Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Kehamilan Sanum#


__ADS_3

Saat, mereka begitu memanjakan Queen, di rumah besar milik Sanum, wanita itu saat ini tengah menatap tak percaya, pada sebuah alat tes kehamilan, yang ada di tangannya setelah beberapa sadar bahwa sudah hampir dua bulan wanita itu tidak kunjung mendapatkan tamu bulanan nya.


"Aku hamil, bagaimana bisa"ujar Sanum.


Air mata nya terjatuh saat wanita itu mengingat percintaan mereka saat itu, padahal Sanum, sudah meminum obat pencegah kehamilan.


"Sayang kamu dimana"ucap Kenzo, yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar, wanita itu langsung melempar,tes kehamilan tersebut ke sembarang arah.


Kenzie, yang melihat sekilas Sanum melempar sesuatu, dia langsung berjalan kearah tempat tersebut, dia membelalakkan matanya.


"Sayang, kamu hamil, benarkah itu, tapi kenapa? kamu melempar testpack ini, apa.. kamu tidak ingin aku tau, coba jelaskan"ucap Kenzie, masih berusaha berbicara dengan tenang.


"Tidak penting, lagipula ini bukan anak mu"ucap Sanum, datar.


"Sayang, kamu tidak bisa bohongi aku, sekarang juga ikut aku ke rumah sakit"ucap Kenzie.


"Ken, aku tidak hamil, itu milik salah seorang pelayan, yang aku temukan, lagi pula, aku belum lepas KB*ucap Sanum.


"Kamu pikir aku bodoh heeuh, sekarang ikut aku"ucap Kenzie, menarik Sanum, dengan cepat dan membawa wanita itu turun ke bawah lalu, berjalan cepat menuju garasi, dimana Kenzie, memarkirkan mobilnya.


"Ken, aku masih pakai baju tidur"ucap Sanum.


"Gunakan ini, ucap Kenzie, sambil melepaskan jas nya, menutup tubuh Sanum, yang hanya menggunakan baju tidur berupa dress selutut, yang tipis, beruntung, jas milik Kenzie bisa menutupi nya.


Sanum pun merapihkan rambut nya yang kemudian ia Cepot di atas, meskipun dalam keadaan polos tanpa makeup, Sanum tetap lah cantik, hanya sedikit pucat saja


Hidung, yang mancung dan bibir tipis yang terlihat seksi, itu selalu menggoda siapapun yang melihatnya, ciptaan Tuhan paling seksi.


Sampai di, depan gedung rumah sakit, Kenzie langsung merangkul nya, berjalan menuju tempat pendaftaran, tapi karena rumah sakit tersebut berada di naungan perusahaan nya, Kenzie disambut dengan baik oleh mereka.


"Tuan muda"ucap salah seorang manager rumah sakit tersebut, menyambut nya dengan sopan.


"Dimana ruangan dokter spesialis kandungan"tanya Kenzie.


"Owh mari saya antar"ujar nya.


"Kosongkan ruangan tersebut alihkan pasien yang lain nya, aku tunggu sepuluh menit "ucap Kenzie.


"Ken, jangan berlebihan"ucap Sanum.


"Tidak berlebihan sayang aku ingin melihat bayi kita, untuk waktu yang lama"ucap Kenzie.


"Ken!"bentak Sanum.


"Jangan coba-coba protes honey, karena aku tidak akan mendengar kan itu.


"Tuan, sudah selesai, Dokter, sudah siap"ucap pria itu.


Kenzie pun langsung menggendong Sanum, ala bridal style, saat itu juga.


"Ken, turunkan aku, aku tidak mau seperti ini aku malu"ucap Sanum.


"Tidak akan ada orang lain yang melihat"ucap Kenzie.


"Iya nona semua sudah tidak ada"ucap manager tersebut.


"Kau apakan mereka Ken?"tanya Sanum.


"Tidak ada, aku hanya memilihkan jalan terbaik untuk mereka"ucap Kenzie, santai.


Sampai lah mereka di ruangan dokter obegyn .


"Tuan, muda silahkan masuk"ucap dokter tersebut yang kini, menyambut nya.


"Periksa istri ku, sudah berapa bulan kehamilan nya, dan satu lagi berapa banyak anak yang ada di sini"ucap Kenzie, yang mengusap perut rata istrinya.


Dokter itupun terkekeh, dan itu membuat wajah Sanum merah bak kepiting rebus.

__ADS_1


"Ken, kamu pikir aku katak apa? pakai berapa? banyak segala"ucap Sanum.


"Sayang kamu tau orang hamil itu seperti kecebong"ucap Kenzie, yang asal .


Sontak empat orang yang ada di sana menahan tawa, karena takut Kenzie, murka.


"Ayo, Nona, kita periksa dulu bayi kecebong nya"ucap sang dokter sementara Kenzie, pun langsung tersenyum.


Sanum pun, dibantu berbaring di tempat tertutup tersebut dan bagian perut nya di olesi krim jeel khusus untuk USG.


"Tuan bisa lihat di monitor, ada kantung rahim, dan usia kehamilan baru berjalan lima Minggu, lihat titik di sana, itu adalah calon bayi tunggal, jadi bisa dipastikan kecebong yang tumbuh hanya ada satu.


"Heumm, yang penting dia sehat, terus jenis kelamin nya?"tanya Kenzie, yang penasaran.


"Jenis kelamin belum bisa dipastikan karena,janin masih berbentuk gumpalan darah, tapi setelah lima enam bulan akan terlihat jelas"jelas sang dokter.


"Ken, ini bukan anak pertama mu, kamu pasti tau"ucap Sanum.


"Aku tidak pernah ikut dalam pemeriksaan rutin, saat Abigail di dalam kandungan, karena semua nya, mommy dan Daddy yang urus"ucap Kenzie jujur.


"Tuan, muda nona, ini istri ke berapa? memang nya, maafkan saya jika saya lancang"ucap dokter tersebut.


"Dia, istri pertama ku, yang sangat aku cintai, tapi dia bandel, selalu kabur dari ku"ucap Kenzie.


"Tidak dokter, saya cuma, teman dia jadi tolong jangan salah paham"ujar Sanum.


"Sayang!" bentak Kenzie.


"Ken, itu ke"


Sanum, belum sempat meneruskan kata-katanya, karena Kenzie, membungkam nya, dengan ciuman,penuh amarah hingga dokter tersebut langsung berbalik dan memalingkan wajahnya kearah lain.


"Ken!"teriak Sanum, yang merasa sangat malu.


"Berani' bicara seperti itu lagi, aku tidak akan segan untuk menunjukkan percintaan kita di depan semua orang"ucap Kenzie, datar dia pun sudah sangat marah, saat ini, bagaimana bisa jelas-jelas dia tidak diakui oleh Sanum, sebagai suami nya.


"Sekarang nyonya Kenzie, hanya harus menjaga kesehatan, dan tidak ada pantangan makanan apapun, juga vitamin nya harus diminum secara teratur setiap bulan anda diwajibkan untuk memeriksa kan kondisi janin anda, dan satu lagi, jangan terlalu sering berhubungan intim, saat usia kehamilan pertama ini, kalaupun butuh melakukan itu, usahakan dengan posisi yang aman dan aman"ujar sang dokter yang kini tersenyum pada keduanya.


"Jangankan sering"ucap Kenzie, yang dibungkam oleh Sanum, menggunakan tangan nya.


"Terimakasih banyak dokter, saya pamit pulang dulu"ucap Sanum yang kini langsung pergi, sementara Kenzie langsung mengikuti istrinya, dan meminta manager tersebut untuk, mengirimkan vitamin tersebut ke alamat rumah mereka.


"Yang, tunggu" ujar Kenzie, Sanum, Sanum pun berhenti, tapi bukan karena perintah Kenzie, melainkan karena melihat, istri Kenzie, dan Mariana, juga Kenzo, ada di hadapannya.


Sanum, tidak perduli dengan semua itu lagi, dia, langsung pergi, dengan membawa jas milik Kenzie, karena dia tahu, Kenzie, tidak akan berkutik jika berurusan dengan mereka.


"Tunggu!"bentak Kenzo pada Sanum.


"Ada, apa? apa...kau ingin memukul ku lagi, pembunuh"ucap Sanum.


Seketika itu, semua orang terdiam.


Tidak ada yang berani bersuara, sedikit pun, tatapan Kenzie,penuh nyala api kemarahan.


..........................


Satu jam sudah, Sanum berada di balik jeruji besi, meskipun Kenzie, sudah bersujud meminta maaf kepada Daddy nya,atas nama Sanum, tapi pria itu tidak pernah peduli, bahkan semakin menekan pihak berwajib untuk menahan Sanum, atas pencernaan nama baik.


Sementara, Mariana, tidak sedikit pun berbicara, sejak pertama kejadian hingga mereka berakhir, duduk di kantor polisi, untuk dimintai keterangan.


Istri dari Kenzie, seakan pamer kekuasaan terhadap Sanum, dia bahkan berani menampar Sanum, di hadapan aparat kepolisian.


"Kalian, boleh berlindung di balik kekuasaan, tapi ingat Tuhan tidak pernah tidur, dia tau semua yang terjadi"ucap Sanum, yang kini ditarik oleh petugas kepolisian.


Sanum, melihat semua, rekaman Cctv tv, yang asli, saat orang suruhan, Kenzo, membunuh ibunya dengan kejam.


"Sanum"teriak Kenzie.

__ADS_1


Sementara Yudha, yang melihat itu semua, dia mengepalkan tangannya, lagi-lagi hanya karena kekuasaan orang yang tidak bersalah, di korbankan, oleh Kenzo dan keluarga nya.


"Tunggu, keadilan akan ditegakkan, Sanum, nasibmu tidak boleh berakhir seperti ayah ku"lirih Yudha.


Sampai, saat Sanum, masuk kedalam jeruji besi, wanita itu, duduk termenung, dia, sudah bisa memprediksi semua nya akan berakhir seperti ini, tapi wanita itu tidak akan pernah takut sedikitpun, meskipun harus bertaruh nyawa, dia ingin kematian ibunya, akan menjadi pelajaran bagi semua orang, bahwa pelaku kejahatan harus di adili seadil-adilnya, meskipun pelakunya memiliki kekuasaan.


Kenzie, datang untuk membesuk Sanum, tapi wanita itu, bahkan menolak untuk bertemu dengan nya, Kenzie benar-benar frustasi saat ini, disaat bahagia itu datang, lagi-lagi keluarga nya yang merusak kebahagiaan tersebut, Kenzie pun menulis surat untuk Sanum, yang di titipkan pada petugas lapas.


Tapi Sanum, hanya duduk diam tak mau membaca surat tersebut.


Hingga Yudha, datang wanita itu baru mau menemuinya.


"Ada apa? kamu kesini, apa? tuan mu yang meminta mu, tolong bilang padanya, aku tidak akan pernah memohon kebebasan meskipun harus mati di sini sekalipun"ucap Sanum.


"Aku datang sendiri tidak mewakili siapapun, aku hanya ingin membantu mu, untuk bebas, dan pergi jauh, bawa serta anak mu, agar keadilan bisa segera ditunjukkan"ujar Yudha.


"Kenapa? tidak membela nya, apa.. tujuan mu"ucap Sanum.


"Kita punya tujuan yang sama, menunjukkan keadilan, meskipun itu sulit"ujar Yudha.


"Tidak usah membela ku, aku tidak ingin kau dalam masalah, cukup aku yang menghadapi dia, meskipun dendam kita sama"ujar Sanum.


"Kamu tidak punya kartu untuk membela diri, jika pun ada, bukti itu lemah, aku sudah mengumpulkan bukti kejahatan yang dilakukan oleh Kenzo dan keluarga nya"ucap Yuda.


"Tapi adikmu, akan dalam bahaya"ucap Sanum, yang langsung membuat mata Yudha, terbelalak kaget.


"Aku tau Queen, bukan adik dari Kenzie, tapi adik mu"ucap Sanum lagi.


"Kau tahu itu"ucap Sanum.


"Tentu saja" ujar Sanum.


"Bagaimana bisa?"tanya Yudha lagi.


"Wajah kalian terlalu mirip, dan mungkin saja Kenzo sudah tau itu, dan kau harus hati-hati, sebaiknya urungkan niat mu, biarkan aku yang membalas semua perbuatan nya, meskipun itu butuh waktu lama, tapi setidaknya keselamatan kalian lebih penting, mantan suami ku, pun tau bagaimana kelicikan keluarga Kenzo karena itu, dia merendahkan aku di depan orang lain, semata-mata karena dia ingin aku selamat, jika saja Kenzie, tidak terus mengejar ku" ujar Sanum lirih.


"Aku akan meminta bantuan Allan, untuk membawa pergi adikku sejauh mungkin, sampai waktu itu tiba"ujar Yudha.


"Pulang lah jangan sampai Kenzo tau kamu ingin membantu ku"ucap Sanum lirih.


"Bertahanlah, kamu lihat orang itu, dia yang akan melindungi mu dan bayi mu,agar tetap aman, mereka ada banyak, tapi tersebar di mana-mana, satu lagi jika bukan mereka, yang memberikan makanan dan minuman jangan pernah memakan apapun"ucap Yudha.


"Terimakasih, semoga tuhan membalas semua kebaikan mu"ucap Sanum.


"Aku hanya ingin, ayah dan ibuku tenang di surga"ujar Yudha.


"Aamiin"jawab Sanum.


Yudha pun pergi, setelah itu Sanum, masuk kembali kedalam sel tahanan, wanita itu.


Sanum memejamkan mata nya, sambil duduk di samping orang yang Yuda kirim.


Yudha juga mengelola, club malam milik ibu Sanum, disana, pria itu melebarkan sayap kekuatan nya, di sana sering diadakan sebagai tempat pertemuan, orang-orang yang selama ini, menjadi pengikut Yudha, yang diam-diam bergabung dengan kelompok mafia, untuk mewujudkan impian nya, membalas dendam, secara diam-diam terhadap keluarga besar Kenzo.


Ayah Kenzo, paling berperan dalam kehancuran keluarga Yudha, Queen adalah alasan utama sang ibu bunuh diri, karena, Queen, adalah hasil dari pemerkosaan yang dilakukan oleh ayahnya Kenzo, si tua Bangka Georgio, yang di agung-agungkan oleh semua orang yang mengenal nya.


Saat itu, Georgio, datang ke rumah ibunya Yudha, untuk mencari keberadaan suaminya yang tak lain adalah ayah Yudha, padahal itu hanya siasat yang dia rencanakan, sebelum, kasus pembunuhan itu terjadi, Georgio, yang melihat kecantikan alami, ibu Yudha, dia melakukan perbuatan keji nya, dan setelah itu, satu bulan berlalu, suaminya ditangkap polisi, karena kasus pembunuhan tersebut.


Sampai saat ibunya Yudha dikabarkan hamil, Georgio, memberatkan hukuman ayah Yudha, karena dia mengetahui semua kebusukan Georgio, saat hukuman mati itu, dijalani bertepatan dengan itu, ibu Yudha, melahirkan, ayah nya, meninggal setelah di eksekusi, dan setelah itu, ibu Sanum, mengantarkan Queen, lebih tepatnya membuang bayi cantik itu di depan lobby kantor setelah jam pulang kantor berakhir.


Bukan tanpa, alasan Kenzo membawa pulang Queen, dia tau siapa? wanita yang telah membuang bayi tersebut, dan karena,rasa bersalah nya juga dia pun memutuskan untuk membawa pulang Queen, dan menjadikan dia, sebagai anak adopsi, apalagi, saat sepucuk surat yang dia temukan di balik baju Queen, yang menerangkan bahwa Queen, adalah putri dari Georgio, yang sudah pergi keluar negeri, begitu kasus selesai.


Sikap, yang Kenzie tunjukkan selama ini adalah semata-mata untuk mengelabuhi sang istri yang benar-benar, tidak tahu tentang semua itu, dan disaat Yudha, di temukan di jalanan, dia, menyekolahkan Yudha, dengan Kenzie di luar negeri, semata-mata untuk meredam dendam yang bukan tidak mungkin akan datang kapanpun, saat kebenaran itu terungkap.


Kenzo, mungkin bukan, pelaku yang sebenarnya, tapi dia telah membantu seorang penjahat kelas kakap, dengan semua kecerdasan yang ia miliki, dan bagi Yudha, pria itu sama, saja.


Begitu juga apa? yang terjadi pada ibu Sanum, pria itu lah yang melakukan kejahatan itu, lewat tangan kanannya yang juga dihukum mati, dia tega menghabisi, nyawa wanita yang sangat ia cintai, karena kecantikan ibunya Sanum, tidak terkalahkan oleh wanita yang hadir dalam hidup Kenzo, begitu juga Mariana.

__ADS_1


Beruntung Sanum


__ADS_2