie.
"Hukum saja mas lagipula hukuman itu sungguh sangat menyenangkan"goda Sanum.
"Kamu sudah belajar nakal ya"ucap Kenzie.
"Kan kamu yang ngajarin yang"ucap Sanum.
"Heumm dah pinter menjawab"ucap Kenzie.
Sampai akhirnya mereka menyudahi acara berenang nya, keluarga Kenzie kembali ke villa resort.
Kini mereka tengah mengadakan pesta barbeque seafood.
Gidion yang sedari tadi pamit ke kamar nya, tapi sampai seafood nya matang dia tidak kunjung datang.
"Sayang coba lihat tuan muda Gidion, kenapa? tidak kembali juga"ucap Kenzie.
"Daddy saja dia kan pria jika sedang tidak memakai baju bagaimana"ucap Mikaila polos.
"Sayang kamu bisa tutup mata jika dia sedang tidak menggunakan pakaian"ucap Kenzie.
"Terus bagaimana bisa lihat? bukannya daddy bilang aku harus melihat nya"ujar gadis itu.
"Begini saja, kamu panggil dari depan pintu kamar kalau dia meminta mu masuk berarti dia tidak telanjang tapi kalau suruh menunggu ya diam saja di luar"ucap Kenzie.
"Baiklah"ucap.
Mikaila pun naik seperti yang Kenzie katakan tadi dia mengetuk pintu kamar Gidion dan menunggu beberapa saat, tapi tidak ada Jawaban.
"Tuan muda Gidion! om jelek apa? kau ada di dalam."Teriak Mikaila.
Mikaila akhirnya masuk tanpa izin dari sang empunya kamar.
Saat tiba di dalam dia melihat Gidion terbaring di atas ranjang nya, gadis itu berdiri di samping ranjang.
"Tuan muda kau tidur atau mati"ucap Mikaila.
"Tuan muda"ucap Mikaila yang kini menyentuh lengan pemuda itu, tapi alangkah terkejutnya gadis itu saat menyentuh tangan Gidion yang begitu panas saat ini.
"Daddy!.... mommy!"teriak gadis itu memanggil kedua orang tua nya.
"Jangan berisik kepalaku sedang sangat sakit honey, sepertinya aku masuk angin"ucap pemuda itu.
"Om jelek kamu masih hidup"ujar Mikaila.
"Honey...kau masih bisa melihat ketampanan ku, saat ini padahal aku sedang sakit"ucap Gidion lirih.
"Diam! kau itu sedang sakit"ucap Mikaila.
"Makanya jika suamimu sedang sakit harus diurus"ucap Gidion.
Mikaila hendak pergi tapi kemudian tangan nya di genggam oleh Gidion.
"Please temani aku disini"ucap Gidion.
__ADS_1
"Sayang ada apa? kamu berteriak"ucap Sanum.
"Ini tuan muda Gidion sakit"ucap Mikaila.
"Sayang kamu tunggu dia disini dan mommy akan mengambil makan malam untuk Gidion, sambil menghubungi dokter"ucap Sanum.
"Tidak usah aunty, biar saya turun saja"ucap Gidion.
"Tidak usah tuan muda, biar kamu istirahat disini sambil menunggu dokter dan Mikaila akan menemani mu"ucap Sanum.
"Lepas Om jelek, aku kepanasan dekat dengan kamu"ucap Mikaila.
"Kau itu terus saja memujiku terimakasih honey, duduk lah"ucap Gidion menarik Mikaila untuk duduk di samping nya.
Mikaila pun terpaksa mematuhi perintah Gidion karena sedikit merasa iba melihat wajah Gidion yang semakin memerah saking tingginya demam yang ia alami.
Sampai dokter tiba di dalam kamar Gidion dan memeriksa kondisi Gidion, dan akhirnya dokter memasang infus.
Tidak hanya itu Dokter juga memberikan suntikan kedalam cairan infus tersebut saat itu juga.
Gidion tetap menggenggam tangan Mikaila hingga akhirnya dia tertidur karena pengaruh obat tersebut, Mikaila pun keluar dari dalam kamar nya.
Setelah hampir satu jam Gidion tidur akhirnya infus itu dilepas karena suhu tubuh Gidion sudah kembali normal asisten pribadi dokter tersebut pun pulang setelah tugasnya selesai Gidion hanya di anjurkan untuk minum vitamin setelah itu.
Gidion masih terlelap hingga pagi hari saat dia bangun, dia duduk di tepi ranjang ada dua orang pelayan mengantarkan sarapan pagi untuk nya.
"Dimana nona Mikaila?"tanya Gidion.
"Nona Mikaila kini tengah berada di pinggir pantai."Jawab pelayan tersebut.
"Aku mau mandi dulu setelah itu aku menyusul nya."ucap Gidion.
Pelayan itu pun menyimpan nampan berisi sarapan pagi untuk Gidion.
Gidion sudah selesai mandi dia langsung memakan sarapannya setelah itu ia pun pergi menuju bibir pantai.
"Sayang jangan main sendiri nanti kamu di culik ikan hiu"ucap Gidion.
"Sudah sembuh rupanya"ucap Mikaila.
"Sudah demi cintaku aku akan berusaha untuk sebuah secepatnya"ucap Gidion.
"Ah... terserah saja"ucap Mikaila mencebikkan bibir nya.
Mikaila kini tengah duduk di atas hamparan pasir putih disusul oleh Gidion yang kini duduk di samping Mikaila.
"Honey, kamu sedang apa? disini sendirian"ucap Gidion.
"Sedang melihat masadepan"ucap Mikaila asal.
"Kenapa? di dunia ini masih ada orang seperti dirimu Om jelek" ucap Mikaila yang kini menatap lekat wajah tampan pria itu.
Cuph...
Satu kecupan mendarat di bibir gadis itu.
"Kau!"teriak gadis itu yang kini hendak memukul Gidion.
Gidion, langsung menarik tangan milik Mikaila pria itu kembali mendaratkan kecupan manis di bibir manis itu.
"Orang jelek kamu kurang ajar"ucap Mikaila yang kini terlihat sangat marah dan hendak pergi tapi Gidion mendekap erat Mikaila.
"Menikah lah dengan ku, aku berjanji akan menjadi suami yang selalu setia padamu aku akan berusaha untuk membahagiakan mu"ucap Gidion
"Menikah dengan mu,,, kamu pikir aku mau"ucap Mikaila.
"Kenapa? aku kurang apa? aku punya pekerjaan dan aku bisa membuat mu bahagia dengan penghasilan ku sendiri"ucap Gidion.
Tapi Mikaila hanya bisa diam, saat ini saat mencerna ucapan Gidion, laki-laki itu benar-benar serius pada kata-kata nya.
"Aku masih sekolah dan Om akan sangat lelah saat menunggu ku"ucap Mikaila
"Apa? setelah kuliah kamu tidak akan menikah"tanya Gidion.
"Tentu saja aku akan menikah"ucap gadis itu.
"Jika begitu kamu bisa kuliah setelah menikah"ucap Gidion.
.....................
Di kediaman Allan, Bintang kini tengah duduk memangku kedua anak nya itu
"Sayang kemari kan Aurelia"ucap Allan.
"Tapi mas sudah rapi nanti Aurel membuat baju mas kotor."ucap Bintang.
"Tidak apa-apa sayang baju bisa ganti kapan pun tapi momen ini tidak akan pernah terulang lagi"ucap Allan.
"Heumm mas seperti akan pergi jauh saja"ucap Bintang.
"Tidak yang hanya saja mas tidak ingin kehilangan momen ini sehari pun karena mas sangat menyayangi kalian semua"ucap Allan.
__ADS_1
"Mas kami pun sangat mencintai mu"ucap Bintang.
Sementara itu Davina yang masih belum kembali dari luar negeri, dia hidup bahagia bersama dengan Jack dan juga kedua anak kembar nya Jerry dan Jeny.
Mereka selalu hidup bahagia, karena Jack selalu menemani Davina merawat kedua anak nya itu.
Jerry dan Jeny kini sudah berusia dua tahun mereka tumbuh dengan sehat tubuh nya yang berbeda dari anak seusianya, tubuh tinggi dan besar seolah mereka sudah berusia empat tahun, keduanya juga tumbuh sebagai anak yang sangat cerdas.
Davina saat ini begitu bahagia karena biarpun mengurus kedua anak yang aktif itu sedikit melelahkan, tapi Davina merasa terobati karena Jack selalu ada di sisinya, pria itu cukup bekerja dari rumah maka pundi-pundi uang itu akan datang padanya, Jack mungkin tidak memiliki perusahaan sendiri tapi dia memiliki saham perusahaan yang cukup banyak di berbagai cabang perusahaan milik rekan bisnis nya dulu saat dia masih bekerja sebagai asisten pribadi Adri.
Hingga saat ini uang itu terus mengalir, dan Jack hanya butuh mengawasi pergerakan saham tersebut.
"Sayang, sini ikut Daddy"ucap Jack.
"Kemana Daddy"tanya Jerry yang bingung.
"Main sayang bawa ajak Jeny bersama kita"ujar Jack.
"Heumm baik'lah daddy"ucap Jerry.
Anak berusia dua tahun, itu terlihat sangat antusias.
Sampai akhirnya mereka tiba di depan pusat perbelanjaan, Jack membawa mereka ke wahana permainan anak.
Betapa bahagianya kedua anak nya itu.
Jerry dan Jeny tertawa riang saat Daddy nya membantu dan menjaga mereka saat bermain.
Sementara itu di villa Gidion kini tengah duduk di tepi kolam sambil menatap kearah langit, sementara kekasihnya kini tengah menatap kearah nya dari balkon.
Ya, Mikaila kini sudah resmi menjadi kekasih dari Gidion, meskipun mereka tetap seperti awal pertemuan Mikaila bersikap cuek pada pria itu.
Seperti sekarang ini gadis itu berada di balkon kamar nya sementara Gidion berada di di bawah.
pria itu tengah merenung sendirian di saat ini bagaimana pun hidup nya selama ini begitu kesepian, meskipun hidup bergelimang harta nyatanya tidak membuat dia bahagia.
Sejak kecil kedua orang tua nya sibuk bekerja dia hanya tinggal bersama dengan pengasuh nya dan tidak ada teman yang bisa diajak bermain karena kedua orang tua nya tidak mengijinkan dia untuk berteman dengan siapapun, ketakutan dan trauma yang dialami oleh kedua orang tua Gidion, akan kematian sang paman kecil nya terbunuh gara-gara teman nya itu mereka pun mengalami trauma menurut mereka orang luar akan selalu berbuat kejahatan.
Gidion menatap kearah kolam renang dia melihat pantulan cahaya yang menunjukkan bahwa seseorang tengah berada di balkon, dan dia pun berbalik sambil tersenyum.
"Turun lah jangan mengintip honey aku disini"ucap Gidion yang langsung membuat Mikaila, berpaling muka.
"Kau tidak akan bisa tidur honey, karena memikirkan ku jadi kemarilah"goda Gidion.
"Aku tidak pernah memikirkan orang lain Om jelek"ucap gadis itu.
"Heumm baik'lah jika tidak mau turun aku yang akan naik kesana"ucap Gidion.
Pada akhirnya Mikaila pun mengalah gadis itu langsung menemui Gidion.
"Bagaimana apa? sudah terlihat ketampanan ku heumm"lagi-lagi Gidion menggoda Mikaila.
"Kau terlalu percaya diri Om"ucap gadis itu.
"Aku tidak setua itu cinta jadi biasakan untuk memanggil Sayang atau Abang"ucap Gidion serius.
Mendengar kata-kata itu membuat Gidion gadis itu mematung.
"Duduklah jangan terlalu dipikirkan kamu bebas memanggil ku apa? asal jangan panggil kakek saja"ucap Gidion sambil tersenyum.
"Dion, boleh aku memanggil nama itu"ucap Mikaila.
"Heumm... sepertinya boleh juga seperti teman-teman rahasia ku"ucap Gidion.
"Teman rahasia?"Mikaila pun bertanya.
"Ya teman rahasia, aku tidak diperbolehkan untuk berteman dengan siapapun, sejak kecil dan aku hanya hidup sendirian teman curhat ku hanya ibu asuh ku, dia orang yang bekerja untuk menjaga ku sejak kecil, sekalipun aku sekolah aku dilarang mommy untuk dekat dengan siapapun, tapi aku diam-diam berteman dengan empat orang anak hingga saat kami tumbuh dewasa, kami tetap merahasiakan pertemanan itu ada dua orang wanita dan dua orang pria, hingga saat ini kami masih berteman dan aku yang menjumpai mereka tapi tidak dengan mereka meskipun mereka merindukan ku"ucap Gidion serius.
"Benarkah, tapi jika di pikir-pikir memang tidak akan ada orang yang akan merindukan orang jelek seperti dirimu"ucap gadis itu.
"Heumm,,, apa benar aku seburuk itu di matamu atau kamu memang membutuhkan kacamata cinta"ucap Gidion.
"Dimana? ada kacamata cinta,,, ngarang aja"ujar Mikaila.
"Ada di sini"tunjuk Gidion ke arah dada sebelah kiri gadis itu.
"Jangan bohong aku tidak pernah mendengar hal itu"ucap Mikaila.
"Kamu pernah suka pada pria lain"tanya Gidion.
"Suka ya aku memang menyukai seseorang dia adalah Daddy Kenzie yang baik hati meskipun aku bukan putri kandungnya tapi dia sangat menyayangi ku, dan aku sayang dia"ucap Mikaila jujur.
"Nah seperti itulah hanya sedikit berbeda rasa sayang terhadap keluarga dan rasa sayang terhadap seorang pria lain"ucap Gidion.
"Heumm,, lagi pula apa? ada yang akan menyukai pria jelek seperti dirimu"ucap Mikaila.
"Mikaila sayang yang mencintai ku banyak tapi aku tidak tertarik pada mereka, aku hanya mencintai mu"ucap Gidion sambil membingkai wajah cantik Mikaila.
"Lepas Dion"ucap Mikaila.
"Dion, itu tidak terlalu buruk"ucap Gidion.
__ADS_1
Cuph....
Kali ini sedikit lebih lama dan tidak ada penolakan.