Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Dalam diam#


__ADS_3

Pagi hari nya Mikaila yang kini tengah berada di kampus dia.


Dia bersikap seolah dirinya tidak pernah mengalami apapun.


Gadis itu bahkan mengikuti materi kuliah seperti biasanya hingga jam kuliah kedua tiba dan kini giliran Gidion yang menjadi dosen nya.


Mikaila sempat berpikir untuk pergi bahkan dia sudah bangkit dari bangku yang ia duduki namun Gidion berkata jika saat ini dia akan memberikan ulangan dadakan.


Mikaila pun kembali duduk di bangku nya hingga Gidion membagikan lembar tugas tersebut.


Tepat saat dia tiba di depan bangku Mikaila pria itu sedikit membungkuk karena pura-pura menjatuhkan keras itu.


"Yang setelah selesai temui aku di ruangan"ucap nya lirih hampir tidak terdengar.


Mikaila hanya menatap sekilas setelah itu ia fokus dengan kertas yang disodorkan oleh Gidion.


Mikaila memang tidak mengiyakan perkataan pria itu tapi tapi Gidion yakin jika Mikaila akan datang.


sampai tugas itu selesai Mikaila pun datang ke ruangan Gideon secara diam-diam dia tidak ingin orang-orang curiga terhadapnya sampai di depan pintu tersebut dengan ragu Michael langsung membuka pintu ruangan tersebut dan Gideon dengan senyum manisnya pria itu pun menutup rapat pintu tersebut dan menguncinya dari dalam ginian menatap ke arah sambil mendekat pria itu berkata"Honey aku sangat merindukanmu, aku hampir putus asa karena memikirkan apa yang terjadi selama ini"ucap Gidion yang memeluk Mikaila.


Wanita itu pun membalas pelukan itu, meskipun pada awalnya dia ragu.


"Dion, kita tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, aku berharap kamu bisa menemukan bahagia mu setelah kita berpisah."ucap Mikaila.


"Tidak yang aku lebih baik mati daripada harus kehilangan mu!."ucap pria itu.


"Dion, ada atau tidak nya aku disisi mu tidak akan membuat mu bahagia karena keluarga mu tak akan pernah membiarkan aku hidup."ucap Mikaila sambil menatap lekat wajah tampan itu.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi setidaknya kita bisa pergi jauh aku punya sahabat yang bisa membuat kita hidup aman dan damai meskipun hidup sederhana."ucap Gidion.


"Aku tidak yakin untuk itu Dion, sudah lah kita bisa akhiri semua ini dengan damai aku janji jika bukan dirimu yang lebih dulu jatuh cinta pada wanita lain diluar sana, aku tidak akan pernah menghianati cinta yang ada di antara kita, intinya kita akan menjalani hidup masing-masing seperti sebelumnya."ucap Mikaila.

__ADS_1


"Tidak Yank tidak,,, aku tidak mau seperti itu!"ucap Gidion tegas.


Gidion memeluk Islam erat tubuh gadis itu dia bahkan mencium bibir istrinya dengan lembut hingga percintaan itu terjadi di ruangan yang terdapat sofa panjang tersebut.


Mereka yang masih saling mencintai dan terpisah oleh keadaan kini tengah larut dalam kerinduan yang tidak terbendung lagi, bahkan ada tangis di sela percintaan yang tengah terjadi.


Gidion berulang kali menanam benih cinta di rahim istrinya itu.


Dia ingin mereka segera memiliki anak agar Mikaila tidak lagi berada dalam bahaya karena mereka akan menerima Mikaila jika gadis itu mengandung cucu mereka.


Selepas percintaan itu, Gidion berkata pada Mikaila untuk tidak beraktivitas dulu selama dua Minggu dan Gidion bilang Mikaila bisa kuliah online selama dua Minggu ini.


Mikaila sempat protes dengan hal itu karena dia tidak mengerti apa? yang dimaksud oleh Gidion.


Sampai saat Gidion bilang bahwa mereka bisa saling berkomunikasi secara diam-diam lewat handphone yang Gidion beli lewat asisten pribadi nya.


Dengan cara dia memberikan sejumlah uang pada asistennya tersebut dan pria itu membeli handphone untuk pasangan meskipun handphone itu tidak terlalu mahal harganya.


Mereka tiba di apartemen yang kini dijaga ketat oleh orang-orang kepercayaan nya.


Mikaila buru-buru membersihkan diri di dalam kamar mandi.


Selama mandi Gadis itu terus tersenyum kecil, karena mengenang percintaan nya dengan suaminya itu.


Sementara itu Arman meminta orang kepercayaan nya membeli obat pencegah kehamilan seperti yang ia tahu bahwa tadi Mikaila dengan suaminya itu.


Arman bukan tega untuk melakukan itu tapi Kenzie yang meminta semua itu, seperti yang ia lakukan dulu saat Mikaila baru kembali dari Inggris.


Gadis itu tidak kunjung hamil karena dia diberi obat pencegah kehamilan oleh Sanum.


Sampai saat Mikaila baru selesai mandi Arman datang meminta dia untuk ditemani makan malam.

__ADS_1


"Temani aku makan."ucap nya datar.


"Heumm baiklah."jawab gadis itu.


Gadis itu langsung menggelengkan pakaian nya setelah memoles skincare di bagian wajah nya tersebut.


"Aku melihat mu sedari tadi senyum-senyum sendiri ada apa?... apa karena mendapat lotre"ucap pria itu.


Arman memandang lekat wajah cantik yang kini terlihat semakin berseri, saat ini.


"Aku tidak apa-apa hanya saja nilai ujian aku pasti sangat bagus"ucap gadis itu.


Mereka, berdua pun makan bersama sampai akhirnya tiba Mikaila meminum air yang sudah diberikan kehamilan pil pencegah kehamilan Mikaila sendiri tidak sadar dengan airnya yang sedikit keruh dia hanya mengira itu karena minumannya padahal itu adalah obat bukan sirup.


Mikaila, pun menghabiskan air itu karena merasa sangat haus dan kring di tenggorokannya.


Saat itu juga Arman menatap ke arahnya dengan sang pria itu merasa sangat karena sudah melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan.


Arman hanya mengikuti perintah dari Kenzie dan juga mereka tidak ingin mikaila kembali lagi pada Gidion yang jelas Mikail akan menderita seperti dulu .


Sampai saat ini Kenzie dan Sanum serta ketiga anaknya berada di Eropa. karena Kenzie mengurus perusahaan milik ayahnya Kenzo.


Kenzie, bahkan disibukan setiap harinya, untuk selalu sibuk dengan pekerjaan tersebut. sehingga dia jarang memiliki waktu untuk bersama dengan istri dan ketiga anak yang kini sudah masuk sekolah.


Ibu dari Kenzie pun sibuk umur keempat cucunya itu bahkan kira-kira Gerald sudah masuk SMP menjadi pria yang sangat tampan dan wajahnya mirip dengan Kenzie.


Kenzie sendiri merasa bangga karena punya Gerald yang selalu menemani kedua orang tuanya di sisa usianya yang kini sudah memasuki usia lanjut.


Pria itu, sangat berterima kasih kepada putranya yang kini sudah belajar bagaimana mengurus perusahaan meskipun hanya belajar, tapi sudah mengerti dengan semua yang diajarkan.


pria kecil itu, memang sangat cerdas dia juga ulet dalam belajar mengejar cita-citanya yang selalu diterapkan oleh Kenzo bahwa dia akan menjadi pria sukses di dunia ini.

__ADS_1


Mengandalkan kecerdasannya bahkan orang-orang yang sekolah di atasnya atau sering di bilang kakak kelasnya, mereka semua selalu iri dengan kecerdasan sendiri dikala sedang ada perlombaan apapun itu.


__ADS_2