
Wanita itu masih terlelap hingga siang hari mungkin karena pengaruh alkohol.
Kenzie sendiri kini tengah mengantar Queen kuliah adik kesayangannya itu bahkan minta bertemu dengan Sanum, setelah pulang kuliah.
Sementara itu Kenzie bingung karena harus membiarkan Queen melihat dirinya mengurung mantan asisten pribadi nya itu di rumah miliknya sendiri.
Kenzie bingung harus menjawab apa? jika Queen bertanya.
Sanum sendiri dia bangun dan langsung bergegas menuju kamar kepalanya terasa pusing, dia berjalan berpegangan hingga tiba di dekat bathtub, dia mengisi nya dengan air hangat dan Sanum pun mencampurkan sabun aromaterapi kedalam nya, lalu setelah bathtub itu sudah terisi setengah nya, dia langsung masuk ke dalam nya dan berendam di sana sambil memejamkan mata nya bersandar di sana.
Saat ini Kenzie sendiri tengah berkutat dengan pekerjaan nya, dia ingin segera menyelesaikan nya saat ini juga, karena Kenzie harus menemui Sanum terlebih dahulu.
Kenzie ingin Sanum bersikap normal di hadapan Queen, karena saat itu dia akan menarik anak buah nya untuk mengawasi Sanum, dari kejauhan.
"Bos, ini jadwal mu hari ini maaf terlambat memberi tahu" ujar Yudha.
"Yudha, kosongkan jadwal ku hari ini atau kau saja yang gantikan aku harus membawa Queen, bertemu dengan Sanum, dan satu lagi bantu Sanum, untuk berinvestasi di perusahaan yang aku dirikan tanpa sepengetahuan Daddy, agar dia memiliki penghasilan meskipun tidak harus bekerja keras"ujar Kenzie.
"Baiklah bos, oh iya bos, apa? semalam Sanum melakukan sesuatu di luar batas"tanya Yudha.
"Hampir saja, aku mengurung nya di rumah nya saat ini mereka menjaga ketat rumah tersebut"ujar Kenzie.
"Apa? itu tidak keterlaluan bos" tanya Yudha.
"Kau bilang keterlaluan, lebih keterlaluan mana dia yang ingin menjadi kupu-kupu malam, dengan aku yang mengurung nya, ok dia frustasi karena perkataan Daddy dan orang-orang yang mengenal nya, tapi tidak seharusnya dia malah ingin mengiyakan tuduhan itu" ujar Kenzie kesal.
"Hidup memang terkadang tidak bisa disebut pilihan, buktinya wanita malang itu, tidak bisa memilih dari siapa? dia akan terlahir dan dengan siapa? dia akan menikah, yang jelas semua adalah takdir dari yang maha kuasa"ujar Yudha.
"Aku sudah tandatangani semua berkas ini tolong kamu cek lagi jika ada kesalahan segera perbaiki"ujar Kenzie yang kini berjalan terburu-buru sambil meraih jas yang sedari tadi tergantung di belakang kursi kebesaran nya.
Yudha langsung mengangguk dia buru-buru pergi menuju tempat meeting karena Kenzie saat ini tidak punya waktu, dan Yudha harus selalu siap mewakili CEO, kapan pun itu.
Hingga saat Kenzie tiba di lobby tiba-tiba wanita cantik itu datang tepat di hadapan nya menghadang langkah Kenzie.
"Sayang kamu buru-buru banget mau menyambut ku ya"ujar Mila, gadis cantik yang berprofesi sebagai model terkenal itu.
"Aku sedang ada pertemuan penting, kamu bisa menunggu ku,atau mengobrol dengan sekertaris ku"ujar Kenzie.
"Kenzie, ayolah aku sudah meluangkan waktu untuk ini, masa kamu tidak bisa"ujar Mila.
"Maaf nona jika kau tidak bisa bersabar menunggu, lebih baik kau cari pria lain saja"ujar Kenzie sambil berlalu.
pria itu langsung pergi meninggalkan gedung perkantoran dengan mobil Ferrari berwarna hitam, miliknya menuju ke kediaman Sanum, dimana wanita itu kini tengah duduk dengan kesal karena tidak bisa pergi ke luar padahal dia sedang ingin makan sesuatu.
Sesampainya di depan garasi rumah yang luas itu, Kenzie langsung keluar dari mobil di sambut hormat oleh para anak buahnya saat itu juga, Kenzie masuk kedalam sambil membawa makanan yang Sanum ingin kan sesuai yang orang nya beritahukan tadi.
"Sayang kamu sedang apa?" tanya Kenzie.
Tapi tidak ada jawaban dari bibir Sanum selain menatap Kenzie penuh kemarahan.
"Sayang semua itu aku lakukan demi kebaikan mu"ujar Kenzie yang kini duduk di samping Sanum sambil membelai rambut lurus wanita cantik itu.
"Tidak usah basa-basi, sekarang katakan untuk apa anda datang kerumah saya, kita sudah tidak punya hubungan kerja sama apapun" ujar Sanum.
"Sayang hey dengarkan aku, aku"
"Cukup Ken, sebaiknya kamu pulang sebelum ayah mu mempermalukan aku didepan orang banyak lagi, sakit tau gak, kamu pikir hidup seperti aku ini enak, heuhhhhh aku bahkan tidak pernah bermimpi untuk menikah dengan mu, aku tidak berani memimpikan itu, karena aku sadar Ken, Aku sadar aku tidak sepadan dengan mu, belum lagi aku hanya seorang anak germo"ujar Sanum yang langsung beranjak pergi meninggalkan Kenzie menuju lantai atas.
__ADS_1
"Sayang, kamu salah faham"ucap Kenzie.
Sanum pun tidak menggubris pria itu, Kenzie tidak berdiam diri, dia langsung pergi ke dapur dan mengambil piring atau mangkuk untuk menunaikan makanan berkuah pedas itu kedalam nya dia juga membawa air kemasan dalam botol yang dia ambil dari dalam kulkas.
"Sayang kamu belum makan bukan, ini aku bawakan Bakso yang kamu inginkan kemarilah aku suapi"ujar Kenzie yang kini melihat, Sanum berbaring di atas ranjang dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya itu.
"Sayang , aku minta maaf atas nama Daddy, tapi aku berani jamin bahwa mereka semua tidak ada yang akan memandang mu sebelah mata lagi"ucap Kenzie.
"Aku bukan anak TK yang bisa kamu bodohi aku tau, semua orang di kantor mu saat ini tengah membicarakan tentang ku"ujar Sanum.
"Tidak ada sayang jika pun ada aku adalah orang pertama yang akan tau itu" ucap Kenzie.
"Tolong tinggalkan aku sendiri, dan bawa pergi orang-orang mu, aku janji tidak akan pernah keluar rumah lagi sampai aku mati nanti, dan jangan pernah datang lagi ke sini"ucap Sanum.
"Sanum, aku melakukan ini demi kebaikan mu, kamu harus nya tau itu"ucap Kenzie.
Sanum langsung bangkit lalu bertanya"Kebaikan katamu, apa? nyawa ku terancam, apa? sesuatu yang salah sudah aku perbuat"ujar Kenzie.
"Ya, kau hampir menjadi wanita bodoh yang menjual diri hanya karena kamu frustasi, apa? itu bukan kesalahan maksud mu"ucap Kenzie yang kini menatap tajam kearah nya.
Nyali wanita itu pun menciut saat Kenzie berjalan mendekat ke arah nya Sanum pun mundur perlahan hingga dia terjerembab ke atas ranjang empuk tersebut.
"Aku bisa membayar mu dengan sangat mahal jika memang kamu berniat untuk menjual diri mu, aku bisa membayar lebih tinggi untuk setiap kehangatan yang kau berikan saat ini juga, bagaimana apa? kau masih berani ingin menjual diri mu lagi, silahkan katakan berapa nominal yang harus aku bayar"tantang Kenzie.
..........................................
"Kau kira aku wanita seperti itu?"ucap Sanum, yang kini melotot tajam kearah Kenzie.
Pria itu tersenyum mengejek, sambil berkata"Apa? kau benar-benar hilang ingatan, atau memang suka berpura-pura, biar aku ingatkan lagi semuanya"ujar Kenzie yang langsung memberikan ponsel nya, dia memperlihatkan video, saat Sanum berada di klub malam tersebut.
Seketika Sanum melempar ponsel Kenzie ke sembarang arah, beruntung jatuh di atas sofa, karena jika itu terjadi mungkin Sanum tidak hanya harus memberikan ganti rugi tapi juga denda atas kerugian perusahaan karena disana terdapat data penting tentang perusahaan.
Plak.....
Tamparan keras itu mendarat di pipi Kenzie, Sanum terlihat melotot tajam dengan air mata yang meluncur tanpa permisi.
"Pergi dari rumah ku sekarang juga tuan Kenzie yang terhormat, aku tau aku terlalu rendah di matamu, sekalipun aku menjadi pelacur aku tidak akan pernah Sudi untuk melayani mu,kau dengar itu!"teriak Sanum dihadapan Kenzie.
Wanita itu pun pergi meninggalkan Kenzie dia masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi setelah itu dia menyalakan keran air yang terdengar nyaring Kenzie tau Sanum sedang putus asa, dia tidak mau sesuatu terjadi dia mendobrak pintu bertepatan saat Sanum akan memotong nadi nya, Kenzie langsung berteriak.
"Sanum!!"beruntung belum sempat tergores terlalu dalam hingga hanya mengenai kulit luar saja meskipun tetap berdarah.
"Lepas Ken,,, biarkan aku mati saja, tidak ada gunanya aku hidup, aku tidak punya siapa-siapa lagi, lepas berikan itu padaku Ken,,, aku ingin mati saja!"teriak Sanum.
Kenzie pun berjongkok di hadapan Sanum, dia meraih saputangan di saku celana nya, dan mengikat tangan Sanum untuk menghentikan pendarahan sebelum dokter datang.
Sanum, hanya menatap sendu pada pria tampan yang kini berada di hadapan nya, memperlakukan dia dengan lembut.
Sanum, melihat bekas tamparan itu di pipi Kenzie dia mengelus itu,"Maafkan aku Ken, aku sudah menyakiti mu, kamu boleh tampar aku agar kita impas"ujar Sanum.
"Kamu tau sayang,,, sekalipun aku marah padamu aku tidak akan menggunakan tangan ini untuk melukai mu"ucap Kenzie sambil mengusap air mata Sanum dengan jempol nya.
"Jangan menangis lagi ayo kita kedalam tunggu di kamar Dokter akan datang sebentar lagi"ujar Kenzie.
Sanum pun berdiri tapi bukan nya berjalan dia malah menghambur memeluk pria itu, dia terus meminta maaf pada Kenzie, hingga pria itu pun berbalik badan dan memeluk Sanum .
"Jangan bersedih, kamu tidak bersalah, aku tidak pernah marah padamu sayang sekuat apapun kamu memukul ku, aku tidak akan marah, asal kamu puas dan tidak lagi menangis, aku tidak bisa melihat mu seperti ini"ucap Kenzie sambil mengecup kening Sanum.
__ADS_1
Mereka pun keluar dari dalam kamar mandi secara bersamaan, bahkan Kenzie dengan setia nya merangkul pinggang Sanum sambil menggenggam tangan yang kini terluka.
"Duduk lah sayang, sebentar lagi Dokter akan datang, aku akan turun untuk meminta salah satu dari mereka untuk menjemput Queen, adikku ngotot ingin datang ke sini untuk bertemu dengan mu, aku harap kamu tidak keberatan"ucap Kenzie lembut.
Sanum hanya mengangguk.
Kenzie pun turun dia menyambut dokter, dan juga meminta anak buah nya untuk menjemput Queen di kampus.
Kenzie pun membawa Dokter naik ke ruangan atas, dan sesampainya di sana, Sanum sudah berada di luar kamar menurut nya, selain Kenzie dan Yudha, tidak boleh ada orang lain lagi yang masuk, Yudha pun jika dia di perintah Kenzie, pria itu tidak akan masuk sembarangan.
"Sayang kenapa? keluar"ujar Kenzie.
"Tidak apa-apa, disana saja"ujar Sanum menunjuk ruang santai yang ada di lantai tersebut.
"Duduk lah sayang"ucap Kenzie.
"Heumm" jawab Sanum.
"Luka gores nya cukup dalam beruntung tidak kena urat nadi, tapi anda harus tahan saya akan jahit lukanya"ujar sang dokter
Kenzie, sempat kaget, karena yang dia lihat tadi hanya luka gores, tapi mungkin tertutup darah jadi tidak terlalu kelihatan.
"Sayang kamu harus kuat"ujar Kenzie yang melihat Sanum meringis setiap kali Dokter menusukkan jarum yang menusuk pergelangan tangan Sanum ini.
"Sudah selesai, setelah ini jangan sampai luka itu terkena air, sampai jahitan nya benar-benar kering"saran dokter.
"Kak Sanum!! I'm coming"ujar Queen yang kini berlari menuju lantai dua dengan menaiki tangga tersebut.
"Queen sudah datang"ucap Kenzie.
"Biarkan dia naik"kata Sanum.
"Kalau begitu saya permisi dulu, jangan lupa obat nya diminum secara teratur"ujar dokter tersebut.
"Mari saya antar"ujar Sanum.
"Tidak perlu sayang biar aku saja"kata Kenzie.
"Hi,,,,kok ada dokter apa? kak Sanum sakit" tanya Queen heran.
"Kakak ipar mu terluka sayang, jadi hari ini kalian tidak bisa pergi keluar, dan kita hanya akan menghabiskan waktu di rumah"ujar Kenzie.
Sementara itu Sanum, yang mendengar kata-kata itu langsung membulat kan mata nya seketika itu, bagaimana bisa Kenzie, dengan gamblang nya mengakui dia sebagai istri nya.
"Tidak apa-apa deh, disini juga seru, sepertinya aku akan mengobrak-abrik isi rumah kakak ipar ku ini"ujar Queen.
"Heumm" ucap Sanum lirih.
"Nona Queen disini tidak ada yang aneh, lagipula saya baru pindah"ucap Sanum.
"Kakak ipar, bicaranya jangan kaku gitu ya aku itu adik ipar mu"ucap Queen.
"Maaf nona, tapi kakak ipar anda yang sebenarnya bukan saya, tuan Kenzie hanya bercanda, calon istri kakak Anda adalah Nona, Karmila, model papan atas itu"ucap Sanum.
"Queen, dia hanya sedang cemburu dan marah dengan kakak, lihat saja tangan nya sampai terluka kamu ngerti bukan"ucap Kenzie, yang kini menatap lekat wajah Sanum yang juga tengah menatap nya.
"Kakak ipar tidak usah khawatir, biar Queen yang bilang pada mommy jika kakak berbuat macam-macam pada kakak,atau menduakan mu"ucap Queen.
__ADS_1
"Nona, saya mohon jangan katakan apa-apa pada mommy Anda, saya dan kakak anda ti"
"Queen, sebentar lagi kamu akan menjadi aunty, karena kak Sanum, sedang hamil"ucap Kenzie semakin menambah kan kebohongan, agar Sanum, tidak lagi membuat pengakuan pada Queen yang selama ini percaya bahwa dia hanya mencintai Sanum, sedang Sanum sendiri tidak bisa menyangkal lagi karena Kenzie akan lebih menekan dirinya.