
"Mas aku mohon biarkan aku keluar,aku sudah sangat kedinginan aku mohon,aku kedinginan...mas! aku mohon"ucap Mariana yang kini meracaw karena kedinginan.
"Kamu sudah berani pergi dengan pria lain, bahkan tindakan mu, begitu tidak bermoral, akan ditaruh di mana muka ku, jika Daddy tau"ucap Kenzo, pria itu langsung pergi meninggalkan Mariana yang kini tengah terduduk di lantai kamar mandi.
"Mas, aku hanya memenuhi undangan pesta dan aku minum sedikit tapi aku tidak berselingkuh mas kamu tega menghukum ku seperti ini"ujar Mariana yang langsung pergi mengejar Kenzo, yang kini tengah duduk di sofa kamar mereka.
"Diam! kamu Mari, sudah salah masih ingin membela diri" bentak Kenzo, yang kini mengingatkan dia terhadap almarhum ayahnya jika tengah marah besar padanya.
ayah mari adalah pria lemah lembut pada keluarga nya, tapi jika ada yang membuat kesalahan yang sangat besar dia akan lebih marah lagi, pria itu selalu berkata begitu jika Mariana yang salah hendak membela diri.
"Ayah... hiks hiks hiks, tiba-tiba saja Kenzo langsung membelalakkan matanya, saat mendengar Mariana menangis memanggil ayah nya, ada rasa sakit dan tidak tega begitu campur aduk perasaan Kenzo saat ini.
pria itu pun mengalah dia langsung mengangkat tubuh Mari menuju walk in closed.
sesampainya di sana dia langsung memberikan celana bokser baru miliknya dan t-shirt berwarna putih yang sudah dipastikan akan kedodoran tapi beruntung bokser itu elastis jadi lebih mirip hotpants, dan itu mampu membuat Mariana, semakin seksi di mata Kenzo.
setelah memakai kan baju Kenzo kembali menggendong Mariana, keatas ranjang setelah itu dia hendak pergi tapi Mariana langsung bangkit di atas ranjang empuk dan mengalungkan tangannya di leher pria tampan dan tegap itu.
"Maafkan aku honey... please"ucap Mariana, benar-benar tulus.
"Minta maaf dengan baik"ucap Kenzo.
Mariana pun menunduk karena kini dia lebih tinggi dari Kenzo.
wanita itu langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Kenzo, dan memberikan sebuah kecupan manis, tapi pria itu langsung menahan tengkuk Mariana karena menginginkan lebih dari itu.
sementara Deswita saat ini dia dibawa pulang ke rumah pribadi milik Adri, laki-laki itu langsung membawa Deswita kedalam kamar nya.
"Mas lepas Adri aku mohon, jangan kita sudah sepakat untuk berpisah"ucap Deswita yang kini dalam pengaruh alkohol.
"Jangan bermimpi, bahkan aku akan menghentikan laju jam untuk membuat mu tetap berada di samping ku, selalu bersama ku, meskipun aku harus menikah dengan nya"ucap Adri tegas.
"Kamu sudah gila, Adri aku tidak Sudi untuk dimadu lebih baik aku mati daripada harus berbagi suami dengan orang lain, dengar itu Adri, aku akan bunuh diri, jika kamu berani menghancurkan hati ku lagi"ucap Deswita.
"Akan aku pegang kata-kata mu itu Sayang, aku akan menunggu saat- saat kamu bunuh diri karena aku akan membantu mempermudah proses kematian mu"ujarnya bukan malah menenangkan tapi malah membuat Deswita bergidik ngeri, apa? dia salah mengawini manusia, itu pikir nya.
Adri hanya tersenyum melihat ekspresi Deswita yang sedikit kaget.
"Aku tidak jadi, bunuh diri lebih baik aku juga menikah lagi, enak saja aku mati kamu kawin lagi, tidak ada"ucap Deswita tegas.
kini giliran Adri yang membulat kan mata nya, serasa tak percaya kok, ada wanita yang seperti ini dihadapan nya jujur saja terlihat sangat lucu.
Adri menggendong Deswita menuju ranjang wanita itu hanya diam tak berkata apa-apa hingga saat Adri ingin mencium bibir Deswita tiba-tiba.
uwo... hek .,...uwo..hek.
Deswita memuntahkan seluruh isi perutnya mungkin karena terlalu banyak minum atau apa? dia begitu jijik melihat Adri, itu adalah pikiran pria itu.
Adri langsung membantu istrinya bersih-bersih setelah wanita itu selesai muntah tidak hanya itu dia kembali membantu wanita itu untuk mandi dengan baik karena seperti setelah muntah wanita itu semakin tidak fokus.
__ADS_1
wanita itu sepertinya semakin mabuk sama halnya dengan Mariana yang kini tengah bercinta dengan Kenzo, Mariana bahkan sama sekali tidak membahas Lion yang sudah menjadi adiknya itu meskipun tidak lazim tapi ikatan batin Lion dan Mariana ternyata sangat kuat.
Mariana begitu terlihat liar saat dirinya sedang mabuk seperti saat ini, dan Kenzo tidak suka itu, dia langsung menghentikan percintaan nya, dan itu membuat Mariana sedih apa yang Kenzo pikirkan saat ini, mungkinkah dia mengingat istrinya.
Mariana langsung pergi menuju kamar mandi dia langsung membersihkan diri tepat pukul sepuluh malam.
Mariana, pun langsung bergegas menuju walk in closed, dan berganti pakaian dengan pakaian tidur, setelah itu dia langsung pergi tidur kebawah untuk melihat ada makanan apa? di lemari pendingin karena perutnya benar-benar sangat lapar.
Mariana membuka kulkas tersebut dan dia kaget karena kulkas tersebut terisi penuh dengan sayur dan buah susu rendah kalori dan beberapa paket roti.
Mariana sudah sangat lapar dia tidak menunda lagi dia langsung membuat salad buah dan sandwich isi tuna, Mariana pun membawa makanan tersebut ke meja makan.
Mariana pun langsung melahap nya, tanpa mengajak suami nya, yang kini tengah berdiri di hadapan nya.
Mariana begitu cueknya, dia merasa kecewa dengan sikap Kenzo yang aneh.
"Jangan terlalu banyak makan di jam segini nanti perutmu sakit yang"ucap Kenzo lembut.
kata-kata Kenzo mampu membuat Mariana, mematung sesaat lalu dia membalas ucapan Kenzo.
"Lebih baik sakit perut, dari pada sakit hati karena ditinggalkan saat tengah bercinta, oleh pria yang berstatus suami serasa selingkuhan"jawab Mariana.
"Mari!! jangan pernah katakan itu, aku melakukan itu karena aku tidak ingin melihat istri yang ku cintai bersikap seperti wanita penghibur,aku tidak ingin itu, karena hubungan yang aku jalin bukan untuk sekedar mencari kepuasan tapi aku benar-benar ingin kita benar-benar memiliki sebuah keluarga ,karena aku sangat mencintaimu"ucap Kenzo.
"Bukan kah itu yang selalu pria inginkan, aku sudah berusaha belajar dengan baik selama ini, untuk bisa memuaskan pria yang akan menjadi suamiku, agar hinaan itu tidak kembali aku dengar"ujar Mariana, sambil bercucuran air mata, kata wanita penghibur yang Kenzo ucapkan, dan cacian Dion, saat mengatakan bahwa ia tidak pernah bisa memuaskan nya, air mata itu tumpah hingga bercucuran kedalam mangkuk salad buah itu, sementara Kenzo langsung menghentikan tangan Mariana yang terus menusuk sendok itu kedalam mangkuk.
"Stop sayang jangan menangis maafkan aku, aku tau, masalalu mu begitu menyakitkan tapi tidak semua pria seperti dia, aku tidak membutuhkan kerja keras wanita, untuk memberikan kepuasan, justru aku lah yang harus memenuhi kebutuhan wanita ku mulai dari wanita urusan finansial dan juga urusan ranjang"ucap Kenzo lembut.
setelah berbicara panjang lebar, saat ini Mariana dan Kenzo kembali ke kamar mereka, pun tertidur pulas hingga pagi hari.
keesokan paginya Mariana sudah terlihat sangat segar dia turun mencari Kenzo, yang sudah tidak ada di kamar nya, Mariana berpikir bahwa mungkinkah Kenzo sudah berangkat ke kantor, tapi kenapa? tidak membangunkan nya.
Mariana pun berjalan menuju dapur di apartemen mewah itu, dan dia langsung disambut dengan senyuman manis dari suaminya itu yang kini sudah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
"Mas, aku bisa membuat nya, sendiri seharusnya kamu bangunkan aku jika ingin segera sarapan, apa?? hari ini akan bekerja"tanya Mariana.
"Tidak sayang bukan ingin sarapan lebih awal hanya ingin membuatkan sarapan pagi untuk istri tercinta ku"ucap Kenzo sambil mengecup mesra bibir istri nya itu.
Mariana pun langsung bergegas menuju meja makan, membantu suaminya membawa nampan yang Kenzo bawa.
Mariana pun langsung menyantap sarapan pagi yang terlihat menggoda itu, Kenzo memang pandai dalam memasak, dan Mariana sungguh sangat beruntung, selain sangat tampan dia juga pebisnis tangguh dan pandai memasak, nikmat mana lagi yang kau dusta kan.
sementara wanita kini mulai sadar bahwa tidak semua laki-laki sama dengan mantan suaminya itu.
"Mas, maaf kan aku jika selama ini aku sudah berbuat seenaknya, itu karena aku tidak bisa menerima pernikahan yang kita jalani selama ini, setelah trauma berat atas sebuah pernikahan yang sangat menyakitkan, dan itu membuat ku, tidak percaya dengan semua laki-laki kecuali ayah ku sendiri, dan saat pernikahan itu terjadi, aku merasa frustasi karena hari-hari menyakitkan itu akan terjadi, hingga aku melupakan semua kewajiban ku sebagai seorang istri"ujar Mariana.
"Tidak masalah sayang aku mengerti ,aku tidak akan menerapkan aturan kaku itu, kita bisa bekerja sama untuk menjalani semua nya, dan kita akan menjadi keluarga bahagia"ucap Kenzo.
"Tapi bagaimana jika aku benar-benar tidak bisa memberi mu anak, apa? kamu akan menikah lagi dengan wanita lain"ucap Mariana bertanya.
__ADS_1
"Ya mungkin saja, tapi itu hanya untuk keturunan bukan karena aku mencintai wanita itu, tapi aku lebih berharap kamu lah wanita yang melahirkan putra putri ku, karena selain aku sangat mencintaimu aku juga akan sangat mencintai mereka semua"ucap Kenzo.
"Tapi aku tidak mampu untuk itu, dan lebih baik kamu ceraikan aku saja daripada aku harus kembali terluka karena semua itu"ucap Mariana.
"Yang kamu, selalu berpikiran negatif, begitu aku mengatakan itu, ada atau tidak ada anak bagiku tidak masalah kita bisa mengadopsi anak dari panti asuhan, dan dengan begitu anak kita akan lebih banyak, karena aku akan mengangkat mereka semua, tapi jika kita punya anak sendiri aku akan lebih bahagia lagi" ucap Kenzo.
Mariana berlinang air mata, dia langsung bangkit dan berhambur memeluk erat suaminya itu.
"Terimakasih mas, terimakasih hiks hiks hiks terimakasih"hanya itu yang mampu Mariana katakan.
"Sama-sama sayang, aku aku juga berterima kasih karena kamu sudah bersedia menikah dengan pria seperti ku"ucap Kenzo lembut.
kehidupan Mariana, saat ini begitu bahagia, Kenzo sudah resmi bercerai dengan istri pertama nya yang selalu menghianati nya, Kenzo juga sudah mempublikasikan pernikahan mereka meskipun persyaratan dari Georgio,agar Kenzo memberikan dia cucu terlebih dahulu sebelum ia melakukan itu.
tapi berkat berita besar itu, akhirnya Mariana pun hamil mungkin karena moodnya sudah jauh lebih baik, dan kebahagiaan itu membuat hormon Mariana jauh lebih baik.
kini kehamilan nya, sudah berusia lima bulan sedang puncaknya mengidam apalagi bayi tampan yang ada di rahimnya itu, selalu menginginkan Daddy nya kesulitan, seperti saat ini Mariana tiba-tiba bangun karena merasa lapar dan ingin makan sesuatu.
Mariana pun membangunkan suaminya yang baru saja memejamkan mata.
"Mas bangun sayang, aku sangat lapar aku mohon belikan aku makanan yang dijual di restoran Deswita"ucap Mariana.
"Yang.... yang benar saja saat ini restaurant sudah tutup kamu tau sendiri kan"ucap Kenzo.
"Aku tidak mau tau pokonya kamu harus dapat kan itu, putra ku sangat menginginkan itu"ucap Mariana yang langsung mengelus perut buncit nya.
"Yang dia juga putra ku, putra kita berdua ucap Kenzo.
"Ya makanya buruan beli"ucap Mariana.
"Iya sayang"ucap Kenzo.
Kenzo pun meraih ponsel nya, dan hendak menghubungi Adri, tapi Mariana menggeleng kan kepala nya, karena Mariana ingin Kenzo sendiri yang memasak semua menu yang dia mau di restaurant tersebut.
Kenzo langsung pergi menuju restaurant tersebut yang mungkin sudah tutup tapi bukan Kenzo namanya jika tidak bisa mendapatkan apa? yang dia mau pria itu lebih rela kehilangan uang banyak daripada harus melihat bumil ngambek.
Kenzo membawa Adri dengan paksa menuju restaurant mantan istri nya itu.
Ya, Adri terpaksa melepaskan istrinya itu, karena Adri tidak tega melihat istrinya kesakitan setiap kali melihat Adri, bermesraan dengan istri sahnya, walaupun itu tidak sengaja.
Adri, sangat mencintai Deswita, tapi dia tidak bisa menolak perjodohan tersebut, dan untuk memiliki anak, yang orang tuanya inginkan.
Deswita bahkan sempat keguguran setelah perpisahan mereka, dia sengaja merahasiakan kehamilan nya pada Adri, dan karena guncangan perceraian itu akhirnya ia pun harus mengikhlaskan kepergian calon anak nya.
hingga saat ini dia selalu memilih untuk menghindari Adri, dan tanpa Kenzo sadari dia sudah membawa pria yang selalu Deswita hindari.
saat ini Kenzo tengah berdiri di depan pintu apartemen Deswita, pria itu sedang meminta bantuan kepada Deswita dan dia menjanjikan sesuatu yang sangat besar dan cukup menggiurkan, tapi tiba-tiba mata Deswita melihat mantan nya itu, Deswita meminta Kenzo menunggu nya, dan tidak lama Deswita kembali tapi dia hanya memberikan kunci restaurant nya itu.
"Ini kuncinya tuan bisa pergi sendiri ke sana aku masih ngantuk setelah selesai tuan bisa membawa kunci nya pulang aku tutup restaurant besok, dan akan mengunjungi keponakan ku besok"ucap Deswita yang langsung menutup pintu, karena tidak ingin berlama-lama di tatap oleh pria yang sangat sulit untuk ia lupakan, hatinya begitu perih setiap kali melihat pria itu.
__ADS_1
"Apa?? kau tidak ingin kembali padanya"ujar Kenzo yang melihat sepupunya terdiam sedari tadi.
Adri tidak menjawab dia hanya diam seribu bahasa, tapi Kenzo tau sepupunya itu masih sangat mencintai wanita itu.