
"Siapa pemuda itu?" gumam Herman sembari berpikir.
Karena tak ada satupun jejak digital yang digunakan oleh Dito.
"Sepertinya dia anak orang kaya, tetapi kenapa gak punya akun medsos?"
Dito adalah anak pengusaha kaya yang tidak ingin diketahui oleh banyak publik. Ada beberapa hotel yang Dito miliki tersebar di pulau Jawa. Alasan Dito tak ingin memamerkan semua hartanya karena tidak ingin dibenci oleh Sinta.
Sinta adalah tipikal gadis sederhana, yang tidak suka jika Dito memamerkan semua hartanya. Sinta hanya ingin bersama Dito hidup sewajarnya. Karena bagi Sinta akan sangat berbahaya jika Dito terlihat seperti milyuner. Pasti akan banyak gadis-gadis cantik yang bersedia menjadi pacarnya. Itulah pemikiran Sinta, karena dia sangat trauma jika harus berhadapan lagi dengan orang seperti Mira. Mira yang suka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Dito.
'Kamu sudah pulang?' tanya Dito melalui sambungan telepon seluler nya.
'Belum,' jawab Sinta
'Loh, kok belum pulang?' cemas Dito.
'Karena aku harus menunggu Raja, dia sedang ke toilet.'
'Oh, ya sudah kamu hati-hati. Besok pagi akan aku jemput lagi,' kata Dito
Kemudian Dito mengakhiri pembicaraan dengan Sinta melalui sambungan telepon seluler.
"Huft! Kok Raja lama banget?" keluh Sinta seraya melihat jam di tangan nya.
__ADS_1
Saat sedang menunggu Raja, tiba-tiba datanglah Gendis menghampiri Sinta yang sedang duduk di bangku depan kelasnya.
"Sin! Kamu lagi nungguin siapa?" tanya Gendis.
"Raja, dia sedang di toilet. Kok lama banget ya?" kesal Sinta
"Oh," kata Gendis.
"Gendis, kemarin kamu kok gak pamit sama aku kalau mau pulang?" tanya Sinta.
"Oh, itu--" Gendis berpikir untuk memberi alasan. Karena dia sudah diperingatkan oleh Dito agar jangan membuat Sinta banyak berpikir. Padahal jelas-jelas Gendis sangat kesal dengan sikap Dito yang telah mengusirnya.
"Itu kenapa?" tanya Sinta.
"Oh," jawab Sinta.
"Sin, aku ingin membantu Raja karena kemarin Om ---" ucapan Gendis terhenti saat Raja sudah berada di hadapan Sinta dan Gendis.
"Gendis, aku dan Sinta mau pulang!" ucap Raja yang mengagetkan mereka berdua.
"Raja! Kamu mengagetkan aja, kayak hantu." Sinta terlihat mengelus dadanya karena terkejut.
Gendis terlihat curiga dengan sikap Raja yang seolah-olah menyuruh nya menghindari Sinta.
__ADS_1
"Raja, kenapa kamu melarang untuk mendekati Sinta?" tanya Gendis dengan nada emosi.
Gendis terlihat meluapkan amarahnya sambil berdiri berhadapan dengan Raja.
Raja pun melirik ke arah Sinta. "Sin, kamu tunggu di mobil. Aku ingin bicara sesuatu sama Gendis," kata Raja seraya memberikan kunci mobil Dito kepada Sinta.
"Ingat, jangan pernah membahas hal ini!" Raja memperingatkan Sinta.
Sinta pun menerima kunci mobil, lalu pergi meninggalkan Gendis dan juga Raja.
Sinta seperti orang bingung, dia sudah di wanti-wanti oleh Sulis agar jangan terlibat masalah dengan orang lain.
Padahal Sinta sangat penasaran, kenapa Gendis marah kepada Raja hanya karena tidak boleh mendekati nya?
Setelah melihat kepergian Sinta, Raja mulai berbicara dengan Gendis.
"Kemarin Sinta sakit, hal itu di sebabkan karena terlalu ikut campur dalam masalah kamu!" tegas Raja.
"Lah, bukannya dia sendiri yang mau ikut campur?" elak Gendis.
"Iya, hingga membuat dia menjadi lupa makan dan tidur. Sinta selalu berpikir tentang cara menyelesaikan masalahmu," ungkap Raja. "Hingga membuat maagnya kambuh, lalu mengganggu saluran usus nya hingga di harus di operasi usus buntu."
"Tapi aku gak pernah menyuruhnya untuk mencampuri urusanku," kekeh Gendis
__ADS_1
Jangan lupa untuk like dan komentar