Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Cemburu#


__ADS_3

Setelah pesta pernikahan itu akhirnya selesai mereka pun mulai kembali kerumah masing-masing begitu juga Shania yang kini tengah berada di dalam jet pribadi milik sang daddy.


Gadis itu tengah melihat foto dan video saat dia turun dari helikopter dengan menggunakan gaun yang menjuntai indah, Shania begitu terlihat cantik dan cetar membahana.


Yang kedua saat dia tengah berdansa dengan Sky, pria tampan itu lebih pantas menjadi sugar Daddynya daripada menjadi kekasih, karena biarpun Sky terlihat sangat awet muda tapi pria itu sudah jauh lebih dewasa dari Shania bahkan seumuran dengan kakak iparnya itu.


"Kau calon sugar Daddy dokter cintaku."ucap Shania sambil terkekeh.


"Sedang apa? kamu sayang ayo makan malam dulu."ucap Sanum yang kini mendatangi putrinya.


"Iya mom,,, sebentar lagi lihat ini mom putrimu jauh lebih baik dari Ratu di dunia yang pernah turun dari helikopter."ucap Shania sambil memuji diri sendiri.


"Owh ya ampun sayang mommy tidak bisa bayangkan jika kamu menikah nanti apa? gayamu akan sama seperti itu."ucap Sanum.


Sementara Shania terkekeh geli.


"Mommy yakin kamu minta pesta yang sama."ucap Shanum.


"Yang lebih dari itu mommy."ucap Shania.


"Kau bisa membuat Daddy mu bangkrut."kekeh Sanum.


"Siapa? bilang aku minta Daddy enak saja ya minta calon suamiku lah mommy."ucap Shania.


"Heumm,,, baik'lah sayang ku."ucap Shanum.


"Mom aku mu disuapi saja ini tanggung."ucap Shania yang masih mengotak Atik laptopnya itu dengan ratusan foto dan beberapa video dirinya.


Rencananya dia akan memamerkan itu di sosial media nya sesampainya di sana.


"Baiklah sayang."ucap gadis itu.


Waktu pun terus berlalu meskipun terasa begitu lambat bagi Shania yang kini tengah berharap untuk cepat sampai di rumah.


Dan itu terbukti saat gadis itu turun dari jet pribadi milik sang daddy. Shania jalan terburu-buru dan dia ingin segera sampai di mobil mereka.


Gadis itu langsung bergegas membuka akun Instagramnya saat itu juga dia mengunggah foto dan video yang pertama adalah video saat dia turun dari helikopter dengan para pengawal yang berjajar rapi di samping kiri dan kanannya.


Dia terlihat begitu cetar membahana.


Sampai saat kolom komentar itu dibanjiri dengan pujian bahkan tidak jarang yang menyebut Shania seperti seorang bidadari.


Lalu foto-foto dengan gaun yang berbeda yang memperlihatkan kesan elegan belum lagi tempat dia mengambil gambar adalah tempat dimana pernikahan seorang mafia tampan yang sangat memanjakan istrinya itu adalah kabar yang membahana di seluruh jagat Maya belum lagi foto Zaid dan Aluna bersama dengan Shania membuat gadis itu begitu disegani oleh orang-orang karena saat ini Shania disebut-sebut sebagai adik dari Zaid.


Termasuk saat video dansa itu di unggah oleh Shania gadis itu akhirnya mendapatkan komentar dari seseorang bahwa dia memiliki sugar Daddy, namun seseorang langsung membuat mereka berhenti berkomentar.


"Aku calon suami masadepan Shania."Sky.


"Hi...sugar Daddy ku."ucap Shania.


"Mereka benar-benar saling kenal"


"Tentu saja saling kenal dia bagian dari pengantin pria yang super kaya itu."


Dan masih banyak lagi komentar lainnya.


Terakhir potongan Shania saat gadis itu duduk di atas pelaminan yang sangat megah itu dengan #Tidak menikah pun tidak akan penasaran karena untuk duduk di singgasana seperti ini tidak semua orang mendapatkan keberuntungan#


Lagi-lagi kolom komentar itu dibanjiri oleh berbagai komentar.


Shania tertawa riang gembira saat ini karena keinginan hatinya benar-benar terpenuhi.


Shania pun langsung bergegas turun, rencananya dia mau langsung masuk sekolah saat ini karena masih pagi.


Tepat pukul delapan pagi gadis itu sudah berada di sekolah, gosip tentang sugar Daddy Shania itu menyebar.


Teman-teman Shania pun akhirnya banyak yang bertanya tapi gadis itu hanya berkata "Tanyakan saja padanya langsung."ucap gadis itu.


Shania langsung masuk kelas diikuti oleh asisten pribadi yang kini membawa beberapa dus berisi berbagai oleh-oleh untuk teman satu kelasnya .


Semua sudah dibagikan oleh ketua kelas dan Karin mendapatkan benda yang sama.


"Kenapa? Tidak ajak aku kesana aku ingin sekali kesana itu sungguh sangat menakjubkan."ucap gadis itu.


"Kau bisa masuk jika kau mendapatkan undangan khusus seperti kolega bisnis kakak ku itu tapi jika tidak jangankan kamu lalat pun tidak akan pernah bisa masuk, kak Zaid tidak suka dengan kehadiran orang yang tidak dia inginkan."ucap Shania.


"Kakak!... jadi dia kakak mu."teriak Karin.


"Dia sudah seperti kakak ku sejak kak Julia menikah dengan kak Vino yang merupakan teman baik kak Zaid selama ini kami adalah keluarga kak Zaid."ucap Shania.


"Sudah selesai bicaranya."ucap Arvin yang kini tengah berdiri di hadapan keduanya.


"Mr."ucap keduanya.


"Shania tugas yang aku berikan saat itu belum kamu setorkan ke saya saya harap setelah bubar sekolah nanti sudah siap dan antar ke ruangan saya."ucap Arvin.


"Ya... Mr."ucap Shania.


"Sekarang ulangan saya harap kalian semua bisa menjawab seluruh soal yang saya berikan."ucap Arvin tegas.


"Baik Mr." jawab semua kompak tapi sebagian lainnya mengeluh.

__ADS_1


Sementara Shania dia tidak pernah mengeluh sekalipun pelajaran itu sangat sulit.


Saat ini semua orang tengah fokus pada laptop yang ada di hadapan mereka saat ini semua tengah menerima kiriman soal dari Arvin yang berada di hadapan mereka semua.


Sementara di bagian soal ulangan Shania ada soal tambahan yang harus dia kerjakan hari ini juga.


Satu hal yang membuat Shania happy saat mengerjakan soal tersebut.


Dia sesekali melihat foto Sky di layar ponselnya yang terlihat tersenyum manis.


Sky juga mengirimkan sebuah foto saat Shania tengah mabuk dan cuplikan video.


Saat Shania terlihat sangat geregetan bukan tanpa alasan karena kekonyolan itu diabadikan oleh Zaid.


Sky bilang Zaid balas dendam karena dia kesal pada Shania yang selalu ingin ikut-ikutan.


"Kak Zaid awas saja aku sumpahi anak kalian sifatnya lebih ajaib lagi dari ibunya."ucap gadis itu.


Sementara itu sedaritadi gadis itu tidak sadar mengumpat sambil mengerjakan soal ulangan tersebut.


"Bisa tenang atau tidak."ucap Arvin yang kini mendekat.


Pria itu langsung meraih ponsel Shania.


Shania tidak bisa berkata apa-apa saat ini karena dia lupa bermain ponsel.


Shania kembali fokus dengan soalnya sampai saat dia selesai mengerjakan semua tugas itu, selesai akhirnya .


Sania langsung pergi meninggalkan kelas seperti peraturan yang dibuat oleh Arvin.


Sementara Arvin langsung menyusul Shania, gadis itu seperti biasanya sedang berada di kantin sekolah.


"Jelaskan siapa? dia."ucap Arvin.


............................


"Apa? itu bagian dari soal ulangan."ucap Shania.


"Shania aku tidak meminta mu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan."ucap Arvin tegas.


"Karena saya rasa itu privasi saya."ucap Shania.


"Ikut aku ke ruangan ku."ucap Arvin.


"Maaf Mr, tugas saya sudah selesai jadi tidak perlu untuk pergi kesana."ucap gadis itu.


"Shania!." bentak Arvin.


"Mr,,, solah saya apa?."ucap gadis itu.


Arvin tidak menjawab dia kembali pergi sambil membawa handphone milik Sania.


"Mr handphone saya."ucap gadis itu.


"Jangan harap, ini bisa kembali."ucap pria itu.


"Mr saya mohon kembalikan ponsel saya."ucap Shania .


"Aku tidak suka pada murid yang tidak patuh."ucap Arvin.


Shania mengikuti Arvin hingga tiba di sebuah ruangan pribadi milik Arvin.


Arvin yang kini tengah duduk di kursi kebesarannya menatap lekat wajah Shania.


"Bisa jelaskan ini semua apa?."ucap pria itu.


Video Shania yang tengah berdansa dengan Sky.


"Mr itu bukan urusan anda."ucap Shania.


"Jelas itu urusan saya, kamu bisa mencoreng nama sekolah bila yang dikabarkan itu adalah benar bahwa kamu memiliki sugar Daddy."ucap pria itu.


"Mr pikir saya wanita seperti itu, apa? sebegitu rendahnya seorang putri dari Kenzie Georgio."ucap Shania.


"Saya tidak peduli dengan itu yang saya pedulikan reputasi sekolah, jika ternyata itu benar maka kamu terpaksa akan dikeluarkan dari sekolah."ucap Arvin.


"Mr Arvin tidak perlu menunggu dikeluarkan dari sekolah, bahkan sudah sejak lama saya ingin berhenti sekolah disini karena saya juga tidak nyaman dengan sikap anda yang suka berbuat sesuka hati."ucap gadis itu.


"Sikap yang bagaimana? yang kamu maksud sesuka hati itu."ucap Arvin yang kini mendekat.


"Mr minta saya mengganti sekolah milik saya dan peraturan ini dan itu hanya untuk saya seorang diri lalu apa? jika bukan sikap sesuka hati."ucap Shania.


"Aku melakukan itu demi kebaikan mu Shania, aku menjagamu dari pandangan laki-laki nakal apa? itu salah heeuh apa? itu salah!."ucap Arvin


"Tolong kembalikan ponsel saya Mr."ucap Shania.


"Saya akan mengembalikan ini jika kamu menjawab pertanyaan saya."ucap Arvin.


"Dia sugar daddy saya, apa? sudah jelas."ucap Shania.


Gadis itu sudah malas untuk ribut dengan pria itu.

__ADS_1


"Shania jawab sekali lagi siapa? pria ini!."ucap gadis itu.


"Dia sugar daddy saya."ucap Shania datar.


"Shania!!."teriak Arvin.


"Silahkan Mr ambil handphone itu jika Mr butuh itu."ucap Shania yang hendak pergi.


Tapi Arvin langsung mengunci pintu.


"Kamu tidak bisa pergi jika kamu seperti ini."ucap Arvin yang kini menghadang langkah Shania.


"Saya tidak tahu apa? maksud dan tujuan anda Mr... saya sudah jelaskan bahwa di."


"Dia adalah komplotan mafia yang memperjual belikan orang tubuh manusia."ucap Arvin.


"Darimana? informasi itu Mr, dia seorang dokter yang sangat baik hati, dia adalah dewa penolong bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan pertolongan medis."ucap Shania.


"Kamu masih belum dewasa Sania kamu tidak mengerti apa-apa lebih baik kamu tinggalkan dia ."ucap pria tampan itu.


"Mr cemburu."ucap gadis itu dengan sengaja.


"Jangan ngaco kamu.... kamu lihat wanita yang bersama dengan ku kemarin... dia adalah calon istriku."ucap Arvin sambil menatap lekat wajah gadis cantik yang balas menatapnya.


"Saya rasa hubungan saya dengan Sky juga sudah saya jelaskan silahkan anda mengeluarkan saya dari sekolah."ucap gadis itu.


"Shania akhiri hubungan kalian secepatnya."ucap pria itu.


"Tidak, saya sendiri yang akan keluar dari sekolah ini."ucap gadis itu.


"Kamu tidak bisa berbuat seenaknya disini."ucap Arvin.


Pria itu menarik Shania untuk duduk di sofa panjang yang ada di sana.


Gadis itu begitu kaget saat Arvin meraih pergelangan tangannya.


"Apa sebenarnya yang Mr mau bukankah Mr bilang akan mengeluarkan saya karena saya memiliki sugar Daddy... lalu kenapa? saat saya keluar dengan sukarela Mr tidak memberikan saya izin."ucap gadis itu.


Dia orang yang sangat berbahaya Shania kenapa? kamu bisa berurusan dengan mereka."ucap Arvin.


"Karena mereka adalah keluarga saya."ucap Shania.


Arvin langsung terdiam saat itu juga.


"Sekarang saya sudah bilang semua yang ingin Mr dengar anda bisa mengeluarkan saya sekarang juga."ucap Shania.


"Baiklah saya akan rapat bersama dengan guru-guru di sini."ucap Arvin.


"Tidak perlu Mr , mulai sekarang saya keluar dari sekolah ini."ucap Shania.


"Shania! apa? kau marah karena aku telah mengatakan banyak hal tentang pria itu."tanya Arvin.


"Tidak,,, itu urusan anda mau mengatakan apapun padanya, tapi saya jenuh sekolah disini saya akan pindah ke luar negeri."ucap gadis itu.


"Apa? ada sekolah yang menyenangkan bagi murid-muridnya selain sekolah TK."tanya pria itu.


"Mungkin,,,, saya tidak tau akan hal itu ."ucap Shania datar.


"Apa? kau tega meninggalkan adikku yang merupakan bagian dari kekasih mu jika kamu pergi nanti."ucap Arvin.


"Hahaha,,, kasihan,,, kekasih? yang benar saja, seharusnya Mr tanya dia terlebih dahulu sebelum Anda berbicara."ucap gadis itu tegas.


Shania hendak pergi tapi kemudian pria itu menahan tangan Shania.


"Ini ambilah maafkan jika selama saya mengajarmu aku terlalu banyak kekurangan."ucap Arvin.


"Saya juga minta maaf jika karena saya anda merasa terganggu dengan adanya saya disini."ucap Shanum.


Sementara pria itu kembali menahan Shania.


Aku tidak mengijinkan mu pergi jika kamu sedang salah pengertian seperti ini.


Shania menatap lekat wajah tampan yang kini ada di hadapannya itu.


"Apa eumm."kata-kata itu terhenti saat pria itu tiba-tiba membungkam bibir gadis itu dengan satu jari telunjuk.


"Jangan pernah pergi disaat kamu tidak pernah faham dengan apa? tujuan ku."ucap Arvin.


"Kurang mengerti bagaimana? saat ini anda ingin saya keluar dari sekolah ini, dan saya pun sudah keluar, tapi kenapa? anda terus menahan saya Mr."ucap Shania.


"Aku tidak pernah menginginkan mu keluar dari sekolah."ucap pria itu tegas.


"Tapi tadi sudah jelas anda mengatakan bahwa saat ini anda...Ah sudahlah besok saya akan memberikan surat pernyataan bahwa saya berhenti sekolah di sini."ucap Shania.


Perdebatan itu terus terjadi sampai akhirnya Arvin meminta Shania untuk untuk tidak berhenti dari sekolah tersebut.


Hingga bel pulang sekolah berbunyi Arvin meminta semua siswa untuk meminta Shania tetap tinggal di sekolah tersebut.


Sementara Shania menatap kesal pada pria yang kini tengah menatap lekat kearahnya.


Shania langsung pergi tanpa pamit dari dalam kelas saat itu juga.

__ADS_1


Sampai saat dia berada di parkiran sekolah tiba-tiba Arvin mendahuluinya menuju mobilnya.


__ADS_2