Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Amal untuk orang tak mampu#


__ADS_3

Arvin pun hanya bisa menelan ludah saat melihat Shania memakan bakso tersebut.


Dia tidak ingin meminta itu meskipun dirinya mau karena bukan karena dia tidak suka bakso yang pedas itu tapi dia tidak ingin mengganggu kenikmatan calon istrinya saat ini.


Satu mangkuk besar bakso super pedas itu kini tinggal seperempat saja.


Shania bahkan sudah bercucuran keringat saat ini namun dia masih belum mau berhenti sambil berkata lezat berulang kali dia menyeruput kuah bakso tersebut.


"Sayang... kamu sudah keringetan begitu sudah ya, nanti takut sakit perut."ucap Shania.


"Tidak akan Yank,,,ini benar-benar sangat lezat."ucap Shania yang kembali menyeruput kuah bakso tersebut.


"Sayang kamu makan apa? sepertinya itu sangat lezat hingga lesehan begitu."ucap Sanum yang baru saja datang.


"Wah, mommy cobain deh ini paling mantap mom, ini hanya dijual di kantin sekolah Shania saja tidak dijual di tempat umum."ucap gadis itu.


"Mana sini mommy cobain."ucap Sanum.


"Masih ada di freezer Mom, Arvin tadi sengaja simpan buat stok kalau Shania mau ambil saja."ucap Arvin.


"Ini juga dimasak sama kak Arvin mom makanya lezat."ucap Shania.


"Heumm... pantes saja sampai segitunya, biar mommy masak sendiri saja mommy juga mau buat untuk Daddy."ucap Sanum.


"Buat apa? sayang."ucap Kenzie yang baru bergabung.


"Bakso cinta Daddy, jika dulu daddy ingin makan mie cinta terpanjang dan super pedas dengan mommy tapi tidak kesampaian karena mommy menolak itu, sekarang mommy akan buat bakso cinta untuk kita berdua."ucap Sanum sambil terkekeh saat teringat Kenzie yang memaksakan diri memakan mie cinta itu hingga akhirnya dia sakit perut dan tidak bisa masuk kerja saat itu Sanum pikir Kenzie tidak mau bertemu dengannya tapi ternyata sakit perut gara-gara itu.


"Masih ingat saja kamu honey padahal itu sudah puluhan tahun berlalu."ucap Kenzie.


"Dimana? itu mom."tanya Shania.

__ADS_1


"Di luar kota sayang mungkin saat ini tempat itu sudah tutup karena berganti dengan yang baru."ucap Shanum.


"Heumm... benarkah mom, jika masih ada aku sama kak Arvin akan pergi kesana."ucap Shania begitu antusias padahal bakso itu juga belum habis.


"Habiskan dulu itu sayang mommy bisa buatkan itu nanti jika kalian sudah menikah karena bahaya jika itu dimakan saat ini. itulah alasannya kenapa? mommy tidak mengindahkan Daddy mu. karena saat itu kami belum menikah dan satu lagi mommy tau daddy tidak pernah makan makanan pedas."ujar Shanum.


"Wah sayang sekali itu dilewatkan padahal kalau mommy dan daddy produksi Shania lebih awal dari kedua Upin Ipin itu mungkin saat ini Shania sudah menikah dengan kak Arvin ya kan kak."ujar Shania.


Sontak mereka tertawa terbahak-bahak saat mendengar Shania mengejek kakaknya seperti kembar Upin dan Ipin yang memiliki hobi yang sama itu .


"Sayang jangan keterlaluan biar bagaimanapun mereka kakak mu."ucap Mariana.


Wanita lanjut usia itu ikut bergabung bersama suaminya.


"Omah cobain deh ini lezat."ucap Shania.


"Omah tidak suka makan bakso sayang."ucap Mariana.


"Heumm...pantas saja daddy tidak suka makan pedas, rupanya omah pun sama."ucap Shania.


Mereka pun bercengkrama bersama, bahkan saat ini canda tawa itu pecah saat Shania terus berbicara yang mengundang tawa.


Saat ini Sanum hanya duduk diam tak memasak seperti biasanya saat ini ada koki baru yang Kenzie pekerjakan agar istrinya bisa istirahat.


Kenzie tidak ingin istri terus mengurus semuanya . karena Sanum sudah tidak lagi muda meskipun dia awet muda hingga saat ini karena rajin berolahraga dan perawatan tubuh tapi usia tidak bisa bohong.


Kenzie ingin istrinya hanya mengurusi dirinya saja.


Arvin pun sangat menyukai prinsip Kenzie calon mertuanya itu selalu memperlakukan istrinya penuh cinta.


Sampai saat selesai makan malam bersama Arvin pun pamit pulang pada semuanya terutama Shania yang tetap kekeuh ingin ikut pulang bersama dengan Arvin.

__ADS_1


Sekembalinya dari Mension tersebut Arvin mendapati Karin yang kini tengah menangis memohon untuk diberikan kesempatan pada Arvin dan ibunya untuk bisa kembali pada Arfan tapi nyonya Ervina jelas-jelas menolak hal itu.


Dia tahu Karin yang kini keluarganya sudah bangkrut dan kedua orang tuanya itu sudah bunuh diri hingga dia hidup sebatang kara dan tidak punya apa-apa.


Nyonya Ervina hanya memperbolehkan dia untuk tinggal di sana dengan syarat Karin mau menjadi pelayan di rumah itu.


Arvin sebenarnya merasa iba tapi biar bagaimanapun kesalahan Karin sudah tidak termaafkan.


Arvin pun hanya bisa memberikan sejumlah uang pada Karin, itu untuk mencari kontrakan setelah itu terserah Karin mau bagaimana untuk bertahan hidup.


Karin awalnya menolak tapi saat Arvin berkata ambil itu jika dia tidak ingin menjadi gembel di jalanan akhirnya Karin pun mau menerima itu.


Uang sebesar tiga puluh juta itu Arvin berikan sebagai sumbangan untuk orang yang tidak mampu.


Sementara calon istrinya saja tidak pernah dia beri uang, karena Shania punya semua dan dia memang bukan perempuan materialistis.


Sampai saat ini Shania hanya akan di traktir makan bukan karena dia tidak punya uang untuk itu, tapi menghargai calon suaminya itu.


Arvin sangat bersyukur karena tidak jadi menikah dengan Karin, dan itu semua berkat Kenzie.


Arvin bahkan tidak mengeluarkan uang sedikit pun kecuali cincin tunangan itu, karena Kenzie sampai saat ini meminta Arvin untuk menabung untuk masadepan mereka berdua kelak karena dia tidak ingin melihat putrinya hidup susah.


Meskipun Kenzie juga mewariskan harta yang berlimpah untuk putrinya itu, dia berharap Arvin bisa mengelola itu sampai akhirnya harta itu turun ke anak cucunya kelak.


Tidak hanya Shania putri kandungnya yang mendapat harta tersebut, Julia juga mendapatkan hak yang sama namun Vino menolak itu karena dia juga memiliki harta yang cukup banyak dan cukup untuk menghidupi keluarganya sampai anak cucu mereka nanti.


Akhirnya milik Julia diberikan pada Sanum istrinya yang sama memiliki perusahaan yang sampai saat ini dikelola oleh asisten pribadi nya.


Samun hanya menabung semua itu untuk masadepan anak cucu mereka kelak jika mereka mau menerima itu.


Arvin pun langsung bergegas menuju kamar untuk istirahat, setelah memastikan seluruh ruangan aman tidak ada penyusup atau hal yang akan membahayakan setelah kedatangan Karin tadi.

__ADS_1


Arvin yang sudah membersihkan diri di Mension Shania dia hanya ganti baju dan langsung tidur untuk menyambut hari esok yang lebih baik.


Sementara Shania kini tengah gelisah karena salah satu asisten rumah tangga Arvin mengirimkan foto Karin yang tengah menangis sesenggukan memohon pada Arvin untuk dikasihani.


__ADS_2