
"Eh, sini!" Raja langsung mengambil ponselnya.
"Raja! Apa kamu tidak punya teman selain aku?" tanya Sinta dengan tatapan menyelidik.
"Sebaik nya aku antar pulang, karena sudah mau malam. Nanti kamu bisa di marahi sama kak Sulis," ujar Raja mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah, masalah Gendis akan kita bahas besok." Sinta langsung mengikuti langkah Raja yang akan menuju ke arah parkiran.
Raja memakaikan helm ke kepala Sinta, setelah itu dia baru menggunakan helmnya.
Sepanjang perjalanan, mereka tak berbicara. Hingga motor Raja pun telah tiba di rumah Sinta.
"Seperti nya kak Sulis belum pulang," ucap Sinta yang sudah turun dari motornya. Dia tak melihat keberadaan mobil Sulis di depan halaman rumah.
"Apa kamu berani?" tanya Raja.
"Raja, aku bukan anak kecil!" ucap Sinta dengan nada malas
"Iya sudah, aku pulang." Raja pun membelokkan motor nya, lalu pergi meninggalkan rumah Sinta.
Sinta langsung membuka kunci rumah, lalu mengucap salam. "Assalamu'alaikum."
Sinta langsung masuk ke dalam rumah, lalu mengunci nya. Setelah itu dia langsung bergegas menuju kamarnya, lalu membersihkan dirinya.
Usai membersihkan diri lalu mengganti bajunya, Sinta berjalan menuju ke arah ruang makan.
Sinta menghampiri meja makan yang terdapat tudung saji di atasnya. Saat telah membukanya, dia tak melihat satu cuil makanan pun di atas meja makan.
__ADS_1
"Yah! Perutku lapar banget," ucap Sinta seraya memegang perutnya.
Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil mie instan yang ada di dalam kitchen set.
Sinta memasak mie kuah, di campur dengan cabe setan dan sawi ijo. Tak lupa dia menaruh telur ayam sebagai pelengkap.
"Hmmm, wanginya enak banget!" Sulis tiba-tiba sudah masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikum salam." Sinta menjawab salam padahal Sulis tidak memberi salam.
"Assalamualaikum," ucap Sulis sambil terkekeh. "Dek, buatin kakak juga dong!" ucap Sulis meminta pada Sinta.
"Ish, pulang-pulang malah nyuruh." Sinta menggerutu.
"Please!" Sulis memohon dengan wajah mengiba
Sulis langsung berjalan menuju kamarnya untuk mengganti bajunya.
Kemudian Sulis pun langsung menghampiri adiknya. Semangkok mie rebus sudah tersaji di atas meja.
"Terima kasih, ya Dek!" ucap Sulis seraya mencicipi mie buatan Sinta.
"Kak, aku boleh nanya sesuatu?" tanya Sinta.
"Boleh, mau nanya apa?" balik Sulis bertanya seraya menyeruput mie kuah.
"Gendis di culik, dan aku menolongnya bersama Raja." Sinta mulai menjelaskan.
__ADS_1
"Lalu?"
"Yang menculik itu adalah seorang pejabat di kota ini!"
"Uhuk, uhuk!" Sulis tersedak saat mendengar cerita Sinta.
"Lalu?" tanya Sulis sambil mengambil segelas air lalu meminumnya.
"Aku ingin menolongnya dia, kata pak polisi aku harus menghentikan kasusnya. Karena percuma saja, jika aku harus melawan pejabat itu."
"Polisi apaan tuh!" ejek Sulis yang masih fokus menikmati mie yang hanya tinggal beberapa suap.
"Iya, aku minta tolong sama kakak untuk membantu temanku," pinta Sinta.
"Dek, kakak bukan pengacara." Sulis menghentikan suapannya.
"Iya tapi, apakah kakak gak bisa bantu?" tanya Sinta.
"Coba kamu tanya Gendis, apakah dia mau pakai jasa pengacara?" Sulis memberi saran.
"Baiklah, besok akan aku tanyakan," jawab Sinta.
Setelah mengakhiri makan malam, mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk melanjutkan aktivitas nya.
Sinta mengerjakan tugas nya, sedangkan Sulis menyusun kembali laporan untuk acara pernikahan nya.
Silakan like dan berikan komentar mu.
__ADS_1