
Sebelum membaca karyaku, aku harap kamu masukkan ke list favoritmu. Setelah itu, tap like dan berikan poin hadiah, jangan lupa komentar positif untuk membangun karyaku.
Happy Readingš
Bel berbunyi, seluruh siswa merapikan peralatan sekolahnya. Ketua kelas pun memimpin untuk mengucapkan salam.
" Sinta.." panggil Marisa yang sedang menuruni anak tangga.
" Iya, Bu?" Sahut Sinta yang menoleh ke arah Marisa.
" Pulangnya bareng ibu, ya?" Ajak Marisa.
" Maaf bu, saya takut merepotkan." Kata Sinta dengan penolakan halus.
" Aku mau main, ke rumah Sulis." Ucap Marisa dengan raut wajah mengiba.
" Tapi, kak Sulis belum pulang." Balas Sinta.
" Sin, ayo pulang bareng." Ajak Raka yang kini berdiri di sebelah Sinta.
" Eh bu, jadi ke rumah kakak?" Tanya Sinta sambil melirik ke arah Raka.
" Jadi, dong!" Sambut Marisa.
" Iya udah, bu. Ayo!" Seru Sinta.
" Sin, Sinta..." panggil Raka, " Ish, gagal lagi." Dengus Raka.
Sinta mengikuti Marisa, masuk ke dalam ruang guru.
" Sin, sepertinya Raka suka deh sama kamu!" Sela Marisa.
" Aku gak tahu, bu." Sahut Sinta sambil menghentakkan satu kakinya di atas lantai.
" Masa kamu gak ngerasa, sih?" Seloroh Marisa.
" Iya, tujuan aku mau sekolah, bukan mencari pacar." Jawab Sinta.
" Iya sudah, gitu aja sensi!" Ledek Marisa seraya merangkul Sinta.
" Kamu masih ingat gak, sama aku?" Tanya Marisa.
" Sedikit lupa, Bu." Jawab Sinta yang sudah berdiri di sebelah motor Marisa.
" Jangan panggil bu, kalo uda di luar sekolah." Bisik Marisa, " Panggil, Kak!" Tandas Marisa.
" Oke, Kak!" Jawab Sinta.
Marisa sudah naik ke atas motor, begitu juga Sinta yang sudah duduk di jok belakang.
" Aku teman satu kost Sulis, saat kamu main ke Yogya tahun lalu. " Teriak Marisa dari arah bangku depan motor, dengan suara yang menyatu dengan hembusan angin.
" Oh, iya. Tapi aku gak ingat, hehehe..." jawab Sinta yang sering lupa untuk mengenali seseorang jika hanya sekali bertemu.
" Iya, kamu kan hanya sekali melihatku. Tapi aku sering melihat wajahmu di ponsel Sulis." Sahut Marisa.
" Oh, iya?" Celetuk Sinta.
" Rumahnya dimana?" Tanya Marisa.
" Perumahan PNS, Kak!" Jawab Sinta.
Tanpa di sadari, dari arah belakang terlihat Raja yang sedang mengikuti motor milik Marisa.
Marisa curiga, pada motor yang terus mengikutinya dari arah belakang.
Sambil melirik ke arah kaca spion, Marisa menghentikan motornya.
__ADS_1
Dan motor di belakang pun tiba-tiba berhenti. Namun saat Marisa menoleh ke arah belakang, Raja langsung melajukan motornya.
" Ada apa, Kak?" Tanya Sinta yang posisi duduknya tiba-tiba bergeser ke depan.
Marisa pun melihat motor matic hitam, langsung berjalan mendahuluinya.
" Kamu kenal gak, sama motor baru matic itu?" Tanya Marisa seraya menunjukkan jari nya.
" Motor yang barusan?" Tanya Sinta.
" Iya. " Jawab Marisa.
" Sepertinya pernah lihat, tapi dimana ya?" Sinta kembali berpikir saat melihat motor matic yang sudah menghilang dari pandangannya.
" Iya sudah, kakak pikir dia akan menjambret kita!" Tebak Marisa yang merasa takut.
" Heh iya, aku juga takut." Desis Sinta.
Marisa melajukan lagi motornya, dia mampir di warung makan untuk membeli lauk untuk makan siang.
" Kak, aku sudah belanja sayur. Apa sebaiknya kita masak aja di rumah?" Saran Sinta.
" Oh, ya udah. Kakak mau beli cemilan dulu." Kata Marisa yang beralih ke warung kelontong.
Marisa membeli ciki, dan aneka kue yang berada di toples.
" Kak, kenapa gak beli di mini market?" Tanya Sinta saat Marisa meletakkan jajanannya di dasboard motor.
" Mensejahterakan warung kelontong, kalau kita semua jajan di mini market kasian dong penjual yang di pinggir jalan kayak itu!" Jelas Marisa sambil memagutkan dagunya ke arah warung kelontong.
" Oh, iya, iya..." jawab Sinta sambil menganggukkan kepalanya.
Sesampainya di rumah, Sinta langsung mengucap salam.
" Assalamualaikum.." ucap Sinta, dan membuka pintu rumahnya.
" Wa'alaikumsalam." Jawab Marisa.
" Terima kasih." Jawab Marisa yang sudah masuk ke dalam.
Mereka sudah masuk ke rumah, dan Sinta langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Kak, aku ganti baju dulu ya." Kata Sinta.
" Iya, " jawab Marisa.
Selang beberapa menit, Sinta telah selesai mengganti bajunya.
" Aku mau nelpon kak Sulis, dulu." Kata Sinta yang langsung mengambil ponselnya.
" Iya, " jawab Marisa.
" Berdering..."
" Kayaknya, kak Sulis lagi ada kerjaan." Lapor Sinta.
" Iya sudah, kita masak dulu. " Kata Marisa yang langsung membawa belanjaannya ke dapur.
Sinta dan Marisa memasak makan sore, karena sebentar lagi Sulis akan pulang.
" Tin, tin, tin..." terdengar bunyi klakson mobil.
" Sepertinya kak Sulis sudah pulang." Kata Sinta yang langsung membukakan pintu untuk Sulis.
" Sin, kamu jangan bilang kakak ada di sini. " Pesan Marisa.
" Oke, kak!"sahut Sinta.
__ADS_1
Kemudian Sinta membukakan pintu rumah, dan terlihat mobil Sulis sudah terparkir. Namun bukannya di latar halaman rumahnya, melainkan di depan halamannya.
" Sin, motor siapa?" Tanya Sulis.
" Mmm...."
Sinta tak bisa berbohong, karena motor Marisa terparkir di halaman.
" Dor..." teriak Marisa dari balik pintu.
" Marisa..." balas Sulis seraya memeluk Marisa.
Kedua sahabat yang berpisah setahun lamanya, kini bertemu.
Mereka berkumpul di ruang makan, dan menyantap hidangan buatan Marisa.
" Kak, aku mau beli kuota." Kata Sinta
" Kamu tahu gak konter terdekat?" Tanya Sulis.
" Iya aku tanya-tanya, memang aku masih kecil?" Gerutu Sinta.
" Iya udah, pake motor kakak aja." Kata Marisa menawarkan.
" Enggak ah, kak. Aku belum punya SIM, dan usiaku juga baru enam belas tahun lewat." Tutur Sinta.
" Ya udah, kamu hati-hati ya. Kalau nyasar langsung telepon kakak." Canda Sulis.
" Ish, garing." Ejek Sinta.
Kemudian Sinta langsung berjalan keluar rumah mencari konter terdekat.
Sinta pun berjalan melewati persimpangan, dan mencari konter HP. Sungguh sulit, mencari konter di tempatnya tinggal.
" Aduh, di mana sih tempatnya?" Keluh Sinta sembari duduk di atas trotoar.
" Sin, kamu lagi ngapain?" Tanya seseorang yang memarkirkan motornya di hadapan Sinta.
" Kamu?" Tanya Sinta ragu sambil memperhatikan pemuda yang naik motor di hadapannya.
" Iya, Raja." Kata Raja sembari membuka helmnya.
" Kamu yang ngikutin aku tadi ya? Saat pulang sekolah." Tanya Sinta sambil menatap Intens Raja.
"Kamu, jangan ngeliatin aku kayak gitu dong!" Kata Raja yang mengalihkan pembicaraan.
" Tapi, benar kan kamu yang ngikutin aku?" Sinta mengulang pertanyaannya.
" Kamu mau kemana?" Tanya Raja yang lagi-lagi mengalihkan pembicaraannya.
" Aku mau beli kuota, sudah habis." Jawab Sinta.
" Eh wajahmu sudah gak apa-apa?" Tanya Sinta yang memperhatikan lebam di wajah Raja.
" Enggak, apa-apa." Jawabnya yang langsung memalingkan wajahnya.
" Mau aku antar?" Tanya Raja.
" Antar kemana?" Balik Sinta bertanya.
" Iya ke tukang pulsa, masa ke tukang galon?" Ledek Raja.
" Ish, apa sih candaan kamu tuh garing banget." Kata Sinta seraya memukul lengan Raja. Sontak Raja terkejut, saat tangan Sinta memukul lengannya.
" Ayo, aku antar." Ajak Raja.
" Oke, deh!" Jawab Sinta, kemudian dia langsung naik ke atas motor Raja.
__ADS_1
Raja melajukan motornya, melewati area perkampungan.
" Loh, kamu mau ajak aku kemana?" Tanya Sinta